Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Menuju Pelatihan


__ADS_3

Hari berlalu begitu saja sampai tak terasa pertandingan final akan berlangsung hari ini,para pelancong semakin banyak berdatangan belum lagi para pedagang musiman yg hampir memenuhi tempat yg telah di sediakan membuat kota pusat semakin ramai


Saat ini Jun Yuan berjalan di belakang tiga orang keluarganya, ia terus memperhatikan adik kesayangannya yg selalu heboh jika melihat sesuatu yg baru ataupun yg di sukainya


" Haaahhh,,,, jika di pikir lagi bukankah kamu tetap saja seperti beberapa tahun yg lalu " Gumam Jun Yuan


" Gege menurutmu apa Yi Jie bisa menang melawan kakak sedih itu " Ren Xumei tiba tiba berbalik bertanya sambil berjalan mundur


" Hmmm,,, " Di balik topengnya mata Jun Yuan menyipit


" Haahhh,,, itu loh kakak cantik yg malas bicara itu " Ren Xumei menjelaskan


" Nona Jia maksudnya " Ren Xiaohua berkata tanpa nada


" Oh,,,, aku rasa tidak " Jawab Jun Yuan


" Eeehhhh,,, kenapa tidak, Yi Jie kan hebat sebelumnya dia pernah mengalahkan lawannya tanpa bersusah payah " Protes Ren Xumei


" Mei,, apa kamu pernah melihat Nona Bing mengalahkan kakakmu saat berlatih dulu " Ren Xiaohua berucap


Ren Xumei terdiam menempelkan telunjuk di kepalanya sambil mengingatnya


" Mei rasa belum pernah "


" Lalu menurutmu apa alasannya Nona Bing bisa mengalahkan Nona Jia " Ren Xiaohua kembali bertanya


" Tapi ibu,,, itu kan tidak ada hubungannya " Jawab Ren Xumei


" Tentu ada, jika Nona Bing saja tidak bisa mengalahkan kakakmu bagaimana caranya dia mengalahkan Nona Jia " Balas Ren Xiaohua


" Apa maksudnya,, Mei tidak mengerti " Ucap Ren Xumei masih kebingungan


" Sederhananya Kekuatan Nona Jia hampir mirip dengan kakakmu meski itu lebih rendah tapi bukan berarti lemah " Ren Xiaohua menjelaskan


" Tapi kan Kakak sedih tidak secepat Gege " Ren Xumei masih protes


" Benar tapi banyak hal yg bisa di lakukan Nona Jia, coba kamu ingat saat Nona Jia melawan Tuan Muda Fu Shilin, dia bisa menembus pertahanan yg di katakan terkuat dan itu hanya salah satu jurusnya saja " Balas Ren Xiaohua


" Yaahhhh,,, kasihan Yi Jie " Ucap Ren Xumei tertunduk


" Tapi itu kan hanya perkiraan karena dalam pertarungan banyak hal yg bisa terjadi dan tentu saja pertandingannya pasti sangat menarik selain itu banyak hal yg bisa kamu pelajari " Ucap Ren Xiaohua menghibur putrinya


Sesaat kemudian Jun Yuan tertegun langkahnya terhenti matanya terpejam dan itu tentu di sadari yg lainnya dan membuat ketiganya berhenti


" Yuan,, ada apa " Jun Shandian yg sedari tadi diam pun berucap


" Gege kau jangan membuatku takut " Ren Xumei ikut bicara dan tampak khawatir


Jun Yuan mbuka matanya

__ADS_1


" Paman Bibi aku harus pergi maaf aku tak bisa menemani kalian menonton pertandingan Final "


Kemudian ia menyentuh pucuk kepala Ren Xumei


" Mei,, berlatih dengan baik jadilah kuat agar bisa mengalahkanku mengerti "


" Pergilah dan ingat selalu berhati hati " Ucap Ren Xiaohua sambil menyentuh lembut pipi keponakannya


" Jika itu memang harus,aku bisa apa,, jadilah kuat agar bisa mencapai tujuanmu " Ucap Jun Shandian yg hanya memandangi keponakannya tersebut


Ren Xumei memeluk erat orang yg selalu melindunginya dari kecil, ia berucap sambil terisak


" Gege ha-harus pergi la-lagi hiks,,hiks,,Mei ma-masih ingin be-bersama Gege hikss,,, "


" Jangan cengeng,, kau bilang dadamu sudah besar " Jun Yuan kembali menepuk pucuk kepala Ren Xumei


" Ini tak ada hubungannya dengan itu " Seketika Ren Xumei melepaskan pelukannya dan berteriak membuat orang-orang di sana melihat ke arah mereka


" Bagus,,, aku pamit,, " Ucap Jun Yuan lalu pergi dengan cepat dari sana,ia sengaja membuat adiknya marah agar dia melepaskan pelukannya


