
Melangkahkan kakinya Pangeran mendekati Jun Yuan
" Kau sudah Pulih " tanya Jun Yuan saat pangeran sudah berada di dekatnya
Pangeran Han Luo mengangguk
" Terima kasih,,,"
" Tak ada kata terima kasih diantara saudara karena sudah seharusnya saling membantu,,,ingat itu " balas Jun Yuan
" daripada itu lebih baik kau jelaskan kenapa kau pulang tanpa pengawalan ketat seperti biasanya "
Pangeran Han luo berpikir sejenak
" Ayahanda memintaku pulang secara mendadak,dalam surat yg di kirimkannya beliau mengatakan agar kepulangan ku tak di ketahui banyak orang,hanya Patriark dan master sekte yg boleh mengetahuinya "
" Aku merasakan firasat buruk tentang itu seolah akan terjadi sesuatu yg besar pada kekaisaran,,,aku berharap itu hanya perasaanku saja " pangeran Han Luo menjelaskan
" Selain itu beliau juga memberitahu bahwa kondisi Ibunda tak kunjung membaik " Pangeran Han Luo berkata dengan wajah murung
" aku sudah tau,hanya saja aku merasa Huang Shu (panggilan Jun Yuan pada kaisar) terlalu ceroboh membiarkan A Yi (panggilan Jun Yuan pada Permaisuri) pergi tanpa didampingi olehnya dan itu hanya menambah rasa kecewa ku padanya" balas Jun Yuan
Pangeran Han Luo tertunduk,ia memaklumi perasaan Jun Yuan pada Ayahnya karena bukan kali ini saja Jun Yuan bersikap seperti itu,bahkan saat pertama kali Ayahnya mengambil selir Jun Yuan yg waktu itu masih kecil langsung memprotesnya dan mengatakan kekecewaannya langsung pada sang Kaisar
" Yuan,,,apa kau bersedia ikut pulang bersamaku " tanya Pangeran Han Luo pelan
Jun Yuan terdiam di satu sisi banyak hal lain yg harus ia lakukan di sisi lain ia tak bisa mengabaikan kondisi permaisuri,karena alasan itulah ia mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan bunga Teratai Ungu
" Jangan melihat Ayahanda atau diriku tapi demi ibunda,,," Pangeran Han Luo sangat tau bagaimana kasih sayang Permaisuri pada Jun Yuan yg kadang membuat dia sendiri merasa iri
Setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya Jun Yuan berucap
" Baik,,tapi aku tak bisa menjamin tak kan ada keributan setelah kedatanganku "
" tidak apa apa,,,masalah itu biar aku yg mengurusnya " balas Pangeran Han Luo
Sebenarnya semenjak ia keluar dari istana ia pernah beberapa kali masuk secara diam diam bersama paman dan bibinya untuk sekedar memastikan keluarga Kaisar dalam keadaan baik baik saja
Namun beberapa tahun belakangan ini karena kesibukan mereka belum melakukan hal itu dalam waktu yg lumayan lama
Jun Yuan mengeluarkan sebuah kantong kecil
" Terima ini,,didalamya terdapat beberapa butir pil penawar racun dan obat lainnya,pergunakan itu jika kamu terkena racun lagi "
Pangeran menerimanya dan langsung memasukan ke dalam cincinnya,tak lupa Jun Yuan juga memberikan masing masing tiga butir pil pada kedua pengawal Pangeran
Setelah cukup beristirahat mereka melanjutkan perjalanan kembali
" Paman Hong kita akan mampir sejenak di kota Luoyang,ada sesuatu yg aku butuhkan di sana " ucap Pangeran Han Luo di dalam kereta
" Baik Pangeran " balas Hong Ming yg bertugas menjadi kusir kereta
__ADS_1
" Kebetulan sekali,,sebelumnya aku juga berencana singgah di kota Luoyang " ucap Jun Yuan
" Oh,,baguslah kalau begitu setidaknya tidak akan menghambat perjalananmu bukan " balas Pangeran Han Luo
" Tetap saja jadi lebih lama karena naik kereta " jawab Jun Yuan ketus
Setelah melewati empat hari yg bagi Jun Yuan terasa membosankan akhirnya mereka tiba di kota Luoyang,meski lebih lambat satu hari setidaknya mereka tiba di kota itu dengan selamat karena tak menemui halangan lainnya
Jun Yuan mengeluarkan sehelai kain tipis yg biasa ia pakai sebagai pengganti topengnya
" sebaiknya kau menggunakan penutup wajah sepertiku,tak baik bagi seorang Putra Mahkota berkeliaran tanpa pengawalan yg ketat "
Pangeran Han Luo menerima lalu memakainya tanpa membantah karena memang benar apa yg di katakan Jun Yuan,terlalu berbahaya baginya jika berkeliaran sembarangan seperti sekarang ini tanpa pengawalan seperti biasanya
