
Zhou Mao dan Zhou Jian menatap ke arah ledakan dengan kening mengkerut
" Apakah dia mati " Tanya Zhou Mao
Zhou Jian mengalihkan pandangannya saat merasakan energi samar yg lumayan jauh, matanya menyipit lalu menggelengkan kepalanya
" Tidak,, dia masih hidup "
Di tempat lain Jun Yuan muncul langsung jatuh berlutut, wajahnya pucat nafasnya tak beraturan, darah segar keluar dari balik topengnya
" Tadi itu,,, hampir saja " Gumamnya
Perlahan ia bangkit mengusap darah menggunakan punggung tangannya, ia sadar di lihat dari segi manapun dirinya kalah dalam segala hal, meskipun menggunakan salah satu pusaka dunia tetap saja tingkat kekuatannya terbatas
Tapi apakah dia akan menyerah begitu saja, tentu saja tidak karena dari awal dirinya telah memutuskan untuk bertarung menggunakan seluruh kemampuannya
Jun Yuan melakukan segel tangan lalu menempelkan telapak tangan pada dadanya
SEGEL SEMESTA - BUKA
salah satu bagian tubuhnya sesaat bersinar,mata biru nya berubah hitam dengan pupil berwarna merah tanah bergetar saat energi gelap berkumpul di sekitarnya, Pedang Gadis Malam seketika mengeluarkan Aura kematian yg pekat
Zhou Mao dan Zhou Jian tersentak
" apa itu,,, "
" Rupanya dia benar benar pengguna elemen kegelapan "
" Saudara kita harus berhati hati "
" Hmmph,, dengan kita berdua dia tak punya kesempatan sama sekali " Zhou Jian berucap penuh percaya diri
Kembali pada Jun Yuan
" Senior,,, mohon bantuannya " Gumam Jun Yuan
Jun Yuan menghilang dalam sekejap lalu muncul di hadapan Zhou Mao dengan menebaskan pedangnya
AMARAH GADIS PEMIKAT
Klaangg,,,, buusshh
energi gelap menyebar saat serangan Jun Yuan berhasil di tahan Zhou Mao menggunaoan tongkatnya
Zhou Jian tak tinggal diam menghunuskan pedangnya membantu rekannya
Jun Yuan menarik pedangnya untuk menahan serangan bersamaan dengan itu ia menendang menggunakan kaki kanannya
Klaangg,,, baangg,,,
Dua serangan berhasil di tahan masing masing, Jun Yuan menarik pedangnya menggeser tubuhnya sedikit ke samping saat Pedang Zhou Jian mengincar dadanya
Slaasshhh,,,
Satu tebasan lewat di depannya lalu dengan cepat mengayunkan pedangnya menangkis sebuah tusukan yg datang dari arah depan
Klaangg,,, sriiingggg
Suara mendecit dari gesekan besi terdengar memekakkan telinga saat Jun Yuan menarik kembali pedangnya lalu melangkah mundur sambil melepaskan jurusnya saat dua musuhnya mengeluarkan jurusnya bersamaan
TOMBAK SURGA MENEMBUS LANGIT
PEDANG API GERAKAN KEMATIAN
__ADS_1
TARIAN PEDANG BERARAK
percikan energi menyebar ke segala arah menghancurkan apapun yg di lewatinya, suara senjata beradu terdengar semakin intens saat gerakan ketiganya semakin cepat Jun Yuan di paksa dalam posisi bertahan tanpa bisa menyerang balik
Lama kelamaan Jun Yuan kewalahan menghadapi serangan cepat dari lawannya, beberapa sayatan mulai terlihat di tubuhnya, sadar tak bisa bertahan lebih lama Jun Yuan merubah gerakannya melepaskan jurus lainnya
PEDANG TANPA ARAH
Zhou Jian dan Zhou Mao sedikit terkejut dengan perubahan gerakan lawannya, keduanya merasakan energi besar terpancar dari tubuh Jun Yuan
Meski begitu keduanya tak sedikitpun mengurangi kecepatannya tapi menambah kekuatan pada serangannya
TOMBAK NERAKA PEMUSNAH
PEDANG API PEMBUNUH IBLIS
Jun Yuan kembali di tekan setelah sebelumnya bisa mengimbangi gerakan lawannya, pergerakan ketiganya semakin liar, Jun Yuan terus di pukul mundur
" Aku akui kau cukup tangguh dengan tingkatanmu, tapi sepertinya harus berakhir di sini " Zhou Jian berkata ketika mendapatkan momentumnya
PEDANG API MEMBELAH BUMI
Blaarrrr,,,,
Jun Yuan terhempas meski telah bertahan menggunakan pedangnya, dengan banyaknya luka yg ia terima meski regenerasi nya sangat cepat tetap saja kekuatannya banyak terkuras membuatnya hampir kehilangan kesadaran
Zhou Jian dan Zhou Mao segera memburunya
TOMBAK DEWA PEMBUNUH
PEDANG DEWA API PEMUSNAH
Saat keduanya melesat tiba tiba langit bergemuruh awan hitam berkumpul di atas area pertempuran cuaca seketika berubah mendung saat sebuah aura mencekam yg menyesakan menyebar dan menekan siapapun yg berada di areanya
