Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Malam yang Panjang


__ADS_3

Pemimpin rombongan mendecih,meski gentar ia tak akan Sudi menyerahkan apa yg menjadi miliknya mati mempertahankannya lebih baik daripada menjadi seorang pecundang,harga dirinya tak mengijinkan untuk menyerah


"cuihhh,,,kalian pikir aku takut hanya karena kalian anggota Kalajengking merah,jangan bermimpi "


Mengingat rekan dan seorang remaja yg bersamanya ia menekan rasa takutnya pada titik dimana berubah menjadi kekuatan


" bagus,,,MATILAH " salah satu anggota Kalajengking merah menerjang di ikuti yg lainnya


" berusahalah lari jika ada kesempatan " si pemimpin berucap pelan


Ia memasang kuda kuda bersiap menyambut serangan,meski kemungkinan untuk menang sangatlah kecil ia akan berusaha untuk mewujudkannya


Jun Yuan mencabut pedangnya,menggenggamnya dengan erat,meski ia tak begitu peduli dengan orang orang yg saat ini bersamanya tetap saja ia harus bertarung untuk menyelamatkan nyawanya terlebih yg akan di hadapinya salah satu kelompok yg tergabung dengan para pemberontak yg di cari Kekaisaran


pertarungan seketika pecah,dua orang menyerangnya sekaligus,ia berkelit menghindar dengan gesit bergerak lincah menghadapi lawannya,sekilas matanya melihat pertarungan lainnya


Pemimpin rombongannya di keroyok tiga orang tapi ia masih bisa mengimbanginya meski sedikit kewalahan tapi tak ada satupun serangan lawan yg berhasil melukainya sejauh ini


Jun Yuan kembali fokus,dengan hanya di terangi api unggun ia masih bisa melihat dengan jelas setiap gerakan lawan


Dengan mengayunkan pedangnya ke atas ia menahan satu serangan lalu memiringkan sedikit tubuhnya dengan cepat menyerang dada lawannya dengan siku nya


Bughh,,ughuk,,,,


Lawannya terbatuk sebelum terhempas


Jun Yuan membungkukkan badannya menghindari satu tebasan yg mengincar lehernya


Slaasshh,,,


Bilah pedang lewat di atas kepalanya,ia memutar tubuhnya melakukan tendangan memutar yg berhasil mengenai punggung lawannya


Baangg,,,,


Satu lagi lawannya terhempas mendarat dengan wajah mencium tanah


Saat akan membantu si pemimpin rombongan tubuhnya memberi sinyal bahaya ia langsung melompat mundur


Clapp,,,clapp,,,


Dua anak panah menancap tepat di tempatnya tadi berdiri


Jun Yuan mendengar suara mendesing dengan cepat ia kembali bergerak


Sruut,,,sruuut,,sruut,,,,


Beberapa anak panah melewatinya


" merepotkan " gumamnya


Ia menatap tajam ke satu arah


" keluar kalian semua sekaligus "


di balik gelapnya hutan beberapa sosok muncul

__ADS_1


Jun Yuan merasakan kekuatan besar terpancar dari salah satunya


Plok,,plok,,plok,,,


Satu sosok berpostur tinggi bertepuk tangan


" menarik,,,ku akui kamu cukup berani bocah sayangnya hanya sampai di sini kamu menghirup udara,,,SERANG "


sesaat Jun Yuan melirik pertarungan yg tak jauh dari tempatnya,si pemimpin rombongan kini telah di bantu rekannya tapi musuhnya juga ikut bertambah keadaanya tak jauh berbeda dari pertarungan awal di sisi lain pertarungannya semakin lebih berat


Jun Yuan meningkatkan kewaspadaannya kali ini ia harus menghadapi tujuh orang sekaligus


Pedangnya berkilat saat ia menggerakanya dua serangan berhasil ia tangkis lalu menghentakkan kakinya menghindari serangan lain dengan melompat,sesaat setelah mendarat serangan kembali datang


Ia memutar tubuhnya,dengan menggunakan gagang pedangnya ia menghantam pergelangan satu orang yg menyerangnya


Klang,,arrghh,,,


Pedang lawannya terlepas membuatnya lengah Jun Yuan tak menyiakannya dengan cepat menebas leher lawannya


Crasshh,,,


Satu kepala terjatuh sementara tubuhnya bergetar tak karuan sebelum ambruk


Melihat satu temannya mati enam orang lainnya menggeram marah


" KURANG AJAR "


" MATI,,,"


Suara rentetan dentingan terdengar saat senjata mereka beradu percikan api tercipta dari tiap senjata yg bertemu


