
Hari pembukaan perlombaan beladiri di Kekaisaran Han telah berakhir sorak sorai penonton perlahan menghilang ,orang orang sebagian telah kembali ke tempatnya masing masing namun meski begitu tak sedikitpun mengurangi ramainya keadaan kota Chang'an
Hari Pembukaan hanya di isi dengan perkenalan para peserta dan sektenya serta beberapa acara hiburan lainnya, maka dari itu sebagian besar peserta memilih beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pertandingan esok hari setelah acara perkenalan selesai
Tapi tak sedikit juga peserta lainnya yg memilih pergi jalan jalan atau pun menikmati hiburan yg ada
Jauh di pinggiran ujung hutan lainnya dari perbatasan kota,Pertempuran makin mendekati akhir
Saat ini Lin Zhi terhempas terkena serangan kuat secara diam diam dari salah satu lawannya, tubuhnya meluncur beberapa meter ke belakang
Tap,,,
Jun Yuan datang di waktu yg tepat menahan tubuh temannya sebelum menyentuh tanah,kini keduanya berdiri sejajar menatap sisa musuh yg berjumlah lima orang
Tap,,, tap,,,
Jun Liang bersama Weng Wu mendarat sempurna di samping Tuan Muda nya setelah keduanya berhasil melakukan tugasnya
" Sialan,,, sepertinya hanya tinggal kita yg tersisa " Ucap Mao Lung patriark Sekte Kabut Api
" Tau begini aku tak akan ikut " Ucap salah satu Tetua yg di kirim sektenya sebagai wakil bersama puluhan muridnya yg sudah terbunuh
" Benar,, mundur pun sekarang sudah tak mungkin " Balas yg lainnya
Kung Lao mendengus,Tetua Sekte Kalajengking Merah tersebut kemudian berkata
" Percuma saja kalian mengeluh karena tak kan mengubah apapun "
" Sudah jangan banyak bicara, lebih baik kalian bersiap " Balas orang terakhir saat melihat lawannya mulai bergerak
Lin Zhi bergerak di depan bersama Jun Liang dan Weng Wu sedangkan Jun Yuan mengikuti dari belakang sebagai pendukung
" Senior Shen aku mengandalkan mu " Jun Yuan bergumam sambil mengeluarkan Pisau Cahaya setelah menyimpan pedang Gadis Malam ke dalam Gelang Semesta
Kedua kubu kembali bentrok seketika pertempuran kembali pecah, dentingan suara benturan senjata serta ledakan ledakan kecil bersahutan saat dua kubu menyerang dengan jurus masing masing
Setelah mengamati sembari bertarung Jun Yuan memutuskan untuk menghadapi Kung Lao karena dia pendekar terkuat di kubu musuhnya dengan tingkatan yg sama dengannya
Kung Lao melompat mundur setelah berhasil menahan serangan kejutan dari Jun Yuan
" Ohh,,, Sang Dosa Kematian, sebuah kehormatan bisa bertarung melawan mu "
Kung Lao berkata dengan senyum percaya diri, ia tau orang di hadapannya bukan Pendekar sembarangan, sepak terjangnya dulu pernah menggegerkan Kekaisaran Han saat kelompok Tiga Titik Dosa membantai beberapa sekte menengah aliran hitam dan putih tanpa alasan yg jelas
" Tapi sayang,,, riwayatmu harus berakhir di tempat ini karena bertemu denganku,,, MATII,,, " Kung Lao langsung menyerang menebaskan pedangnya
Jun Liang bersama Weng Wu harus menghadapi tiga orang lainnya, meski sedikit kewalahan keduanya tak terlihat di tekan sama sekali, beruntung keduanya mendapatkan pil dari Mu Qiaoyu meskipun tak banyak manfaat yg mereka dapatkan tapi itu cukup membantu memulihkan stamina keduanya
sedangkan Lin Zhi yg berhadapan dengan satu orang terakhir harus menerima tekanan dari lawannya membuatnya harus berada dalam posisi bertahan, kelelahan tampak jelas di wajahnya karena bertarung terus menerus energinya terkuras sangat banyak
Jun Yuan yg menggenggam terbalik satu pisau cahaya menggunakannya untuk menahan serangan sementara satu pisau lainnya melayang jauh di atas mereka
Sriingg,,,,,
Kedua senjata bergesekan saat Jun Yuan menarik paksa senjatanya lalu dengan cepat mengayunkan dari samping
__ADS_1
Kung Lao spontan menggunakan pedangnya menangkis serangan lalu menggerakqn tangan kirinya menyerang kepala
Jun Yuan menggeser tubuhnya saat serangan datang lalu dengan tangannya mengendalikan pisau lainnya untuk menyerang