Jun Yuan jatuh menabrak tanah dengan keras membuat retakan di sekitarnya, untuk beberapa saat ia tak bisa merasakan seluruh tubuhnya,kepalanya seperti terasa akan meledak efek dari kekuatan kegelapan yg membebani tubuhnya sedangkan Pedang Gadis Malam terlepas dari genggamannya dan menancap tak jauh darinya
Sementara itu gerakan Zhou Jian dan Zhou Mao sedikit melambat akibat tekanan yg mereka terima, keduanya harus menggunakan kekuatan lebih untuk menahan efek tekanan yg menyesakan dadanya
Tak jauh di depan Zhou Jian muncul asap putih yg dengan cepat membentuk satu sosok berpakaian putih, sosok tersebut mengarahkan tangannya ke depan lalu tiba tiba energi dingin keluar membentuk sebilah pedang berwarna putih yg di selimuti aura hijau, saat sosok tersebut menghentakkan tangannya pedang itu melesat ke arah Zhou Jian
Zhou Jian mengerahkan banyak kekuatan pada pedangnya sambil berteriak biasanya mengayunkan pedangnya
" Jangan menghalangi jalanku "
Klaangg,, buusshhh
Ledakan teredam tercipta saat kedua senjata bertemu menyebarkan energi dingin ke sekitarnya
Zhou Jian langsung menerima efek jurus lawan,pedangnya seketika di selimuti es lalu energi dingin perlahan merayap merasuki tubuhnya
" Sial,, "
Dengan cepat dirinya mengalirkan energi api ke seluruh tubuhnya untuk menetralisir
Di tempat lain Jun Yuan membuka matanya kemudian menggerakan tangan memegang kepalanya mengeluarkan sisa kekuatannya untuk meredam rasa sakit yg di deritanya
Tapi Mei Lin tiba tiba berteriak
" Ini,, hentikan,,sialan,,aku tak mau tertidur lagi "
Pedang Gadis Malam Bergetar Aura kematian keluar semakin pekat lalu tiba tiba melesat
Bersamaan dengan itu sebuah kilatan muncul di antara awan hitam yg bergemuruh lalu sebuah petir berwarna hitam melesat ke bawah
__ADS_1
Zhou Mao tertegun sejenak menyaksikan kejadian tersebut lalu meraung marah saat melihat sebuah pedang melesat cepat mengarah padanya
" Kurang ajar,,,HANCURLAH "
Zhou Mao mengayunkan tombak menusukkannya sekuat tenaga
Blaarrr,,,,
Ledakan besar tercipta saat kedua senjata bertemu
Zhou Mao terhempas jauh ke belakang,tepat saat ia mendarat petir besar melesat ke arahnya
Zhou Mao membelalakan matanya ia tak sempat menggerakan tubuhnya akibat tekanan dari petir yg mengincarnya
Blaammm,,,,
Ledakan yg sangat besar terjadi menghancurkan tubuhnya berkeping keping
Melihat itu Zhou Jian meradang ia berteriak marah dan mengamuk sejadi jadinya
Kekuatan besar meledak dari dalam dirinya seketika tubuhnya di selimuti api yg berkobar
" Kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian "
DEWA API PEMBUNUH
Zhou Jian melesat meninggalkan asap tipis di tempatnya semula
Sosok berpakaian putih mendengus tanpa beranjak dari tempatnya ia mengayunkan sebelah tangannya
Pedangnya yg sebelumnya terlempar kali melesat mengarah pada lawannya
Kemudian ia menggerakan tangan lainnya mengarahkan jari telunjuknya ke arah lawannya, dari ujung jarinya keluar energi dingin bercampur Aura hijau lalu melesat membuat garis lurus
Buussshhhh
Saat energi tersebut menabrak pedang Zhou Jian itu langsung memadamkan api yg menyelimutinya
" APA,,, tidak mungkin "
Sesaat kemudian Zhou Jian merasakan dingin di dadanya, saat melihat ke bawah sebuah pedang telah menembus dadanya dan memanggang jantungnya
" Si-sialan,,, uhukh"
Zhou Jian terbatuk darah, perlahan tubuhnya membeku menjadikannya patung es lalu sedetik kemudian hancur menjadi serpihan es dan menghilang sepenuhnya
Tap,,,,
Sosok lainnya berpakaian serba hitam menapak di samping soaok berpakaian putih
" Uhukh,, "
Sosok tersebut terbatuk darah
Sosok putih dengan cepat mengalirkan hawa murninya untuk membantu
Setelah di rasa cukup ia menghentikannya kemudian menatap Jun Yuan yg masih terbaring tak berdaya
Sosok berpakaian putih tanpa berkata kemudian melemparkan sebuah bungkusan pada Jun Yuan yg di ikuti sosok berpakaian hitam mengarahkan tangannya ke arah Jun Yuan
Sesaat kemudian kubah pelindung berwarna emas tercipta dengan Jun Yuan berada di dalamnya
Setelah itu kedua sosok tersebut saling berpandangan lalu mengangguk, untuk terakhir kalinya sosok berpakaian putih menatap Jun Yuan lalu kemudian keduanya menghilang dari sana setelah Jun Yuan mengucapkan
__ADS_1
" Terima kasih,,, "