
Di tempat lain sosok seorang pria berkharisma yg selalu menampilkan wibawa dan sejuta pesonanya berjalan pelan
Jubah putihnya bergoyang di terpa semilir angin seiring dengan lambaian pita yg mengikat rambut hitam panjangnya,setiap langkahnya seakan di restui bumi sehingga keanggunan terpancar di tiap gerakannya
namun wajah tampannya tak sedikitpun terlihat bahagia saat ia melewati pagar pembatas sebuah perkampungan
Ya,,,sosok itu tak lain Tetua muda sekte pedang Utara,,,Lin Zhi yg saat ini dengan berat hati harus menemui sahabat wanitanya Mu Qiaoyu
Suuiiittt,,,,
suara angin bersiul saat bergesekan dengan sebuah benda yg meluncur tepat mengarah padanya
dengan gerakan ringan ia mencabut pedangnya lalu mengarahkan ke depan dadanya tegak lurus
Triiingggg,,,,
Pedangnya bergetar saat beradu dengan sebuah tombak pendek yg mengincar dadanya
Matanya seketika terbelalak saat melihat serangan lainnya
Mu Qiaoyu meluncur dengan kekuatan penuhnya,kepalan tangannya yg telah di lapisi tenaga dalam di selimuti aura berwarna kuning keemasan
TINJU PEREMUK TULANG
Lin Zhi mengayunkan pedangnya menghempaskan tombak yg masih menempel lalu menyalurkan tenaga dalam ke telapak tangan kirinya yg di gerakan lurus kedepan
TAPAK PENGEKANG RAGA
Plaakkk,,,,Bussshhh
Gelombang kejut menghempaskan debu di sekitarnya saat kedua jurus beradu
" sialan,,,kau mau membunuhku " Lin Zhi berteriak kesal
" itu yg pantas kau dapatkan bodoh " balas Qiaoyu tak kalah sengit
" aiiyaaa,,,pakai otakmu kalau mau menyerang ku "
" kau sendiri tak punya otak selain pikiran mesum mu "
" aku tidak mesum "
" Kau satu satunya pria mesum bodoh yg ku temui "
" aku pria bermartabat "
" Ya martabat yg kau gadaikan pada tiap gadis yg kau temui "
" aku bilang tidak "
" kau pria hidung belang bodoh "
keduanya terus bertengkar kata sementara tangan mereka masih menempel satu sama lain sampai seorang perempuan datang dan berkata
" maaf Nona dan Tuan Muda bisakah anda tidak bertengkar disini,putri saya sedang tidur "
keduanya terdiam dengan ekspresinya masing masing
" ah,,maafkan saya bibi,teman saya ini agak sedikit terbelakang saya hanya mencegahnya berbuat onar " ucap Qiaoyu dengan sopan sementara Lin Zhi wajahnya sudah merah padam menahan emosi
" kau yg menyerang ku duluan "
__ADS_1
" nah Bibi lihat sendiri bukan " Qiaoyu berkata dengan muka polosnya
" ohh,,kasihan sekali padahal dia sangat tampan tapi,,," balas si Bibi sambil menggelengkan kepalanya
" kalau begitu kami permisi " Qiaoyu memungut tombaknya lalu meraih tangan Lin Zhi menyeretnya dengan paksa
si bibi mengangguk sebagai balasan,ia kembali ke rumahnya sambil bergumam tak jelas serta menggelengkan kepalanya berkali kali
Qiaoyu baru melepaskan pegangan tangannya setelah mereka sampai di kediamannya
Lin Zhi tersentak setelah menyarungkan pedangnya karena Qiaoyu mendadak mendorongnya saat menyuruhnya duduk
" duduk dan diam disitu,aku segera kembali "
Qiaoyu masuk meninggalkan Lin Zhi dengan mulut menganga
" Aiiishh,,,hey singa betina tak bisakah kau bersikap lembut layaknya seorang perempuan,kau itu seorang Nona Muda Klan MU "
Qiao yu berteriak dari dalam untuk membalasnya
" kau tak berhak mendapatkannya bodoh "
Lin Zhi langsung Syok mendengarnya
" Haiisshhh,,,kenapa kedua temanku tak pernah normal sebagai manusia "
Qiaoyu kembali dengan beberapa bungkusan di tangannya
Bruukk,,,
Ia meletakan bungkusan di meja dengan sedikit keras
" kedepannya jika kau memintaku membuatkan sesuatu aku tak kan memenuhinya kalau kau masih tak mampu menggunakan otak kecilmu untuk mengingatnya "
Qiaoyu mendengus
" Hmmpph,,jadi kau baru punya waktu setelah Xiao Di berkunjung "
