Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Ren Xumei vs Liu Jianheeng


__ADS_3

Di arena pertandingan Jing Min memanggil dua nama peserta untuk pertandingan selanjutnya


" Untuk pertandingan selanjutnya Liu Jianheeng dan Xumei silahkan naik ke atas arena "


Liu Jianheeng dengan sekali hentakkan melompat dan langsung menapak di tengah arena, posturnya cukup bagus untuk seorang pendekar, wajah tegas dan terlihat garang dengan rambut hitam panjang yg di ikat ke belakang dan ikat kepala berwarna merah serta luka sayatan di pipi sebelah kirinya serta pedang besar di punggungnya menambah kesan garangnya


Sementara lawannya berjalan santai menuju arena, Xumei dengan tubuh mungil serta rambut yg di kuncir kuda dan sebuah topeng kucing menyembunyikan wajahnya, berpakaian hitam dengan warna jubah yg sama, tak ada yg istimewa dari penampilannya hanya bentuk topengnya saja yg terlihat lucu di mata beberapa orang


Tak ada gemuruh ataupun sorak sorai seperti sebelumnya dari para penonton karena dua nama tersebut terdengar asing, hanya saja untuk beberapa penonton yg memperhatikan kedua peserta tersebut dari awal,mereka saling berbisik membandingkan keduanya dengan peserta lain


Para patriark dan pemimpin kerajaan serta ketua keluarga klan bangsawan yg dari awal menyaksikan pertandingan tentu mereka tau sepak terjang keduanya selama babak penyisihan,karena selalu memperhatikan dengan cermat setiap peserta yg bertanding untuk mencari generasi muda berbakat untuk kemudian mereka rekrut menjadi bagian dari mereka dengan imbalan sumber daya dan segala sesuatu yg berhubungan dengan dunia beladiri


" Liu Jianheeng,, aku merasa sedikit familiar dengan marga itu tapi aku lupa siapa yg aku kenal dari nama itu " Ucap ketua Bing Zheng


" Hmmph,,, tua bangka pikun, klan Liu adalah salah satu dari sedikit klan yg di hancurkan oleh kelompok organisasi Taring Iblis " Matriark Feng Hua mendengus


" Ah,, benar aku juga mengingatnya sekarang, tapi nama lawannya aku baru mendengarnya " Ucap Patriark sekte Persik Abadi


" Kurasa anak muda yg bernama Xumei itu seorang gadis, meski berpakaian tertutup postur tubuhnya tak jauh berbeda dengan Nyonya Feng Hua " Ucap Zhaoyang Hong patriark sekte Matahari Timur


" Dia memang seorang gadis, aku mencium aroma bunga darinya " Fu Zixin Patriark sekte Bintang Surga menimpali


" Hahahaha,,, entah kenapa aku merasa pernah melihat topeng yg dia pakai " Yong Yuwen patriark sekte Gunung Emas tertawa


" Eh,, bukankah itu sama seperti topeng gadis penari di gedung Bunga Dunia " Wang Xuemin patriark sekte Cahaya Nirwana berkata tanpa sadar


Feng Hua kembali mendengus


" Tuan Wang aku tak menyangka pria bermartabat sepertimu bisa mengetahui tentang Rumah bordil itu "


Wang Xuemin tersentak


" Nyonya Feng bukan begitu, aku mengetahuinya dari Tuan Fu "


" Hah,,Tuan Wang kapan aku mengatakan itu, kenapa kau membawa namaku pada masalahmu " Fu Zixin protes


" Eh,, Tuan Wang jangan melempar batu sembunyi tangan " Balas Wang Xuemin


" Aku yg harusnya mengatakan itu " Fu Zixin kembali protes


Semua yg ada di tempat tersebut tertawa melihatnya


Sementara itu Jun Yuan menyipitkankan matanya


" Mei'er,,,, "


" Eh,, saudara Yuan kau mengenalnya " Tanya Tirta Sagara

__ADS_1


" Mn,, kurasa iya " Jawab Jun Yuan


Kembali ke arena pertandingan


Setelah suara Jing Min jatuh Liu Jianheeng segera mencabut pedang besarnya dan langsung menyerang


SENI PEDANG - PUTARAN MEMBELAH ANGIN


Xumei mencabut pedang pendeknya yg tersembunyi di balik jubahnya, pedang yg sama persis seperti pedang lainnya yg di gunakan Jun Yuan hanya saja ia memegang pedang dengan posisi terbalik, dengan merendahkan tubuhnya ia melakukan tolakan pada kakinya, berbeda dengan orang lain yg selalu meneriakan jurusnya Xumei hanya bergumam pelan


LANGKAH SEMBILAN JALUR


saat akan saling melewati Liu Jianheeng memutar tubuh dan pedangnya menciptakan gelombang pusaran angin yg sangat tajam di sekelilingnya


