Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Bing Mei vs Feng Lin


__ADS_3

Jun Yuan tau sosok pemilik aura tersebut adalah anggota sekte Lembah Neraka karena dulu dirinya pernah bentrok dengan salah satu tetua sekte tersebut saat menjalankan sebuah misi yg di berikan pamannya


Jun Yuan yg saat itu sedang bersama Lin Zhi dan Mu Qiaoyu harus di pukul mundur hanya oleh seorang Tetua Sekte Lembah Neraka itupun sosok tersebut mengampuni mereka karena tak sengaja memasuki wilayah sekte Lembah Neraka


" Abaikan saja dia tak mungkin berbuat macam macam di sini, panggil saja salah satu rekan mu perintahkan padanya untuk memberi tahu Jendral Li agar lebih waspada " Pinta Jun Yuan


Tirta Sagara mengangguk kemudian memanggil satu anggota pasukan elit dan memerintahkan seperti apa yg Jun Yuan katakan


Di tempat pertandingan, Jing Min saat ini tengah berdiri di tengah arena yg baru saja selesai di perbaiki karena mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat pertandingan sebelumnya


Jing Min kembali bersuara lantang


" Baiklah,, peserta pertandingan berikutnya adalah Nona Bing Mei dari sekte Gerbang Es Utara melawan Feng Lin dari sekte Hutan Bambu Giok, untuk kedua peserta silahkan naik ke atas arena "


Suara Penonton bergemuruh saat Bing Mei berjalan memasuki panggung arena, setiap langkahnya menampakan keindahan yg membuat siapapun yg melihatnya merasa enggan untuk memalingkan wajah


Memakai Cadar berwarna putih untuk menutupi sebagian wajahnya senada dengan pakaian yg ia pakai menambah kecantikan dengan kesan misterius darinya


Di sisi lain arena terlihat Feng Lin berjalan tegap, fitur wajahnya tegas dengan ikat kepala berwarna hijau seperti warna pakaiannya, sosok nya terlihat kokoh bagai gunung yg memancarkan Aura kedewasaan tak lupa sebilah pedang tersampir di pinggangnya


Di tempat para patriark sekte berada Ling Mo Jia Patriark sekte Awan Putih tertawa lalu berucap


" Hahaha,,, Nyonya Feng Hua aku sungguh terkejut, anak cengeng mu bisa tumbuh dengan baik "


Matriark sekte Hutan Bambu Giok mendengus


" Hmmph,,Tua bangka bau kau kira aku tak bisa mendidik anakku "


" Hahaha benar juga, aku ingat saat kita melakukan pertemuan di sekte Gerbang Es Utara, anakmu sampai menangis karena kedinginan, bukan begitu kan Tuan Bing " Patriark Sekte Persik Abadi menimpali sambil melirik Bing Zheng


Ketua Sekte Gerbang Es Utara mengangguk


" Seingatku Lin'er memang menangis "


Matriark Feng Hua yg merasa di pojokkan kemudian berkata ketus


" Kalian lansia tak tau diri beraninya hanya pada perempuan, dasar para tua bangka bau tanah "


Perkataannya di sambut dengan tawa para Patriark lainnya, meski mereka saling bersaing tetap saja keakraban terjalin di antara mereka kecuali pada saat saat tertentu


Kembali ke arena pertandingan


Feng Lin memberi hormat kemudian berucap sopan


" Nona Bing Mei sebuah kehormatan untuk ku bisa melawan anda, ijinkan aku belajar dari anda "


Bing Mei mengangguk


" Mn,,Tuan Muda Feng Lin aku harap anda tidak menahan diri "


Feng Lin tersenyum


" Baik,, mohon bimbingannya "


Feng Lin mengeluarkan senjatanya, Pedang Giok Hijau yg terkenal hanya bisa di genggam oleh pemiliknya, jika orang lain yg memakainya gagang pedang akan mengeluarkan senjata khusus yg bisa memutuskan pergelangan tangannya

__ADS_1


Bing Mei sendiri telah menggenggam pedang Awan Salju peninggalan Ayahnya, pedang yg di katakan memiliki energi dingin yg sangat kuat, konon kabarnya bahkan Tuan Bing Zheng sendiri yg merupakan ketua Sekte Gerbang Es Utara tak bisa menggunakan pedang tersebut melebihi waktu sepuluh menit


Jing Min menatap dua peserta yg sudah saling berhadapan


" Kalian sudah siap "


Bing Mei dan Feng Lin mengangguk


" Baik,,, MULAI " setelah berkata Jing Min kemudian terbang menjauh


Feng Lin bergerak lebih dulu sambil berlari ia mengalirkan tenaga dalam pada tangan kirinya lalu melepaskan jurusnya


TUSUKAN SEPULUH TOMBAK


Saat menggerakan tangan kirinya yg terkepal ke depan muncul tombak energi kecil di sekeliling tangannya lalu melesat ke arah lawannya


Bing Mei mengangkat pedangnya ke samping atas,bintik bintik salju muncul di sekelilingnya saat ia menggunakan tenaga dalamnya, seketika hawa dingin menyebar lalu dengan anggun mengayukan pedangnya menyilang