Setelah serangannya meleset Kung Lao yg hendak mengayunkan pedangnya melompat mundur saat menyadari bahaya melesat cepat padanya
Craskk,,,
Pisau Cahaya menancap dalam di tanah sementara Kung Lao tersenyum karena berhasil menghindar
" Ku akui kemampuanmu sesuai rumor yg tersebar tentangmu, tapi sangat di sayangkan aku harus membunuhmu di sini "
Kung Lao kembali menyerang dengan cepat, membuat Jun Yuan mundur beberapa langkah untuk bertahan dan berusaha mengimbangi gerakan lawannya
Kung Lao menyeringai
" Jika hanya seperti ini maka kau akan benar benar mati "
Ia kembali menambah kecepatannya menggunakan kekuatan penuh untuk menyerang memaksa Jun Yuan terus berada dalam posisi bertahan
TEKHNIK PEDANG - LEDAKAN DARAH
Kung Lao melepaskan jurusnya pedang yg di genggamnya di selimuti aura merah lalu menebaakannya
Jun Yuan memanggil pisau lainnya lalu menggenggam keduanya mengalirkwn tenaga dalam untuk menahan serangan
PISAU CAHAYA - TIRAI CAHAYA
Klaangg,,, blarr,,,,
Kung Lao tak membiarkannya langsung memburu lawannya, bergerak cepat ia menghilang dalam sekejap lalu muncul tepat di mana lawannya akan mendarat lalu melepaskan jurusnya
TEKHNIK PEDANG - PENCABUT NYAWA
Jun Yuan menyadarinya ia melempar kedua pisaunya lalu saat masih melayang ia menghentakan sebelah tangannya untuk memutar tubuhnya untuk menghindar
Slaassshhh,,,,
Satu tebasan lewat di samping Jun Yuan
Kung Lao tak melepaskannya ia kembali menyerang
TEKHNIK PEDANG - ALIRAN DARAH
Serangan kuat kembali datang, dengan cepat Jun Yuan mengeluarkan pedangnya
Klaangg,,,
Dua senjata beradu menyebarkan gelombang kejut, Jun Yuan mundur beberapa langkah karena tekanan serangan lawan
" Hahaha,, bukan pilihan yg baik menahan serangan ku " Kung Lao tertawa penuh kemenangan
Jun Yuan menyiapkan kuda kuda, ia berinisiatif menyerang duluan karena merasa rencananya membuat lawan merasa unggul darinya sudah berhasil
" Saatnya membalas "
__ADS_1
TARIAN PEDANG BERARAK
Jun Yuan melesat mengayunkan pedangnya menyerang dengan cepat, mata birunya bersinar terang
Kung Lao menyipitkan matanya melihat serangan lawannya yg makin bertambah cepat dan juga kekuatan serangannya makin besar tapi meski begitu ia dapat menangkis serta mengimbangi setiap serangan lawannya
Jun Yuan kembali menambah kecepatan dan kekuatannya
TANPA ARAH
Kung Lao tersentak saat melihat pola serangan lawannya berubah dengan cepat
" Tidak mungkin,, bagaimana bisa "
Kung Lao melompat mundur dengan cepat sesaat setelah menahan satu serangan, wajahnya masih nampak tak percaya dengan perubahan lawannya
memanfaatkan keadaan lawan Jun Yuan segera mengejarnya
GARIS CAKRAWALA
Kung Lao mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah besar pada pedangnya kemudian menggerakan pedangnya untuk bertahan
Traaang,,,
Ia terhempas tak kuat menahan tekanan besar dari serangan lawannya, ia segera bangkit setelah menabrak tanah, amarahnya meledak saat menyadari dirinya seperti di permainkan
" KURANG AJAR,,, kita lihat siapa yg bertahan sampai akhir " Kung Lao berteriak marah lalu menggunakan jurus terkuatnya
TEKHNIK KALAJENGKING MERAH - CENGKRAMAN NERAKA
Kedua tangannya berubah menjadi capit kalajengking berwarna merah
Jun Yuan masih tetap tenang karena ia yakin pada kekuatannya, memasang kuda kuda lalu bergerak cepat melepaskan jurusnya
BIAS CAKRAWALA
Kung Lao menggerakkan sebelah tangannya yg telah berubah menjadi capit kalajengking untuk menyambut serangan namun ia terkejut saat capitnya menembus tubuh lawannya
" Ilusi,,, sial,, "
Dengan cepat ia menggerakan capil satunya untuk bertahan saat merasakan riak energi di arah berlawanan
Traaangg,,,
Serangan Jun Yuan berhasil di tahan
Kung Lao mengerutkan kening saat melihat sebelah mata lawannya berkedip dan,,,,
Craskk,,, Craskk,,,
Dua Pisau Cahaya menghantam kepala Kung Lao menembusnya hingga kebawah
Tubuhnya sesaat bergetar sebelum bruk karena kehilangan nyawanya
Jun Yuan mendengus menatap mayat lawannya
__ADS_1
" Merepotkan,,, "