Xumei merubah arah kaki kirinya ia hentakan untuk melompat lalu mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya membuat perisai energi kemudian turun tepat di tengah pusaran angin, pedangnya yg di aliri tenaga dalam ia tusukan lurus ke bawah


LANGKAH PERTAMA - JALUR ANGIN


Liu Jianheeng merubah gerakannya, pedang besarnya ia arahkan kebawah lalu ia ayunkan ke atas


Xumei tentu tak bodoh untuk beradu tenaga dengan orang yg jelas jelas lebih unggul darinya dalam hal kekuatan fisik, masih dalam keadaan melayang turun ia sedikit memiringkan tubuhnya


Bilah pedang besar milik Liu Jianheeng lewat tipis di tubuh Xumei,tangan yg memegang pedang ia gerakan secepat mungkin


Menyadari bahaya Liu Jianheeng menggeser tubuhnya menyamping bersamaan dengan itu sebelah tangannya mencabut pisau yg terselip di pinggangnya


Suara gesekan besi terdengar memekakan telinga saat kedua senjata menempel


Liu Jianheeng menarik pesang besarnya kemudian dengan gerakan cepat menghantamkan ujung gagang pedang pada lawannya


Xumei menapak dengan posisi setengah berjongkok kemudian berbalik lalu menebaskan pedangnya


LANGKAH KEDUA - JALUR BUMI


Klaangg,,,,


Ujung gagang pedang besar bertabrakan dengan bilah pedang, memanfaatkan tenaga tolakan dari senjata lawan Xumei berputar kembali mengayunkan pedangnya


LANGKAH KETIGA - JALUR API


Setelah beradu senjata Liu Jianheeng mundur satu langkah lalu menggerakan pedang besarnya ke bawah untuk bertahan


SENI PEDANG - TEMBOK PEDANG


Traanggg,,,,


Percikan api tercipta saat dua senjata beradu menyebarkan hawa panas ke sekitarnya

__ADS_1


Liu Jianheeng berhasil menahan serangan tapi genggaman pada pedangnya terasa panas seperti terbakar lalu dengan kecepatan tinggi ia menghujamkan pisau kecil yg di pegang sebelah tangannya ke bawah mengincar kepala lawannya


Dengan respon cepat Xumei menghentakkan kakinya melompat untuk menghindar kemudian bersalah di udara lalu kembali menyerang dengan menebaskan pedangnya beberapa kali


LANGKAH KE EMPAT - JALUR AIR


Empat bilah air tercipta dari jurusnya melesat cepat menyerang lawannya


Liu Jianheeng tersentak melihat serangan lawannya yg sangat cepat, ia tak punya waktu untuk menghindarinya dengan cepat ia menyimpan pisaunya lalu menggenggam pedang dengan kedua tangannya


Memutar pedang besarnya kemudian menusukannya ke arah serangan lawannya melepaskan jurusnya menyerang untuk bertahan


SENI PEDANG - MENUSUK GUNUNG


Blaaarrrr,,,, jreeessshhh,,,,


Suara ledakan pertama selama pertarungan mereka terdengar sekejap lalu menghilang menyisakan kabur asap efek dari ledakan yg teredam oleh jurus Xumei


Xumei menapak lalu melakukan tolakan pada kakinya ia kembali melesat menyerang lawannya


LANGKAH KE LIMA - JALUR PETIR


Pedang yg di genggamnya serta tubuhnya mengeluarkan percikan petir, kecepatannya makin meningkat


Liu Jianheeng membulatkan matanya


" Cepat sekali,,, sial "


Ia memasang kuda kuda bersiap menyambut serangan


Klaangg,, traaang,, triiingg,, seiring,,,


Rentetan benturan senjata terdengar saat keduanya bertemu, pertarungan jarak dekat dengan kecepatan tinggi di pertontonkan keduanya


Semua orang di buat terpana karena tak menyangka kedua peserta akan menyuguhkan pertandingan yg sangat menarik


Begitupun dengan kumpulan para pemimpin, banyak dari mereka yg berdecak kagum dengan penampilan keduanya, mereka makin berhasrat untuk menarik keduanya pada pihak masing masing


Di tempat lain Jun Yuan tercengang melihat jurus yg di pakai oleh gadis yg sudah ia anggap adiknya tersebut


" Mei'er,,, kamu sudah menguasainya dengan sempurna aku bahkan membutuhkan waktu yg lama untuk menguasainya "


Ia kemudian ingat dengan perkataan adiknya tersebut


" Gege,, satu hari nanti gege harus bertarung denganku kalau aku sudah besar dan menguasai jurus itu "


Jun Yuan kemudian mendengus

__ADS_1


" Merepotkan "


__ADS_2