
Esoknya saat matahari merangkak naik Jun Yuan terlihat keluar dari Balai Lelang dengan wajah muram pasalnya Harta yg ia kumpulkan terkuras sangat banyak hanya untuk membeli empat buah sumber daya, sepanjang jalan ia terus menggerutu bahkan Mei Lin yg sedang menjelaskan manfaat dari sumber daya yg ia beli di abaikannya
Sedangkan Lin Zhi pagi pagi sekali ia sudah pamit untuk bergabung dengan sektenya dengan sebuah drama yg membuat Mei Lin kesal Dan Shen Ghuang yg hampir muntah darah melihatnya
Jun Yuan berhenti tepat di belakang ratusan orang yg sedang mengantri untuk masuk ke dalam arena tempat perlombaan berlangsung
Ia menggaruk kepalanya yg tidak gatal, suasana hatinya bertambah buruk
" Apa apaan ini,, sudah siang begini masih banyak orang yg antri "
" Hahaha,,, salahkan nasibmu yg sial " Shen Ghuang tertawa puas melihat penderitaan Tuannya
Saat sedang mengutuk kesialannya tiba tiba pundaknya ada yg menepuk
" Xiao Di,,, kenapa kamu masih disini "
Jun Yuan tersentak, mengenali suara orang di belakangnya bibirnya mengembangkan senyum lalu berbalik
" Emmm,, anu,, itu,,Jiejie aku tak bisa masuk "
Namun matanya membulat saat melihat banyak pengawal di belakang Nona Muda Bangsawan Mu dan murid dari Tabib Qiao Feng yg terkenal itu
Mu Qiaoyu mengerutkan keningnya
" Apa maksudmu tak bisa masuk dan kemana si bodoh itu, apa dia sengaja meninggalkanmu "
Jun Yuan buru buru menjawab
" Tidak,, tidak,, bukan begitu, aku sengaja berpisah karena ada suatu keperluan "
Mu Qiaoyu menatap tajam dengan pandangan menyelidik
" Jangan bohong,, "
Seketika Jun Yuan menciut sambil menundukan kepala ia berucap
" Aku berkata jujur,, sungguh "
Mu Qiaoyu menghela nafas
" Baiklah aku akan memaafkannya, ayo ikut denganku kita masuk besama "
Mu Qiaoyu meraih tangan Jun Yuan lalu menariknya Orang orang yg melihatnya memandang Jun Yuan dengan tatapan berbeda beda, ada yg merasa iri, penasaran dan ada juga yg tak suka sebab Mu Qiaoyu salah satu dari sedikit keindahan Kekaisaran Han
Jun Yuan tersentak
" Jie,, aku bukan anak kecil "
Mu Qiaoyu tak menggubrisnya
__ADS_1
" Bagiku kau tetap sama seperti saat pertama kali kita bertemu "
Seketika orang orang membuka jalan untuk Nona Muda Bangsawan Mu dan rombongannya
Jun Yuan terus menundukan kepalanya,meski wajahnya tertutup tapi jujur saja saat ini ia merasa gugup dan malu sekaligus, ia merasa tak ubahnya seperti seorang anak kecil yg di paksa mengikuti kakaknya
Tak ada kendala dari penjaga pintu yg memeriksa mereka karena semuanya telah di urus oleh orang orang yg Mu Qiaoyu bawa
Begitu sampai di dalam Mu Qiaoyu langsung menuju ke tempat yg di sediakan untuk Klan nya,sesampainya di sana tak jauh berbeda dengan sebelumnya banyak pasang mata yg menatapnya tanpa kecuali seluruh anggota klannya yg sudah tiba lebih dulu pun menatapnya penuh curiga karena membawa seseorang yg asing kecuali keluarganya,tak sedikit anggota klan bangsawan Mu bahkan ada yg memandangnya jijik dan merendahkannya beberapa memandangnya dengan tatapan permusuhan
" Yu'er kenapa kamu terlambat apa ada masalah di jalan " Mu Lan ibu dari Mu Qiaoyu menyambutnya
" Tidak ibu, aku kebetulan bertemu dengan Xiao Di di pintu masuk jadi aku sedikit terlambat karena dia " Balas Mu Qiaoyu, ia segera melepaskan pegangan tangannya
" Ah,, begitu rupanya " Balas Mu Lan
Jun Yuan tersentak
" Ehhh,,, kenapa jadi aku "
Ia segera membungkuk memberi hormat pada Mu Lan dan semua anggota klan Mu yg ada di situ
" Bibi,, lama tidak bertemu "
" Nak Yuan,, benar, sudah lama nak Yuan tidak berkunjung, terakhir kali saat bocah nakal sekte Pedang Utara itu aku pukul pantatnya " Balas Mu Lan dengan sedikit tersenyum
Jun Yuan sampai tak tau harus berkata apa untuk merespon karena sifat ibu dan anak itu tak jauh berbeda dan sangat berbanding terbalik dengan sifat Mu Zhan ayah Mu Qiaoyu sekaligus pemimpin keluarga bangsawan Mu
