
Karena keadaan yg tak terduga mau tak mau Jun Yuan terpaksa menunda keberangkatannya,ia harus memastikan keselamatan putri Xiao Ling lebih dulu agar tak ada pikiran yg membebaninya
" Zhi, awasi semua anggota Sekte Bukit Racun, aku merasakan firasat buruk " Jun Yuan mengirim telepati pada sahabatnya
" Haiiisss,,,istriku ini membuatku kaget saja " Lin Zhi yg sedang duduk bersama para tetua perwakilan sekte Pedang Utara mengelus dadanya
" Baik,tak usah khawatir kamu bisa mengandalkan ku "
Jun Yuan mengangguk lalu mengalihkan pandangan pada deretan para peserta kemudian beralih pada putri Xiao Ling yg duduk di samping Kaisar Han
" Senior maaf aku harus menunda keberangkatan karena harus menjaga Xiao Ling "
Jun Yuan kemudian melakukan segel tangan lalu menempelkan telapak tangannya pada perut nya
SEGEL SEMESTA - SEGEL DARAH
Terdengar suara letupan pelan di dalam tubuhnya lalu sebentuk energi keluar dan dengan cepat masuk kembali lalu menyebar ke seluruh tubuhnya
Di arena pertandingan Jing Min memanggil dua nama peserta
" Jia Weixian dari Sekte Lembah Neraka dan Fu Shilin dari sekte Bintang Surga silahkan naik ke arena "
Teriakan penonton langsung terdengar ketika Fu Shilin berjalan ke arah arena, dengan wajah tampannya banyak gadis yg mengidolakannya belum lagi dengan bakatnya yg tinggi membuatnya di gadang gadang akan menggantikan Patriark Sekte tempatnya tinggal
Sedangkan untuk Jia Weixian ia hanya berjalan biasa saja tanpa ada teriakan yg mendukungnya dan lagi ia sudah terbiasa akan hal itu karena memang selain anggota sekte dan keluarganya hanya sedikit orang yg mengenalnya
Fu Shilin memberi hormat pada lawannya setelah sebelumnya memberi hormat pada Jing Min
" Nona Jia senang bisa bertanding melawan anda "
Jia Weixian mengangguk
" Mn,,, "
" Jia Weixian peringkat ke tiga dari sepuluh generasi teratas sekte Lembah Neraka, gadis misterius yg bisa membunuh lawan tanpa menyentuhnya, aku harus lebih waspada " Gumam Fu Shilin
Jing Min menatap satu persatu peserta yg sudah saling berhadapan
" Kalian sudah siap "
Keduanya mengangguk
Fu Shilin mengeluarkan pedangnya sedangkan Jia Weixian mengambil dua kipas kecil yg terselip di pinggangnya
" MULAI,,, "
Fu Shilin memegang pedang dengan kedua tangannya yg ia arahkan tepat di wajahnya dengan bilah lurus ke depan
" Nona Jia, aku mulai "
PEDANG BINTANG - BINTANG JATUH
Fu Shilin menyalurkan tenaga dalam pada pedang dan kakinya kemudian menghentakkan kakinya melakukan tolakan untuk bergerak secepat mungkin membuatnya terlihat seperti sebuah garis putih yg melesat cepat
Jia Weixian merespon dengan membuka satu kipasnya,satu tangannya ia arahkan ke belakang, dengan sedikit memutar tubuhnya ia mengibaskan kipasnya
HEMBUSAN HAWA NERAKA
__ADS_1
Angin besar menderu membawa hawa panas dari jurus yg Jia Weixian keluarkan
Fu Shilin tanpa menghentikan kecepatannya ia menusukan pedangnya ke depan empat kali mengeluarkan empat bilah energi berwarna putih melesat menabrak angin panas di depannya
Blaaarr,, blaaarr,, blaaarr,, blaaarr
Empat ledakan membelah angin panas dari jurus Jia Weixian sementara Fu Shilin terus bergerak dengan cepat menuju lawannya
Jia Weixian tak tinggal diam, setelah jurusnya berhasil di patahkan ia kembali memutar tubuhnya lalu melemparkan kipasnya ke arah lawannya dengan cepat mengeluarkan jurusnya
KIPAS BAYANGAN - KEMATIAN DUA ARAH
Zheeppp,,,,
Jia Weixian menghilang dalam sekejap muncul di arah yg berlawanan lalu melemparkan kipas lainnya
Fu Shilin yg sedang bergerak cepat menekuk dua kakinya tanpa mengurangi kecepatannya merendahkan tubuhnya ke belakang sambil membuka kedua tangannya
Sraakkkk,,,,
Satu kipas melintas di atas dirinya kemudian dengan cepat menghentakan sebelah tangannya untuk bangkit lalu menggerakkan pedangnya untuk menangkis kipas lainnya
Traannggg,,,,
Kipas kedua terlempar ke samping lalu bergerak kembali ke pemiliknya
Pedang yg di genggam Fu Shilin bergetar saat bertabrakan dengan kipas lawannya, tangannya yg memegang pedang terasa kebas
" Sangat kuat,, "
