
Di wilayah kerajaan Xiang
" Habislah kita " Satu dari dua panglima Kekaisaran Qin bergumam putus asa
Sosok misterius muncul di hadapannya, di balik kain yg menutupi wajah bagian bawahnya ia menyeringai lalu mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah sementara tangan satunya menusukan pedang energinya ke arah perut lawan secara bersamaan
panglima tersebut mencoba menahan serangan dengan mengangkat pedangnya sambil menggeser tubuhnya
Sosok misterius dalam detik terakhir mengubah gerakannya pedang energi yg di tusukannya ia tebaskan ke samping
Klaaangg,,,,Craassshhh
Panglima tersebut terkejut dengan perubahan yg begitu cepat, ia tak bisa merespon cepat untuk menghindar,meski berhasil menahan serangan pedang dari atas tapi tak bisa lagi menghindari serangan lainnya membuat tubuhnya terpotong di bagian pinggang menjadi dua bagian
Tak ada teriakan kesakitan saat nyawanya melayang hanya ada semburan darah dari tubuhnya yg terpotong lalu jatuh dengan darah tergenang
Satu panglima yg tersisa benar benar putus asa,langsung menyerang menggunakan seluruh kemampuannya tapi apalah daya karena merasa tak ada lagi harapan untuk menang serangannya jadi mudah terbaca belum lagi tekanan yg ia Terima dari jurus lawannya sehingga gerakannya makin melambat hingga tak butuh waktu lama sampai tubuhnya terbelah oleh pedang lawannya
Sementara itu di saat yg bersamaan jendral Kekaisaran Qin saat ini tengah berjibaku menghadapi Raja Xiang Yan karena sebelumnya sesaat setelah memberi perintah pada panglima bawahannya Raja Xiang Yan tiba tiba muncul dan lansung menyerangnya
Di sini terlihat perbedaan kekuatan antara seorang jendral Kekaisaran dan seorang Raja, meski menyandang status seorang raja, Raja Xiang Yan mampu di tekan oleh lawannya membuatnya berada dalam posisi bertahan
Pertarungan keduanya membuat beberapa tempat hancur serta pasukan kedua belah pihak menjauh takut terkena serangan nyasar
Pangeran Xiang Cu di bantu dua orang pengawal dan dua orang panglima kerajaan saat ini tengah menghadapi tiga orang Panglima Kekaisaran Qin yg tersisa, mereka menekan habis habisan ketiga lawannya tapi sampai saat ini belum mampu menumbangkan satu pun dari mereka
Pasukan kerajaan Xiang terus menggempur pasukan musuh yg mulai kewalahan akibat kematian empat panglimanya, jika tak ada ketua di tiap regu pasukan mungkin saat ini pasukan Kekaisaran Qin telah tercerai berai bahkan mungkin telah di kalahkan
Suara benturan senjata dengan perisai tangan terus bergema di sertai teriakan dan ledakan dari pertempuran antara para pemimpin masing masing, asap dan debu membumbung tinggi membawa bau amis dari darah yg tergenang menyebarkan aroma kematian yg sangat pekat
Menjelang sore peperangan perlahan mereda saat kelompok Pangeran Xiang Cu berhasil menumbangkan satu persatu lawannya
Jleeb,,, Craassshhh,,,,
Satu tombak bersarang di dada panglima musuh terakhir lalu kepalanya menggelinding saat pangeran Xiang Cu menebas barang lehernya
Pangeran Xiang Cu jatuh berlutut berumpu pada pedangnya, nafasnya memburu serta tenaganya terkuras setelah melewati pertempuran panjang, begitupun dengan kondisi dua pengawal dan satu panglimanya sedangkan satu panglima kerajaan tewas dalam pertempuran itu
Di tempat lain sosok misterius mengibaskan pedangnya membersihkan darah yg menempel setelah menghabisi prajurit musuh yg terakhir, ia lalu mengalihkan pandangannya pada satu pertempuran yg masih berlangsung sengit, tak menunggu lama ia pun melesat untuk membantu
