
Jun yuan mencabut pedangnya secepat mungkin
Traangg,,,Wusshhhh
Karena berada di udara membuat kuda kudanya tak sempurna ia pun terlempar ke belakang,belasan Srigala Perak langsung memburunya
Masih dalam keadaan melayang Jun Yuan berpikir cepat,ia merentangkan kedua tangannya
BILAH ANGIN
Pisau Perak melesat layaknya petir menyasar salah satu Srigala Perak
Craasshh,,,
Satu Srigala Perak tumbang dengan kepala berlubang,pisau perak tak berhenti setelah menumbangkan targetnya
Tap,,,
Jun Yuan mendarat
menyadari dirinya menjadi incaran belasan Srigala Perak ia menancapkan pedangnya ke tanah lalu melakukan segel tangan
Telapak tangannya bersinar lalu di tapakkan ke atas tanah
Tap,,,
SEGEL SEMESTA - SEGEL SEMBILAN ARAH
Empat segel di empat bagian tubuhnya bercahaya lalu tulisan kuno muncul di sekitar telapak tangannya
Busshhhh,,,
Gelombang energi dengan sembilan warna berbeda meledak ke segala arah menghempaskan belasan Srigala Perak yg memburunya serta menghilangkan kabut di sekelilingnya lalu membentuk sebuah kubah transparan dalam radius lima puluh meter melindunginya dari apapun
Tubuh Jun Yuan gemetar menahan efek jurus yg ia keluarkan,Nafasnya tersengal meski begitu mata birunya masih terfokus mengendalikan kedua Pisau Perak nya menyerang pemimpin kawanan Srigala Perak
" bocah ini,,,kecepatannya dalam mempelajari sesuatu sungguh mengerikan,, " ucap Mei Lin dalam hatinya
Wajar ia berpikir begitu,sebab jika di hitung dari pertama kali Jun Yuan menggunakan Pisau Perak nya tak membutuhkan waktu lama untuknya bisa menguasai sepenuhnya yahh meski sedikit di bantu olehnya untuk menundukkan Roh senjata tersebut
Sraakk,,,craassh,,,craassshh,,,
__ADS_1
Pimpinan kawanan Srigala Perak melolong panjang sebelum tumbang setelah tubuhnya di tembus pisau perak beberapa kali
Jun Yuan hampir tumbang setelah kedua pisau perak kembali ke tempatnya,Rasa sakit yg sebelumya ia abaikan akibat efek dari segel yg di keluarkan nya kini sangat terasa lebih menyakitkan terutama di beberapa titik bagian tubuhnya,Ia langsung duduk bermeditasi untuk memulihkan kondisinya
Mei Lin mengalirkan energinya perlahan membantu pemilik rumahnya agar lebih cepat pulih setidaknya bisa menyembuhkan nya lebih cepat meski tak mungkin mengembalikan kondisinya seperti semula
Dengan kubah energi yg melindunginya Jun Yuan tak khawatir akan bahaya yg mungkin saja datang tiba tiba karena ia yakin akan kekuatan kubah yg tercipta dari segelnya
" Shen Ghuang sebaiknya kau waspada,Jangan lengah sedikitpun mengerti " Mei Lin berkata pada Roh Pisau Perak
Mei Lin yakin dengan besarnya kekuatan yg di keluarkan oleh Jun Yuan tadi akan di rasakan oleh makhluk kuat lainnya yg menghuni Hutan Weixing,Bukan tidak mungkin mereka akan datang karena merasa di tantang
Suasana mendadak hening di sekitar Jun Yuan dalam waktu yg lama
Jun Yuan membuka matanya setelah hampir satu jam lebih,Meski tak sepenuhnya kekuatannya pulih dengan bantuan roh pedangnya itu pulih lebih banyak dari perkiraannya
" Terima kasih Senior Mei " ucapnya dalam hati
" tak perlu berterima kasih,aku hanya membantu sedikit lagipula aku tak ingin melihatmu mati lebih cepat " balas Mei Lin
Jun Yuan mengabaikannya ia menghilangkan kubah pelindungnya untuk melanjutkan perjalanannya
Untuk pertama kalinya setelah memasuki Hutan Weixing Jun Yuan melihat sinar matahari menembus rimbunnya pepohonan yg menjulang tinggi karena kabut yg biasanya menyelimuti telah menghilang meski tak semuanya
Ia lalu bersembunyi di balik sebuah pohon besar
Tak Jauh di depannya ia melihat sepasang manusia berjubah keemasan berjalan pelan,setelah di perhatikan dengan teliti telinga mereka berbeda dari manusia pada umumnya lalu ada bulu halus keluar dari bawah jubahnya
" Siluman Rubah Api,," bathin Jun Yuan