Ren Xumei mengumpat tak karuan karena merasa di tipu oleh Jun Yuan, sepanjang jalan ke arena pertandingan ia menggerutu sedangkan kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya


**********


Jun Yuan tiba di pinggir kota yg berbatasan langsung dengan hutan, sejenak ia berdiri di atas tembok pembatas memandangi kota yg masih terlihat ramai meski jauh dari pusat kota


" Tidak senior, aku tidak akan melakukan hal itu karena merekalah salah satu alasan yg bisa membuatku seperti sekarang " Balas Jun Yuan


" Kalau begitu jangan buang waktu lebih lama lagi segeralah pergi ke tempat yg di tunjukan Senior Mei agar secepatnya kau bisa berlatih dan meningkatkan kekuatanmu " Balas Shen Ghuang lagi


" Baik,, tapi sebelum itu ada seseorang yg harus aku temui terlebih dulu " Jun Yuan lalu melompat masuk ke dalam hutan bergerak cepat mengambil jalur lurus masuk ke dalam Hutan lebih jauh tanpa memperdulikan apapun


Tiba di sebuah tempat lapang ia menghentikan langkahnya, memperhatikan sekeliling dengan seksama lalu menyebarkan persepsinya untuk memeriksa area sekitarnya


" Sepertinya di sini tempatnya tapi,,, dimana orang itu " Gumam Jun Yuan


Sebelumnya saat ia bersama tiga orang keluarganya satu energi asing merasukinya menembus alam bawah sadarnya memperlihatkan sebuah tempat dan sesosok manusia yg menyuruhnya menemuinya


Jun Yuan berdiri ditengah area lapang dengan kewaspadaan tinggi, sesaat kemudian ia merasakan riak energi muncul di atas kepalanya namun matanya terbelalak saat ia menyadari tak bisa menggerakan tubuhnya


" Sial,,, "


Sesaat kemudian lingkaran energi muncul lalu sepasang tangan di selimuti energi keluar dari sana dan langsung mencengkram kepalanya


Tubuh Jun Yuan menegang sesaat kemudian bergetar keras


" Aaaarrrggghhhh "


Jun Yuan berteriak kesakitan saat sebuah energi merasukinya terasa mencabik cabik tiap inchi tubuhnya

__ADS_1


Pisau Cahaya keluar langsung melesat mengincar sepasang tangan dalam lingkaran energi


Craangg,,,,


Pisau Cahaya terpental saat menabrak perisai tak kasat mata yg melindungi lingkaran energi


Perlahan sosok pemilik sepasang tangan keluar dari lingkaran energi tanpa melepaskan cengkramannya


Sosok tersebut memakai jubah hitam, wajahnya di tutupi selembar kain serta topi yg terbuat dari jerami yg melindungi kepalanya, sorot matanya dingin seakan memberikan kesan nuansa kelam


Pisau Cahaya kembali melesat menyerang sosok tersebut dengan kekuatan lebih besar membuatnya terlihat seperti garis putih saat bergerak


Sosok tersebut melepaskan cengkraman sebelah tangannya lalu melambaikannya ke arah serangan mengeluarkan angin besar yg membawa hawa membunuh yg besar


BLaaarrrr,,,,


Ledakan tercipta dari pertemuan dua energi menghempaskan debu dan daun kering ke udara


" Kau masih Makhluk lemah jadi tak pantas melindunginya " Ucap sosok tersebut


Aura kematian meledak saat suaranya jatuh, pisau Cahaya kembali terhempas akibat tekanan yg di terimanya


Pisau Cahaya berubah menjadi bintik bintik Cahaya lalu membentuk sosok Shen Ghuang yg menggenggam sebilah pedang energi


" Bajingan,,, lepaskan dia " Shen Ghuang berteriak bersamaan dengan ledakan energi Cahaya dari tubuhnya


Shen Ghuang memegang pedang dengan kedua tangannya lalu mengangkatnya ke atas dan menebaskannya ke depan


BILAH CAHAYA KEMATIAN


Bilah energi pedang keluar melesat ke arah lawannya


Sosok lawannya mendengus


" Kematian,, akan ku perlihatkan padamu seperti apa kekuatan dari energi kematian "


Masih dalam keadaan mencengkram kepala Jun Yuan sebelah tangannya lalu membentuk segel lalu mengayunkannya ke arah serangan


JARUM BENCANA


sebuah energi hitam membentuk jarum yg memercikankan petir hitam keluar dari ujung jari telunjuknya lalu melesat ke arah serangan lawannya


Blaarrrr


Serangan Shen Ghuang di hancurkan begitu saja


Shen Ghuang mengumpat saat melihat serangan lawannya tak berhenti setelah terkena serangannya


" Sial,,,, "

__ADS_1


__ADS_2