Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Garis Takdir (yg berbahaya)


__ADS_3

Jun Yuan mengeratkan genggaman pada pedangnya,Ia tau melawan sosok di hadapannya jangankan untuk menang,bisa mempertahankan nyawanya saja merupakan sebuah keajaiban


Tapi bukan berarti tak mungkin mengalahkannya karena ada beberapa aspek yg jika ia menggunakannya dengan baik bukan tidak mungkin ia bisa membalikkan keadaan


" Tunjukan wujud aslimu " ucap Jun Yuan


Ia tau sosok di hadapannya hanya sebuah bayangan sama seperti dirinya ketika menggunakan salah satu jurusnya


Sosok hitam terdengar mendengus baginya tak sembarang orang bisa melihat wujud aslinya


Jun Yuan memasang kuda kuda saat melihat lawannya memulai serangan,kini ia benar benar akan mengeluarkan semua yg ia punya


Lawannya merentangkan kedua tangannya lalu menyapukan nya ke depan menciptakan pusaran Angin


Jun Yuan menyalurkan tenaga dalam dengan jumlah besar pada pedangnya lalu menebaskan nya menyilang


Dua sinar energi berbentuk bulan sabit melesat dan


Blaarrr,,,,


Serangan Jun Yuan hancur begitu saja sedangkan Pusaran angin tak melambat sedikitpun terus bergerak ke arahnya


Jun Yuan menghindar saat pusaran Angin menghantamnya menghancurkan tanah tempat ia tadi berada


Lawannya kembali menggerakan tangannya ke atas,sekumpulan awan hitam tercipta mengeluarkan kilatan petir di dalamnya


Sosok hitam menggerakan tangannya ke arah di mana Jun Yuan berada


Seketika petir keluar dari awan hitam menyerbu targetnya


LANGKAH KILAT


Jun Yuan bergerak cepat menghindari puluhan Sambaran petir yg mengincarnya,mata birunya berkilat saat ia menyerang sambil menghindar


GARIS CAKRAWALA


Lesatan energi bergerak lurus menyasar lawannya,ia lalu menghentakkan kakinya


BIAS CAKRAWALA


Jun Yuan terlihat melompat ke arah kanan dengan kecepaatan penuhnya


Sosok hitam mengibaskan sebelah tangannya menciptakan gelombang energi menahan serangan lawan


Blaarrr,,,,


Gelombang energi menghancurkan serangan lawannya namun matanya menyipit merasakan riak energi di sampingnya,Ia menyeringai setelahnya


Jun Yuan muncul dari samping kiri lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga


Slaassshh,,,


Namun ia terkejut saat serangannya menembus tubuh lawannya


Sosok hitam menggerakan tangannya membentuk sebuah cakar lalu mengayunkannya


Karena jarak sangat dekat Jun Yuan terlambat bereaksi ia hanya mampu menahan sebagian serangan lawan menggunakan sebelah tangannya


Craasshhh,,,ughh,,,,


Jun Yuan terlempar dengan punggung terkoyak


Bugghh,,,sraaakk,,,


Tubuhnya menghantam tanah dengan keras lalu terbanting beberapa kali sebelum berhenti menabrak pohon

__ADS_1


Ia segera berdiri mengabaikan sakit di punggung serta bagian tubuh lainnya,mengatur nafasnya yg terengah engah


Bahkan dengan kecepatan penuhnya ia tak bisa melukai musuhnya,beruntung musuhnya tak langsung memburunya jika itu terjadi ia mungkin tak mempunyai kesempatan untuk melawan


" apa dia akan baik baik saja " Shen Ghuang berkata tanpa bisa di dengar Jun Yuan


" Tidak,,,mungkin dia akan mati sebentar lagi " balas Mei Lin


Shen Ghuang mengerutkan kening


" Lalu kenapa Anda melarangku untuk membantunya "


" Diam dan perhatikan saja,ketika saatnya tiba aku sendiri yg akan bertindak " balas Mei Lin ketus