" bu-bukan begitu,,,aku benar benar sibuk,,,sungguh " jawab Lin Zhi panik
Qiaoyu menatap tajam dirinya,membuatnya tertunduk lesu
" maaf,,aku tak kan mengulanginya " gumamnya pasrah
" kau tau berapa banyak waktuku terbuang hanya untuk meracik dan menunggumu,berapa banyak nyawa di luar sana yg tak bisa ku tolong karena kelalaianmu,,,bodoh " Qiaoyu menggerutu
" maaf,," Lin Zhi makin tertunduk menyadari kesalahannya
" kau pikir dengan kata maaf bisa menebus kesalahanmu,,,keluar berdiri dengan satu kaki sambil pegang kedua telinga dengan kedua tanganmu cepat,jangan beristirahat sebelum aku menyuruhmu "
Lin Zhi terhenyak spontan membulatkan matanya
" Yu,,,aku seorang Tetua di sekteku "
" kau pikir aku peduli " balas Qiaoyu acuh
" Yu,,,," Lin Zhi memelas
" cepat lakukan atau mau ku tambah hukumanmu " balas Qiaoyu dengan tatapan mautnya
Lin Zhi serentak berdiri lalu bejalan keluar dengan cepat
__ADS_1
" baik,,baik,,itu saja cukup "
Qiaoyu tersenyum puas melihat Lin Zhi menderita
" Aiiyaa,,,,harga diriku,,Tetua muda,,,aduh,," Lin Zhi merasa pening memikirkannya
" Yu,,,aku haus " teriak Lin Zhi
" Bodo amat " Qiaoyu masuk menutup pintu dengan keras
Braakkk,,,
" Aiiihhh,,,kejam sekali,,Ya Ampun kulitku terbakar aduh,,," keluh Lin Zhi
kembali pada Jun Yuan yg saat ini telah memulihkan kondisinya
" aku merasakan sebuah kekuatan besar jauh di depan sana,sebaiknya kau lebih waspada bocah "
Jun Yuan mengangguk karena ia pun merasakan demikian
" Bahaya besar selalu datang dengan manfaat yg besar pula,aku yakin di sana pasti ada sesuatu yg berguna untuk meningkatkan kekuatanmu " suara Mei Lin kembali terdengar
Jun Yuan melangkahkan kakinya,Permata siluman ular telah ia simpan untuk di gunakan di kemudian hari sekarang ia harus bergegas masuk ke dalam hutan, semakin cepat semakin bagus begitu pikirnya
Melewati Padang pasir yg tandus dengan kecepatannya kini ia sudah berada di perbatasan hutan Weixing
Ia mengedarkan persepsinya memastikan tak ada bahaya di dekatnya
Benar kata orang orang tentang bahaya Hutan yg selalu di selimuti kabut ini karena bagian terluarnya saja Jun Yuan sudah merasakan suasana mencekam
Melangkahkan kakinya ia tertegun sejenak karena merasakan lapisan energi saat melewati perbatasan hutan,yg anehnya sebelumya ia tak melihat atau merasakan lapisan energi itu sama sekali
" hmm,,,apapun makhluk yg menguasai hutan ini ia sangat cerdas karena memasang lapisan energi untuk mendeteksi penyusup "
Jun Yuan tak sedikitpun menekan energinya karena merasa percuma melakukan hal itu sebab sejak awal dia sudah di ketahui
Kabut semakin tebal saat ia memasuki hutan lebih dalam,selain menghalangi pandangan juga membatasi persepsi seseorang maka wajar jika tak ada yg selamat setelah memasuki hutan ini karena tak bisa merasakan apapun di sekelilingnya
Beruntungnya Jun Yuan mempunyai Roh Pusaka yg tak terpengaruh oleh hal itu dan itu sangat membantunya
" berhenti,,,diam dan jangan membuat gerakan "
Jun Yuan menuruti perkataan Mei Lin
" tak jauh di depanmu ada segerombolan Srigala Perak yg sedang berpesta,bergeraklah saat aku menyuruhmu "
Jun Yuan waspada,karena tak merasakan apapun ia berharap banyak pada Roh Pedangnya untuk keselamatannya
" Grrrrhh,,,"
Srigala Perak yg berukuran paling besar menggeram mencium aroma daging segar
binatang itu melolong panjang lalu berlari ke arah dimana Jun Yuan berada di ikuti semua kawanannya
" gawat,,,mundur secepat mungkin "
Mei Lin berucap panik saat pemimpin kawanan Srigala Perak menerkam
Jun Yuan segera melompat mundur namun sayang gerakannya sedikit lamban
Ia terkejut saat melihat sepasang cakar besar muncul di balik kabut
__ADS_1
" siall,,,,"