Tapp,,,,
Fu Shilin memasang kuda kuda lalu melepaskan jurusnya kembali menyerang dengan kecepatannya
PEDANG BINTANG - PELANGI SENJA
Jia Weixian melipat kipasnya menggenggamnya dengan erat ia melesat menyambut serangan
NERAKA API MENARI
Pertarungan jarak dekat tak terhindarkan, keduanya bergerak dengan kecepatannya, suara benturan senjata mengalun di tiap gerakan mereka,pedang yg di genggam Fu Shilin berubah warna setiap kali melakukan serangan sedangkan kipas yg di gunakan Jia Weixian mengeluarkan asap hitam tipis setiap saat
Tak sedikit penonton yg kecewa karena pergerakan peserta yg tak bisa di ikuti oleh mata orang biasa lain halnya dengan sebagian besar penonton lainnya yg berdecak kagum karena kecepatan keduanya
" Kecepatan mereka hampir menyamai ku saat bertarung biasa " Gumam Jun Yuan yg masih berada di atap arena
" Hahaha,,, harus di akui murid dari sekte Bintang Surga lumayan cepat " Ucap Patriark Cahaya Nirwana
Patriark Sekte Bintang Surga mendengus
" Hmmph,, tetap saja jika di bandingkan dengan murid kalian kami masih kalah "
" Nona Jia itu,,, ada sesuatu dalam tubuhnya tapi aku tak bisa melacaknya hanya pedang ku seperti merespon sesuatu darinya " Gumam Lin Zhi
Ketua Bing Zheng yg duduk tak begitu jauh darinya spontan meliriknya
" Kamu juga merasakannya,, "
__ADS_1
" Zhi'er,, hati hati berucap jangan sampai terdengar oleh anggota sekte Lembah Neraka " Bisik Patriark sekte Pedang Utara
" Aku melihat benang energi yg terhubung pada kipasnya tapi bukan energi spiritual, hanya saja aku merasa mual saat merasakannya " Ucap Patriark Sekte Pedang Utara pelan
" Apakah benang energi itu berwarna merah kehitaman,,,," Ketua Bing Zheng berbisik
Patriark Sekte pedang Utara mengangguk
" Jangan jangan,,, " Ketua Bing Zheng tersentak
" Aura Kematian,,, " Ucap mereka berdua pelan dan hampir bersamaan
" Semuda itu sudah bisa mengendalikan Aura Kematian,,, " Patriark sekte Pedang Utara berdecak kagum
" Memang pantas di sebut sebagai peringkat ketiga generasi sekte Lembah Neraka " Ucap Ketua Bing Zheng
Jun Yuan sendiri dari awal sudah melihat hal tersebut dan menyadari ada satu kekuatan yg bersemayam dalam tubuh Jia Weixian hanya saja dia tak begitu memperdulikannya selama itu tak membahayakan bagi dirinya, keluarganya dan para sahabatnya
Kembali ke arena pertandingan
Fu Shilin dengan gencar menyerang lawannya, tak memberi kesempatan lawannya untuk mengambil jarak karena dia tau lawannya lebih unggul jika bertarung jarak jauh
Jia Weixian sendiri bukannya tak menyadari hal itu tapi dia tetap melayani kemauan lawannya karena ingin membuktikan sesuatu pada seseorang
Fu Shilin menyerang menggunakan tangan kirinya, jari jarinya membentuk cakar menggerakkan tangannya ke depan mengincar leher
Jia Weixian menggeser sedikit tubuhnya lalu sambil mundur menggerakan tubuhnya memutar saat tangan lawannya berusaha mengait lehernya
Fu Shilin tersenyum
" Kena kau "
Ia mengangkat pedangnya tinggi lalu menggunakan kekuatannya menebaskan pedangnya ke bawah
PEDANG BINTANG - MEMBELAH LANGIT
Jia Weixian merespon mengalirkan tenaga dalam pada senjatanya kemudian dengan cepat mengarahkan dua kipasnya ke atas
Klaaangg,,,
Jia Weixian berhasil menahan serangan tapi tubuhnya harus berlutut akibat tekanan
Melihat kesempatan Fu Shilin menarik pedangnya lalu secepat mungkin melakukan tendangan memutar
Baangg,,,, sraaakkk
Jia Weixian terhempas ke belakang dan menahan pergerakan menggunakan kakinya agar tak keluar arena, beruntung ia sempat menahan serangan dengan menyilangkan kedua tangannya
Fu Shilin tak yg tak ingin memberikan waktu pda lawannya langsung mengejar menghunuskan pedangnya
PEDANG BINTANG - CAHAYA BINTANG
Jia Weixian membuang nafas kasar matanya menyipit saat melihat lawannya mendekat, raut wajahnya berubah
" Saatnya serius "
Ia kembali membuka kipasnya lalu mengeluarkan kekuatannya meledakan auranya menyebarkan energi gelombang kejut
__ADS_1
NERAKA TINGKAT PERTAMA
Tubuhnya mengeluarkan sebuah energi yg menyelimutinya lalu menghilang dalam sekejap