Shen Ghuang langsung menciut


" Ba-baik,,,"


Jun Yuan menatap musuhnya yg masih melayang dengan tenang seakan tak memberi celah sedikitpun untuknya,ia memutar otaknya mengatur strategi jika lawan tak mempunyai celah maka ia sendiri yg harus membuat musuhnya mengeluarkan celah itu


Membungkukkan sedikit tubuhnya melakukan kuda kuda untuk kembali menyerang,ia harus memaksa lawannya menginjak tanah terlebih dulu karena di udara gerakannya terbatas


Menghentakkan kakinya dengan kuat Jun Yuan melompat menghunuskan pedangnya


TARIAN PEDANG BERARAK


Sosok hitam melihatnya dengan tatapan merendahkan ia langsung bergerak menyambut serangan


Pertarungan jarak dekat terjadi saat keduanya bentrok di udara,keduanya bergerak sangat cepat untuk saling menjatuhkan


Busshhh,,,


Keduanya mundur setelah bentrokan terakhir


Tap,,,


Ia menancapkan pedangnya ke tanah lalu menggerakan tangannya ke atas seperti menyuruh musuhnya mendatanginya di sertai senyuman sinis ia berkata


" Kau masih punya kaki bukan kemari dan bunuhlah aku jika kau mampu "


Sosok Hitam merespon dengan tatapannya,seumur hidupnya ia tak pernah di pandang serendah ini oleh seseorang yg kekuatannya jauh di bawahnya,Harga dirinya di lukai ia langsung melesat menggunakan cakarnya untuk menyerang


Bamm,,,


Jun Yuan berhasil menghindar sambil mencabut pedangnya hingga serangan tinju dari lawannya menghantam tanah


Sosok hitam langsung memburunya tak memberi kesempatan sedikitpun pada Jun Yuan untuk menyerang


Pertarungan jarak dekat kembali terjadi namun kali ini di atas tanah,serangan serangan cepat yg di keluarkan sosok hitam menyasar bagian vital,Jun Yuan di buat kewalahan untuk menahan atau menghindarinya


Setiap serangannya berkali kali lipat lebih besar dari sebelumya membuat tangan Jun Yuan yg memegang pedang untuk bertahan terasa kesemutan


di satu kesempatan Jun Yuan berhasil melompat mundur setelah ia berhasil menghindari satu serangan mematikan mengarah dadanya


Untuk sesaat ia bisa mengambil nafas namun kembali bersiap saat melihat lawannya langsung mengejarnya


PEDANG TANPA ARAH


Jun Yuan mengeluarkan jurus pedang terkuatnya


Keduanya kembali bentrok namun kali ini Jun Yuan bisa sedikit mengimbangi serangan lawannya,terlihat ia bisa sesekali menyerang balik


Sosok hitam sedikit kesulitan menebak pola serangan lawan karena terlihat acak dan terkesan sembarangan tapi itu benar benar mematikan jika keduanya berada di tingkat kekuatan yg sama


Ia menambah kekuatannya untuk bisa kembali menekan dan itu efektif karena saat ini Jun Yuan kembali dalam posisi bertahan

__ADS_1


Hingga pada satu waktu ia berhasil mengecoh lawannya dengan cakarnya ia seakan mengincar kepala,saat Jun Yuan mengangkat pedangnya untuk menahan tangan kirinya bergerak cepat memukul dada lawannya


Bughh,,,ughh,,,


Jun Yuan terlempar beberapa meter kebelakang,dadanya terasa remuk terkena serangan telak,ia kembali bangkit mengusap darah yg keluar dari mulutnya dengan punggung tangannya


Ia sadar jika musuhnya hanya mempermainkannya ingin membuatnya merasa putus asa lalu menghabisinya ketika semua kekuatannya telah terkuras habis


Tapi apakah dia akan membiarkan hal itu terjadi,tentu saja tidak maka sebelum itu terjadi ia telah memutuskan untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat menggunakan serangan terkuatnya


