
Jun Yuan saat ini berada di sebuah kamar besar dan mewah, dia duduk di dekat jendela di samping tempat tidur, tangannya memegang pinggiran jendela pandangannya mengarah pada sebuah gunung yg tampak kokoh dengan pemandangan alam di sekitarnya yg menyejukan
Dua hari telah berlalu dari pertarungan yg hampir merenggut nyawanya, lukanya telah pulih sepenuhnya namun tidak dengan kekuatannya
Pisau Cahaya telah tersimpan dalam Gelang semesta miliknya begitu juga dengan Pedang Gadis Malam tapi untuk sementara ia harus berpisah dengan penghuni Pedang pusakanya karena Mei Lin mengatakan kekuatannya terkuras sangat banyak dan dia perlu waktu untuk memulihkannya jadi untuk sementara Jun Yuan di larang untuk menggunakan pedang pusakanya kecuali dalam keadaan yg sangat terpaksa
Suasana damai yg saat ini di rasakannya sedikitpun tak membuat dirinya tenang, banyak hal yg mengganggu pikirannya saat ini
Di antaranya adalah dua sosok yg menjadi penolongnya, awalnya ia mengira jika mereka berdua adalah Paman dan Bibinya karena sesaat ia merasakan aura yg sangat familiar tapi perkiraan nya ternyata melesat saat satu sosok berpakaian putih mengeluarkan Aura nya yg mana membuat area dalam jarak tertentu membeku yg tentu saja itu bukan Aura milik Ren Xiaohua bibinya
Kemudian pil yg sosok berpakaian putih berikan padanya adalah Pil yg di mana tak bisa di miliki oleh sembarangan orang, hanya orang orang tertentu yg bisa memilikinya dan sudah pasti harga satu butirnya sangat mahal karena bahannya yg sangat langka sedangkan sosok itu memberikannya cuma cuma dan itu tidak hanya satu tapi lima butir
Lalu perkataan terakhir dari sosok tersebut sebelum Jun Yuan mengucapkan Terima kasih, ia ingat betul sosok itu berkata pelan
" BENCANA AKAN SEGERA DATANG SAAT MANUSIA TELAH DI KUASAI NAFSU SERAKAH TAPI AKAN ADA SEORANG TERPILIH YG DATANG MENYELAMATKAN, SOSOK SEPUTIH SALJU YG DIMANA TIAP GERAKANNYA MENENANGKAN TAPI DIA TAK SENDIRI KARENA HIDUP SELALU BERPASANGAN, PUTIH TAKKAN DI SEBUT PUTIH JIKA TAK ADA HITAM BEGITUPUN SEBALIKNYA,,, MENGERTI "
Sampai saat ini Jun Yuan belum memahami sepenuhnya perkataan tersebut dan itu sungguh mengganggunya
" Haaahhhhh,,,, "
Jun Yuan menghela nafas seolah melepaskan beban pikirannya kemudian ia mengeluarkan sebuah bungkusan yg berisi pil pemberian sosok penolongnya lalu mengeluarkan isinya di telapak tangannya
" Pil inti Langit dan Bumi,,, siapa sebenarnya kalian "
Sampai saat ini dirinya belum menggunakan satupun pil tersebut karena merasa pil tersebut terlalu berharga jika hanya di gunakan untuk menyembuhkan dan mengembalikan kekuatannya
Jun Yuan kemudian mengeluarkan peta miliknya, satu nama telah tercoret di sana, sejenak tertegun mengingat bagaimana dirinya melawan target pertamanya kemudian memperhatikan daftar nama lainnya, keningnya mengkerut saat membaca sebuah nama
" Zhou Xiuhuan,,, bukankah dua orang yg aku lawan sebelumnya juga bermarga Zhou, sial,, kenapa aku tak menyadari sebelumnya "
Jun Yuan segera memasukan kembali barang barangnya saat mendengar pintu di ketuk
" Tuan Muda hamba membawakan makan siang "
Suara pelayan perempuan terdengar di balik pintu setelah ketukan pintu berakhir
Jun Yuan mengucapkan Terima kasih setelah pelayan menempatkan makanan di atas meja kemudian ia menanyakan beberapa hal yg di jawab sekaligus oleh pelayan tersebut
" Tuan Muda tadi pagi Nyonya Permaisuri meminta hamba memanggil anda untuk sarapan bersama tapi saat hamba sampai dan mengetuk pintu kamar hamba tak mendengar jawaban kemudian hamba kembali dan menyampaikan jika Tuan Muda mungkin masih tidur "
__ADS_1
Pelayan berhenti sejenak sebelum kemudian melanjutkan
" Untuk acara perlombaan beladiri yg hamba dengar acara tersebut hanya tinggal menyisakan dua peserta yaitu Nona Jia Weixian dan Nona Bing Mei di babak Final yg akan di selenggarakan dua hari lagi di hitung mulai hari ini "
