Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Ren Xumei vs Liu Jianheeng (tak terduga)


__ADS_3

Tirta Sagara yg berada di samping Jun Yuan berseru


" Saudara Yuan,, itu seperti,, "


Tapi Tirta Sagara kemudian tertunduk saat melihat tatapan mata Jun Yuan yg seolah mengatakan " DIAM "


Di panggung Utama tempat keluarga istana berada Kaisar Han yg menyaksikan pertandingan mengerutkan kening saat melihat jurus yg di gunakan peserta yg bernama Xumei tersebut


" Jendral Li,, sepertinya aku pernah melihatnya "


Jendral besar Li pun mengangguk karena ia juga merasakan hal yg sama


" Benar yg Mulia,hamba juga merasakan gerakannya memang terlihat hampir sama tapi mempunyai beberapa perbedaan dan yg paling mendasar adalah dasar kekuatan yg di gunakan "


" Apa mungkin,,, " Kaisar Han menggantung ucapannya


Jendral besar Li kembali mengangguk


" Semoga saja yg Mulia,,, "


Kembali ke arena pertandingan


Pertarungan kedua peserta terlihat semakin intens,gerakan dari keduanya seperti tanpa jeda menimbulkan letupan letupan kecil dan suara benturan senjata bersahutan


Pada satu waktu Xumei menyerang dengan kekuatan penuh tapi berhasil di tahan Liu Jianheeng menyebabkan percikan petir menyebar dan Xumei terpental ke belakang


Tap,,,,


Xumei menapak dengan sempurna, setelah beberapa saat ia membalik pegangan pada pedangnya menjadi normal lalu menyiapkan kuda kuda menyerang,


Sementara Liu Jianheeng nafasnya mulai memburu,sebagai pendekar pengembara ia merasa beruntung karena dengan pengalamannya yg telah melewati puluhan kali pertarungan hidup dan mati sampai saat ini ia bisa mengimbangi kecepatan lawannya dan masih bisa bertahan karena jika tidak mungkin saat ini ia sudah berada di kursi peserta atau berada di bilik pengobatan dan harus menerima kekalahan


Melihat lawannya dalam posisi siap menyerang, Liu Jianheeng melakukan kuda kuda bersiap beradu jurus kembali


Xumei sendiri sebenarnya merasa kagum terhadap lawannya,memang selama ini ia hanya berlatih bersama Ayah dan Ibunya atau mengasah kemampuannya dengan melawan binatang buas ataupun siluman di wilayah tempat tinggalnya dan kalau pun melawan seorang pendekar pun ia alami ketika di bawa menjalankan tugasbatau misi oleh ayahnya itupun hanya beberapa kali jadi pengalamannya dalam pertarungan bisa di katakan kurang


Wajar jika ia merasa orang yg saat ini berdiri di hadapannya adalah lawan terkuat yg pernah ia hadapi


LANGKAH KE ENAM - JALUR LOGAM


Xumei kembali melesat, kali ini tak secepat sebelumnya tapi kekuatan serangan dan daya rusaknya meningkat


Klaangg,,,


Liu Jianheeng langsung menerima dampaknya, ia merasakan kesemutan pada tangan yg menggenggam pedangnya saat senjata mereka beradu


" Orang ini,, staminanya di atasku,sialan serangannya semakin kuat " Batin Liu Jianheeng


Sebenarnya jika dalam keadaan normal stamina keduanya tak jauh berbeda, Liu Jianheeng bahkan lebih unggul karena tingkat kekuatanya satu tingkat di atas Xumei tapi karena ia menggunakan pedang besar yg beratnya di atas rata rata pedang biasa jadi staminanya terkuras lebih cepat dan faktor lainnya ia tak bisa mengontrol kekuatannya dengan baik


Xumei terus menyerang tanpa sedikitpun menurunkan kekuatannya sedangkan Liu Jianheeng di paksa bertahan dan dia mulai kewalahan, beberapa sayatan mulai terlihat di tubuhnya


Liu Jianheeng menggemeretakan giginya


" Sial,, jika begini terus tak lama lagi aku pasti kalah "


Ia kemudian mengayunkan pedangnya sekuat tenaga


Traangg,,,


Xumei terhempas karena tak kuat menahan serangan, saat ia menapak ia langsung menghentakan kakinya


LANGKAH KE TUJUH - JALUR KAYU


tubuhnya berkedip sesaat mengeluarkan aura hijau energi alam di sekitarnya langsung di tarik masuk ke dalam tubuhnya,energi dan kekuatannya seketika meningkat


