
Jun Yuan melompat dari dahan ke dahan lainnya sambil sesekali membuka peta yg ia bawa untuk memastikan ia pergi ke arah yg benar,dua hari kemudian ia sampai di sebuah Padang rumput yg luas
" setelah melewati Padang rumput ini aku akan tiba di pinggiran hutan Weixing,,,tapi,," Jun Yuan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya karena merasa ada yg salah dengan Padang rumput di hadapannya
sudah sejak dari jauh ia merasakan sesuatu yg membuat tubuhnya terus menerus memberi sinyal bahaya merasa seperti ada yg mengawasinya,ia mengalirkan tenaga dalam pada matanya,mata birunya berkilat menerima suplai energi
Alisnya bertaut saat melihat suasana berubah tiba tiba,di depannya tak ada lagi hamparan padang rumput tapi berubah menjadi Padang tandus dengan panas yg menyengat serta udara yg terasa menyesakkan dadanya,yg paling aneh dari semua itu adalah pasirnya yg bergerak perlahan seolah hidup
DEG,,,
" apa itu,,,"
tanpa sadar Jun Yuan bergumam saat melihat keatas karena merasakan hawa jahat yg sangat mencekam
di atas langit sekilas ia melihat sepasang mata besar berwarna kuning dengan pupil horizontal berwarna hitam sebelum memudar
meski sekilas ia yakin mata itu mirip seperti mata hewan buas atau lebih tepatnya mata seekor harimau
Memfokuskan matanya ia melihat sisa jejak energi membentuk garis lurus membentang jauh ke depan,kemungkinan besar pemilik mata itu berada jauh di dalam hutan Weixing jika melihat jejak energinya
" hmm,,,apa lagi itu "
Pasir yg awalnya bergerak perlahan tiba tiba bergerak bergelombang Seolah ada sesuatu yg bergerak di bawahnya,semakin lama gelombang pasir membentuk sebuah gundukan panjang yg berkelok kelok
Jun Yuan segera melompat mundur saat merasakan hawa keberadaan makhluk hidup di dalam pasir
dan benar saja seekor ular yg besarnya melebihi pohon kelapa keluar dari dalam pasir langsung menyerangnya dengan membuka mulutnya
Jun Yuan mendarat di atas batang pohon tumbang yg telah mengering,ia harus mendongakkan kepalanya untuk melihat kepala ular yg menyerangnya dengan jelas
di kepala ular tersebut terdapat sebuah mahkota yg di selimuti asap tipis berwarna ungu menandakan bahwa ia ular yg memiliki racun yg berbahaya di tengahnya terdapat sebuah batu mustika berwarna sama
" seekor ular,,,siluman " ucapnya dalam hati,mencabut pedangnya ia bersiap untuk menghadapinya karena mau tidak mau ia harus melewati Padang tandus tersebut
karena serangan kejutannya gagal ular itu kembali menyerang dengan serangan yg sama namun dengan gerakan yg lebih cepat dari sebelumnya
Jun Yuan bergerak cepat,karena terlalu cepat ia seperti menghilang dan muncul di samping kepala siluman ular lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga
Bunyi berdecit terdengar sangat panjang di sertai percikan api saat pedang Jun Yuan mengenai sisik tebal siluman ular ketika mereka berdua saling melewati satu sama lain
" Groaaarrrrh,,,"
Siluman ular meraung marah,meski tak bisa menembus sisiknya sebagai pertahanan mutlaknya ia masih merasakan sakit akibat tekanan dari serangan lawannya
Siluman ular langsung berbalik lalu menggerakan ekornya untuk menyerang
Meski ukurannya sebesar itu namun tak sedikitpun menghambat kecepatan gerakannya
__ADS_1
Jun Yuan dengan lincah bergerak menghindari kibasan ekor siluman ular,tak mau mengambil resiko dengan menangkis atau menahannya
sekilas melihat bekas serangan sebelumnya pedangnya benar benar tak bisa menembus sisik siluman ular meski telah mengalirkan tenaga dalam tetap saja hanya membuat luka gores yg dangkal
