
Pemimpin rombongan mendecih,meski gentar ia tak akan Sudi menyerahkan apa yg menjadi miliknya mati mempertahankannya lebih baik daripada menjadi seorang pecundang,harga dirinya tak mengijinkan untuk menyerah
"cuihhh,,,kalian pikir aku takut hanya karena kalian anggota Kalajengking merah,jangan bermimpi "
Mengingat rekan dan seorang remaja yg bersamanya ia menekan rasa takutnya pada titik dimana berubah menjadi kekuatan
" bagus,,,MATILAH " salah satu anggota Kalajengking merah menerjang di ikuti yg lainnya
" berusahalah lari jika ada kesempatan " si pemimpin berucap pelan
Ia memasang kuda kuda bersiap menyambut serangan,meski kemungkinan untuk menang sangatlah kecil ia akan berusaha untuk mewujudkannya
Jun Yuan mencabut pedangnya,menggenggamnya dengan erat,meski ia tak begitu peduli dengan orang orang yg saat ini bersamanya tetap saja ia harus bertarung untuk menyelamatkan nyawanya terlebih yg akan di hadapinya salah satu kelompok yg tergabung dengan para pemberontak yg di cari Kekaisaran
pertarungan seketika pecah,dua orang menyerangnya sekaligus,ia berkelit menghindar dengan gesit bergerak lincah menghadapi lawannya,sekilas matanya melihat pertarungan lainnya
Pemimpin rombongannya di keroyok tiga orang tapi ia masih bisa mengimbanginya meski sedikit kewalahan tapi tak ada satupun serangan lawan yg berhasil melukainya sejauh ini
Jun Yuan kembali fokus,dengan hanya di terangi api unggun ia masih bisa melihat dengan jelas setiap gerakan lawan
Dengan mengayunkan pedangnya ke atas ia menahan satu serangan lalu memiringkan sedikit tubuhnya dengan cepat menyerang dada lawannya dengan siku nya
Bughh,,ughuk,,,,
Lawannya terbatuk sebelum terhempas
Jun Yuan membungkukkan badannya menghindari satu tebasan yg mengincar lehernya
Slaasshh,,,
Bilah pedang lewat di atas kepalanya,ia memutar tubuhnya melakukan tendangan memutar yg berhasil mengenai punggung lawannya
Baangg,,,,
Satu lagi lawannya terhempas mendarat dengan wajah mencium tanah
Saat akan membantu si pemimpin rombongan tubuhnya memberi sinyal bahaya ia langsung melompat mundur
Clapp,,,clapp,,,
Dua anak panah menancap tepat di tempatnya tadi berdiri
Jun Yuan mendengar suara mendesing dengan cepat ia kembali bergerak
Sruut,,,sruuut,,sruut,,,,
Beberapa anak panah melewatinya
" merepotkan " gumamnya
Ia menatap tajam ke satu arah
" keluar kalian semua sekaligus "
di balik gelapnya hutan beberapa sosok muncul
__ADS_1
Jun Yuan merasakan kekuatan besar terpancar dari salah satunya
Plok,,plok,,plok,,,
Satu sosok berpostur tinggi bertepuk tangan
" menarik,,,ku akui kamu cukup berani bocah sayangnya hanya sampai di sini kamu menghirup udara,,,SERANG "
sesaat Jun Yuan melirik pertarungan yg tak jauh dari tempatnya,si pemimpin rombongan kini telah di bantu rekannya tapi musuhnya juga ikut bertambah keadaanya tak jauh berbeda dari pertarungan awal di sisi lain pertarungannya semakin lebih berat
Jun Yuan meningkatkan kewaspadaannya kali ini ia harus menghadapi tujuh orang sekaligus
Pedangnya berkilat saat ia menggerakanya dua serangan berhasil ia tangkis lalu menghentakkan kakinya menghindari serangan lain dengan melompat,sesaat setelah mendarat serangan kembali datang
Ia memutar tubuhnya,dengan menggunakan gagang pedangnya ia menghantam pergelangan satu orang yg menyerangnya
Klang,,arrghh,,,
Pedang lawannya terlepas membuatnya lengah Jun Yuan tak menyiakannya dengan cepat menebas leher lawannya
Crasshh,,,
Satu kepala terjatuh sementara tubuhnya bergetar tak karuan sebelum ambruk
Melihat satu temannya mati enam orang lainnya menggeram marah
" KURANG AJAR "
" MATI,,,"
Suara rentetan dentingan terdengar saat senjata mereka beradu percikan api tercipta dari tiap senjata yg bertemu