" Aaaarrrrgh,,, "


Liu Jianheeng berteriak ledakan kekuatan besar keluar dari dalam dirinya tubuhnya di selimuti aura merah, ia menatap tajam lawan yg melesat ke arahnya

__ADS_1


SENI PEDANG - LEDAKAN AURA PEDANG


Klaang,,, traang,, baangg,,,


Dentingan bunyi senjata beradu kembali terdengar semakin cepat, gelombang kejut semakin sering terjadi akibat bentrokan jurus keduanya


Liu Jianheeng dengan kekuatan penuhnya terlihat tangguh saat menghadapi serangan lawannya


Sedangkan Xumei teeus menyerang dengan kecepatannya


Blaaarrr,,,,,


Kali ini keduanya terhempas saat dua kekuatan besarbyg mereka gunakan beradu


Tap,, sraaakkk,,,,


Xumei masih terdorong mundur saat ia mendarat sementara Liu Jianheeng terhuyung beberapa langkah ke belakang saat mendarat


Nafas keduanya terlihat tak beraturan, mereka menggunakan kesempatan itu untuk saling mengatur nafas dan energi yg kacau akibat benturan sebelumnya


Liu Jianheeng berujar


" Aku akui kau cukup hebat,, mari kita akhiri pertarungan ini "


Liu Jianheeng menggenggam pedang besarnya dengan erat menggunakan kedua tangannya lalu mengarahkannya ke samping, kaki kanannya sedikit ia tekuk ke belakang


Xumei menatap lawannya kemudian ia melakukan kuda kuda,ia melangkahkan sebelah kakinya ke depan lalu sedikit merendahkan tubuhnya, pedangnya ia arahkan ke belakang dengan sebelah tangannya ia arahkan di depan dadanya


" Mei'er, jangan gunakan energi kegelapan mengerti " Tiba tiba suara Jun Yuan bergema di kepala Xumei


Xumei tersenyum di balik topengnya, suara yg selama ini ia rindukan kini terdengar olehnya,ia pun mengangguk


Di bangku penonton sepasang suami istri dengan pakaian tertutup saling memandang


" dia ada disini "


Kembali ke arena pertandingan


Di waktu yg bersamaan Xumei mengeluarkan kekuatannya, tubuhnya di selimuti aura putih transparan seketika hawa dingin menyebar membekukan area di sekitarnya ia lalu melesat mengayunkan pedangnya


SENI PEDANG - PEDANG API MENGGUNCANG LANGIT


LANGKAH KE DELAPAN - JALUR ES


Dua sinar energi api dan es melesat lalu bertabrakan


Blaaarrr,,, jreeessshhh,,,,


Area pertandingan langsung di selimuti kabut putih


Terjadi keheningan selama beberapa saat setelah ledakan terjadi, para penonton menunggu dengan penasaran


Jing Min yg melayang di batas energi pelindung lalu mengibaskan tangannya, seketika angin besar keluar menyibakkan kabut yg menghalangi pandangan


Terlihat Xumei yg berdiri terengah engah, topeng yg di pakainya retak serta tudung jubahnya terbuka memperlihatkan rambut putih panjangnya yg terurai,jubahnya hangus terbakar di beberapa bagian serta jubah bagian depannya terbuka menampilkan dua tonjolan di bagian dadanya yg tertutup pakaian putihnya


Sedikit jauh di belakangnya Liu Jianheeng terlihat dalam posisi berlutut menggunakan pedang besarnya untuk bertumpu,terlihat beberapa serpihan es menempel di tubuhnya, wajahnya pucat tubuhnya gemetar, pakaian di bagian samping pinggangnya terkoyak dan ada darah segar menetes di sana


" A-aku menyerah,,, " Ucap Liu Jianheeng pelan, ia sadar betul dengan keadaanya


Jing Min kemudian turun untuk memeriksanya lalu memberikan pertolongan pertama dengan menotok beberapa bagian tubuh lalu mengalirkan hawa murninya, setelah memastikan keadaan Liu Jianheeng baik ia kemudian mengumumkan pemenangnya


" Pemenangnya,,, Xumei,,, "


Penonton bersorak mendengarnya,mereka merasa puas menyaksikan pertandingan tersebut setelah di kecewakan oleh pertandingan sebelumnya


Begitupun dengan para pemimpin, senyum mereka terkembang melihat satu generasi muda berbakat yg bisa mereka rekrut


Sedangkan Xumei, ia berbalik lalu diam sejenak menatap lawannya yg sedang di bantu berdiri oleh Jing Min, ia kemudian melakukan sesuatu yg membuat jantung setiap orang hampir copot