Saat ini Raja Xiang Yan sudah mengalami beberapa luka di tubuhnya, kekuatannya terkuras banyak hanya untuk bertahan dari serangan lawannya,meski begitu semangat juangnya masih terus membara apalagi setelah melihat pasukannya mampu mengalahkan musuh
Jendral Kekaisaran Qin sadar dirinya tak mungkin selamat dalam pertempuran kali ini karena hal itulah ia bertarung dengan segenap kemampuan dan seluruh kekuatannya setidaknya jika dia mati dia harus membawa salah satu dari orang penting kerajaan Xiang
Jendral Kekaisaran Qi menghunus kan dua tombaknya, senjata yg selama ini selalu menemani dan melindunginya ia arahkan lurus ke arah musuhnya lalu mengeluarkan jurusnya
TEKHNIK DUA TOMBAK - TUSUKAN GANDA
Raja Xiang Yan merespon,pedangnya di genggam erat mengalirkan tenaga dalamnya lalu melepaskan jurusnya
PEDANG PETIR - NAGA PETIR
Blaarrr,,,,
Sesaat setelah ledakan saat kedua jurus bertemu keduanya langsung melesat menyerang
TEKHNIK TOMBAK - TANPA JARAK
PEDANG PETIR - SERIBU LANGKAH
pertarungan jarak dekat kembali pecah, jendral Kekaisaran Qin dengan lihai memainkan dua tombaknya, setiap serangannya mematikan mengincar bagian inti lawannya
__ADS_1
Raja Xiang Yan memanfaatkan kecepatannya bergerak lincah menyerang sekaligus menghindar menggunakan segenap kemampuannya untuk memenangkan pertarungan
Dentingan senjata terdengar mengalun tanpa henti di iringi percikan energi serta ledakan ledakan kecil
Keduanya terus menerus mengayunkan senjatanya menunggu kesempatan untuk menumbangkan lawannya
Dalam pertarungan keduanya fokus pada lawannya, menunggu celah saat lawan lengah memanfaatkan kesalahan sekecil apapun untuk menjatuhkan lawan
Di satu waktu Raja Xiang Yan yg memang sudah kelelahan terlambat menghindari satu serangan tombak memaksanya bertahan menggunakan pedangnya
Jendral Kekaisaran Qin memanfaatkan celah tersebut menghantamkan tombaknya dari samping
Raja Xiang Yan tau ia tak bisa menghindarinya kemudian mengangkat sebelah kakinya untuk bertahan
Baanggg,,,,
Baammm,,,,
Raja Xiang Yan terhempas setelah terkena serangan telak dan berhenti saat menghantam tembok pembatas
Jendral Kekaisaran Qin langsung memburunya menghentakkan kakinya melompat mengarahkan senjatanya pada lawannya
TEKHNIK DUA TOMBAK - KEMATIAN GANDA
Raja Xiang Yan begitu bangkit membulatkan matanya melihat serangan berjarak beberapa meter darinya, sadar tak bisa menghindar ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada lalu mengerahkan sisa kekuatannya membuat perisai energi untuk bertahan
" MATILAH,,, "
Jendral Kekaisaran Qin berteriak mengalirkan hampir seluruh kekuatannya pada kedua senjatanya
Blaaaarrr,,,,,
" Yang Mulia,,, "
para pasukan kerajaan Xiang dan Pengeran Xiang Cu berteriak saat menyaksikan kejadian tersebut
Setelah asap dan debu menghilang terlihat sosok misterius menahan serangan menggunakan pedang dan perisai energinya
Sebelumnya di saat terakhir Raja Xiang Yan yg telah pasrah sesaat merasakan sebuah aura muncul lalu ledakan terjadi
Saat membuka matanya Raja Xiang Yan melihat sosok penolong mereka berdiri di hadapannya menahan serangan yg di arahkan padanya
Jendral Kekaisaran Qin tersentak saat tiba tiba seseorang muncul menahan serangannya
Sosok misterius mendengus lalu menarik pedangnya kemudian dengan cepat menggerakan kaki kanannya melakukan tendangan memutar