Jun Yuan di paksa dalam posisi bertahan,serangan lawannya meski brutal tapi teratur membuatnya sedikit kewalahan


Dalam satu kesempatan ia berhasil melompat mundur,dari pertarungan tadi ia berhasil mengetahui pola serangan lawannya


Genggaman pada pedangnya ia eratkan tak menunggu lawan menyerangnya setelah mengambil nafas ia bergerak menyerang lebih dulu


mengincar dua orang terlemah ia menghindari serangan yg lainnya bergerak memutar ia berhasil mengecoh lawannya lalu mempercepat gerakannya saat sudah berada dalam jangkauan serangannya ia menebaskan pedangnya dari samping


orang yg ia incar terkejut spontan mengangkat pedangnya berniat menangkis tapi sial baginya gerakan Jun Yuan lebih cepat darinya


Crasshhh,,,


Satu kepala menggelinding,yg lainnya tersentak tak menyangka akan kehilangan satu lagi anggota kelompoknya


Memanfaatkan keterkejutan lawannya Jun Yuan kembali menambah kecepatannya dalam sekejap ia tiba di samping salah satu lawannya


Sraakkk,,,,ackhh,,,


tebasan menyilang mendarat di dada lawannya,tubuhnya menggelepar sebelum akhirnya berhenti bergerak untuk selamanya


" BAJINGAN,,,AKU AKAN MEMBUNUHMU "


Satu orang berteriak sambil menghunuskan pedangnya setelah tersadar dari rasa terkejutnya

__ADS_1


Jun Yuan bergerak mundur mencoba mengambil jarak otaknya mengatur rencana dengan cepat


Serangan demi serangan di hindarinya sambil sesekali menyerang balik mencoba memisahkan lawannya memfokuskan serangannya pada satu target


Saat hendak menyerang targetnya satu serangan tiba tiba datang menyasar kepalanya ia melihat celah menundukkan tubuhnya tangannya mencabut sebuah pisau yg terselip di pinggangnya


Sreeeettt,,,,


Ia melewati musuh yg menyerangnya yg tumbang dengan usus terburai,dengan tak mengurangi kecepatannya ia menusuk lurus kedepan mengincar jantung targetnya


seperti yg lainnya yg kalah dalam kecepatan,targetnya tak mampu bereaksi dengan cepat


Jleb,,,,ughhh,,,


Dadanya tertusuk menembus jantungnya


Dua orang yg tersisa meraung marah,menggunakan seluruh kekuatannya menyerang dengan membabi buta


Jun Yuan tersenyum di balik topengnya mengetahui lawannya telah kehilangan fokus keduanya pasti menyerang hanya menggunakan nafsunya tak menggunakan akal sehatnya yg sudah pasti membuatnya lebih mudah untuk menghabisi keduanya


Meski serangan kedua lawannya lebih kuat dari sebelumnya tapi Jun Yuan mampu menghindarinya dengan mudah,ia terus menghindar menunggu kesempatan untuk menghabisi keduanya sekaligus


Hingga pada satu waktu kesempatan itu datang,saat salah satu lawannya melompat untuk menyerang ia melemparkan pisaunya


Lawannya terkejut dengan itu spontan ia mengubah gerakannya menangkis dengan pedangnya


Naas baginya setelah berhasil menangkis pisau Jun Yuan tiba tiba muncul di depannya dengan menebaskan pedangnya miring


Craasshhh,,,,


Tubuhnya terpotong dari leher sampai bahu sebelah kanan


Brukk,,,brukk,,,


Dua potong tubuh jatuh ke tanah


Satu orang yg tersisa berubah pucat tubuhnya lemas seketika,ia melirik ke arah pemimpinnya yg menatap tajam balik padanya membuatnya menelan ludah


dia terpaksa menyerang karena bagaimanapun akhirnya akan tetap sama,mati di tangan lawannya atau di habisi oleh pemimpinnya


Jun Yuan tak mengalami kesulitan saat menghadapinya karena itu hanyalah serangan putus asa tak butuh waktu lama baginya untuk memisahkan kepala dari tubuh lawannya


" dasar sampah tak berguna " ucap pemimpin kelompok Kalajengking merah dingin


Jun Yuan mengibaskan pedangnya untuk membersihkan noda darah yg menempel


Sringgg,,,


Pemimpin kelompok Kalajengking Merah menarik pedang dari sarungnya


" aku akui kamu kuat bocah,tapi tak cukup kuat untuk bisa membunuhku jadi salahkan ibumu karena melahirkan orang lemah sepertimu "


Mata biru Jun Yuan berkilat amarahnya meledak seketika,hanya satu kata yg ada dalam kepalanya


" MATI "

__ADS_1


__ADS_2