
Jun Yuan memesan dua kamar yg saling berhadapan di sebuah penginapan ketika sampai di kota Huacheng,kota kecil terakhir sebelum sampai di kota Xuchang
Ketika mereka makan di rumah makan lantai satu penginapan banyak pengunjung memperhatikan mereka berdua,meski risih Jun Yuan mengabaikannya tapi tidak dengan Tirta Sagara
" apa,,kita,,terlihat,,seperti,,penjahat " ucapnya dengan tangan terkepal
di tempat asalnya tak pernah ia mendapat tatapan aneh seperti itu dari orang lain apalagi dengan statusnya ia bisa dengan mudah menghancurkan orang yg memandang rendah dirinya
" tidak,,,mungkin karena pakaian kita yg terlihat sedikit aneh " balas Jun Yuan
Meski kesal Tirta Sagara mengangguk karena memang pada kenyataannya pakaian yg ia dan temannya kenakan berbeda dari kebanyakan orang
" sudah abaikan saja " gumam Jun Yuan yg di tanggapi gerutuan tak jelas dari Tirta Sagara
" setelah tugasmu selesai selanjutnya apa yg akan kau lakukan " tanya Jun Yuan mengalihkan perhatian temannya
Tirta Sagara merenung sejenak
" Yg pasti,,aku akan,,langsung,,pulang,, kembali,,takut,,guruku,,khawatir "
" oh begitu "
" Ya,,saudaraku,,sekali kali,,kamu,,harus,,berkunjung,,ke tempat,,asalku,,ke tanah Nuswantara,,disana,,,orangnya ramah,,meski tak,,semuanya,,"
" benarkah,,,"
" tentu saja,,juga,,banyak,,pendekar yg,,tak kalah,,hebat "
" mungkin suatu saat nanti aku akan kesana "
" harus,,agar,,menambah,,pengetahuanmu,,seperti aku,,sekarang ,,banyak hal,,yg baru,,aku ketahui "
" begitu ya "
" Benar,,setelah,,sampai,,kesini,,banyak hal baru,,yg aku ketahui,,seperti,,beberapa orang,,yg tadi,,berpapasan,,dengan kita "
" kau menyadarinya "
" Tentu saja,,meski,,berpakaian,,seperti laki laki,,tapi,,mata dan aroma,,mereka,,tak bisa,,menipuku "
Jun Yuan tersenyum
" mereka anggota sekte Lotus Merah,salah satu sekte yg kebanyakan murid nya perempuan,banyak anggota sekte itu yg menyamar untuk menjaga dan melindungi warga dan kota ini "
" ternyata,,ada,,yg seperti itu juga,,disini,,aku kira,,hanya,,di tempatku saja "
" mn,,itu karena kota Huacheng berada dalam wilayah Sekte Lotus Merah jadi merekalah yg bertanggung jawab atas segala sesuatu di kota ini "
" apa,,ketua sekte,,itu juga,,seorang perempuan "
__ADS_1
" tidak,,,Patriark Sekte Lotus merah seorang laki laki tapi tak pernah ada yg tau seperti apa rupa nya selain dari anggota inti serta beberapa Patriark Sekte lain "
" oh,,jadi,,begitu,,beruntung,,sekali,,dia ya "
" jangan salah,,meski tak banyak murid laki laki sebenarnya sekte tersebut tak pernah ramah pada laki laki asing terutama anggota sekte yg bernama Murong Zhi "
" kenapa,,dengan,,dia "
" Meski berjuluk Peri Bunga tapi dia terkenal kejam pada laki laki yg mengganggunya atau mengganggu anggota sekte nya "
" hah,,kenapa,,bisa,,begitu "
" entahlah,,yg aku dengar ia pernah berani menolak bahkan sampai mengusir seorang pangeran dari sebuah kerajaan hanya karena sang pangeran mengganggu salah satu murid perempuan di sana,jadi berhati hatilah jika bertemu mereka "
Tirta Sagara mengangguk
Puas berbincang dan mengisi perut keduanya masuk kamar, beristirahat untuk memulihkan kondisi masing masing
Meski perjalanan sebelumnya berjalan mulus tanpa ada halangan yg berarti bukan berarti perjalanan selanjutnya akan semudah itu,apalagi kota yg mereka tuju salah satu dari tiga kota besar sudah pasti banyak hal tak baik yg akan mereka hadapi di jalan
Selain perampok bisa saja mereka bertemu dengan kelompok pemberontak yg tak pernah memberi ampun pada tiap orang yg tak sepaham dengan mereka
