
Jun Yuan yg telah menyembunyikan hawa keberadaannya terkejut saat merasakan aura mencekam kembali melintas
" Aura ini,,, "
Mengabaikan acara perlombaan ia segera beranjak lalu melesat ke arah Aura yg ia rasakan, tak berapa lama ia merasakan dua aura kuat lainnya bergerak dengan kecepatan tinggi menuju ke arah yg sama
" Cepat sekali,,,"
Firasatnya seketika memburuk jun Yuan mengeluarkan kecepatan penuhnya agar bisa mengejar mereka
Beberapa jam kemudian Jun Yuan sampai di sebuah tempat yg hancur berantakan, banyak pohon tumbang dan hangus terbakar, berberapa lubang lumayan dalam terlihat di banyak tempat dan tanah yg berubah gersang di area yg lumayan luas
sebelumnya selama perjalanan ia sering melewati tempat yg sudah hancur dan sering mendengar ledakan dan merasakan getaran dari sebuah pertempuran
Jun Yuan mengedarkan pandangannya menyebarkan persepsinya untuk memindai tempat tersebut, sesaat kemudian alisnya bertaut
" Es,,, aneh "
Dengan persepsinya ia melacak ada sisa energi dingin dan beberapa tempat yg membeku namun yg membuatnya terkejut adalah ia merasakan sebuah energi kehidupan yg perlahan memudar
Dengan cepat Jun Yuan bergerak menuju tempat tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan mengerikan yg terpampang jelas di hadapannya
Tepat di depannya ia melihat sebuah balok es lumayan besar dan yg membuatnya tampak mengerikan adalah di dalam balok es tersebut terdapat sesosok manusia yg hampir tak memiliki daging hanya terlihat kulit membungkus tulang, tubuhnya tertembus banyak ranting bambu hingga menancap di tanah, tubuhnya sendiri terlihat seperti melayang dengan jarak sekitar satu meter dari tanah
Anehnya dari banyaknya ranting bambu yg menembus tubuhnya tak ada satupun yg mengenai bagian vitalnya dan sudah pasti itu sangat menyiksanya karena ia harus merasakan kematian secara perlahan
" Kejam sekali,, " Gumam Jun Yuan
Jun Yuan tau sosok di dalam balok es tersebut berada di tingkat Pendekar suci karena Daya tahan tubuhnya sangat kuat, itu terbukti dari apa yg di lihatnya sekarang, jika kekuatan sosok tersebut di bawah pendekar suci mungkin saat ini dia sudah mati
" Jangan mendekat "
Suara Shen Ghuang bergema di kepala Jun Yuan saat ia akan melangkahkan kaki yg seketika menghentikan gerakannya
" Senior,,, kenapa "
" Aku melihat ada sebuah segel dalam balok Es itu yg akan meledak jika seseorang mendekat dalam jarak tertentu "
Jun Yuan mengangguk pasrah karena setelah melihat menggunakan mata yg telah di aliri tenaga dalam ia mengetahui sesuatu yg sangat berbahaya di sana
" Orang itu,,, aku tak mengenali pakaiannya " Gumam Jun Yuan
" Kemungkinan besar dia bukan berasal dari Kekaisaran Han "
__ADS_1
" Apa mungkin dia salah satu mata mata yg di kirim kaisar Qin " Balas Jun Yuan
Bukan tanpa alasan ia berkata seperti itu sebab aura mencekam yg ia rasakan sebelumnya sama persis seperti aura yg terpancar dari sosok yg berada dalam balok es tersebut
Sedangkan dari dua Aura yg ia rasakan sebelumnya Jun Yuan merasa tak asing dengan Aura salah satunya
" bisa iya bisa juga tidak karena aku tak bisa mengenali wajahnya yg telah mengerut "
" Bocah, segera tinggalkan tempat ini " Suara Mei Lin bergema di telinga Jun Yuan
" Benar,,, siapa tau ini jebakan " Shen Ghuang menimpali
Jun Yuan mengangguk lalu melesat kembali ke tempat acara pertandingan
Setengah jam kemudian dua sosok pendekar tiba di tempat itu, pakaian kedua nya sama seperti yg di pakai oleh sosok yg berada dalam balok es
" Sial,,, kita terlambat "
" Bajingan,,, siapa yg berani berbuat seperti ini pada anggota kami "
Amarah keduanya langsung meledak saat melihat rekan mereka yg terlihat mengenaskan