Sosok Hitam menyadari itu ia lalu menyatukan kedua telapak tangannya kemudian jarinya membentuk segi tiga


Asap hitam berkumpul di depan telapak tangannya lalu membentuk bola energi berwarna hitam sebesar ibu jari dan membesar setiap detiknya


Jun Yuan menyimpan pedang yg di pakainya lalu menarik Pedang Gadis Malam di punggungnya menggunakan sebelah tangannya ia membuat sebuah segel lalu menghentakkan nya ke tanah


Sebuah lingkaran cahaya merah disertai simbol dan tulisan kuno dengan pola rumit terbentuk di sekitar tanah yg di pijaknya lalu naik ke atas sampai kepalanya,empat segel di tubuhnya bersinar terang,kedua matanya berubah merah sepenuhnya topeng yg menutupi wajahnya hancur seketika menampakan sebuah bekas luka di wajahnya seiring dengan kesadarannya yg mulai memudar


SEGEL KEGELAPAN


Ketika suaranya jatuh hampir seluruh area Hutan Weixing bergetar saat semua energi jahat menembus lapisan energi yg melingkupi hutan kematian lalu di serap oleh Jun Yuan,banyak hewan buas dan siluman meraung dan berlari ketakutan


Sosok hitam melebarkan matanya


" I- ini,,,"


" Gawat,,," ucap Mei Lin yg langsung keluar dari dalam Pedang Gadis Malam


" XIFANG,,,HENTIKAN " Mei Lin berteriak ia lalu berubah menjadi asap hitam menyelimuti Jun Yuan seakan menjadi perisai untuk memutus aliran energi yg mengalir padanya


Kedua pisau perak ikut keluar berputar di atas lalu berubah menjadi butiran cahaya yg menyebar lalu membentuk gelembung energi yg melindungi Mei Lin dan Jun Yuan


Sosok hitam menghilang meninggalkan bola energi berwarna hitam sebesar kepala


Seekor harimau putih setinggi dua meter langsung muncul dari kehampaan lalu melahap bola energi tersebut setelah itu memuntahkannya ke arah atas


Blaarrr,,,


Lapisan energi yg melindungi area hutan kematian bergetar saat bola hitam menabraknya


Harimau putih lalu berubah menjadi seorang pria paruh baya,tubuhnya bergetar wajahnya pucat nafasnya memburu serta terdapat noda darah di mulutnya


Masih dalam keadaan terkejut ia berucap


" Senior Shiji di Meili,,,Shen Ghuang,,di-dia,,,"


Perlahan tapi pasti energi jahat berhenti mengalir lalu menghilang sepenuhnya


Mei Lin kembali ke wujud aslinya begitupun dengan gelembung energi yg berubah menjadi seorang pria yg mengenakan pakaian seperti seorang raja hanya saja wajahnya sedikit tidak enak di pandang dengan kulit berwarna abu abu meninggalkan dua pisau perak yg kini tergeletak di tanah


" sial,,,hampir saja,,," gumam Shen Ghuang seolah baru saja melepaskan beban berat


Sedangkan Mei Lin menatap tajam pria paruh baya jelmaan dari seekor Harimau Putih


" JUN XIFANG,,,APA KAU MAU MEMBUNUH TUAN MUDAMU "


mendengar itu pria paruh baya yg bernama Jun Xifang salah satu dari empat penjaga gerbang klan Jun langsung lemas


" Tuan Muda,,maafkan makhluk bodoh ini yg tak mengenali anda " ia berucap lirih,butiran air keluar dari sudut matanya,penyesalan terlihat jelas di wajahnya karena ia hampir saja membunuh salah satu warisan klan nya


sementara itu Jun Yuan yg baru pulih kesadarannya menatap penuh amarah pada Mei Lin


merasakan hawa membunuh mengarah padanya Mei Lin memalingkan wajahnya menatap balik Jun Yuan


" APA,,,KALAU MAU MATI JANGAN BAWA ORANG LAIN "

__ADS_1


Jun Yuan mendengus


" Merepotkan,,"


__ADS_2