Esok nya pagi pagi sekali keduanya terlihat keluar dari penginapan,sengaja Jun Yuan tak membeli seekor kuda pun sebagai tunggangan agar mereka lebih akrab dan juga untuk menghemat biaya tentunya
Seperti perjalanan sebelumnya mereka memilih jalan besar agar Tirta Sagara tak terlalu kebingungan dan juga itu jadi sebuah alasan agar Jun Yuan bertemu dengan perampok yg sering menghadang orang orang yg menuju kota besar
Ia sengaja malah berharap bertemu dengan para perampok agar ia bisa sedikit mengurangi tingkat kejahatan disini meski tak begitu peduli dengan semua itu setidaknya dia ikut berkontribusi menjaga keamanan Kekaisaran Han jika suatu hari ada orang yg mempertanyakan itu
Tap tap tap,,,
Tiga orang dengan jubah bergambar tengkorak bertanduk mendarat tepat di hadapan Jun Yuan dan Tirta Sagara,keduanya spontan menghentikan langkah
Tap tap,,,
Di belakang mereka muncul dua orang lagi dengan pakaian yg sama
Jun Yuan mengenali gambar pada jubah mereka
" hati hati,mereka anggota Organisasi Taring Iblis yg tergabung dengan para pemberontak " bisik Jun Yuan
Tirta Sagara segera mengerti setelah mendengar kata pemberontak,ia sadar kini akan menghadapi sesuatu yg sangat berbahaya
" katakan tujuan kalian " ucap salah satu dari tiga orang di depan bertindak sebagai pemimpin
" maaf Tuan Tuan kami hanya ingin pergi ke kota Xuchang,kami memiliki keperluan disana " balas Jun Yuan tenang
" cepat katakan ada keperluan apa " tanya si pemimpin
" mohon maaf Tuan kami tidak bisa mengatakannya " jawab Jun Yuan masih dengan tenang
__ADS_1
" kurang ajar apa kamu tidak tau siapa kami hah " bentak si pemimpin
" tau Tuan tapi sungguh kami tak bisa mengatakannya " balas Jun Yuan
" bangsat,,,jangan jangan kalian mata mata kekaisaran " si pemimpin mencabut senjatanya
" bukan Tuan,sungguh kami bukan mata mata " Jun Yuan bersiap,tangannya mendekat pada gagang pedangnya
" bohong,,,habisi mereka " si pemimpin berteriak sambil bergerak menghunuskan senjatanya
Empat rekannya serempak menyerang setelah di beri tanda
" Tirta kau hadapi yg di belakang aku mengurus sisanya " Jun Yuan membagi tugas
Tirta Sagara mengangguk langsung berbalik menyongsong serangan lawan,pisau berkelok (keris) nya telah ia keluarkan
Jun Yuan berkelit menghindari dua serangan sekaligus sembari menarik pedangnya,ia harus menghadapi tiga musuhnya
Di belakangnya Tirta Sagara langsung mengeluarkan kekuatan penuhnya agar bisa mengakhiri pertarungan secepat mungkin
ALUNAN GELOMBANG SAMUDERA
Tirta Sagara mengeluarkan jurusnya,tubuhnya bergerak dengan lemah lembut tapi di tiap gerakannya mengandung kekuatan besar
Ia menghindari setiap serangan dengan tipis,tubuhnya terus mengikuti gerakan lawannya seakan menempel dengan kedua lawannya
kaki kananya ia angkat menghindari sebuah tebasan tangan kirinya menahan serangan lainnya,mengayunkan senjatanya menyerang balik dengan cepat lawan yg mengincar kakinya
kLaangg,,,
Serangannya berhasil di tahan tapi karena besarnya kekuatan membuat tubuh lawannya tertekan ke bawah lalu dengan cepat ia menendang dada lawannya
Bughh,,,ughuck,,,,
Satu lawannya terlempar
Ia memutar tubuhnya saat lawan satunya menarik senjatanya,tangan kiri yg ia pakai untuk menahan serangan ia gerakan untuk mencengkram pergelangan tangan lawan yg memegang senjata
Tap,,,
Begitu berhasil Tirta Sagara lalu memelintirnya
Kraakkk,,aarrrghh,,Trang,,,
Senjata lawannya langsung terjatuh,lalu dengan sekuat tenaga Tirta Sagara menendang perut lawannya saat berteriak kesakitan
Bughh,,,ughuck,,
lawannya terhempas dengan mulut mengeluarkan darah,Tirta Sagara tertegun saat mendengar Jun Yuan menyebut salah satu Jurus yg di kenalnya
__ADS_1
GARIS CAKRAWALA