Mereka memasuki sebuah penginapan,seperti biasanya Jun Yuan langsung menuju tempat makan untuk mengisi perut sementara Pangeran Han Luo dan salah satu pengawalnya memesan kamar
Mereka berencana tinggal sehari di kota Luoyang itu pun dengan perdebatan yg alot karena Jun Yuan awalnya tak menyetujuinya
Tak lama Pangeran Han Luo mendatangi Jun Yuan bersama dua pengawalnya untuk ikut makan
" Setelah makan aku akan keluar sebentar " Jun Yuan berkata di sela makannya
" Mn,,,aku juga harus mencari kebutuhanku " balas Pangeran Han Luo
Setelah makan Jun Yuan langsung menuju balai lelang Istana Harta tempat para ahli beladiri menjual atau membeli barang kebutuhan mereka
Ketika melewati perempatan jalan dari kejauhan Jun Yuan melihat sekumpulan anggota sebuah sekte sedang menuju ke arah Istana Harta
" Anggota Sekte Lembah Neraka,,,sedang apa mereka di kota ini "
Ia merasa heran dengan itu sebab seingatnya sekte Lembah Neraka lumayan tertutup dari dunia luar bahkan terdengar kabar jika sekte itu tak pernah peduli dengan orang lain selain anggota sektenya
Tak ingin terjadi hal yg tak di inginkan ia memilih jalan lainnya dengan berbelok ke kanan memasuki jalan kecil di antara deretan rumah di sana
keluar dari sana ia tiba kembali di sebuah tempat dengan deretan toko pakaian dan perhiasan
" haaahhh,,,sepertinya aku salah mengambil jalan " keluhnya karena ia tiba di sebuah pasar
Sambil menggerutu ia melangkah mengabaikan tatapan orang yg menatap curiga padanya sebab ia mengenakan pakaian tertutup dan topeng
Jun Yuan tertegun saat mendengar suara wanita yg seakan tak asing di telinganya,mengedarkan pandangannya mencari asal suara ia melebarkan matanya ketika melihat seorang gadis berpakaian merah sedang berdebat dengan seorang pedagang
" Jika tak punya uang jangan belanja " ucap si pedagang dengan nada tinggi
" Heh,,hati hati ya kalau bicara,gendut " balas gadis tersebut yg tak lain adalah Mei dengan sengit
" Memangnya kenapa hah,,itu kenyataannya kan " si pedagang membalas tak kalah sengit
" Dengar ya,aku bukan tak punya uang kau saja yg menjual terlalu mahal " balas Mei
" Mahal kau bilang,itu harga normal kau saja yg menawar tak masuk akal,kau mau bikin aku bangkrut " si pedagang membalas
__ADS_1
"Paman,, Berapa harga liontinnya "
Keduanya menoleh saat mendengarnya
si pedagang menatap dengan kening berkerut sedangkan Mei berkedip melihat seseorang yg tak asing
" Suami,,kenapa kau ada disini " ucap Mei spontan
Si pedagang tersenyum jahat mendengarnya
" Ah,,,untuk Tuan Muda Liontin ini aku jual sepuluh koin emas "
" APA,,,hey tadi kau bilang harganya lima koin emas " Bentak Mei
" Itu karena kau membuang waktuku " balas si pedagang
" Heeeeehhh,,,mana bisa begitu " Mei makin meradang
" Sudah biarkan saja " ucap Jun Yuan yg langsung membayarnya
" Terima kasih,,Tuan Muda sungguh pengertian " balas si pedagang setelah menyerahkan Liontin yg ia jual
" Suami,,,tunggu dulu hey " Protes Mei yg tangannya di tarik oleh Jun Yuan
Sepanjang jalan Mei menggerutu tak karuan karena masih merasa dongkol pada pedagang tadi
Jun Yuan baru melepaskan tangannya saat mereka sudah berada di tempat sepi
" Suami,lain kali kau tak boleh begitu jika membeli sesuatu,,aiih kau ini bisa jatuh miskin tau,jika kita menikah nanti kau tak akan ku ijinkan membeli apapun titik " Mei terus mengomel dengan suara khas nya
" kenapa kau bisa berada disini " tanya Jun Yuan setelah Mei tenang
Mei terhenyak mendengarnya
"Eh,,, Kau ini mendengarkan ku tidak "
" Mn,,intinya aku tak boleh memegang uang " balas Jun Yuan
" Kenapa kau bisa berada disini " Jun Yuan mengulang pertanyaannya
Mei yg akan memujinya tersentak saat Jun Yuan kembali bertanya
" Memangnya kenapa tidak bisa,aku bebas pergi kemanapun yg aku mau "
" Jika kita menikah nanti aku tak akan mengijinkan mu pergi kemanapun titik " balas Jun Yuan
Mei sampai tercengang mendengarnya
" Ke-kenapa begitu "
Jun Yuan menjawabnya dengan enteng
__ADS_1
" Aku tak ingin terjadi sesuatu yg buruk padamu,,,SHAGUA "