Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Pertemuan


__ADS_3

Masih di kota Guojie


Melihat pertempuran yg sebentar lagi akan berakhir Jun Yuan menghampiri Panglima Kekaisaran Han yg telah menghabisi musuh terakhir yg dia hadapi


Sementara Pasukan Kekaisaran Qin mengetahui pemimpin mereka telah tewas tak punya lagi semangat untuk bertempur, seperti anak ayam yg kehilangan induknya mereka tercerai berai karena tak ada yg mengarahkan atau memberi instruksi akibatnya mereka dengan mudah bisa di kalahkan


" Tuan,,, " Jun Yuan ingin memanggil nama panglima tersebut tapi sadar dia belum mengetahuinya jadi ucapannya menggantung


" Ah Tuan Pendekar,, saya Li Yin Shi salah satu Penglima muda kekaisaran selaku pemimpin Pasukan mengucapkan Terima kasih sebesar besarnya " Ucap Li Yin Shi sambil membungkuk memberi hormat


" Mn,,," Jun Yuan mengangguk kemudian melanjutkan


" Tuan Li bisakah saya minta tolong "


" Tentu,, tentu bisa,,Tuan Pendekar apa yg bisa saya bantu " Balas Li Yin Shi senang


" Tolong tunjukan di mana toko pakaian,saya perlu membeli beberapa " Ucap Jun Yuan, pakaian dalam Gelang Semestanya hanya tersisa satu set itu pun pakaian yg sama yg biasa ia pakai bersama Mu Qiaoyu dan Lin Zhi ketika menjalankan tugas


" Ah,, itu,, mari ikuti saya " Li Yin Shi segera berbalik


" Tapi sebelum itu bisakah saya menumpang mandi di salah satu rumah warga, pakaian saya lengket dan tak nyaman " Ucapan Jun Yuan menghentikan pria di depannya


" Tentu saja boleh,, mari "


Panglima Li Yin Shi kemudian berjalan dengan Jun Yuan yg mengikuti di belakangnya


Jun Yuan di sambut seperti pahlawan oleh para prajurit dan warga yg selamat, meski sedang dalam suasana berkabung atas kematian para prajurit dan warga kota Guojie tapi dirinya di jamu dengan baik


Meski berulang kali Jun Yuan menolak perlakuan mereka terhadapnya tapi ia tak berdaya ketika mereka mengatakan untuk menganggap itu sebagai bentuk rasa Terima kasih mereka atas jasanya


Dua hari Jun Yuan tinggal di kota Guojie, membantu warga sebisanya serta mengumpulkan informasi tentang keadaan Kekaisaran Han, meski tak banyak tapi informasi yg ia dapatkan cukup membantunya untuk menentukan langkah ke depannya


Selama tinggal di kota itu Jun Yuan mulai merasakan perubahan pada dirinya, melihat senyum warga dan prajurit yg saling membantu memperbaiki keadaan kota ia merasakan sensasi yg tak bisa ia ungkapkan, hatinya terasa lega serta merasa senang ketika melihat anak anak kecil bermain,tersenyum dengan canda tawanya, untuk pertama kalinya ia merasakan perasaan hari dalam hatinya

__ADS_1


" Ahhh,,, syukurlah ternyata aku masih manusia " Kata kata itu sering kali ia ucapkan


Dengan di iringi doa dan lambaian tangan serta senyum dari penduduk kota Guojie Jun Yuan melangkahkan kakinya perlahan menjauh meninggalkan kota tersebut


Tujuan selanjutnya tentu saja kota pusat tapi menurut informasi dari Li Yin Shi ia harus singgah ke kota Jinzi karena kota tersebut target utama untuk di kuasai pasukan Kekaisaran Qin, Li Yin Shi berharap Jun Yuan membantu pasukan Kekaisaran Han mempertahankan kota tersebut agar tidak jatuh ke tangan musuh


Bukan tanpa sebab Li Yin Shi berkata demikian karena kota Jinzi merupakan kota yg berada di jalur perdagangan antar Kekaisaran dan letaknya sangat strategis, akan sangat bahaya jika kota tersebut di kuasai musuh karena otomatis segala bentuk bantuan dari pihak Kekaisaran lain akan terputus


" Kota Jinzi ya,,, sepertinya aku ingat Lin Zhi pernah mengatakan jika ada salah satu temannya yg tinggal di sana " Gumam Jun Yuan


Harusnya jika menggunakan kecepatan penuhnya ia bisa sampai dalam dua hari tapi karena ia tak terburu buru dan berjalan santai ia sampai di kota Jinzi empat hari kemudian


