Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Dua Tempat berbeda (kegembiraan dan kesedihan)


__ADS_3

Di Kota Chang'an sorak sorai bergema saat perlombaan beladiri di mulai, lautan manusia terlihat memenuhi area perlombaan, tua muda laki laki dan perempuan serta anak kecil hadir disana


Para peserta dari berbagai sekte, kerajaan, bangsawan dan para pendekar pengembara telah hadir, mereka duduk di tempat yg telah disediakan sedangkan khusus untuk para raja dan patriark serta pemimpin dari masing masing peserta yg ikut hadir duduk di sebuah panggung yg berada di dekat panggung tempat para pejabat Kekaisaran


Seperti sebelum sebelumnya keluarga istana Kekaisaran duduk di tempat khusus berupa panggung kecil yg mewah dengan penjagaan yg sangat ketat


Suara para penonton kembali bergemuruh saat wasit pertandingan muncul di tengah arena untuk membuka acara


Banyak diskusi yg terjadi di antara penonton saat wasit mengumumkan nama para peserta,mereka saling memuji dan mengunggulkan jagoannya masing masing


Tak sedikit taruhan yg di pasang oleh penonton untuk mendukung jago nya masing masing dan menambah penghasilan di tempat perjudian


Sementara itu keadaan yg jauh berbeda terjadi di tempat pertempuran di pinggiran hutan, tak ada sorak sorai kegembiraan yg terdengar hanya teriakan dan jerit kesakitan yg terdengar saat Jun Xifang dan Jun Bei membantai sisa pasukan musuh bersama para pemimpin mereka


Jun Yuan dan kelompoknya bergerak ketika dua pemimpin utama musuh muncul untuk membantu bawahannya


Lin Zhi muncul di depan salah satu pemimpin musuh yg bernama Nie Xiu dan langsung menebaskan pedangnya sekuat tenaga


Klaangg,,,, Buusshh,,,,


Nie Xiu yg sudah menyadari hal itu segera mencabut pedangnya dan berhasil menangkis serangan


Bersamaan dengan itu saudara kembarnya yg bernama Nie Lang tak tinggal diam merespon dengan cepat mengayunkan salah satu dari dua pedang yg di genggamnya menyerang balik


Klaangg,,,


Jun Yuan muncul langsung menahan serangan menggunakan pedangnya


Jun Liang dan Weng Wu sesaat kemudian muncul di belakang dua musuh dengan menghunuskan senjatanya masing masing


Nie Xiu bergerak lebih dulu menarik pedangnya lalu merendahkan badannya sambil memutar tubuhnya untuk kemudian mengarahkan pedangnya ke atas kepalanya


Sesaat setelah pergerakan saudaranya Nie Lang menggeser badannya menyamping lalu menggunakan satu diantara dua pedangnya untuk menahan serangan


Klaangg,,, klaangg,,,


Serangan diam diam dari pihak kelompok Jun Yuan berhasil di patahkan


Keduanya lalu meledakan energi dari tubuh mereka menghempaskan empat orang yg menyerangnya


" Para manusia rendahan berani menyerang yg mulia ini,, sungguh tak tau diri,,, " Nie Lang berkata dengan nada menghina


Nie Xiu dengan tatapan merendahkan ikut bicara


" Jangankan hanya berempat, seratus orang seperti kalian tak kan mampu mengalahkan kami jadi jangan bermimpi "


Lin Zhi orang yg pertama bangkit setelah menubruk tanah dengan keras, ia mengeratkan genggaman pada pedangnya mengalirkan tenaga dalam lalu melepaskan jurusnya


TEKHNIK PEDANG ANGIN UTARA


bilah energi berbentuk bulan sabit melesat setelah Lin Zhi menebaskan pedangnya

__ADS_1


SEGEL SEMESTA - PEMECAH RAGA


LANGKAH KILAT


Jun Liang tak tinggal diam ia kembali menyerang dengan kecepatan tinggi


TEKHNIK PEDANG - HEMBUSAN KEGELAPAN


Weng Wu sendiri ikut menyerang bersama Jun Liang


TARIAN PEMECAH OMBAK


Tiga serangan kuat meluncur ke dua arah yg berbeda


Nie Xiu menatap dingin dua serangan yg mengarah padanya lalu mengayunkan pedangnya dengan ringan yg mengeluarkan sinar energi berwarna merah


Blaarrr,,,,


Dua serangan dari Jun Liang dan Weng Wu di hancurkan begitu saja


Sebelumya,Nie Lang tersenyum sinis, mengarahkan pedangnya ke atas di depan dadanya lalu mengibaskannya


Blaarrr,,,


Ledakan terjadi di waktu hampir bersamaan


Sesaat setelah ledakan Jun Yuan muncul dengan pedang terhunus


Nie Lang sedikit terkejut karena tak merasakan serangan susulan namun karena respon nya ia mampu bergerak dengan cepat mengangkat pedang yg sebelumnya di gunakan untuk menyerang