Jun Yuan di paksa dalam posisi bertahan,serangan lawannya meski brutal tapi teratur membuatnya sedikit kewalahan
Dalam satu kesempatan ia berhasil melompat mundur,dari pertarungan tadi ia berhasil mengetahui pola serangan lawannya
Genggaman pada pedangnya ia eratkan tak menunggu lawan menyerangnya setelah mengambil nafas ia bergerak menyerang lebih dulu
mengincar dua orang terlemah ia menghindari serangan yg lainnya bergerak memutar ia berhasil mengecoh lawannya lalu mempercepat gerakannya saat sudah berada dalam jangkauan serangannya ia menebaskan pedangnya dari samping
orang yg ia incar terkejut spontan mengangkat pedangnya berniat menangkis tapi sial baginya gerakan Jun Yuan lebih cepat darinya
Crasshhh,,,
Satu kepala menggelinding,yg lainnya tersentak tak menyangka akan kehilangan satu lagi anggota kelompoknya
Memanfaatkan keterkejutan lawannya Jun Yuan kembali menambah kecepatannya dalam sekejap ia tiba di samping salah satu lawannya
Sraakkk,,,,ackhh,,,
tebasan menyilang mendarat di dada lawannya,tubuhnya menggelepar sebelum akhirnya berhenti bergerak untuk selamanya
" BAJINGAN,,,AKU AKAN MEMBUNUHMU "
Satu orang berteriak sambil menghunuskan pedangnya setelah tersadar dari rasa terkejutnya
__ADS_1
Jun Yuan bergerak mundur mencoba mengambil jarak otaknya mengatur rencana dengan cepat
Serangan demi serangan di hindarinya sambil sesekali menyerang balik mencoba memisahkan lawannya memfokuskan serangannya pada satu target
Saat hendak menyerang targetnya satu serangan tiba tiba datang menyasar kepalanya ia melihat celah menundukkan tubuhnya tangannya mencabut sebuah pisau yg terselip di pinggangnya
Sreeeettt,,,,
Ia melewati musuh yg menyerangnya yg tumbang dengan usus terburai,dengan tak mengurangi kecepatannya ia menusuk lurus kedepan mengincar jantung targetnya
seperti yg lainnya yg kalah dalam kecepatan,targetnya tak mampu bereaksi dengan cepat
Jleb,,,,ughhh,,,
Dadanya tertusuk menembus jantungnya
Dua orang yg tersisa meraung marah,menggunakan seluruh kekuatannya menyerang dengan membabi buta
Jun Yuan tersenyum di balik topengnya mengetahui lawannya telah kehilangan fokus keduanya pasti menyerang hanya menggunakan nafsunya tak menggunakan akal sehatnya yg sudah pasti membuatnya lebih mudah untuk menghabisi keduanya
Meski serangan kedua lawannya lebih kuat dari sebelumnya tapi Jun Yuan mampu menghindarinya dengan mudah,ia terus menghindar menunggu kesempatan untuk menghabisi keduanya sekaligus
Hingga pada satu waktu kesempatan itu datang,saat salah satu lawannya melompat untuk menyerang ia melemparkan pisaunya
Lawannya terkejut dengan itu spontan ia mengubah gerakannya menangkis dengan pedangnya
Naas baginya setelah berhasil menangkis pisau Jun Yuan tiba tiba muncul di depannya dengan menebaskan pedangnya miring
Craasshhh,,,,
Tubuhnya terpotong dari leher sampai bahu sebelah kanan
Brukk,,,brukk,,,
Dua potong tubuh jatuh ke tanah
Satu orang yg tersisa berubah pucat tubuhnya lemas seketika,ia melirik ke arah pemimpinnya yg menatap tajam balik padanya membuatnya menelan ludah
dia terpaksa menyerang karena bagaimanapun akhirnya akan tetap sama,mati di tangan lawannya atau di habisi oleh pemimpinnya
Jun Yuan tak mengalami kesulitan saat menghadapinya karena itu hanyalah serangan putus asa tak butuh waktu lama baginya untuk memisahkan kepala dari tubuh lawannya
" dasar sampah tak berguna " ucap pemimpin kelompok Kalajengking merah dingin
Jun Yuan mengibaskan pedangnya untuk membersihkan noda darah yg menempel
Sringgg,,,
Pemimpin kelompok Kalajengking Merah menarik pedang dari sarungnya
" aku akui kamu kuat bocah,tapi tak cukup kuat untuk bisa membunuhku jadi salahkan ibumu karena melahirkan orang lemah sepertimu "
Mata biru Jun Yuan berkilat amarahnya meledak seketika,hanya satu kata yg ada dalam kepalanya
" MATI "
__ADS_1