__ADS_1


Tanpa aba aba Xumei melompat ke arah Liu Jianheeng lalu memeluknya


" Kakak Jian,,, kamu hebat, kamu orang kedua yg bisa bertahan selain Gege "


Semua orang tercengang melihatnya bahkan beberapa orang langsung syok setelah mendengar suaranya yg terdengar imut, kegaduhan seketika tercipta


" Hei,,, apa apaan itu, apakah dia masih anak anak "


" Astaga jantungku,, "


" Di-dia ternyata seorang gadis "


" Ya ampun,,, dadaku terguncang "


Di tempat arena pertandingan


Liu Jianheeng tersentak saat lawannya memeluknya, bahkan ia tertegun saat mengetahui lawannya adalah gadis di bawah umurnya, pedangnya sampai terlepas dari genggamannya,Jing Min sendiri yg sedang memapahnya bahkan sampai terpeleset karena serangan tak terduga tersebut


Beberapa pemimpin sekte dan bangsawan serta kerajaan sampai menganga karena sikap yg di tunjukan Xumei, banyak dari mereka tak menduga jika yg bertarung adalah seorang gadis kecil


" Hahahaha,,,, dia seorang anak gadis " Ucap Kaisar Han tanpa sadar melihat tingkah Xumei yg menggemaskan menurutnya


Sedangkan keluarga istana syok melihatnya, sungguh ini pertama kalinya mereka melihat kejadian unik tersebut


Di bangku penonton sepasang suami istri menepuk keningnya


" Mei'er,,, apa yg kamu lakukan "


Di atap salah satu tempat di atap arena


Tirta Sagara sampai terjatuh saat melihatnya sementara Jun Yuan ia hanya mendengus


" Memalukan,,, "


Di satu kursi tempat para pemimpin sekte berada satu sosok kemudian bergumam


" Mei'er,,, dia lawan yg tangguh untukmu "


Ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Bing Mei cucunya yg berada di tempat para peserta


Xumei melepaskan pelukannya, ia kemudian mengeluarkan beberapa butir pil lalu memberikannya pada Liu Jianheeng


" Kakak Jian gunakan pil itu untuk menetralisir racun dan energi dingin "


" Terima kasih Nona Xumei " Balas Liu Jianheeng menerima pemberian tersebut dengan sopan


" Mulai hari ini Kakak Jian adalah Kakak kedua ku " Ucap Xumei dengan senyum polosnya


" MEI'ER,,, KEMBALI "


wajah Xumei seketika berubah cemberut saat mendengar suara Ayahnya di kepalanya, ia kemudian berbalik lalu melangkah keluar arena menuju tempat para peserta, padahal ia hanya ingin punya teman


Ia menghempaskan tubuhnya pada kursi tempatnya duduk sebelumnya dengan wajah cemberut sambil menggerutu tak jelas, sisa peserta yg berada di sana tersenyum melihat tingkahnya yg menggemaskan, mereka sungguh tak mengira jika orang yg selama ini duduk di antara mereka dengan aura misterius yg terpancar darinya adalah seorang gadis yg bahkan lebih muda dari mereka


Ren Xumei masih dengan wajah cemberut ia mendongakkan kepalanya ke atas menatap tajam sepasang mata yg sedang mengimajinasikan sosoknya seperti apa


Ia mendengus kemudian berkata


" Hei,, kalian sadar gak sih kalian itu tega banget, kasih apresiasi lah atas perjuanganku setidaknya like atau komen kek, atau kasih kritik dan saran kek, jari kalian jangan diam saja jangan di gunakan buat scroll aja, lebih bagus kalian kasih hadiah atau vote "


" Ini lagi penulisnya b*go atau gimana,sudah tau naskahnya ada yg hapus bukannya fokus menulis lagi eh malah sibuk sama kerjaan dan kehidupannya, mentang mentang baru tunangan malah asyk sendiri,, ,sadar hei sadar,,, "


Anyelir : " Heh,,, anak kecil, yg sopan kalau ngomong, mau karaktermu di matikan hah "


Nyali Ren Xumei seketika menciut, ia menutup mulutnya rapat rapat


" menyebalkan "


**********

__ADS_1


Note : kawan kawan,,, mohon di maafkan atas sikap Ren Xumei ya, maklum dia masih kecil jadi masih labil dan maaf juga karena penulis gak bisa up dengan konsisten karena ada beberapa hal yg harus di utamakan, sekali lagi penulis minta maaf "


__ADS_2