
Kubah Pelindung bergetar saat di hantam ratusan jarum energi,banyak retakan tercipta namun pulih dengan cepat saat energi alam di serap oleh segel pelindung
Jun Yuan memfokuskan pikirannya,melihat melalui mata bayangan terakhir yg sedang berlindung di balik sebuah pohon,bibirnya membentuk seringai kejam
Bai Lixu menatap tak percaya dengan apa yg terjadi,salah satu jurus terkuatnya bahkan tak mampu menembus pertahanan lawannya,ia mulai frustasi dengan kondisinya,dengan kekuatannya yg berada di atas lawannya ia bahkan tak mampu menghabisi lawannya sampai saat ini,apa yg akan di katakan teman temannya jika mengetahui keadaannya sekarang ini,mereka pasti akan mencemoohnya menjadikan ini alasan untuk menjatuhkan harga dirinya
*****
Di tempat lain dua bayangan melesat dengan cepat diantara rimbunnya hutan
" Celaka,,kita harus lebih cepat " ucap salah satunya saat merasakan getaran semakin besar dan semakin intens
Bukan hanya mereka berdua yg merasakannya,beberapa pendekar yg sedang melintas pun merasakan hal yg sama bahkan meskipun kecil getaran itu terasa sampai ke kota Luoyang
*****
Sementara itu di istana kekaisaran
Wajah Jendral besar Li yg sedang menuntun seorang pemuda sedikit muram setelah sebelumnya berhasil menenangkan pemuda tersebut
Ya,,,pemuda itu tak lain adalah Tirta Sagara,dirinya tiba lebih cepat setelah bergerak dengan kekuatan penuh agar lebih cepat sampai
Saat tiba di kota Chang'an dirinya tertegun begitu mengetahui salah satu orang yg di carinya ternyata seorang Kaisar sedangkan satu orang lainnya ia belum mengetahuinya karena hampir tidak ada orang yg mengenalnya saat Tirta Sagara menyebutkan nama orang tersebut
Karena tak ingin membuang waktu lebih banyak Tirta Sagara langsung menuju istana selain itu ia merasakan kegelisahan dalam hatinya tanpa tau penyebabnya
Ketika sampai di pintu gerbang istana ia langsung di hadang oleh prajurit penjaga yg tentu saja berakhir dengan pertarungan karena ia tetap memaksa untuk masuk
Jendral besar Li yg saat itu sedang berada di ruangannya langsung bergerak setelah mendapat laporan dari anak buahnya
Keributan di depan gerbang seketika berhenti saat Jendral besar Li datang yg dengan kekuatannya ia menekan semua orang yg berada di sana,meski sekilas ia langsung mengenali senjata yg di gunakan pemuda asing pembuat onar tersebut, Jendral besar Li langsung membawa Tirta Sagara setelah menenangkannya dan memberikan beberapa pertanyaan padanya
Keduanya langsung menghadap Kaisar Han yg saat itu sedang berada di istana peristirahatan bersama seorang selir dan kedua putri nya
" Hormat hamba Yg Mulia,maaf jika hamba mengganggu waktu istirahat anda " ucap Jendral Li sembari berlutut di ikuti Tirta Sagara
Kaisar Han mengangguk lalu menatap pemuda yg sedang berlutut di hadapannya,keningnya berkerut saat dirinya meskipun samar merasakan energi tertentu yg sedikit familiar,ia menatap Jendral setianya meminta penjelasan
Sesaat kemudian Jendral besar Li bangkit lalu membisikan sesuatu pada Kaisar yg membuatnya tersentak
" Anak muda katakan padaku apa hubunganmu dengan Paman Bayu Tirta " tanya Kaisar Han
Tirta Sagara sedikit gugup saat mendengar suara Kaisar Han,harus ia akui hanya dengan suaranya membuat jantungnya berdegup kencang,aura Agung dan berwibawa serta kharismanya sungguh membuat Tirta Sagara tertindas secara mental namun sebisa mungkin ia menahannya
" Maaf Yang Mulia,,sebelumnya perkenalkan Hamba Tirta Sagara,,,orang yg anda maksud tidak lain adalah,,,,"
Kembali pada pertarungan di dalam hutan
__ADS_1
Setelah serangan berakhir serta debu menghilang terlihat Bai Lixu semakin marah saat mengetahui lawannya bahkan tak tersentuh sama sekali oleh serangannya
Jun Yuan sendiri masih tetap terlihat tenang,setelah menghilangkan kubah pelindungnya ia kembali menggenggam pedangnya dengan erat,apapun yg terjadi dirinya harus mengalahkan musuhnya meski harus menghabiskan seluruh kekuatannya
Bai Lixu mengangkat tongkatnya,menyiapkan kuda kuda untuk serangan terkuatnya,ia sudah memutuskan untuk segera mengakhiri pertarungan
" Aku akui kamu memang kuat tapi itu tak menutup fakta bahwa kekuatanmu tetaplah di bawahku jadi,,,MATI SAJA KAU "
