
SEGEL SEMESTA - PEMECAH RAGA
Jun Yuan langsung bergerak bersama dua bayangan yg ia ciptakan
Zhang Haoran tersadar dari terkejutnya ia kemudian ikut menyerang tapi kembali di buat terkejut karena lawannya berubah menjadi tiga orang
" KURANG AJAR,, " Ia meraung marah karena merasa di remehkan
Sekali lagi Zhang Haoran meledakan kekuatannya, tubuhnya kembali sedikit membesar dari sebelumnya dan penuh dengan energi, ia langsung melesat untuk kembali bertarung
SENI TARUNG - SERIBU PUKULAN
Zhang Haoran mengepalkan tangannya, saat mengeluarkqn jurusnya sarung tangannya membara pertanda di aliri tenaga dalam dengan jumlah besar
Jun Yuan mengeluarkan salah satu jurusnya yg di ajarkan Mei Lin
AMARAH GADIS PEMIKAT
Pedang Gadis Malam mengeluarkan aura kematian lebih pekat
Klaangg,,, Busshhh,,,
Pedang dan tinju bertemu menyebarkan gelombang kejut ke segala arah
Zhang Haoran langsung menggerakan tangan satunya saat jurus mereka bertemu, Jun Yuan berkelit lalu melompat sambil memutar tubuhnya mengerahkan tenaga dalam pada kakinya menendang dari atas ke bawah
Baaangg,,,,
Tubuh Zhang Haoran sedikit membungkuk akibat besarnya tekanan serangan yg di tahannya menggunakan kedua tangannya kemudian menghentakan tangannya untuk mendorong lawannya
Memanfaatkan tenaga dari hentakan lawan pada kakinya tubuh Jun Yuan kembali berputar ke atas lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga untuk menyerang
Zhang Haoran menarik satu lengannya kemudian menggerakannya untuk menahan serangan dengan tinjunya
Klaangg,,,
Zhang Haoran terhenyak ketika ia berniat kembali menyerang saat tiba tiba dua bayangan Jun Yuan muncul menghunuskan pedang energi
Ia lalu merentangkan kedua tangannya untuk bertahan
Blaarrr,,, Blaarrr
Dua ledakan kecil terjadi saat Zhang Haoran berhasil menahan serangan
Jun Yuan melihat celah ia langsung bergerak dengan cepat muncul di depan lawannya yg sedang menahan dua serangan bayangan nya dan langsung menyerang dada lawannya yg terbuka
TINJU PEREMUK TULANG
Zhang Haoran terkejut, dengan jarak sedekat itu ia tak mungkin mampu menghindar ataupun menahan serangan,,, dan
Baangg,,,,
Zhang Haoran terpental jauh ke belakang menabrak beberapa pohon dan merobohkannya sebelum berhenti
Jun Yuan tak ingin memberikan kesempatan pada lawannya untuk memulihkan diri langsung memburunya
GORESAN MALAM
Zhang Haoran yg baru berdiri terbelalak melihat serangan kembali datang, tak sempat membuat kuda kuda untuk bertahan ia menyalurkan tenaga dalam dengan besar pada kedua tangannya lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya
Baammm,,,,
Zhang Haoran kembali terhempas seperti sebelumnya Jun Yuan segera melesatkan serangan
__ADS_1
PISAU CAHAYA - BILAH ANGIN
Zhang Haoran bangkit setelah terbanting cukup keras dan langsung mengeluarkan pedangnya lalu menyalurkan tenaga dalamnya pada pedangnya
PEDANG API - TEBASAN GANDA
BLaarrr,,, Blaarrr,,
Debu berterbangan akibat dua ledakan yg terjadi saat kedua jurus bertemu
Setelah debu menghilang Jun Yuan terlihat berdiri kokoh sambil menggenggam pedangnya sementara Zhang Haoran memegang dadanya yg terasa sakit, darah segar terlihat di sudut bibirnya
Jun Yuan menyeringai saat mengetahui kekuatan lawannya telah berkurang banyak, selain akibat bertahan dari serangannya lawannya juga sudah bertarung lebih lama darinya logikanya meski kekuatan lawannya lebih tinggi dan lebih besar darinya tetap saja akan terkuras jika bertarung dalam waktu yg lama
Zhang Haoran sendiri menyadari hal itu tapi jika sebelumnya ia tak menggunakan tenaga dalamnya lebih besar tentu saat ini dia sudah terluka parah
Pertahanannya memang sangat kuat tapi juga dengan resiko kehilangan tenaga dalamnya meski tak akan sebanyak pendekar pengguna elemen lain belum lagi dengan tekhnik yg ia gunakan untuk memperkuat tubuhnya yg tentu saja menyerap kekuatannya
Dan sialnya lagi ia saat ini sedang melawan Jun Yuan yg telah menggunakan garis darah kegelapan serta pedang Gadis Malam yg membuat tiap serangannya berkali lipat lebih besar
Meski Jun Yuan kekuatannya satu tingkat lebih lemah darinya tapi akan berbeda jika ia menggunakan kekuatan kegelapan yg di padukan dengan senjata pusaka yg ia miliki