" sebesar apapun kekuatanmu saat ini tak akan bisa menembus pertahanan alami siluman ular tanah itu,cobalah cari bagian yg lembut ketika menyerangnya " suara Mei Lin bergema di kepalanya
" aku masih mencarinya " balas Jun yuan
Suara gemerincing terdengar akibat gesekan sisik siluman ular saat ia bergerak,bagian lehernya mengembang saat setengah tubuhnya berdiri tegak,matanya menatap penuh nafsu seakan melihat Jun Yuan seperti santapannya,membuka mulutnya energi terkumpul membentuk bola kecil berwarna ungu di mulutnya
" Grraaahhh,,,"
Siluman ular menembakan bola energi yg sudah terkumpul di mulutnya itu langsung melesat ke arah mangsanya
" Gawat,,,"
Jun Yuan membuat perisai energi untuk melindungi tubuhnya
LANGKAH KILAT
Zheeppp,,,,
Jun Yuan menghilang saat lesatan bola energi hampir mengenainya
Blaaarrr,,,,,
Awan Jamur terbentuk saat serangan bola energi menabrak tanah
GARIS CAKRAWALA
Siluman ular dengan instingnya menggerakan kepalanya menghindari serangan
Sraaiiinggg,,,,
Satu tebasan menggores sisi kepala siluman ular
dengan cepat Jun Yuan mengumpulkan tenaga dalam di tangan kirinya
TAPAK PENGHANCUR
Baanggg,,,,
" GROOAAARRRHH ,,,"
siluman ular terpental setelah terkena serangan telak
Buummhhh,,,,
__ADS_1
tubuhnya menghantam tanah dengan keras
" ketemu,,," tanya Mei Lin
Jun Yuan mengangguk
" selain celah di antara sisiknya bagian lembut dari siluman ular itu adalah di antara kedua matanya dan mata itu sendiri "
Mei Lin tersenyum puas,jika ada orang yg melihat senyumannya mungkin akan langsung terhipnotis saking indahnya
Setelah merangkai rencana di otaknya Jun Yuan mengeluarkan dua lembar kertas Jimat
SEGEL SEMESTA - PEMECAH RAGA
dua bayangan yg sama persis dengannya muncul di samping kiri kanannya,lalu ia memberikan kertas Jimat pada kedua bayangannya
Siluman ular menggelengkan kepalanya sebelum tubuhnya stabil,hawa membunuhnya semakin besar saat menatap tiga makhluk kecil berdiri belasan meter di depannya
Siluman ular kembali membuka mulutnya,kali ini asap tipis terkumpul di sana bersamaan dengan keluarnya cairan ungu di mulutnya dengan perlahan,butuh waktu untuk melakukan serangan yg akan menimbulkan kerusakan berskala besar
Melihat kesempatan Jun Yuan tak mau memberi waktu siluman ular menyelesaikan serangannya,ia kembali membuat perisai energi untuk dirinya sendiri
LANGKAH KILAT
ketiganya menghilang lalu muncul di tiga tempat berbeda
Jun Yuan muncul di atas kepala siluman ular menggenggam pedang dengan kedua tangannya mengalirkan tenaga dalam sebanyak mungkin
Satu bayangannya muncul tepat di depan mulut siluman ular lalu menempelkan kertas Jimat di sana,bayangan lainnya muncul di bawah leher siluman ular lalu menempelkan kertas Jimat di sela sisiknya
Kecepatan kedua bayangannya sama seperti Jun Yuan yg asli,pergerakan mereka tak sampai tiga tarikan nafas
Siluman ular yg terfokus pada serangannya terlambat menyadari bahaya
Blaaarrr,,,Blaarrr
Ledakan terjadi sesaat kemudian setelah kedua bayangan menempelkan kertas Jimat membuat tubuh siluman ular goyah,tak menyiakan kesempatan Jun Yuan menebaskan pedangnya tepat di antara kedua mata siluman ular
GORESAN MALAM
slaassshhh,,,jreesshhh,,,,
Blaarrrr,,,Blaarrr,,,,
Tubuh siluman ular terbelah seluruhnya lalu kedua bagian kepalanya yg terbelah meledak memercikan racun dari serangan yg belum sempat diselesaikan ke segala arah
Tap,,,
__ADS_1
Jun Yuan mendarat sempurna,wajahnya pucat serta nafasnya memburu akibat menggunakan tenaga dalam dengan sangat banyak,beruntung perisai energi melindunginya dari racun yg tersebar
" sangat merepotkan "