Jendral Kekaisaran Qin tak sempat menghindar ia hanya bisa menciptakan perisai energi untuk bertahan dan harus merelakan tubuhnya terkena serangan
Baanggg,,,,,
" Ughh,,,, "
Jendral Kekaisaran Qin tepental dengan sangat cepat dan memuntahkan darah
Sosok misterius lalu menciptakan pedang energi dan melemparkannya sekuat tenaga ke arah lawan yg masih melayang kemudian ia mengejar lawannya
Zheeepp,,,,,
Sosok misterius yg berada di hadapan Raja Xiang Yan menghilang dalam sekejap
Baammmmm,,,,,,
__ADS_1
Jendral Kekaisaran Qin menabrak tembok pembatas dengan keras,dengan susah payah ia segera bangkit namun tubuhnya memberi sinyal bahaya matanya terbelalak saat melihat sebuah sinar berwarna biru melesat cepat ke arahnya
Karena kekuatannya terkuras saat melakukan serangan terakhir gerakannya melambat tubuhnya tak bisa merespon dengan cepat dan
Jleebb,,,,,
" Akhhh,,, "
Pedang energi menembus jirah perangnya menusuk dadanya tembus ke belakang memakunya pada tembok pembatas di belakangnya
" Yang Mulia, maafkan hamba telah gagal menjalankan tugas " Ucapnya lirih
Tak lama sosok misterius muncul di hadapannya mengayunkan pedang menebas lehernya
Craassshhhh,,,
Kepala jendral Kekaisaran Qin terlepas melayang berputar di udara lalu jatuh ke tanah
Darah menyembur dan sesaat tuuhnya bergetar lalu terkulai tak bergerak lagi
" Tak ada ampun untuk manusia seperti kalian "
Sosok misterius mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan noda darah kemudian berjalan perlahan menjauh
TEKHNIK ANGIN - LEDAKAN ENERGI
blaarrrr,,,,
Pedang energi yg menancap di tubuh jendral Kekaisaran Qin meledak menghancurkannya bekeping keping
Sosok misterius berucap saat telah berada di depan Raja Xiang Yan
" Yang Mulia anda baik baik saja,,, ahhh sepertinya tidak karena banyak darah yg keluar dari luka anda "
" Ahahaha,,, maafkan hamba terlambat menyadari jika anda terluka lumayan parah saat menghadapi kecoa bau itu " Sosok tersebut tersenyum canggung
Ia lalu mengeluarkan beberapa butir pil
" Makan ini untuk memulihkan diri,, maaf yg luar biasa ini tak bisa berlama lama di sini karena terlalu sibuk mengurusi hal lainnya yg tak begitu penting "
Raja Xiang Yan sampai tak tau harus merespon seperti apa melihat sikap sosok di hadapannya
" Tuan,,, Terima kasih sudah menolong kami "
Sosok tersebut mengangguk
" Mn,, bukan masalah, kalau begitu yg hebat ini mohon diri, sampai jumpa lagi,,, dadah,,, "
Sosok tersebut melambaikan tangannya bersamaan dengan itu lingkaran energi terbentuk di belakangnya kemudian ia masuk ke dalamnya dan menghilang bersamaan dengan hilangnya lingkaran energi tersebut
Di sebuah hutan tak jauh dari kota Luoyang muncul riak energi membentuk lingkaran lalu seseorang keluar dari sana yg tak lain sosok penolong kerajaan Xiang
Sosok tersebut kemudian jatuh berlutut dan terbatuk darah
" Uhuck,,,Haaahhh,,,, pakaian ini sungguh mengganggu gerakanku,, kali ini aku terlalu memaksakan diri beruntung manusia besi itu sudah sangat kelelahan "
Ia kemudian melepaskan jubah dan beberapa aksesoris lainnya hingga terlihatlah sesuatu yg menonjol di bagian dadanya ia lalu melepaskan cadar yg menutupi sebagian wajahnya untuk membersihkan darah yg keluar dari mulutnya
Terlihatlah seraut wajah cantik dari seorang gadis muda dengan kulit pucat karena terlalu banyak menggunakan kekuatannya
" Sepertinya aku akan dimarahi mereka habis habisan kali ini "
__ADS_1
" Merepotkan "