Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Memegang Kendali (pisau perak)


__ADS_3

Jun Yuan menghentakkan kaki melakukan tolakan menambah kecepatan saat dirinya menyerang pemimpin kelompok Taring iblis yg berada paling belakang


Merasakan serangan datang dari arah samping ia merunduk memiringkan tubuhnya


Slaassshhh,,,


Satu tebasan lewat di atasnya,tak mengurangi kecepatannya ia menghindari serangan kedua dengan melompat melakukan salto di udara lalu meluncur lurus kedepan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya ia melepaskan jurusnya


GARIS CAKRAWALA


Tubuhnya di selimuti aura keemasan pedangnya ikut bercahaya lalu melakukan gerakan menusuk


dari ujung pedangnya meluncur sinar energi membentuk garis lurus menuju targetnya dengan kecepatan tinggi


Pemimpin kelompok Taring Iblis memasang kuda kuda,mengirimkan tenaga dalam pada pedangnya kemudian menekuk sebelah kakinya lalu menebaskan pedangnya dari bawah ke atas melepaskan jurusnya


MEMBELAH AWAN


Selarik sinar energi berbentuk bulan sabit melesat


Blaarrr,,,,,


Ledakan terjadi ketika kedua jurus beradu menghasilkan gelombang kejut serta menerbangkan debu di sekitarnya


Pemimpin kelompok Organisasi Taring Iblis kembali menyalurkan tenaga dalam lebih besar pada pedangnya ketika merasakan bahaya mendekat sesaat setelah ledakan terjadi


Jun Yuan muncul dengan menebaskan pedangnya sekuat tenaga


Pemimpin kelompok organisasi Taring Iblis mengangkat pedangnya


kLaangg,,,busshhh,,,


Gelombang kejut kedua menghempaskan debu yg berterbangan


Memanfaatkan hentakan dari lawannya Jun Yuan mengayunkan pedangnya sekali lagi dengan tebasan memutar


Klaaang,,,


Serangannya kembali berhasil di tangkis,dengan cepat Jun Yuan menggerakan kakinya melakukan sebuah tendangan,di saat yg bersamaan lawannya melakukan gerakan yg sama


Bugghh,,,buggh,,,


Keduanya terhempas terkena serangan telak dari masing masing lawannya


Pemimpin kelompok Taring Iblis meski telah mendarat sempurna dengan kakinya ia masih terdorong hingga harus menancapkan pedangnya ke tanah agar berhenti menciptakan tiga garis lurus di atas tanah


Dua rekannya langsung menyerbu ketika Jun Yuan mendarat,menghentakkan kakinya menyambut serangan


Traangg,,,


dengan pedangnya Jun Yuan menahan satu serangan di saat yg sama ia menggerakan tubuhnya ke depan tangan kirinya mencabut pisau perak ketika melihat lawan lainnya mengangkat pedangnya ia melihat celah terbuka


Jleebb,,,ackhh,,,


Lawannya memuntahkan darah segar saat pisau perak menusuk dada menembus jantungnya langsung menewaskannya seketika

__ADS_1


Bughh,,,,


Jun Yuan langsung menendangnya hingga tubuh lawan yg sudah tak bernyawa terlempar beberapa meter ke belakang


Lawan satunya terkejut melihat kematian rekannya yg begitu cepat,pedangnya bahkan masih menempel dengan pedang lawannya


Mengerahkan kekuatan penuhnya pedangnya ia tarik lalu menyabetkannya menyilang


Jun Yuan mengarahkan pedang ke samping menangkis serangan,karena terlalu cepat gerakannya tak sempurna senjatanya terdorong hingga menempel di bahunya


Jun Yuan di dorong mundur,nalurinya merasakan bahaya dengan cepat ia menarik pedangnya mengorbankan bahunya untuk menghindar


Breett,,,


Jubah nya terkoyak terkena sayatan


Slaasshh,,,


sebuah tebasan berbahaya lewat di sampingnya,segera ia melompat mundur memberi jarak


dari jubah bagian bahunya menetes darah segar,ia berpikir cepat membuat sebuah rencana,bagaimanapun lawan yg paling merepotkan adalah si pemimpin Kelompok Taring iblis karena ia menyerang secara diam diam


Ia harus menghabisi satu lawannya secepat mungkin agar fokusnya tak terbagi


" Bocah,,,sebaiknya kau menggunakan dua pisau dapurmu agar pergerakanmu lebih mudah sekaligus untuk melihat sejauh mana kau bisa mengendalikannya " suara Mei Lin bergema di kepalanya


Jun Yuan bernafas dalam,sebuah strategi telah tercetak di otaknya


Ia menyarungkan pedangnya lalu mencabut pisau perak lainnya


beberapa kali ia melihat Tubuh Tirta Sagara berkedip mengeluarkan warna biru di iringi dengan munculnya air dari dalam tanah


" Lakukan seperti yg pernah aku ajarkan,sisanya biar aku yg urus " ucap Mei Lin


Jun Yuan mengangguk pelan lalu meneteskan darah di bahunya pada simbol yg terletak di ujung gagang pisau


kedua pisau perak seketika mengeluarkan uap tipis berwarna hitam simbolnya sesaat bercahaya lalu kembali menghilang bersamaan dengan suara Geraman dan suara berat berdengung di kepalanya


