Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 14 kalah


__ADS_3

 


***Happy reading guys***...


 


Dina terbangun dari tidurnya, dia terkejut ketika melihat ada sesosok pria yang tidur di sebelahnya.


"Hei..!apa yang kau lakukan didalam kamarku..?" tanya Dina pada Johandy, setelah dia tersadar. Siapa orang yang berada disebelahnya.


Johandy terbangun setelah mendengar suara Dina, lalu dia duduk. Dan menghadap ke arah Dina yang sedang melototkan matanya memandangnya.


"Honey...." dengan suara yang parau, karena terbangun tiba tiba-tiba. Akibat teriakkan Dina yang memekakkan telinganya.


"Kenapa kau tidur dikamar ku...?"


"Ini kamar kita honey," ucap Johandy


"Tapi aku nggak mau tidur bersama mu...!" suara Dina terdengar ketus.


"Kita suami istri," kata Johandy dengan santainya membalas ucapan Dina.


"Kenapa nggak pakai baju ? kau mau memperkosaku?" jemari Dina terarah kepada Johandy, setelah dilihatnya Johandy bertelanjang dada.


"Mana ada suami memperkosa istri honey," kata Johandy senyum lebar menghiasi bibirnya, saat mendengar tuduhan Dina kepada dirinya.


"Ayo honey tidur lagi, ini masih jam tiga pagi..." bujuk Johandy sembari merangkul Dina.


" Ngak mau! aku mau pergi mencari Jason," ucap Dina yang matanya mulai berkaca kaca. Mengingat Jason yang belum ada kabar beritanya.


"Honey, tadi polisi berkata belum ada titik terang. Anak buah ku juga sudah berusaha, sabar honey! kita pasti menemukan Jason," kata Johandy, sembari mengelus rambut Dina, kedua bola matanya sudah mengeluarkan cairan bening.

__ADS_1


"Kenapa kau kurung aku dikamar sialan ini? kalau nggak kau bebaskan aku, aku akan meloncat..!" Dina mengeluarkan kemarahannya kepada Johandy.


"Honey, apa nggak mau ketemu putra kita lagi..? sehingga kau mau meloncat dari tingkat ini kebawah, mas yakin honey nggak akan ketemu Jason lagi .Tapi ketemu dengan Tuhan langsung." gurau Johandy dengan tersenyum.


Melihat Johandy berkata dengan santainya, Dina makin emosi.


"Aku membenci mu, kau bangsat sialan...!" ujar Dina sembari memukuli dada Johandy.


Johandy yang menerima pukulan dari Dina yang tiba tiba, kemudian mendorong Dina. Dan membuat Dina menjadi terlentang di kasur. Lalu Johandy menindih tubuh Dina.


"Lepas..!" Dina mendorong tubuh Johandy yang mengungkung tubuhnya.


" Tidak...!" Johandy menatap wajah Dina dengan lekat.


"Teriak aku nanti," ucap Dina.


"Teriaklah.. ! kamar ini kedap suara," kata Johandy dengan tersenyum.


"Siapa yang mengajarin mulut istri Johandy Dirgantara sekasar ini..?" tanya Johandy kepada Dina, mata Johandy memandang wajah Dina dengan lembutnya.


Jemari Johandy mengelus pipi Dina, lalu turun ke bibir Dina yang sedang manyun karena jengkel kepada Johandy.


"Lepasin..!" Dina berusaha untuk mendorong Johandy dari atas tubuhnya.


Tapi, usaha Dina tak berhasil, Johandy makin mengungkung Dina dibawahnya. Sehingga, Dina merasakan ada benda keras yang menonjol menekan area sensitifnya.


Johandy yang melihat ekspresi malu-malu dari wajah Dina, menjadi semakin ingin menggoda isterinya tersebut.


"Honey, burung garudanya sudah lama terbang, dia ingin masuk kedalam sarang," kata Johandy dengan muka yang pura-pura memelas.


Dina yang mendengar perkataan burung garuda menjadi tersipu malu, dia tidak menyangka. Johandy masih mengingat hal itu semua.

__ADS_1


 


Nanti ada asal-usul burung garuda ya friend, nanti akan ada flashback...


 


"Bodo..!" kata Dina dengan ketus.


"Kasihan honey, burung garuda sudah capek. Dia ingin istirahat...." rayu Johandy lagi sambil mengecup jemari Dina.


"Ah.. lepas...!" ucap Dina dengan suara yang lemah dan terdengar serak.


Melihat wajah Dina bak kepiting rebus, dan tidak melawannya lagi. Membuat Johandy tersenyum lebar. Dan mulai beraksi mengeluarkan belaian mautnya, yang akan meluluhlantakkan pertahanan Dina.


Tangannya kembali mengusap wajah Dina, dan mengecup bibirnya. Dina tak menolaknya dan Dina juga memejamkan matanya, karena malu.


"Pandanglah aku honey..." bisik Johandy, sembari meniup kedua mata Dina. Sehingga, hembusan napas Johandy itu. Membuat Dina membuka matanya, dan Dina memandang mata Johandy.


Dina memandang Johandy dengan malu malu, pipinya merah merona.


"Untuk apa malu honey?" Johandy menatap wajah istrinya, yang sudah lama terpisah darinya.


 


Bersambung dolo guys..


 


sabar ya friends....😘😘😘😘


vote like n coment dolo trims***.

__ADS_1


__ADS_2