" Jangan membicarakan si bodoh itu disini hanya merusak suasana hatiku saja "
Mu Lan kemudian berkata
" Yu'er jangan begitu,meski nakal dia sangat tampan, oh ya Nak Yuan bila tak memiliki tempat kamu bisa duduk bersama kami "
Jun Yuan sungguh merasa canggung, meski telah saling mengenal tetap saja tak begitu dekat belum lagi pandangan dari anggota yg lainnya benar benar membuatnya risih
" Terima kasih Bibi tapi maaf sepertinya akan lebih baik jika saya duduk di tempat lain saja " Balas Jun Yuan
" Ibu,,, Xiao Di tak mungkin mau duduk disini, lihat saja dari pakaiannya saja dia tak mau menunjukan dirinya " Celetuk Mu Qiaoyu
" Oh begitu ya,,, ya sudah tidak apa apa " Ucap Mu Lan
" Kalau begitu saya mohon diri " Jun Yuan kemudian berbalik lalu melangkahkan kakinya
Setelah berada cukup jauh tiba tiba seseorang menepuk pundaknya
" Saudara Yuan,, "
Jun Yuan menoleh
__ADS_1
" Tirta,,, "
" Saudara Yuan,,, akhirnya aku menemukanmu setelah selama ini berkeliling sambil berjaga " Ucap Tirta Sagara dengan wajah sumringah
" Berjaga,,, " Jun Yuan berkata dengan nada heran
" Benar,,, yg mulia Kaisar memintaku untuk membantuk menjaga keamanan selama perlombaan berlangsung " Tirta Sagara menjelaskan
" Oh,, baguslah dan juga sepertinya bicara mu juga sudah lancar sekarang " Balas Jun Yuan
" Tentu saja karena aku belajar dari paman ketua pelayan istana serta sering di ajari Putri Xiao Ling " Tirta Sagara berbicara sambil tersenyum
" Xiao Ling,,, " Jun Yuan mengerutkan kening
" Benar,, eh,,, ini tak seperti yg kamu pikirkan " Ucap Tirta Sagara gugup setelah menyadari sesuatu
" Saudara Yuan sebaiknya kita pindah tempat, tak baik bicara di sini " Tirta Sagara mengalihkan topik
" Baik,, tunjukan jalan " Balas Jun Yuan
Tirta Sagara melangkah dengan Jun Yuan mengikutinya dari belakang membawa mereka ke luar,setelah berada di luar arena perlombaan keduanya melompat ke salah satu sudut atap tempat tersebut
Di sana sudah ada beberapa pasukan elit yg berjaga yg kemudian pindah setelah Tirta Sagara mengambil alih
Di tempat tersebut keduanya dapat melihat seluruh area pertandingan, sungguh tempat yg cocok untuk mengawasi, Jun Yuan memuji temannya yg bisa memilih tempat yg baik untuk berjaga
Tak berapa lama wasit yg menjadi pemimpin acara muncul untuk memulai pertandingan, sontak para penonton riuh saat melihatnya karena mereka sudah sabar menunggu dari pagi untuk menyaksikan peserta yg menjadi jagoannya masing masing bertanding di atas arena pertarungan
Jun Yuan dan Tirta Sagara langsung menatap arena pertandingan saat wasit mengumumkan dua nama peserta yg salah satunya mereka ketahui
" Baiklah,,, aku tau kalian sudah tak sabar untuk melihat peserta bertanding untuk itu aku mempersilahkan nona Murong Zhi dari Sekte Lotus Merah dan Tuan Muda Xiang Cu dari Kerajaan Xiang naik ke atas arena "
Penonton langsung bersorak saat mendengar nama Murong Zhi di sebutkan, gadis yg di juluki Peri Bunga dan menjadi salah satu keindahan Kekaisaran Han tersebut memang mempunyai penggemar yg sangat banyak terbukti dari besarnya antusiasme yg di tunjukan oleh para penonton saat dirinya muncul di atas arena
" Wah,,saudara Yuan ternyata gadis yg dulu kamu sebutkan memang benar benar cantik " Ucap Tirta Sagara
" Mn,,, tapi masalahnya orang yg dia lawan adalah orang yg dulu pernah di tolaknya " Balas Jun Yuan
Tirta Sagara menoleh
" Oh,, jadi dia Pangeran Kerajaan Xiang yg di tolak Nona Murong Zhi, sepertinya pertandingannya akan berlangsung sengit "
Jun Yuan Mengangguk
" Kita lihat berapa lama Xiang Cu sanggup bertahan menghadapi Murong Zhi "
" Kurasa bisa lumayan lama karena Pangeran Xiang Cu akan mengeluarkan seluruh kemampuannya " Ucap Tirta Sagara
" Ya,, jika Murong Zhi hanya bermain main " Balas Jun Yuan
__ADS_1
Jun Yuan mendengus saat melihat ke satu arah tempat seseorang berada
" Merepotkan "