HEMPASAN SALJU


Butiran salju yg mengelilingi nya melesat ke arah serangan lawannya


Craassh,,, crasshh,,, jreessh


Seluruh tombak energi membeku setelah menabrak beberapa butiran salju lalu terjatuh dan hancur menjadi sepihan es yg sesaat kemudian menghilang


TEKHNIK PEDANG - AYUNAN BAMBU


Feng Lin dengan gaya khas sektenya bergerak mendekat dengan lincah memainkan pedangnya


SALJU MENARI


Klaangg,, traang,, traang,,,


Benturan kedua sejata terdengar beriringan,Feng Lin dengan gesit menggunakan pedangnya menyerang mengincar bagian Vital


Bing Mei sendiri bergerak dengan lentur mengikuti arah serangan lawan,caranya bertahan bagaikan menari setiap gerakannya terlihat indah


Semakin lama mereka beradu jurus perlahan butiran salju tercipta di tiap gerakan Bing Mei menimbulkan sensasi dingin setiap kali senjata mereka beradu


Feng Lin menyadari ia tak mungkin bertahan dengan kondisi itu, mau tak mau ia harus mengeluarkan energi lebih untuk menahan hawa dingin yg mulai merasuki tubuhnya


Feng Lin melompat mundur ketika mendapatkan kesempatan, saat menapak kakinya ia hentakkan dengan kuat pedangnya ia arahkan lurus kedepan


TEKHNIK PEDANG - MENEMBUS AWAN


Bing Mei merendahkan tubuhnya lalu dengan gerakan memutar ia menebaskan pedangnya


SERPIHAN SALJU


Ratusan butiran salju kembali tercipta lalu ikut berputar kemudian melesat seiring tebasan pedang Bing Mei


Feng Lin mengalirkan tenaga dalamnya lebih besar pada pedangnya yg membuatnya mengeluarkan cahaya hijau, seketika pedangnya seperti memanjang menembus kumpulan salju yg mengarah padanya


Bing Mei waspada saat merasakan bahaya mendekat dengan cepat ia mengayunkan pedangnya ke samping

__ADS_1


PEDANG AWAN SALJU - GETAR SUKMA


Jun Yuan yg masih berada di atap bersama dengan Tirta Sagara bergumam


" Jebakannya berhasil,,Berakhir sudah,, "


Tirta Sagara menatap jun Yuan dengan mengerutkan kening


" perhatikan saja " Jun Yuan kembali bergumam


Tirta Sagara segera mengalihkan pandangannya pada arena pertandingan


Klaangg,,,


Feng Lin terkejut saat serangannya berhasil di tangkis pedang yg di genggamnya bergetar lalu energi dingin merasuk ke dalam tubuhnya membuatnya mematung sejenak


Bing Mei dengan kembali memutar tubuhnya sambil menarik pedangnya kemudian bergerak cepat lalu mengarahkan pedangnya pada leher lawannya


Sraakkk,,,,


Gerakan Bing Mei terhenti bersamaan dengan ujung pedangnya berhenti tepat satu inchi dari leher Feng Lin


Penonton di buat menahan nafas oleh nya


Feng Lin menelan ludah, matanya berkedip saat keringat menetes di dahinya


" aku mengaku kalah "


Hening sejenak


Kemudian penonton bersorak saat Jing Min mengumumkan Bing Mei sebagai pemenangnya


Tapi tak sedikit pula yg merasa kecewa karena pertandingan berakhir cepat


" Nona Bing,,, Terima kasih " Ucap Feng Lin yg di balas anggukan oleh Bing Mei


Kemudian Feng Lin berjalan keluar arena dengan tersenyum


" ternyata seperti itu "


Sementara itu Jun Yuan menggerutu


" Yi Jie,, kau masih menggunakan trik yg sama "


" Saudara Yuan bagaimana kau tau " Tanya Tirta Sagara heran


" Saat Feng Lin mundur itulah awal kekalahannya, Bing Mei menciptakan banyak salju untuk menutupi pandangan lawan sekaligus mengecohnya dan itu memaksa Feng Lin untuk memilih antara memutar jalan atau menembusnya "


" Itulah sebabnya Bing Mei tak langsung menyerang karena dia menunggu arah lawan datang padanya untuk melakukan serangan terakhir secepat mungkin "


" jika kamu perhatikan dari awal kamu pasti tau jika Bing Mei tak terlalu mahir dalam pertarungan jarak dekat jadi jangan beri dia jarak agar dia tak memiliki kesempatan untuk berpikir, meski begitu bukan berarti dia lemah hanya saja dia lebih unggul dalam pertarungan jarak jauh mengerti " Jun Yuan mengakhiri penjelasannya


Di tempat arena pertandingan, Bing Mei mengalihkan pandangannya menatap tajam ke satu arah dimana dua orang sedang membicarakannya


Jun Yuan menoleh saat merasa seseorang menatapnya, setelah tau siapa ia kemudian menghela nafas

__ADS_1


" Merepotkan "


__ADS_2