" Dan untuk pertanyaan terakhir hamba mohon maaf karena hamba tidak mengetahui jawabannya karena berkaitan dengan pemerintahan dan itu hal yg sangat sensitif sekali lagi hamba mohon maaf " Pelayan tersebut membungkuk dengan sopan setelah menjelaskan semua yg ia ketahui
Jun Yuan mengangguk
" Tidak apa apa bibi itu sudah cukup, Terima kasih atas informasinya tapi bolehkah saya meminta satu hal "
Pelayan tersebut mengangguk tanpa mengangkat wajahnya lalu membalas dengan gugup
" Si-silahkan Tuan Muda,se-selama hamba mampu hamba akan berusaha mengabulkannya "
Jun Yuan tersenyum melihat tingkahnya
" Bisakah bibi makan bersama saya atau setidaknya menemani saya makan "
Pelayan tersentak
" Tuan Muda Ta-tapi,,, "
Pelayan tersebut semakin tertunduk
" Tuan Muda i-ini bukan se-sekedar tentang ma-masalah me-menemani anda ma-makan ta-tapi te-tentang peraturan "
Inilah salah satu yg Jun Yuan tidak terlalu sukai jika berada di istana, terlalu banyak peraturan yg harus di patuhi belum lagi tentang kasta dan yg lainnya yg menurutnya terlalu kaku tapi ia juga tak bisa memaksa untuk mengubahnya karena memang begitu tradisi dan budaya seharusnya di tiap pemerintahan manapun
" Bibi tenang saja tak akan ada yg berani menghukum bibi meski Huang Shu sekalipun karena saya punya beberapa alasan untuk itu " Balas Jun Yuan mencoba meyakinkan
" Lagipula hanya menemani makan toh tak ada yg lainnya, , ,tapi bila bibi tidak mau juga tidak apa apa " Jun Yuan kemudian membuang nafas kasar
Meski masih ragu pelayan mengangguk
" Baiklah,, "
Kemudian sang pelayan menyiapkan piring dan yg lainnya untuk Jun Yuan lalu ia berdiri sambil terus menunduk agak jauh saat Jun Yuan duduk
" Kenapa bibi malah berdiri di sana, duduklah kitaakan bersama "
__ADS_1
" Tapi Tuan Muda "
" Sudahlah tak perlu seperti itu duduklah kita makan bersama "
Selang berapa lama saat mereka makan pintu kamar tiba tiba terbuka, tiga orang langsung masuk
" Gege,, waahhh aku mau makan " Ren Xumei langsung duduk di samping Jun Yuan
" Mei,,,jangan seperti itu " Ren Xioahua berkata lembut
" Ah iya maaf ibu,,, maaf bibi " Ren Xumei berkata sambil menundukan kepalanya
Jun Shandian dan Ren Xioahua lalu ikut bergabung
Ren Xioahua memperhatikan pelayan yg ikut makan bersama mereka yg sedari awal kedatangan mereka pelayan tersebut selalu menundukan kepalanya kemudian Ren Xiaohua berkata
" Bibi, bersikaplah seperti saat makan bersama keluarga mu, jangan sungkan seperti itu "
" Ba-baik Nyonya "
Jun Shandian menghela nafas,ia mengerti dengan sikap pelayan tersebut, bagaimanapun cara memaksanya karena terbiasa dengan tradisi dan peraturan pelayan akan tetap bersikap seperti itu tapi justru itulah yg membedakan antara pelayan yg loyal dan setia dengan hanya seorang pelayan
" Paman, setelah ini kita harus bicara " Jun Yuan tiba tiba bersuara
" Aku tau karena aku juga perlu bicara denganmu " Balas Jun Shandian
Beberapa waktu kemudian selesai makan dan setelah pelayan membereskan tempat makan pelayan tadi kemudian pamit, tak lupa dia mengucapkan Terima kasih atas perlakuan keluarga kecil tersebut
Ren Xiaohua membawa putrinya keluar mengajaknya untuk menemui putri Xiao Ling dan Xiao Mei
Saat ini Jun Yuan duduk berhadapan dengan pamannya,Jun Shandian
" Sebelumnya aku akan bertanya, apakah Ayah dan ibuku masih hidup dan seperti apa rupa mereka "
" Meski paman telah mengatakannya berulang kali bahwa aku harus mencari kebenarannya sendiri tapi aku mohon kali ini jawab dengan jelas karena ini berhubungan dengan masalah yg mungkin terjadi di hari depan " Rait muka Jun Yuan serius saat mengucapkannya
Jun Shandian terdiam sejenak lalu menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara kasar
" Yuan,,, baiklah aku akan menjelaskannya jadi dengarkan baik baik karena aku tak kan mengulanginya,,, mengerti "
__ADS_1