
Mei berkedip,dadanya berdegup kencang sesaat kemudian pipinya merona
" A-apa apaan panggilan itu "
Jun Yuan mengabaikannya kemudian mengulang pertanyaannya
" Kenapa kau ada disini "
Ingin rasanya Mei menerjang pria di hadapannya,setelah membuat perasaannya tak karuan Jun Yuan malah menghancurkannya
menghentakkan kakinya Mei meluapkan kekesalannya
" kau ini dasar tak punya perasaan "
Jun Yuan tersentak,menggaruk kepalanya ia berucap pelan
" Apa salahku,,,kenapa kau marah "
Lagi dan lagi Mei semakin di buat jengkel
" Aarrgghh,,,kau,,,"
" Kenapa,," tanya Jun Yuan dengan wajah tanpa dosa nya
" SUAMI,,DIAM " Mei berteriak
Jun Yuan sampai terlonjak mendengarnya
" Perasaan dari tadi aku disini "
" Huwaaa,, Ibu,,,suamiku jahat,,,huwaaaa " Mei menangis dengan keras
" Heehh,,,aduh,kenapa menangis hey,," Jun Yuan sampai kebingungan di buatnya
" Hey sudah jangan menangis,malu kalau di lihat orang "
" Bodo amat,,aku marah Huwaa,,,ibu "
" Ya ampun malah makin keras,,"
" Huwaaa,,,ibu,,suami jahat "
" Hehh kapan aku jahat padamu "
" Tadi itu,,,huwaaa "
" Baik,,baik aku minta maaf kalau aku melakukan kesalahan,sudah jangan menangis lagi "
" Huwaa,, Gak mau,,,bujuk aku dulu Huwaa "
" Ya ampun,,baiklah,Shagua sudah ya jangan menangis nanti suaramu habis "
" Aaarrrgh,,,bukan begitu "
" Ya Dewa,,,,,Shagua sudah ya aku minta maaf,,kamu boleh minta satu permintaan "
Tangis Mei mereda
" Hikss,,benarkah,,hikss "
" Tapi jangan yg aneh aneh "
Masih terisak Mei mengangguk
Jun Yuan bernafas lega seolah lepas dari sebuah beban berat
" Hikss,,Suami,,Hikss,,gendong "
Jun Yuan berkedip
" A-apa,,memalukan "
__ADS_1
Wajah Mei kembali berubah
Jun Yuan menyadarinya segera berucap
" Baik,,,baik,,"
Mei tersenyum penuh kemenangan,mengangkat sedikit pakaian bawahnya ia melompat ke punggun Jun Yuan
" Merepotkan,,," gumam Jun Yuan
*****
Di tempat lain Pangeran Han Luo bersama pengawalnya mendatangi sebuah rumah yg cukup besar,ia di sambut pemilik rumah dengan hangat
" Bagaimana dengan pesanku Paman Kong Lei " tanya Pangeran Han Luo setelah berbasa basi
Pemilik rumah yg bernama Kong Lei pun segera mengeluarkan sebuah benda sebesar kepalan tangan
" hamba hanya bisa mendapatkan sebesar ini Pangeran,itu pun hamba harus berusaha keras bahkan hampir kehilangan nyawa "
Pangeran Han Luo mengangguk tersenyum tak menyembunyikan rasa senangnya
" Terima kasih Paman telah berusaha mendapatkannya tapi aku baru bisa membayar setengahnya aku janji sisanya akan segera ku lunasi setelah aku sampai di istana "
" Pangeran tak perlu sungkan,sudah tugas hamba memenuhi segala kebutuhan Pangeran,hanya saja,,," Kong Lei menggantung ucapannya
" Kenapa paman,," tanya Pangeran Han Luo
" anu,,itu Pangeran,,masalah pembayaran mmm,,," jawab Kong Lei gugup
" Kenapa dengan pembayarannya,,,apa kurang atau aku harus melunasinya sekarang,,,sekarang aku dalam perjalanan pulang jadi aku tak membawa koin emas sebanyak itu " ucap Pangeran Han Luo
" Bu-bukan begitu pangeran,," Kong Lei berkata semakin gugup
" Lalu,," balas Pangeran Han Luo
" Emm,,begini Pangeran,,,masalah pembayaran bisakah hamba minta ganti,,,maksud hamba Pangeran tak perlu membayarnya sebagai gantinya hamba minta agar Pangeran melindungi putri hamba yg belum lama memasuki sekte Persik Abadi,apakah bisa " Kong Lei menjelaskan
Pangeran Han Luo kembali tersenyum,sebenarnya tanpa di minta pun ia sudah melindungi putri dari salah satu orang kepercayaan Ayah nya terbukti sampai saat ini putri Kong Lei yg bernama Kong Junfa tak pernah ada yg mengganggunya
" Terima kasih Pangeran,,terima kasih " Kong Lei langsung berlutut
