Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Gadis Aneh


__ADS_3

Pemilik penginapan menemui Jun Yuan setelah di beri tau oleh seorang pelayan bahwa keadaan sudah aman,sebagai ungkapan terima kasih nya ia mempersilahkan Jun Yuan menginap satu malam lagi tanpa harus membayar serta beberapa keping emas


Besoknya Jun Yuan melanjutkan perjalanan,ia memutuskan menemui salah satu sahabatnya lebih dulu untuk meminta beberapa informasi tentang keberadaan salah satu tanaman bahan obat Permaisuri,lebih bagus kalau orang yg di temuinya mengetahui keduanya


Setelah melewati gerbang kota Jun Yuan mempercepat langkahnya,di sebuah perempatan ia berbelok ke kiri lalu masuk hutan,seperti biasanya ia lebih memilih bertemu hewan buas atau pun siluman daripada harus bertemu perampok atau bandit gunung


Setengah hari berlalu Jun Yuan tiba di pinggir hutan,ia melompat turun tepat di bawah sebuah pohon besar,di depannya terdapat sebuah danau,senyum tersungging di balik topengnya,setelah melewati danau dan sebuah bukit tak jauh dari situ ia akan sampai pada sebuah perkampungan tempat sahabatnya tinggal


Tapi keningnya berkerut saat melihat seorang wanita di tepi danau,dengan Indra nya yg sudah terlatih ia merasakan aura aneh di sekeliling wanita itu,sesaat nafasnya terasa sedikit sesak,ia berbalik hendak melanjutkan langkahnya saat tiba tiba sebuah suara menghentikan langkahnya


" hey,kenapa kau pergi,apa kau juga takut padaku seperti mereka "


Ini sedikit mengejutkannya,ia telah menekan hawa keberadaannya di tambah dari awal ia berdiri di balik sebuah pohon besar,wanita itu sungguh bukan orang sembarangan,Karena terlanjur dan khawatir si wanita merasa tersinggung ia berjalan mendekatinya


" waaahhh,,,aku tau kamu tidak sep- " si Wanita menggantung ucapannya saat melihat orang yg muncul


" apa apaan topeng itu huh,,,sok misterius sekali hmmpphh " si Wanita mendengus


Jun Yuan hampir terpeleset saat mendengarnya,baru kali ini ada orang yg baru di temuinya dengan terang terangan mengomentari dirinya yg memakai topeng


" cepat buka topengmu atau aku akan membukanya dengan paksa " ucap wanita itu berkacak pinggang


Jun Yuan benar benar syok di buatnya,selain keluarganya tak ada orang lain yg berkata seperti itu bahkan orang orang yg mengenal baik dirinya pun tak ada yg berani,ia memperhatikan dengan teliti wanita di hadapannya yg ternyata seorang gadis berpakaian warna merah dengan rambut di kuncir kuda,usianya mungkin tak terlalu jauh berbeda dengannya,wajahnya imut berbanding terbalik dengan kelakuannya


Tapi yg membuatnya terkejut tubuhnya selalu memberikan sinyal bahaya begitu pun dengan instingnya yg merasakan kekuatan besar di balik tubuh mungilnya


Tanpa aba aba gadis itu bergerak dengan cepat melepaskan topeng yg ia pakai,karena masih terkejut dengan tingkah si gadis dan jarak yg terlalu dekat ia terlambat merespon tapi secara naluriah tangannya langsung menggenggam gagang pedang di pinggangnya


" topengmu lumayan bagus dan,,," si gadis membeku sesaat setelah melihat wajah pria yg ia rampas topengnya


"waahhhh,,,kau tampan sekali,aku suka aku suka kau harus jadi suamiku ya ya ya " mata membulat gigi putih berderet saat tersenyum pipi merona dan wajah polosnya membuatnya terlihat sangat menggemaskan


Jun Yuan menghela nafas,tangannya melepaskan pedang yg di genggamnya karena kali ini tak merasakan bahaya


" kembalikan topengku "


Si gadis menggelengkan kepala,topengnya ia sembunyikan kebelakang


" tidak,,,tidak boleh sebelum kau berjanji mau menjadi suamiku "


" cepat kembalikan "


" tidak,,,ku bilang tidak ya tidak "


" tolong,,,kembalikan "


" janji dulu "


" kamu kira segampang itu menikah "


" tentu saja "

__ADS_1


Jun Yuan kesal sendiri di buatnya ketika tangannya bergerak hendak merebut topengnya ia kembali di buat terkejut saat sang gadis melompat dan belari di atas air danau dengan cepat


