
Hari sudah malam saat pertarungan berakhir,meski begitu area pertarungan masih bisa terlihat karena rembulan menampakan dirinya menerangi kegelapan malam
Jun Yuan membuang nafas kasar melepaskan sebagian beban yg di tanggungnya setelah memisahkan kepala dari badan lawannya
" Ughuck,, "
Ia terbatuk darah dan merasakan sakit di dada dan kepalanya efek dari menggunakan kekuatan kegelapan, ia sampai harus jatuh berlutut menahannya
Jun Yuan harus bersusah payah untuk menyegel kembali kekuatan kegelapan yg terus keluar dari tubuhnya, setelah berhasil ia mengatur nafas dan menstabilkan kekuatannya
" Terima kasih Senior,,, " gumam Jun Yuan karena Mei Lin membantunya menekan kekuatan kegelapan hingga ia bisa kembali menyegelnya
Perlahan ia bangkit lalu mengedarkan pandangannya untuk memastikan tak ada bahaya lain yg mengincarnya
Setelah merasa benar benar aman ia melangkah mendekat ke tempat Tirta Sagara berada
" Bagaimana keadaanmu " Tanya Jun Yuan setelah ia berada di tempat temannya lalu menghilangkan kubah pelindung
Tirta Sagara tersenyum
" Aku,,, lumayan, luka ku sudah sembuh,,,terima kasih "
Jun Yuan mengangguk
" Segeralah kembali ke istana, katakan pada Kaisar untuk memperkuat penjagaan di wilayah perbatasan "
" Baik,,, " Balas Tirta Sagara
" Aku harus segera pergi,,,temanku yg lain sudah menungguku " Jun Yuan perlahan berjalan tapi berhenti ketika mendengar suara Tirta Sagara
" Saudara Yuan tak bisa kah kamu tinggal sebentar, ada beberapa hal yg ingin aku tanyakan "
Jun Yuan tersenyum,membalas tanpa membalikan badan
" Mungkin lain kali kita akan mempunyai banyak waktu untuk berbicara "
Ia lalu melesat meninggalkan tempat itu karena ia harus bergegas untuk membantu Lin Zhi dan yg lainnya
Setelah kepergian Jun Yuan prajurit dan pasukan elit kekaisaran yg datang segera menghampiri Tirta Sagara
" Apa ada kabar dari pasukan yg mengejar sisa penyusup " Tanya Tirta Sagara
Seorang pasukan elit menjawab
" Belum Tuan Muda,, "
Salah seorang prajurit kemudian bertanya
__ADS_1
" Tuan muda,,, apakah pendekar tadi teman Tuan Muda "
Tirta Sagara mengangguk
" Benar,, tapi aku belum lama mengenalnya, dia orang yg baik, kenapa,,,? "
" Rasanya hamba pernah melihatnya tapi lupa dimana,,, " Balas prajurit tadi
" Benar,, pakaiannya serasa tak asing " Timpal prajurit lainnya
Seorang anggota pasukan elit bergumam pelan
" Tentu saja kalian pernah melihat bahkan pernah melawannya, dia di juluki Dosa Kematian salah satu anggota dari kelompok Tiga Titik Dosa "
Di tempat lain tepatnya di tempat mayat Zhang Haoran terjadi sesuatu yg mereka tak sadari
Dari tubuh mayat Zhang Haoran keluar sebuah segel, tak lama segel itu berkedip lalu terbakar habis tak menyisakan bekas apapun
Di sebuah Goa jauh di kedalaman hutan satu sosok terlihat membuka matanya, ia kemudian menatap tangannya yg bersinar redup, dari pergelangan tangan hingga sikunya keluar beberapa simbol yg di tenganhnya terdapat beberapa nama
Kemudian salah satu simbol perlahan menghilang setelah sebelumnya satu simbol lainnya memudar tapi tak sampai menghilang, senyuman tipis terlihat di bibirnya
Tak lama seorang wanita berpakaian tertutup yg sebagian wajahnya tertutup cadar datang menghampiri nya
" Gege bagaimana kondisimu, sesaat tadi aku merasakan getaran sebuah aura "
" Zi'er,,,jangan khawatir,aku baik baik saja "
" Baiklah,,,aku baru selesai membuat ramuan sekarang waktunya Gege meminumnya " Balas si Wanita
Sosok Pria perlahan bangkit lalu menghampiri si Wanita
" Zi'er aku minta maaf karena diriku kamu harus menderita seperti ini "
Si Wanita membalas dengan lembut
" Jangan berkata seperti itu karena itu membuatku kesal, sekarang lebih baik cepat habiskan obatnya "
Si pria lalu meneguk ramuan sampai habis
" Terima kasih,,, "
Kemudian si pria bermeditasi kembali sementara si wanita menjaganya seperti biasanya
