Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Menuju Pembalasan


__ADS_3

Di dalam sebuah kereta yg melintasi sebuah hutan Bai Lixu yg sedang dalam perjalanan menuju kota Chang'an mengerutkan kening menyadari ada seseorang yg mengikutinya


" lima Seekor semut berani mengganggu ketenangan ku,hmm,,,kau cari mati "


Dia memerintahkan untuk berhenti membuat orang orang yg mengawalnya kebingungan


Bai Lixu turun dari kereta lalu menatap tajam ke satu arah


" KELUAR ATAU AKU MEMAKSAMU "


suara yg di sertai tenaga dalam bergema di sekitar hutan


Tap,,tap,,tap,,,


Lima orang berpakaian sama mendarat tak jauh darinya


Segera semua pengawalnya memasang posisi siaga mengeluarkan senjata mereka membuat formasi menyerang


" Aku tak punya masalah atau urusan apapun dengan kalian jadi jangan menghalangi perjalananku atau aku akan menghabisi kalian " ucap Bai Lixu acuh tak acuh,tentu ia meremehkan musuhnya karena sudah pasti kekuatannya lebih tinggi


Tanpa banyak kata lima orang penyergap yg tak lain bayangan Jun Yuan langsung menyerang,dua bayangan langsung menyerang Bai Lixu sementara sisanya menghadapi para pengawalnya


Sementara itu Jun Yuan langsung bergerak ke tempat pertempuran begitu mengetahui bayangannya telah menemukan orang yg di carinya setelah menarik kembali sisa bayangan lainnya


Namun ia sedikit terkejut oleh ingatan salah satu bayangannya


" Oh,,,rupanya seperti itu,menarik,,kau pikir aku tidak akan mengetahuinya ya "


Ia tersenyum samar informasi tersebut sedikit membuat jantungnya berdegup kencang,lalu memikirkan sebuah rencana sebelum ia sampai ke Medan pertempuran


Kembali ke pertarungan


Bai Lixu mendengus jijik melihat dua orang menyerangnya


Tiga bayangan Jun Yuan langsung menyerang membabi buta memporak porandakan formasi penyerangan lawan


Tanpa memberi jeda ketiganya terus bergerak menggunakan kecepatan penuhnya untuk menghabisi musuh sebanyak mungkin


Karena hanya ada satu pemikiran dua bayangan dengan kompak menyerang Bai Lixu,meski tak bisa melukai tapi serangan keduanya sedikit bisa menekan Bai Lixu


Dentingan dan ledakan terdengar di iringi dengan teriakan kesakitan dari para pengawal Bai Lixu yg di bantai oleh tiga bayangan Jun Yuan


Meski tidak mudah namun tiga bayangan mampu menghabisi semua pengawal menyisakan dua orang yg merupakan pengawal utama Bai Lixu


Dua orang itu setara dalam hal kekuatan hal ini di buktikan dengan keduanya mampu bertahan dari tekanan yg mereka terima,kekuatan tempur keduanya pun terbilang lumayan tinggi membuat keduanya sangat sulit untuk di jatuhkan

__ADS_1


Dengan jumlah yg lebih unggul tak membuat tiga bayangan Jun Yuan menyerang dengan bebas karena solidnya pergerakan kedua musuhnya dalam bertahan dan menyerang


Sebelumnya kedua pengawal utama Bai Lixu tak bisa bergerak bebas karena harus membantu dan melindungi para bawahannya meskipun pada akhirnya mereka tetap saja harus mati


Kini setelah semua bawahannya mati keduanya bisa fokus bertarung dengan kekuatan penuhnya tanpa harus memikirkan hal lain


Pertarungan kedua kubu semakin sengit seakan tak ada jeda di tiap gerakannya sama sama ingin menjatuhkan lawan dengan cepat membuat hawa di sekitarnya berubah semakin panas akibat peningkatan kekuatan mereka dalam menyerang


Di sisi lain Bai Lixu terlihat tetap tenang melawan dua orang sekaligus bahkan ia belum mengeluarkan senjatanya meski di tekan dalam posisi bertahan


Semakin lama bertarung akhirnya Bai Lixu menyadari sesuatu,ia akhirnya mengetahui jika lawannya bukan makhluk hidup setelah merasakan sesuatu yg janggal dari dua lawannya


Ia merasakan energi di sekitarnya seperti di tarik oleh lawannya secara perlahan tapi tak pernah mengubahnya untuk di gunakan sebagai sebuah jurus untuk menyerang ataupun bertahan


Dari awal pertarungan Bai Lixu yg memperhatikan pola serangan lawannya semakin yakin dengan dugaannya karena serangan lawannya mempunyai pola yg sama selalu bergerak bersamaan tanpa adanya komunikasi atau tanda apapun


