Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Penolong Misterius


__ADS_3

Zhou Mao dan Zhou Jian menatap ke arah ledakan dengan kening mengkerut


" Apakah dia mati " Tanya Zhou Mao


Zhou Jian mengalihkan pandangannya saat merasakan energi samar yg lumayan jauh, matanya menyipit lalu menggelengkan kepalanya


" Tidak,, dia masih hidup "


Di tempat lain Jun Yuan muncul langsung jatuh berlutut, wajahnya pucat nafasnya tak beraturan, darah segar keluar dari balik topengnya


" Tadi itu,,, hampir saja " Gumamnya


Perlahan ia bangkit mengusap darah menggunakan punggung tangannya, ia sadar di lihat dari segi manapun dirinya kalah dalam segala hal, meskipun menggunakan salah satu pusaka dunia tetap saja tingkat kekuatannya terbatas


Tapi apakah dia akan menyerah begitu saja, tentu saja tidak karena dari awal dirinya telah memutuskan untuk bertarung menggunakan seluruh kemampuannya


Jun Yuan melakukan segel tangan lalu menempelkan telapak tangan pada dadanya


SEGEL SEMESTA - BUKA


salah satu bagian tubuhnya sesaat bersinar,mata biru nya berubah hitam dengan pupil berwarna merah tanah bergetar saat energi gelap berkumpul di sekitarnya, Pedang Gadis Malam seketika mengeluarkan Aura kematian yg pekat


Zhou Mao dan Zhou Jian tersentak


" apa itu,,, "


" Rupanya dia benar benar pengguna elemen kegelapan "


" Saudara kita harus berhati hati "


" Hmmph,, dengan kita berdua dia tak punya kesempatan sama sekali " Zhou Jian berucap penuh percaya diri


Kembali pada Jun Yuan


" Senior,,, mohon bantuannya " Gumam Jun Yuan


Jun Yuan menghilang dalam sekejap lalu muncul di hadapan Zhou Mao dengan menebaskan pedangnya


AMARAH GADIS PEMIKAT


Klaangg,,,, buusshh


energi gelap menyebar saat serangan Jun Yuan berhasil di tahan Zhou Mao menggunaoan tongkatnya


Zhou Jian tak tinggal diam menghunuskan pedangnya membantu rekannya


Jun Yuan menarik pedangnya untuk menahan serangan bersamaan dengan itu ia menendang menggunakan kaki kanannya


Klaangg,,, baangg,,,


Dua serangan berhasil di tahan masing masing, Jun Yuan menarik pedangnya menggeser tubuhnya sedikit ke samping saat Pedang Zhou Jian mengincar dadanya


Slaasshhh,,,


Satu tebasan lewat di depannya lalu dengan cepat mengayunkan pedangnya menangkis sebuah tusukan yg datang dari arah depan


Klaangg,,, sriiingggg


Suara mendecit dari gesekan besi terdengar memekakkan telinga saat Jun Yuan menarik kembali pedangnya lalu melangkah mundur sambil melepaskan jurusnya saat dua musuhnya mengeluarkan jurusnya bersamaan


TOMBAK SURGA MENEMBUS LANGIT


PEDANG API GERAKAN KEMATIAN

__ADS_1


TARIAN PEDANG BERARAK


percikan energi menyebar ke segala arah menghancurkan apapun yg di lewatinya, suara senjata beradu terdengar semakin intens saat gerakan ketiganya semakin cepat Jun Yuan di paksa dalam posisi bertahan tanpa bisa menyerang balik


Lama kelamaan Jun Yuan kewalahan menghadapi serangan cepat dari lawannya, beberapa sayatan mulai terlihat di tubuhnya, sadar tak bisa bertahan lebih lama Jun Yuan merubah gerakannya melepaskan jurus lainnya


PEDANG TANPA ARAH


Zhou Jian dan Zhou Mao sedikit terkejut dengan perubahan gerakan lawannya, keduanya merasakan energi besar terpancar dari tubuh Jun Yuan


Meski begitu keduanya tak sedikitpun mengurangi kecepatannya tapi menambah kekuatan pada serangannya


TOMBAK NERAKA PEMUSNAH


PEDANG API PEMBUNUH IBLIS


Jun Yuan kembali di tekan setelah sebelumnya bisa mengimbangi gerakan lawannya, pergerakan ketiganya semakin liar, Jun Yuan terus di pukul mundur


" Aku akui kau cukup tangguh dengan tingkatanmu, tapi sepertinya harus berakhir di sini " Zhou Jian berkata ketika mendapatkan momentumnya


PEDANG API MEMBELAH BUMI


Blaarrrr,,,,


Jun Yuan terhempas meski telah bertahan menggunakan pedangnya, dengan banyaknya luka yg ia terima meski regenerasi nya sangat cepat tetap saja kekuatannya banyak terkuras membuatnya hampir kehilangan kesadaran


Zhou Jian dan Zhou Mao segera memburunya


TOMBAK DEWA PEMBUNUH


PEDANG DEWA API PEMUSNAH


Saat keduanya melesat tiba tiba langit bergemuruh awan hitam berkumpul di atas area pertempuran cuaca seketika berubah mendung saat sebuah aura mencekam yg menyesakan menyebar dan menekan siapapun yg berada di areanya