" Keluar,," salah satu dari mereka berkata matanya menatap tajam mengintimidasi ke arah pohon dimana Jun Yuan bersembunyi
Jun Yuan langsung keluar tanpa rasa takut sedikitpun,Ia sedikit membungkukkan badan saat berbicara
" Maaf jika Senior merasa terganggu atas keberadaan Junior ini,junior hanya lewat tanpa ada niat buruk sedikitpun "
" sebaiknya begitu jika kamu ingin selamat,sekarang pergilah dari hadapanku " Siluman Rubah Api berkata dengan angkuh
Jun Yuan tak terkejut dengan hal itu karena ia mengetahui sifat dari jenis siluman tersebut
" Terima kasih atas kebaikan Senior,Junior mohon pamit " balas Jun Yuan
__ADS_1
Ia melangkahkan kakinya tanpa melihat kembali ke arah kedua Siluman Rubah itu
" Grrhhh,, Sombong sekali mereka,makhluk rendahan itu aku akan menghabisi keduanya dan melahap jiwanya jika bertemu lagi dengan mereka " suara berat terdengar di kepala Jun Yuan setelah berada jauh dari kedua Siluman Rubah Api
" Diam kau makhluk bodoh,beruntung mereka tak bisa merasakan kita " suara lainnya terdengar di kepala Jun Yuan
Menurut perkiraan Mei Lin dengan kondisi Jun Yuan saat ini sangat tipis kesempatan mereka untuk menang jika bertarung dengan kedua Siluman Rubah Api tadi
" aku merasakan satu hawa kehidupan lain dari kedua Siluman itu,sepertinya salah satunya sedang mengandung " ucap Jun Yuan
" Kemungkinan besar begitu karena aku juga merasakannya " balas Mei Lin
Jun Yuan masuk semakin dalam,Perlahan kabut kembali muncul seiring dengan bergantinya hari menjadi malam
Ia melompat ke atas pohon besar,memutuskan untuk beristirahat malam ini di atas pohon tersebut,Akan sangat berbahaya baginya untuk melanjutkan perjalanan di malam hari karena pada waktu itu akan banyak siluman serta hewan buas keluar untuk mencari mangsa
Mencari posisi senyaman mungkin ia merebahkan tubuhnya di sebatang dahan yg cukup besar,Sengaja ia tak mengeluarkan pelindung energi apapun karena menurut perkataan Mei Lin itu akan bisa di rasakan oleh makhluk yg melintas di dekat mereka,ia hanya disuruh meningkatkan kewaspadaannya dan menekan hawa keberadaannya sedalam mungkin
Suara raungan dan lolongan terdengar jauh di kedalaman hutan yg menemani tidurnya
Semakin larut suara itu semakin sering terdengar kadang di iringi hembusan angin besar menggoyangkan pohon yg di tempatinya dan membawa hawa dingin yg menusuk tulang menambah suasana semakin mencekam
Meski tak sering,Ia juga mendengar suara pertarungan beberapa kali bahkan ada beberapa yg sampai membuat tanah bergetar
Jun Yuan melewati malam dengan damai tanpa ada gangguan yg mendatanginya
Esoknya ia melompat turun setelah memastikan keamanan di sekitarnya,Hari ini kabut tak begitu tebal membuatnya bisa melihat dan merasakan sesuatu lumayan jauh itu sedikit membantu perjalanannya
Di beberapa tempat yg di lewatinya ia melihat beberapa pohon tumbang serta darah dan sisa bangkai hewan tanda bekas terjadi pertempuran tadi malam
Semakin dalam bergerak ia merasakan suasana mulai berubah,setiap ia menghirup udara kepalanya terasa pening untuk sesaat serta dadanya terasa sesak sebelum kembali menghilang
hewan buas pun semakin jarang ia temui,Selain beberapa siluman yg ia hindari pohon pun tumbuh semakin jarang hingga ia tiba di sebuah tempat yg cukup mengerikan
Di depannya kembali terlihat Padang tandus yg anehnya terdapat pohon mati masih berdiri berjejer,di sekitar semua pohon tersebut terdapat banyak tulang belulang berserakan
Dan yg paling mengerikan dari itu adalah selain udara yg telah tercemar oleh racun juga aura Hitam yg menyelimuti terasa sangat jahat seperti menyerap energi kehidupan dari tiap makhluk yg melewatinya
Jun Yuan mengeluarkan peta yg di bawanya
" setelah melewati Hutan kematian ini aku akan tiba ke tempat tujuanku "
__ADS_1
" LEMBAH DU HUA "