" kejar kalau bisa weeeekkk,,," si gadis berbalik saat berlari dan menjulurkan lidahnya


Satu yg terlintas di pikirannya tentang gadis itu "TAK TAU MALU" dengan terpaksa ia harus mengejarnya


bukannya kenapa,bibinya menjelaskan topeng itu salah satu peninggalan orang tuanya jadi ia tak ingin kehilangannya


Jun Yuan mengejar hingga ke pulau di tengah danau itu pun belum bisa mendapatkan kembali topengnya,akhirnya ia menyerah karena ada urusan yg lebih penting dan ia tak bisa membuang waktu seperti ini


si gadis mendengus


" hmmph,,kau tak seru heh "


Ia melepaskan salah satu pita berwarna merah yg mengikat rambutnya lalu memberikannya beserta topengnya pada pria yg sedari tadi mengejarnya


" simpan itu sebagai tanda bahwa kau calon suamiku,ingat itu "


Gadis itu sebenarnya hanya ingin bermain,ia tak punya teman yg bisa ia ajak karena ketatnya peraturan orang tuanya di perparah lagi keluarganya mempunyai kedudukan tinggi di tempat tinggalnya membuatnya tak sembarangan orang yg bisa mendekatinya karena hanya orang yg setingkat atau lebih tinggi darinya yg bisa mendekatinya sementara yg derajatnya berada di bawahnya harus menghormatinya bahkan harus menunduk jika bertemu dengannya


" terima kasih " Jun Yuan menerima topengnya yg langsung di pakainya kembali


" sebaiknya kau ikatkan pita pada gagang pedang mu "


Jun Yuan mengerutkan kening


" kenapa,,,? "


" nah,,,kalau gini kan terlihat lebih bagus " gadis itu tersenyum puas


" sebenarnya kau mau kemana " tanya si gadis


Jun Yuan tak menjawab


" oh,,,mau ku ambil kembali topengmu hah,,,eh,apa kau sedang menjalankan misi tapi pakaianmu bukan pakaian sebuah sekte atau kau seorang mata mata kerajaan " raut wajah si gadis berubah saat sedang berpikir dan jujur saja itu lucu di mata Jun Yuan


" tidak " jawab Jun Yuan singkat


" lalu kenapa kau tidak mau memberi tau "


" maaf,,,"


" bukan itu jawabannya aiish,,kau ini apa tak bisa tak bicara singkat heh " si gadis menggeleng gelengkan kepalanya


" maaf,,,"


" maaf lagi,,,kata yg lain heh "


" apa "


" apa saja,,,"

__ADS_1


" beri tau "


" aarrrgghhh,,,,kata yg panjang " si gadis sampai menghentak hentakan kakinya saking jengkelnya


" apa kau tak pernah bercakap cakap dengan orang tuamu "


" aku tak punya orang tua "


" akhirnya,,,lumayan sedikit lebih panjang,,eh,apa katamu tadi " si gadis baru menyadari arti jawaban pria di hadapannya


" aku tak punya orang tua "


" ya dewa,,,maaf " ucap si gadis menyesal


" tak apa "


Si gadis kembali emosi mendengar jawaban Jun Yuan,ingin rasanya ia mencabik cabik tubuh pria itu


" nama "


" eh,,,apa "


" siapa namamu "


Si gadis menepuk keningnya,setelah sekian lama ia bersama pria di depannya ia baru ingat mereka belum saling memperkenalkan diri


" Mei,,, "


" Mei,,," Jun Yuan berkata dengan alis bertaut


" cukup panggil saja Mei " balas si gadis


" baiklah,,,Yuan "


Mei menampilkan senyumnya saat Jun Yuan menyebutkan namanya


" ternyata suami masa depanku bernama Yuan "


Jun Yua mengangguk


Mei melepaskan sebuah gelang di pergelangan tangan Jun Yuan lalu mengganti dengan miliknya sementara ia memakai gelang Jun Yuan untuk mengganti gelangnya


" ini untuk pengingat kalau kau sudah punya calon istri "


Matahari sudah condong ke barat saat mereka berpisah tak lama setelah bertukar gelang


" gadis yg aneh " gumam Jun Yuan melompat di dahan pohon yg ia lewati sembari menatap gelang di tangannya


Sementara jauh di belakangnya si gadis berjalan berlawanan arah


" Yuan,,,menarik,mari kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan setelah mengetahui siapa aku "

__ADS_1


__ADS_2