Jun Yuan jatuh menabrak tanah dengan keras membuat retakan di sekitarnya, untuk beberapa saat ia tak bisa merasakan seluruh tubuhnya,kepalanya seperti terasa akan meledak efek dari kekuatan kegelapan yg membebani tubuhnya sedangkan Pedang Gadis Malam terlepas dari genggamannya dan menancap tak jauh darinya


Sementara itu gerakan Zhou Jian dan Zhou Mao sedikit melambat akibat tekanan yg mereka terima, keduanya harus menggunakan kekuatan lebih untuk menahan efek tekanan yg menyesakan dadanya


Tak jauh di depan Zhou Jian muncul asap putih yg dengan cepat membentuk satu sosok berpakaian putih, sosok tersebut mengarahkan tangannya ke depan lalu tiba tiba energi dingin keluar membentuk sebilah pedang berwarna putih yg di selimuti aura hijau, saat sosok tersebut menghentakkan tangannya pedang itu melesat ke arah Zhou Jian


Zhou Jian mengerahkan banyak kekuatan pada pedangnya sambil berteriak biasanya mengayunkan pedangnya


" Jangan menghalangi jalanku "


Klaangg,, buusshhh


Ledakan teredam tercipta saat kedua senjata bertemu menyebarkan energi dingin ke sekitarnya


Zhou Jian langsung menerima efek jurus lawan,pedangnya seketika di selimuti es lalu energi dingin perlahan merayap merasuki tubuhnya


" Sial,, "


Dengan cepat dirinya mengalirkan energi api ke seluruh tubuhnya untuk menetralisir


Di tempat lain Jun Yuan membuka matanya kemudian menggerakan tangan memegang kepalanya mengeluarkan sisa kekuatannya untuk meredam rasa sakit yg di deritanya


Tapi Mei Lin tiba tiba berteriak


" Ini,, hentikan,,sialan,,aku tak mau tertidur lagi "


Pedang Gadis Malam Bergetar Aura kematian keluar semakin pekat lalu tiba tiba melesat


Bersamaan dengan itu sebuah kilatan muncul di antara awan hitam yg bergemuruh lalu sebuah petir berwarna hitam melesat ke bawah

__ADS_1


Zhou Mao tertegun sejenak menyaksikan kejadian tersebut lalu meraung marah saat melihat sebuah pedang melesat cepat mengarah padanya


" Kurang ajar,,,HANCURLAH "


Zhou Mao mengayunkan tombak menusukkannya sekuat tenaga


Blaarrr,,,,


Ledakan besar tercipta saat kedua senjata bertemu


Zhou Mao terhempas jauh ke belakang,tepat saat ia mendarat petir besar melesat ke arahnya


Zhou Mao membelalakan matanya ia tak sempat menggerakan tubuhnya akibat tekanan dari petir yg mengincarnya


Blaammm,,,,


Ledakan yg sangat besar terjadi menghancurkan tubuhnya berkeping keping


Melihat itu Zhou Jian meradang ia berteriak marah dan mengamuk sejadi jadinya


Kekuatan besar meledak dari dalam dirinya seketika tubuhnya di selimuti api yg berkobar


" Kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian "


DEWA API PEMBUNUH


Zhou Jian melesat meninggalkan asap tipis di tempatnya semula


Sosok berpakaian putih mendengus tanpa beranjak dari tempatnya ia mengayunkan sebelah tangannya


Pedangnya yg sebelumnya terlempar kali melesat mengarah pada lawannya


Kemudian ia menggerakan tangan lainnya mengarahkan jari telunjuknya ke arah lawannya, dari ujung jarinya keluar energi dingin bercampur Aura hijau lalu melesat membuat garis lurus


Buussshhhh


Saat energi tersebut menabrak pedang Zhou Jian itu langsung memadamkan api yg menyelimutinya


" APA,,, tidak mungkin "


Sesaat kemudian Zhou Jian merasakan dingin di dadanya, saat melihat ke bawah sebuah pedang telah menembus dadanya dan memanggang jantungnya


" Si-sialan,,, uhukh"


Zhou Jian terbatuk darah, perlahan tubuhnya membeku menjadikannya patung es lalu sedetik kemudian hancur menjadi serpihan es dan menghilang sepenuhnya


Tap,,,,


Sosok lainnya berpakaian serba hitam menapak di samping soaok berpakaian putih


" Uhukh,, "


Sosok tersebut terbatuk darah


Sosok putih dengan cepat mengalirkan hawa murninya untuk membantu


Setelah di rasa cukup ia menghentikannya kemudian menatap Jun Yuan yg masih terbaring tak berdaya


Sosok berpakaian putih tanpa berkata kemudian melemparkan sebuah bungkusan pada Jun Yuan yg di ikuti sosok berpakaian hitam mengarahkan tangannya ke arah Jun Yuan


Sesaat kemudian kubah pelindung berwarna emas tercipta dengan Jun Yuan berada di dalamnya


Setelah itu kedua sosok tersebut saling berpandangan lalu mengangguk, untuk terakhir kalinya sosok berpakaian putih menatap Jun Yuan lalu kemudian keduanya menghilang dari sana setelah Jun Yuan mengucapkan

__ADS_1


" Terima kasih,,, "


__ADS_2