Saat ini ia berada tepat di depan gerbang kota,terlihat banyak prajurit yg berjaga di sana juga pemeriksaan tiap orang yg masuk sangat ketat membuat antrian mengular, banyak yg mengeluhkan hal itu tapi mau bagaimana lagi karena keadaan sedang kacau mereka hanya bisa pasrah demi keamanan kota dan semua orang


Jun Yuan membetulkan posisi topengnya lalu melangkah melewati antrian, ia langsung menuju petugas pemeriksaan meminta untuk bertemu dengan pemimpin di sana


Sempat terjadi penolakan dari petugas pemeriksaan tapi tak sampai membuat keributan karena Jun Yuan mengeluarkan plakat khususnya,ketua penjaga gerbang dan pemeriksaan sampai meminta maaf berkali kali setelah memeriksa plakat yg di berikan Jun Yuan padanya


" Paman siapa tetua yg memimpin anggota sekte Pedang Utara untuk membantu di sini " Tanya Jun Yuan sebelum ia melangkah masuk, bukan apa dia bertanya demikian karena sebelumnya di atas tembok pembatas ia sekilas melihat seseorang menggunakan seragam sekte Pedang Utara


" Oh begitu rupanya,, Terima kasih Paman, kalau begitu saya pamit " Jun Yuan kemudian melangkah masuk


Seperti biasanya ketika memasuki sebuah kota hal pertama yg ia tuju adalah tempat makan dan penginapan dan juga bekal makanan yg di berikan penduduk kota Guojie sebelumnya telah habis satu hari yg lalu


Selama perjalanan mencari penginapan Jun Yuan melihat banyak prajurit berlalu lalang melakukan patroli untuk memastikan keamanan sedangkan sedikit penduduk yg ia lihat beraktivitas, mungkin karena sedang terjadi perang pemerintah setempat memerintahkan warganya agar tidak banyak melakukan aktivitas di luar


Jun Yuan memasuki sebuah penginapan yg lumayan sepi memesan kamar dan makanan lalu di antar pelayan ke kamarnya


Besoknya pagi sekali Jun Yuan keluar penginapan, saat tengah berjalan ia menyipitkan matanya merasakan satu aura yg di kenalnya, di balik topengnya bibirnya melengkung menyunggingkan senyum, lalu ia menekan kekuatannya


Tak jauh darinya sekumpulan prajurit dan murid sebuah sekte yg di pimpin seorang tetua dan seorang Panglima berjalan menuju tempatnya menginap, kemungkinan mereka akan sarapan di rumah makan penginapan tersebut


Sriiinngg,,, traangg,,, klaanggg,,,,

__ADS_1


Tetua pemimpin rombongan berhasil menangkis satu serangan diam diam yg mengarah padanya,jubah kebanggaannya dan pita dahinya berkibar


Rombongannya langsung mencabut senjata


" SIAPA,,, " Teriak Panglima yg bersamanya


Mata tetua tersebut menyipit saat melihat seseorang berjubah hitam dan memakai topeng penutup wajah berdiri dengan santai


" Apakah gelar Tetua Muda sudah tak ada harganya hingga harus di kawal oleh banyak prajurit dan muridnya, atau memang gelar itu sungguh tak berguna lagi "


Tubuh Tetua muda yg tak lain adalah Lin Zhi menegang saat mendengar sosok tersebut bersuara


" K-kau,,, tidak mungkin,,, "


" Angkuhnya,,,Bahkan dia sudah tak mau mengenal temannya lagi " Jun Yuan kembali bersuara


" Aiiihhh,,,, istriku,bukan begitu " Lin Zhi segera berjalan mendekat


" Jangan sentuh aku,,," Jun Yuan menepis ketika Lin Zhi hendak memeluknya


Lin Zhi tentu syok


" Aiyaaa,,, jangan merajuk, kau yg pergi tanpa memberi tau, harusnya aku yg marah "


" Aku tak peduli, dimana Jiejie,, " Balas Jun Yuan


" Jangan tanyakan singa betina itu dulu, urusan kita belum selesai " Protes Lin Zhi


" Urusan apa " Balas Jun Yuan acuh


" Haiisss,,, kau ini " Lin Zhi menarik tangan Jun Yuan paksa


" Lepaskan,,, " Ucap Jun Yuan tapi tak berusaha menolak

__ADS_1


" Kita sarapan dulu biar otakmu bekerja " Balas Lin Zhi


Panglima dan prajurit tercengang melihat tingkah Tetua muda Sekte pedang Utara tersebut sedangkan para murid sekte Pedang Utara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena sudah terbiasa melihat tingkah keduanya,berbeda dengan prajurit Kekaisaran yg bahkan ada yg sampai menggosok matanya berulang kali


__ADS_2