" Kita periksa seluruh hutan ini untuk mencari petunjuk setelah itu baru kita kembali untuk melapor "
" Baik,,, ayo "
Kembali pada Jun Yuan yg saat ini tengah dalam perjalanan
Ia masih memikirkan dua aura yg sempat ia rasakan yg membuatnya bingung sekaligus heran karena aura salah satunya sangat mirip dengan aura yg ia miliki,dia sudah mencoba menanyakannya pada Mei Lin yg hanya di jawab dengan ketus olehnya,Jun Yuan merasa ini bukan suatu kebetulan
" Sudahlah jangan terlalu di pikirkan lebih baik kamu fokus pada tujuan mu " Shen Ghuang mencoba mengalihkan agar Jun Yuan tak memikirkannya lagi
Saat Jun Yuan akan menambah kecepatannya ia secara samar merasakan dua aura kuat datang ke arahnya dengan sangat cepat
" Celaka,, Bocah cepat lari " Mei Lin berteriak membuat telinga Jun Yuan berdengung
Mei Lin tau dua sosok yg datang pasti musuh karena ia merasakan aura yg sama seperti yg di miliki sosok dalam balok es sebelumnya dan dengan kekuatan Jun Yuan saat ini sudah pasti ia akan kalah
Pedang Gadis Malam seketika keluar dan langsung melayang di hadapan Jun Yuan
" Cepat naik " Ucap Mei Lin sedikit panik
Tanpa membuang waktu Jun Yuan segera menaiki Pedangnya yg seketika melesat layaknya petir
__ADS_1
" Senior kurasa ini tak akan berhasil " Ucap Jun Yuan
" Tidak apa apa setidaknya kita harus mendekat ke arah kota agar mendapat bantuan "
Jun Yuan mengangguk setuju karena dengan begitu mungkin kesempatannya untuk selamat lebih besar
Jauh di belakang Jun Yuan dua sosok yg mengejarnya mengerutkan kening
" Dia bergerak jauh lebih cepat apa dia merasakan kehadiran kita " Ucap salah satunya
" Aku tak peduli karena yg terpenting adalah menangkapnya atau menghabisinya " Balas yg lainnya
Dua sosok tersebut adalah orang yg sama yg datang ke tempat bekas pertempuran yaitu rekan dari sosok yg ada di dalam balok es
Sebelum menyisir area hutan mereka merasakan sebuah sisa energi yg di duga milik pelaku yg melawan rekannya dan saat mereka menyisir hutan untuk mencari jejak pelaku mereka merasakan energi yg sama yg berjarak lumayan jauh dan mereka langung mengejarnya
Keduanya langsung mengeluarkan kecepatan penuhnya agar bisa segera mengejar buruannya
Jun Yuan berkespresi muram saat merasakan aura yg mengejarnya semakin dekat
" Menghindar,,, " Ucap Mei Lin tiba tiba
Jun Yuan mengendalikan pedangnya untuk menghindar saat tiba tiba dua bola api melesat mengarah padanya
Blaarr,,, blaarr,,,
Dua ledakan terjadi saat Jun Yuan berhasil menghindari serangan, ia mengalirkan energi kegelapan pada pedangnya untuk mempercepat gerakannya
Selang waktu berlalu musuh yg mengejarnya semakin memperpendek jarak dengannya Jun Yuan lalu mengeluarkan dua Pisau Cahaya miliknya
" Senior Shen pergilah ke arah istana cari Paman Shandian untuk meminta bantuannya "
Dua pisau Cahaya merespon berubah menjadi dua butir cahaya kemudian menyatu lalu melesat dengan kecepatan tinggi
" Senior kita tak bisa lari lebih jauh lagi, kita hadapi mereka di sini " Ucap Jun Yuan
Ia mengarahkan pedangnya turun ke bawah lalu berdiri sambil menggenggam pedangnya menunggu musuh yg memburunya
Beberapa saat kemudian dua sosok yg berpakaian sama persis mendarat tak jauh darinya
" Bagus,,, rupanya kau bernyali besar " Ucap salah satunya
" Aku tidak tau dengan cara apa kau mengalahkan Zhou Qin tapi hari ini kau akan mati disini " Yg lainnya berteriak sambil menghunuskan pedangnya ke depan
__ADS_1
Jun Yuan memasang kuda kuda,Pedang Gadis Malam ia arahkan ke bawah samping pinggangnya lalu merendahkan tubuhnya dengan sedikit menekuk kaki kirinya,kaki kanannya ia tekuk ke belakang bersiap menyambut serangan lawannya
" Merepotkan,,, "