Klaangg,,,,


Craang,,,


Pedang energi yg di tebaskan Jun Yuan lainnya berhasil di tahan tapi Nie Lang tersentak saat merasakan riak energi di atas kepalanya


Dengan cepat Nie Lang menarik kedua pedangnya lalu memutar tubuhnya dengan cepat menebas dua lawannya yg tak sempat merespon


Craashh,,, Craash,,,


dua bayangan Jun Yuan terbelah lalu hancur menyisakan dua kertas segel yg langsung terbakar habis sedangkan pedangnya terlempar jauh ke belakang


Nie Lang kembali mengangkat kedua pedangnya menyilang ke atas


Sesaat kemudian Jun Yuan muncul menebaskan Pedang Gadis Malam dengan kuat


Klaangg,,, Buusshh,,,


Gelombang kejut menyebar bersamaan dengan terhempasnya tubuh Jun Yuan


Lin Zhi terbelalak melihatnya,serangan gabungan barusan adalah salah satu serangan yg mampu membunuh pendekar tingkat Langit dari keduanya namun dapat dengan mudah di patahkan oleh lawannya

__ADS_1


" Aiiihhh,,, orang itu sangat kuat " Lin Zhi menggerutu


Di dua tempat berbeda Jun Liang dan Weng Wu sampai tak percaya melihat serangan cepat dari Tuan Muda nya, jika itu mereka mustahil bisa selamat dari serangan secepat itu, keduanya kini sadar kenapa dua penjaga gerbang klan Jun sangat mempercayai dan menghormati Jun Yuan


Sementara itu Jun Yuan perlahan bangkit, ia menyeka darah yg keluar dari mulutnya, dadanya terasa sakit akibat terkena serangan balik


" Apakah aku harus membantumu sekarang " Suara Shen Ghuang bergema di kepalanya


Jun Yuan menarik nafas dalam


" Terima kasih Senior, tapi,,, kurasa belum saatnya "


" Biarkan dia bertarung dengan kekuatannya lebih dulu, itu akan membantunya berkembang lebih kuat lagi " Kali ini Suara Mei Lin yg terdengar


" Baik,,, " Balas Shen Ghuang singkat


Di tempat lain Jun Xifang dan Jun Bei saat ini tengah di kepung oleh para pemimpin pasukan musuh tapi keduanya tetap terlihat tenang, di sekitarnya puluhan mayat tergeletak dengan tubuh tak utuh lagi


Jun Xifang menghela nafas


" Saudara Bei,, sebenarnya aku kasihan pada mereka karena sekuat apapun mereka berusaha pada akhirnya tetap saja akan mati di tangan kita "


Ucapannya membuat Jun Bei mengerutkan keningnya


" Apa apan ucapan mu itu Xifang,,, cepat habisi mereka semuanya agar bisa segera membantu Tuan Muda "


Jun Xifang kembali menghela nafas, sebenarnya tak ada yg salah dengan ucapannya karena hingga saat ini keduanya bahkan belum beralih dari tempat pertama mereka muncul sedangkan dari pihak musuh saat ini hanya tinggal tersisa kurang dari seperempat dari jumlah awal


" Setelah ini kita harus berterima kasih kepada Nona Muda Mu Qiaoyu karena berkat racun nya kita tak harus mengeluarkan tenaga lebih " Jun Xifang kembali berucap sambil tangannya bergerak ringan menepis serangan dari salah satu tetua Sekte yg mengepung mereka


" Xifang, kau tau saat ini aku malah teringat pada Nyonya besar Xianzi ketika kita bertarung bersamanya terakhir kali " Balas Jun Bei yg terus menggerakan kedua tangannya untuk menangkis atau menahan serangan


Jun Xifang tersenyum pahit


" Jangan samakan Nyonya Besar dengan Nona Muda klan Mu itu, keduanya sungguh berbeda jauh "


" Yahh,,, setidaknya berkatmu kita bisa melaksanakan perintah terakhir darinya " Balas Jun Bei


" Sudahlah,,, cepat selesaikan ini, kita harus membantu Tuan Muda " Jun Xifang berucap sambil mengarahkan tangannya pada salah satu pemimpin musuh yg menyerangnya


TEKHNIK KEGELAPAN - NAFAS KEMATIAN


Dari telapak tangannya keluar asap hitam tipis yg melesat dengan kecepatan tinggi lalu menghantam kepala musuhnya tanpa bisa di hindari


Praakkk,,,,,


Satu kepala kembali hancur terkena serangan


Jun Bei membuat segel tangan lalu menghentakannya ke tanah


SEGEL KEGELAPAN - TANAH KEMATIAN

__ADS_1


Aura hitam menyebar dengan cepat di atas tanah di sekitar mereka membentuk lingkaran hitam dalam radius ratusan meter meningkatkan gravitasi di area itu


" Waktunya sedikit serius " Gumam Jun Bei


__ADS_2