Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Pengecut ??


__ADS_3

Zhang Haoran


Saat ini dirinya sedang berada di sebuah hutan,melarikan diri bersama seluruh anggota sekte Menara Agung dan murid calon peserta perlombaan


Selama perjalanan ia tak henti mengutuk satu anggota sektenya yg tertangkap saat mencoba menyusup ke dalam istana


Zhang Haoran mempunyai misi tersembunyi di balik kepergiannya untuk mewakili sekte Menara Agung menjadi anggota perlombaan beladiri


Dirinya di perintahkan oleh pemimpin sekte untuk menghabisi Permaisuri dan salah satu anaknya terutama Pangeran Han Luo


Tapi karena kecerobohannya seorang anggota yg ia kirim untuk melakukan misi tersebut tertangkap dan saat ini sedang di interogasi oleh pihak kekaisaran Han


Dia dan rombongannya langsung melarikan diri setelah menerima kabar bahwa anggota yg ia kirim tersebut tertangkap


" Sial sial sial,,,dasar bodoh,melakukan hal semudah itu saja bisa gagal " Zhang Haoran mengumpat


Untuk sekarang prioritasnya adalah Lari sejauh mungkin dan bersembunyi untuk sementara agar tak tertangkap untuk kemudian secepatnya kembali ke sekte Menara Agung jika keadaan sudah lebih aman


Sebenarnya jika ia mau ia bisa saja menyelamatkan anggotanya yg tertangkap karena sejauh yg ia tau pihak kekaisaran tak banyak memiliki orang orang kuat,hanya saja ia ingat pesan salah satu temannya di sekte Menara Agung


" Jika kau bertemu atau berhadapan langsung dengan Jendral Li Huan Shi dalam pertarungan sebaiknya kau mundur Haoran,karena sekuat apapun dirimu tak kan pernah bisa menang melawannya,,,ingat itu "


Karena alasan itulah ia mengambil keputusan untuk melarikan diri dan mengorbankan satu anggotanya demi menyelamatkan anggota lainnya yg ia bawa


Zhang Haoran berhenti saat merasakan sebuah aura makin mendekat


" Kalian pergi lebih dulu,aku akan mencoba menahan seseorang yg mengejar kita "


Anggota lainnya mengangguk lalu pergi dari sana meninggalkan Zhang Haoran sendirian karena mereka faham jika tetap tinggal mereka hanya akan menjadi beban


" Guru,,,berhati hatilah " ucap salah satu muridnya sebelum meninggalkannya


Zhang Haoran menatap ke arah datangnya aura,sesaat kemudian ia menyeringai karena merasakan aura yg mengejarnya lebih lemah darinya dan orang itu datang sendirian


" Bagus,,,setidaknya aku bisa menghabisinya dengan cepat sebelum menyusul yg lainnya " gumamnya


Tirta Sagara mengerutkan kening saat merasakan satu aura terdiam seperti menunggunya,dirinya tak merasakan aura lainnya seperti sebelumnya


Sebelumnya ketika ia berkeliling untuk memastikan keamanan kota ia langsung bergerak ketika mendapat kabar dari Pangeran Han Luo jika ada salah satu anggota sekte Menara Agung menyusup ke dalam istana tepatnya mencoba masuk ke dalam kamar Permaisuri


Begitu ia tiba di tempat menginap anggota sekte Menara Agung ia kembali bergerak setelah tau tempat itu sudah kosong,setelah melacak sisa aura kelompok penyusup ia langsung mengejarnya


" Oh,,,sepertinya anda sengaja menungguku " ucap Tirta Sagara setelah tiba dan berhadapan langsung dengan pemilik aura yg menunggunya


Zhang Haoran mengerutkan kening setelah mengetahui yg datang ternyata hanya seorang pemuda asing


" Anak muda kembalilah karena aku tak punya urusan denganmu "

__ADS_1


Tirta Sagara tersenyum


" Maaf senior,,,bukannya aku tak mau mencampuri urusan anda tapi aku dengar salah satu anggota yg anda bawa telah melakukan kesalahan dengan menyusup ke dalam istana aku juga mendengar jika terdapat hadiah besar untuk siapa saja yg bisa menangkap rekannya " balas Tirta Sagara beralasan


Zhang Haoran melotot mendengarnya,emosinya langsung meledak tapi sebisa mungkin menahannya


" Kurang ajar,,,Han Qing sialan " ucapnya dalam hati


" Anak muda aku bisa memberikan imbalan yg lebih besar jika kamu pergi dari sini dan tak menceritakan pertemuan ini " bujuk Zhang Haoran


" Hahaha,,,maaf saja senior aku harus menolaknya karena aku lebih memilih sesuatu yg sudah pasti " balas Tirta Sagara


" Bocah sialan,,,kalau begitu MATILAH,," Zhang Haoran berteriak kemudian langsung menyerang