TONGKAT SURGAWI - LINTASAN KEMATIAN
Bai Lixu melesat layaknya petir dengan tongkat mengarah lurus kedepan,tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan begitu pula dengan tongkatnya
Jun Yuan tak tinggal diam,ia tau ini mungkin serangan pamungkas dari lawannya karena merasakan tekanan meskipun jarak antara dirinya dengan lawannya lumayan jauh,ia mengendalikan bayangan terakhirnya agar segera bergerak
LANGKAH KILAT
GORESAN MALAM
Jun Yuan berkelebat dengan Pedang Gadis Malam terhunus
Craangg,,,Busshh,,,
Kedua jurus beradu,Jun Yuan terdorong mundur saat keduanya saling menekan
Bai Lixu menarik tongkatnya lalu dengan cepat mengayunkannya dari atas kebawah
KLaangg,,,
Bai Lixu tak melewatkan momen tersebut menghujamkan tongkatnya ke arah dada lawannya
Jun Yuan sadar tak mungkin bisa menahannya,ia hanya bisa menggeser sedikit badannya kemudian,,,
TEKHNIK KEGELAPAN - TALI JIWA
Jreessshhh,,,,
Tongkat Bai Lixu menghujam tepat sasaran,menusuk dada lawannya hingga tembus ke belakang
Ughuck,,,
Jun Yuan terbatuk memuntahkan seteguk darah kemudian menggenggam tongkat lawannya dengan erat
Bai Lixu merasakan sesuatu yg janggal saat melihat lawan yg tertusuk tongkatnya menyeringai
Tepat di saat yg bersamaan Jun Yuan muncul di belakangnya menebaskan pedangnya
TEKHNIK PEDANG - AMARAH GADIS PEMIKAT
__ADS_1
Bai Lixu berniat menangkis dengan menarik tongkatnya namun tertahan karena Bayangan Jun Yuan yg sebelumnya bertukar tempat dengan tubuh aslinya memegang tongkatnya sekuat tenaga
Alhasil Bai Lixu tak mampu menahan hanya mampu membuat perisai energi untuk bertahan
Craasshh,,,akhhh,,,
Bai Lixu berteriak kesakitan saat perisainya tak mampu menahan serangan dan langsung menghancurkannya membuatnya terluka cukup dalam
Jun Yuan dengan kecepatannya menggerakan kakinya yg sudah di aliri tenaga dalam menendang punggung lawannya
Baangg,,,,ugghhh,,,
Bai Lixu menabrak bayangan Jun Yuan dan menghancurkannya dan terus terhempas
Jun Yuan merentangkan kedua tangannya
PISAU CAHAYA - BILAH CAHAYA
Dua Pisau Cahaya melesat layaknya sebuah sinar berwarna perak memburu targetnya
Bai Lixu yg masih dalam keadaan terhempas merespon cepat dengan membalikan badannya lalu mengayunkan tongkatnya
Craangg,,,,
Craasssh,,ukhh,,,
Meski berhasil menangkis satu serangan pisau tetap saja satu pisau lainnya tak bisa di hindarinya menghantam dadanya bagian atas dengan telak dan menembusnya
Bluughh,,,
Bai Lixu mendarat dengan keras baru berhenti setelah beberapa kali bergulingan di atas tanah
Jun Yuan berdiri dengan tubuh sedikit gemetar,dia menarik kembali dua Pisau Cahaya nya,nafasnya tak beraturan pandangannya sedikit memburam akibat efek setelah beberapa kali menggunakan kekuatan besar membuat tubuhnya terbebani,matanya sedikit menyipit saat melihat lawannya bangkit,ia sungguh tak percaya musuhnya masih bisa selamat
Bai Lixu bangkit dengan susah payah,ia juga mulai merasakan efek dari penggunaan kekuatan secara berlebihan,rasa sakit yg selama ini di abaikannya dari luka yg di dapatnya selama pertarungan makin bertambah dan juga kekuatannya hampir terkuras habis
" Bocah,,,ingat ini baik baik,,di pertemuan berikutnya jangan harap kau bisa selamat " Bai Lixu melompat mundur secepat mungkin lalu menghilang di antara pepohonan
Bai Lixu sadar dirinya tak mungkin bisa melanjutkan pertarungan apalagi melihat lawannya masih berdiri ia merasa tak ada harapan lagi untuk menang jadi ia memutuskan untuk mundur dan kembali ke sekte tempatnya tinggal
seandainya ia memperhatikan lebih teliti mungkin keadaan akan berubah
Ughuck,,,
Setelah Bai Lixu menghilang Jun Yuan terbatuk darah dan langsung jatuh berlutut,ia menggunakan pedangnya sebagai tumpuan agar tubuhnya tak tumbang,beruntung musuhnya tak menyadari jika kekuatannya telah terkuras habis
dengan sisa tenaganya ia memasukan Pedang Gadis Malam pada Gelang Semesta
__ADS_1
Kepalanya terasa sangat sakit seperti akan meledak giginya sampai gemerutuk saat menahannya
Pandangannya semakin memburam seiring dengan kesadarannya yg perlahan menghilang hingga akhirnya tubuhnya tumbang,terkapar tak sadarkan diri,,,