Selain itu kekuatan lawannya selalu sama dan stabil tanpa ada penurunan atau peningkatan sedikitpun,itu sama persis seperti sebuah jurus yg pernah ia lihat dari temannya yg menggunakan sebuah boneka untuk bertarung


Seringai kejam tampak di bibir Bai Lixu setelah yakin dengan dugaannya,ia tak lagi harus bersusah payah untuk menghabisi kedua lawannya karena sudah mengetahui dengan pasti kelemahan mereka


Di tempat lain Jun Yuan tiba bersamaan dengan hancurnya salah satu bayangannya yg sedang melawan dua pengawal utama Bai Lixu


Tap,,,,


Jun Yuan mendarat di antara dua bayangannya setelah keduanya mundur akibat terkena dampak dari ledakan yg menghancurkan satu bayangannya


Wajah keduanya menjadi gelap saat menyadari kedatangan Jun Yuan karena meski telah berhasil membunuh satu musuhnya itu terasa sia sia akibat kedatangan Jun Yuan sedangkan kekuatan keduanya Sekarang sudah sedikit menurun


Jun Yuan mencabut pedangnya,ia melirik sekilas pada pertarungan lainnya kemudian memerintahkan kedua bayangannya untuk membantu dua bayangan lainnya melawan Bai Lixu sedangkan ia akan menghadapi dua pengawal utama Bai Lixu sendirian


Zhep,,,


Jun Yuan langsung menghilang lalu muncul di belakang dua musuhnya dengan mengayunkan pedangnya dari samping


Harus di akui dua musuhnya mempunyai refleks yg sangat bagus terbukti keduanya dengan cepat merespon menggunakan senjata masing masing untuk bertahan dan satu lagi menyerang balik


KLaangg,,,


Jun Yuan menarik pedangnya lalu mengangkatnya untuk menangkis satu serangan


Trang,,,


Menggunakan kakinya ia menendang satu lawannya meski berhasil di tahan dengan cepat ia mengayunkan pedangnya kembali untuk menyerang


Pertarungan cepat antara ketiganya seketika terjadi,suara benturan senjata dan ledakan pertemuan dua jurus terdengar bersahutan

__ADS_1


Tak ada waktu untuk memikirkan hal lain selain bertahan atau menyerang untuk mengakhiri pertarungan secepat mungkin


Setelah beberapa lama Jun Yuan menemukan sebuah celah saat salah satu lawannya melompat mundur menghindari serangannya,ia memiringkan badannya menghindari serangan lawan lainnya lalu mengeluarkan jurusnya


GARIS CAKRAWALA


Menghentakkan kakinya Jun Yuan melesat cepat pedangnya bersinar saat merespon tenaga dalam yg di alirkan padanya


Musuh yg sedang mundur terkejut menggerakan pedangnya dengan terburu buru untuk menangkis namun sayang meski gerakannya cepat dan berhasil menangkis tapi karena sedang berada di udara serta waktu yg tak mencukupi untuk menahan dengan sempurna ia harus kehilangan nyawa setelah pedangnya hancur akibat tak kuat menahan serangan


Jleeeb,,,


Pedang Jun Yuan bersarang tepat di dadanya menembus sampai Punggung memanggang jantungnya


Sreettt,,,,


Jun Yuan mencabut pedang dari tubuh lawannya mendarat dengan sempurna lalu memutar tubuhnya sebelum kembali menyerang musuh lainnya


Sisa pengawal Bai Lixu berteriak marah melihat rekannya terbunuh,nafsunya untuk menghabisi lawannya semakin kuat hawa membunuhnya semakin pekat


Dia mengamuk membabi buta langsung menyerang dengan brutal tanpa memikirkan apapun selain membunuh lawan yg sudah menghabisi rekannya


Melihat itu Jun Yuan tersenyum tipis,salah satu kelemahan manusia kini terpampang jelas di matanya,baginya tanpa menggunakan akal dan pikirannya manusia tak lebih dari binatang buas yg hanya tau cara membunuh untuk bertahan hidup


Sekuat apapun seekor binatang buas hanya satu akhir baginya saat berhadapan dengan Jun Yuan,,,


" MATI,,,,"


BIAS CAKRAWALA


Sraakk,,,,Craasshh,,,,


Darah menyembur dari leher lawannya saat terpenggal oleh serangan Jun Yuan


Blugh,,,


Tubuh tanpa kepala ambruk bersamaan dengan kepala yg menggelinding tak jauh darinya


Jun Yuan mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan darah yg menempel di sana


Bersamaan dengan itu Bai Lixu juga telah berhasil menghancurkan empat bayangannya


Keduanya saling bertatapan dengan jarak yg agak jauh,hawa membunuh dari keduanya menyebar membuat suasana di sekitarnya semakin mencekam


Seakan tak ingin membuang waktu keduanya bergerak dengan cepat untuk saling membunuh,,,

__ADS_1


" MATI,,,,,"


__ADS_2