" Paman bangunlah tak perlu bersikap seperti itu " Pangeran Han Luo memegang bahunya lalu menyuruhnya berdiri
Pangeran Han Luo tinggal lebih lama di sana sebelum ia pamit untuk kembali ke penginapan khawatir Jun Yuan menunggunya
Kembali pada Jun Yuan kini ia berada di rumah makan,duduk berhadapan dengan Mei,memperhatikan gadis di hadapannya yg sedang menyantap makanannya
" Pelan saja aku tak kan memintanya " ucap Jun Yuan melihat cara makan gadis di depannya
" Siapa juga yg akan memberikannya padamu " balas Mei dengan mulut penuh makanan
Jun Yuan sampai menggelengkan kepala melihat tingkahnya,sungguh tak tau malu kata kata itu terlintas di pikirannya
" Ahhhh,,,akhirnya kenyang juga " ucap Mei setelah menghabiskan pesanan ketiganya
" aku tak habis pikir,perut mu terbuat dari apa,bisa bisanya perut sekecil itu menampung tiga piring penuh makanan " gumam Jun Yuan
" Eh,,,kau bilang apa " tanya Mei karena tak terlalu jelas mendengar
" tidak,,aku tak bilang apa apa " jawab Jun Yuan spontan
" Oh iya,,kau kesini bersama siapa " Jun Yuan balik bertanya
" Emm,,,aku kesini bersama Ayahku memangnya kenapa "
" tidak,,,aku tak melihat Ayahmu sejak tadi "
" Oh itu,,,Ayah sedang mencari sesuatu katanya "
" Mmm,,,cuma berdua "
__ADS_1
" tidak,,ada beberapa orang bersama kami "
" Oh,,,aku kira cuma berdua "
" Kenapa memang kalau cuma berdua,,kau mau menemui ayah untuk melamar ku ya,,"
" Bukan begitu "
" Aaaahhh,,,jujur saja ayo jujur "
" Aku bilang bukan seperti itu "
" Wahh,,,sepertinya calon suamiku ini sangat terpesona dengan kecantikanku iya kan "
" Tidak begitu "
" Tidak apa apa katakan saja kalau kau ingin secepatnya menikah denganku agar secepatnya bisa melakukan itu kan,,,,"
" Itu apa,,,"
" tidak tidak,,aiiih pikiranku ternoda,,,ya ampun"
" Hah,,apa maksudmu "
Jun Yuan merasa heran melihat rona wajah Mei yg berubah merah
Selepas itu mereka berdua pergi ke taman kota tentu saja Mei yg memaksanya
Saat sedang berjalan Mei melihat sebuah kereta di iringi rombongan orang berkuda di depan dan belakangnya
" Tuan Bai Lixu,,,ada apa dia ke kaisaran ini " ucap Mei tanpa sadar saat penghuni kereta membuka jendela menunjukan wajahnya
" Bai Lixu,,," gumam Jun Yuan dengan tangan terkepal
" Eh,,kau tidak tau " tanya Mei
Jun Yuan menggeleng
" Tuan Bai Lixu yg terkenal dengan julukan si Tongkat Emas dari sekte Lonceng Emas yg berada di kekaisaran Qin " Mei menjelaskan
" Shagua aku antar kamu ke penginapan tempatmu sekarang takut Ayahmu mencarimu " Jun Yuan menarik lengan Mei membawanya pergi dari sana
" Eh,,,kita belum sampai ke taman heh " protes Mei
" Aku baru ingat punya urusan lain yg mendesak " balas Jun Yuan tanpa menghentikan langkahnya
" Ya ampun,,apa kau tak bisa mencari alasan yg lebih masuk akal " ucap Mei
Jun Yuan berhenti lalu menatap wajah gadis di hadapannya
" Shagua,,,aku benar benar punya urusan yg lebih penting,,sungguh "
Mei menghela nafas
" Baiklah,,,aku bisa pulang sendiri "
Jun Yuan tertunduk
" Maaf,,,"
" Tidak apa apa,,,jika nanti kita bertemu lagi kamu harus meluangkan waktu lebih banyak untukku,,,itu permintaanku,,kau tak lupa janjimu kan " ucap Mei
Jun Yuan mengangkat wajahnya,tersenyum lalu mengangguk
" Shagua memang calon istri terbaik,,,aku pamit "
Jun Yuan langsung melompat lalu bergerak dengan cepat
Sedangkan Mei membeku
" Di-dia mengakuinya,,,dia mengakui aku calon istrinya,,,aku tidak bermimpi kan "
__ADS_1
" Aduh,,,sakit,, " Mei meringis setelah mencubit pipinya sendiri
" Aku tidak bermimpi,,dia mengakuinya,,,ibu,,,aku sungguh sudah punya calon suami,," Mei meloncat loncat saking senangnya