**********
Jun Yuan saat ini telah sampai di perbatasan kota Chang'an, ia sejenak berhenti untuk melihat ke arah pusat kota yg terang benderang, banyak lampion berterbangan serta bunyi petasan yg membuat keadaan kota semakin ramai karena besok adalah hari di mulainya perlombaan beladiri
__ADS_1
Ia tersenyum dan bergumam
" Tetaplah seperti itu sampai akhir acara "
Setelah itu ia kembali bergerak mengikuti tembok pembatas, ia memilih untuk tak melewati pusat kota untuk menghindari pertemuan dengan para prajurit penjaga dan pasukan elit kekaisaran meskipun lebih lama karena harus sedikit memutar tapi lebih baik daripada harus tertahan jika bertemu mereka
**********
Sementara itu saat ini Lin Zhi akan mulai menjalankan rencana yg sudah mereka rancang sebelumnya, ia akan menyelinap bersama Mu Qiaoyu yg sudah berkumpul bersama mereka untuk membubuhkan racun Pelumpuh Syaraf pada sumber air minum musuhnya
Sedangkan yg lainnya akan menunggu tanda darinya jika keduanya ketahuan,sementara jun Xifang dan jun Bei bertugas mengawasi mereka dan akan bergerak jika ada musuh kuat menyerang
Setelah mengatur strategi keduanya langsung bergerak secara diam diam, Lin Zhi dan Mu Qiaoyu menekan hawa keberadaannya sedalam mungkin, keduanya tak mempunyai kemampuan segel untuk menyembunyikan diri seperti Jun Yuan tapi mereka memiliki metode untuk menekan kekuatannya ke titik dimana tak bisa di rasakan oleh pendekar yg memiliki kekuatan satu tingkat di atasnya
Keduanya berpisah saat sudah mendekati lokasi musuh, Lin Zhi berkelebat ke sebelah kiri menyelinap di antara tenda yg berjejer sedangkan Mu Qiaoyu ke sebelah kanan bergerak diam diam melewati deretan tenda lainnya dengan hati hati
Keduanya langsung mencampurkan racun ke dalam tong air ketika menemukannya, rupanya kelompok pemberontak yg merupakan gabungan dari organisasi Taring iblis dan beberapa sekte aliran hitam serta para perampok dan pendukung saudara Kaisar Han Qing begitu percaya diri akan kemenangannya hingga mereka bertindak gegabah dengan menyimpan tong air di tempat terbuka tanpa penjagaan diantara tiap lima tenda
Setelah beberapa kali mencampurkan keduanya kehabisan racun karena Mu Qiaoyu tak banyak membawanya selain itu juga di karenakan rencana ini mendadak tapi keduanya bersyukur karena hampir setengah dari jumlah keseluruhan tempat air telah mereka racuni
Keduanya segera kembali ke tempat persembunyian berkumpul dengan yg lainnya menunggu pagi untuk memulai serangan kejutan karena racun pelumpuh syaraf racikan Mu Qiaoyu akan bereaksi saat terkena cahaya matahari
Jun Yuan sendiri saat ini tengah beristirahat untuk memulihkan luka dan kekuatannya di dahan sebuah pohon karena tak merasakan adanya getaran ataupun ledakan energi, dirinya yakin pertarungan belum terjadi karena menurut perkiraannya lokasinya berada saat ini tak terlalu jauh dengan tempat teman temannya berada
Beberapa jam kemudian Jun Yuan membuka matanya,saat ini kekuatannya telah pulih meski tak sepenuhnya
Rasa sakit di kepala dan dadanya yg sebelumnya ia rasakan efek dari penggunaan kekuatan kegelapan telah menghilang,luka lukanya juga telah sepenuhnya sembuh
Saat akan bergerak ia tertegun karena merasakan sebuah aura bergerak ke arahnya dengan kecepatan tinggi
Tak lama satu sosok terlihat yg membuatnya tersenyum karena mengenalinya
" Paman Fang,,, " Sapa Jun Yuan
" Tuan Muda,,, " Jun Xifang langsung berlutut setelah berada di hadapan Jun Yuan
Jun Yuan menyuruhnya bangun lalu memeluknya
" Paman,,,bagaimana keadaanmu "
" Tuan muda, Hamba baik baik saja, anda sendiri bagaimana,,, " Balas Jun Xifang
" Seperti yg paman lihat,, aku baik " Jawab Jun Yuan
" Sebelumnya hamba sempat khawatir ketika mendengar dari teman anda jika Tuan Muda bertarung dengan salah satu anggota kuat dari sekte Menara Agung " Ucap Jun Xifang
Jun Yuan tersenyum mendengarnya tapi matanya berkilat saat berucap
__ADS_1
" Tua bangka itu sekarang mungkin sedang di siksa oleh Raja neraka "