" Aku akan membantumu sekarang serang dengan kekuatan penuh, pancing dia lebih dulu dengan dua bayanganmu " Mei Lin yg sejak tadi diam dan memperhatikan buka suara saat Jun Yuan memikirkan sebuah rencana
Jun Yuan mengangguk
LANGKAH KILAT
Zhep,,,
Ia berpindah tempat dengan cepat setelah sebelumnya mengendalikan bayangannya untuk menyerang
Dua bayangan bergerak menyerang dari arah yg berbeda dengan pedang energi terhunus
Craang,, Craang,, Craang
Rentetan benturan serangan memercikkan energi ke segala arah, Zhang Haoran dipaksa terus menerus menggunakan tenaga dalamnya untuk bertahan
Dalam satu kesempatan Zhang Haoran berhasil menangkap tangan salah satu bayangan lalu menggeser tubuhnya menghindari serangan lainnya saat satu bayangan melewatinya dengan cepat ia menggerakan sebelah tangannya
SENI TARUNG - TINJU LAHAR PEMUSNAH
Blaarr,,,,
Satu bayangan langsung hancur setelah terkena serangan telak
Jun Yuan kembali melihat celah, mengorbankan bayangannya ia mengayunkan pedang Gadis Malam menyerang dari jarak jauh
TANGISAN GADIS PERAWAN
PISAU CAHAYA - JARUM PERAK
Pisau cahaya melesat bersamaan dengan sinar energi berwarna hitam berbentuk bulan sabit yg mengeluarkan suara melengking
Saat akan membanting bayangan yg di pegangnya Zhang Haoran merasakan bahaya mendekat ia segera menarik sebelah tangan yg sebelumnya di gunakan untuk menyerang lalu meninju bayangan yg di pegangnya,tapi ia kalah cepat bayangan yg akan ia serang balik mencengkram tangannya
Dengan respon cepat ia mengeluarkan jurusnya
TINJU API - LEDAKAN BUMI
kedua tangannya bersinar terang lalu mengeluarkan ledakan yg menghancurkan bayangan yg tersisa
Setelah menghancurkan lawannya dengan gerakan cepat kedua tangannya ia hentakan ke tanah
__ADS_1
SENI TARUNG - LINGKARAN BUMI
Tanah di dekatnya terangkat membentuk kubah tanah melindunginya dari serangan
Bhaam,, blaarrr,, blaarrr,,,
Tiga ledakan terjadi saat serangan Jun Yuan membentur pertahanan lawan
Jun Yuan harus mengakui pertahanan lawannya sangat kuat, tiga serangan kuatnya hanya menimbulkan retakan pada kubah tanah lawannya, tapi ia menyeringai karena itu sesuai dengan perkiraannya, ia kembali bergerak cepat
LANGKAH KILAT
Zhep,,,,
Jun Yuan menghilang dari tempatnya setelah menyimpan pedang Gadis Malam
Merasakan serangan telah berakhir Zhang Haoran menghilangkan pertahanannya tapi ia tersentak saat merasakan bahaya setelah kubah tanahnya menghilang
Jun Yuan muncul di hadapannya dengan tiba tiba langsung menempelkan telapak tangannya pada tubuh lawannya
TEKHNIK KEGELAPAN - TAPAK PENGEKANG RAGA
Tusk,,,,
Letupan kecil keluar dari telapak tangannya yg di selimuti aura kegelapan
Zhang Haoran yg tak mampu merespon dengan cepat ia hanya bisa berteriak kesakitan saat sebuah energi asing merasuki tubuhnya menembus pertahanan alaminya
" AAARRRRGGGHHHH,,,, "
Tubuh Zhang Haoran bergetar saat energi kegelapan menyerangnya dari dalam
Blaarrr,,,,
Zhang Haoran terhempas saat Jun Yuan menghentakan telapak tangannya
Pedang Gadis Malam Muncul dan lalu melesat menimbulkan suara berdengung memburu Zhang Haoran
PISAU CAHAYA - JARUM PERAK
Dua pisau Cahaya ikut melesat mengikuti pedang Gadis Malam
Blaammm,,,,
Setelah terbanting ke tanah dengan keras Zhang Haoran tak bisa menggerakan semua bagian tubuhnya akibat efek dari serangan lawannya
Ia terbelalak saat melihat sebuah pedang yg dulu pernah hampir merenggut nyawanya mengincarnya
Jleebb,,, Craak,, Craak,,,
" Ughhh,,, "
Lenguhan pelan terdengar saat Pedang Gadis Malam menghujam dadanya menembuanya hingga menancap ke dalam tanah bersamaan dengan dua Pisau Cahaya yg menancap di kedua bahunya
Zhang Haoran tak berdaya setelah tiga senjata pusaka memakunya ke tanah
Jun Yuan muncul di sampingnya dengan tatapan dingin
" Aku,,,Jun Yuan,,, ingat nama itu ketika kau bertemu raja neraka " Ucap Jun Yuan Pelan
Zhang Haoran melotot seakan tak percaya jika lawannya ternyata salah satu dari orang yg selamat dari pembantaian sebuah klan yg ia lakukan bersama teman temannya dulu
Jun Yuan mencabut Pedang Gadis Malam lalu mengayunkannya sekuat tenaga memenggal lawannya
__ADS_1
" Merepotkan,,,, "