" Grrrrhh,,,kau pikir bisa mengalahkanku,jangan mimpi,,,aku tak kan melakukan apapun perkataan mu sebelum kau menyerahkan jiwamu bocah lemah "


" DIAM KAU MAKHLUK BODOH,,,lakukan apapun perintahnya atau aku melenyapkan mu " ancam Mei Lin


" SHIJI DI MEILI,,,ba-baik,,,baik aku akan melakukannya " roh penghuni pisau perak seketika menciut nyalinya


Jun Yuan mengalirkan sedikit tenaga dalam pada kedua pisau perak,uap hitam seketika menghilang kini dirinya telah terhubung dengan kedua pisau peraknya


" kau bisa menggerakan tanpa menyentuhnya cukup mengendalikan dengan pikiranmu saja ingat itu " Mei Lin mengingatkan


Jun Yuan mengangguk lalu menyiapkan kuda kuda untuk menyerang,kali ini ia yakin dengan rencananya ia bisa menghabisi kedua lawannya


Pemimpin kelompok Organisasi Taring iblis merasakan perbedaan dari lawannya,entah mengapa saat ini ia merasa sedikit gentar meski kekuatannya setingkat lebih tinggi,ia menyuruh rekannya mundur ke belakang


BIAS CAKRAWALA


Jun Yuan menyerang lebih dulu,satu pisau peraknya ia lempar ke atas lalu bergerak cepat ke arah kanan

__ADS_1


Si pemimpin kelompok Taring Iblis bersiap kali ini ia akan bertarung dengan kekuatan penuhnya,menyuntikan tenaga dalam dengan besar pada pedangnya,menggenggam pedang dengan kedua tangannya ia memutar tubuhnya lalu dengan cepat mengibaskan pedangnya ke arah datangnya serangan


TEKHNIK PEDANG IBLIS - LINGKARAN KEMATIAN


Wusshhhh,,,,


Lingkaran energi berwarna merah melesat


Ia menyipitkan matanya saat melihat serangannya seperti menembus sebuah bayangan ketika bertemu


" a-apa,,,,sial " ia mengumpat saat merasakan bahaya dari arah sebaliknya


Mengayunkan pedangnya ia berhasil menahan sebuah tusukan yg mengincar lehernya


triing,,,


pemimpin kelompok Taring iblis mengerutkan kening saat melihat lawannya menyeringai


Ia terlambat menyadari saat Jun Yuan menggerakan sebelah tangannya ke arah rekannya berada dengan cepat


" tidaakk,,,"


Lawan yg berada di belakang membelalakkan matanya saat melihat sinar perak melesat ke arahnya,meski dengan seluruh kekuatannya ia tak mungkin bisa menghindar


Craasshhh,,,,


satu pisau perak melesat sangat cepat menembus kepala nya,tubuhnya tumbang setelah nyawanya menghilang


" BANGSAT,,," si pemimpin kelompok meraung marah


Jun Yuan segera melompat mundur sedikit menjauh setelah berhasil menghabisi satu lawannya


Pisau perak kembali terbang ke arahnya lalu melayang di atas kepalanya,ia melemparkan satu lagi pisau peraknya ke atas yg lalu ikut melayang di atasnya


Lawan terakhirnya menyerang dengan kekuatan yg sangat besar tapi Jun Yuan tak takut sedikitpun,sebaliknya ia malah tersenyum berpikir rencananya akan berhasil lebih cepat


Menggunakan kedua tanganya ia mengendalikan pisau perak menyerang dari jarak jauh,memaksa lawannya menghadapi kedua pisau perak sebelum berhasil mendekatinya


Kejadian itu berlangsung lama membuat pemimpin kelompok organisasi Taring iblis merasa frustasi,hingga tanpa di sadarinya perlahan kekuatannya terkuras,sampai saat di mana kekuatannya tersisa kurang dari setengahnya Jun Yuan ikut menerjang sembari mengendalikan kedua senjatanya


lawannya terlambat menyadari kesalahannya karena termakan emosi ia membuang tenaga percuma,kini ia terduduk di tanah dengan dua pisau tertancap di dadanya,pedangnya terlempar entah kemana saat terakhir mereka beradu senjata,saat ini ia menyesali perbuatannya kekuatannya benar benar terkuras habis begitu juga dengan kesadarannya yg perlahan menghilang


Jun Yuan mencabut kedua pisau yg ia hujamkan ke dada lawannya


Bruukkk,,


Tubuh lawannya ambruk karena telah kehilangan nyawanya


Bersamaan dengan itu Tirta Sagara berhasil membunuh kedua lawannya setelah ia mempermainkannya


" aahhh,,,,perutku,,jadi,,lapar,,lagi " ucap Tirta Sagara berjalan mendekat pada Jun Yuan


" malam ini sepertinya kita harus tidur di hutan " balas Jun Yuan


" tidak,,masalah,,tapi,,harus,,makan dulu,,aku sungguh,,lapar lagi " keluh Tirta Sagara

__ADS_1


Jun Yuan tersenyum,ternyata bukan hanya dia yg mempunyai sifat seperti itu,,,,


__ADS_2