Tirta Sagara waspada memasang kuda kuda untuk menghadapi lawannya


" Raden,hati hati hamba merasakan sesuatu yg jahat darinya " Naga Wiru mengingatkan


Tirta Sagara mengangguk lalu mencabut keris pusakanya bersiap menyambut serangan


**********


Jun Yuan saat ini tengah bergerak dengan kecepatan penuhnya menuju arah yg di tunjukan oleh Mu Qiaoyu


Ia sendiri telah meminta Mu Qiaoyu untuk segera bergerak membantu Lin Zhi


Keduanya bertemu di perbatasan antara hutan dan desa terakhir wilayah kota Chang'an


Mu Qiaoyu mengangguk


" Kamu juga berhati hatilah,sebelumnya aku merasakan ada seseorang yg mengejar kelompok sekte Menara Agung,saat ini kemungkinan orang itu telah mendekati kelompok tersebut "


" Baik,,,bergeraklah secepat mungkin " balas Jun Yuan


" Ya,,jangan lupa ganti pakaianmu " setelah berkata demikian Mu Qiaoyu langsung melesat ke arah kelompok Lin Zhi


Jun Yuan segera bergerak setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yg sama seperti yg di pakai kedua sahabatnya tapi memiliki beberapa perbedaan pada warna dan topengnya


**********


Tirta Sagara saat ini tengah berjibaku menghadapi Zhang Haoran,harus di akuinya bahwa lawannya mempunyai kekuatan yg lebih tinggi darinya


Ia sedang dalam posisi bertahan karena di tekan habis habisan tapi meski begitu tak ada satupun luka yg ia terima


Zhang Haoran sendiri sebenarnya terkejut dengan pola pergerakan lawannya yg tak mudah ia baca belum lagi lawannya yg lebih muda darinya sampai saat ini bisa mengimbanginya


Meskipun Zhang Haoran belum mengeluarkan kekuatan penuhnya tetap saja itu lebih kuat dari lawannya

__ADS_1


Blaarrr,,,


Tirta Sagara terhempas saat menahan sebuah tinju yg mengincar dadanya


Saat Tirta Sagara mendarat ia masih terdorong mundur beberapa meter menciptakan dua garis lurus di tanah


" Kekuatan yg sangat besar,pantas saja dia berani menyuruh anggotanya untuk menyusup " Tirta Sagara bergumam


Ia segera menstabilkan energi dan nafasnya yg kacau akibat bentrokan sebelumnya


Tak ingin berlama lama Zhang Haoran mengeluarkan senjatanya berupa sarung tangan karena dirinya merupakan tipe petarung tangan kosong tapi kemampuan berpedangnya juga tak kalah hebatnya hanya saja ia lebih dominan menggunakan tinjunya daripada pedangnya


TINJU API


Zhang Haoran kembali menyerang menggunakan jurusnya,sarung tangannya bercahaya ketika ia menyalurkan tenaga dalamnya


Melihat itu Tirta Sagara menyambutnya dengan jurusnya


ALUNAN GELOMBANG SAMUDRA


Sesaat tubuhnya berkedip mengeluarkan cahaya biru,keris pusakanya bersinar terang kemudian ia melesat


Blaarrr,,,


Gelombang kejut menyebar,Tirta Sagara sedikit demi sedikit terdorong mundur saat keduanya beradu tenaga


Zhang Haoran menggerakan tangan kirinya menyasar kepala lalu dengan cepat menarik tinjunya yg masih menempel pada keris lawannya kemudian menggerakanya dari bawah ke atas


Tirta Sagara menangkis serangan dari arah kanan menggunakan siku tangan yg memegang keris sesaat setelah lawannya menarik tinjunya,kemudian melompat mundur untuk menghindari serangan lainnya dari bawah


Zhang Haoran tak membiarkan lawannya mengambil jarak langsung memburunya,pertarungan jarak dekat kembali terjadi,gerakan gerakan cepat dan mematikan keluar mengincar bagian Vital


Di satu moment Zhang Haoran berhasil mengelabui lawannya,menggerakan tangan kanannya dari bawah


Tirta Sagara segera melompat untuk menghindar tapi sayang tanpa sadar ia masuk kedalam jebakan lawannya


Zhang Haoran menyeringai dengan cepat tangan kirinya bergerak meninju dada lawannya


Tirta Sagara terkejut,ia tak mungkin menghindar karena sedang melayang terlebih serangan lawannya begitu cepat


sesaat sebelum tinju lawan mengenainya sebuah sinar berwarna emas muncul tepat di depan dadanya lalu dengan cepat membentuk sebuah pisau kecil dengan bilah melengkung berhasil menahan serangan


Baaangg,,,,


Tirta Sagara terhempas ke belakang dan baru berhenti saat menabrak sebuah pohon


" Ughuck,,," ia terbatuk darah

__ADS_1


Dengan nafas terengah ia berusaha bicara


" Terima kasih Paman Singa Lodra "


__ADS_2