Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 24 Beach


__ADS_3

***hai jumpa lagi kita


sehat sehat semua...


penuhi anjuran pemerintah ya


isolasi diri sendiri


biar nga boring


ayo baca mommy Dina and daddy Jo.


Β 


happy reading lop....lop***....


Dina masih menyusuri tepi pantai,tiba tiba pandangannya terfokus pada jajaran pohon kelapa dan pohon mangga yang sedang berbuah.


" ih....ada pohon mangga,punya siapa...?" tanya Dina kepada Nana.


" ini perkebunan mangga punya tuan non..." terang Nana.


" banyak sekali..." ucap Dina heran.


" bisa kita kesana...?" tanya Dina.


" boleh non..."


Dina melangkahkan kakinya menuju perkebunan mangga yang sedang berbuah.


" belum pada besar mangganya ya..." kata Dina sembari memperhatikan keatas pohon mangga.


" belum non,2 bulan lagi baru mateng tu mangga...." terang Nana.


" pada hal gw dah ngiler mba..." ujar Dina.


" ya non ,ini mangga manis bener non..." kata mba Nana.


" itu perumahan apa...?" tunjuk Dina ke arah sederet rumah yang sederhana.


" Perumahan pekerja non..."


" perumahan para maid dirumah...?" tanya Dina lagi.


" bukan non,ini perumahan pekerja di perkebunan..." terang Nana.


" emang luas perkebunan mangga ini...?"

__ADS_1


" luas banget non..."


" untuk apanya kebun mangga..." guman Dina.


Dina menuju ke arah pekerja yang sedang melakukan pekerjaannya.


Melihat Dina datang mendekat, para pekerja menatap Dina karena mereka tidak pernah melihatnya.


Mba nana menerangkan bahwa Dina adalah istri Johandy ,setelah memberitahukan tentang Dina para pekerja menyambut Dina dengan hangat.


" belum ada yang mateng ya...?"


" belum nyonya..." jawab pekerja yang berdiri dekat Dina.


" kapan panen...?" tanya Dina lagi.


" satu bulan dah bisa panen nyah..."


Tiba-tiba Dina mendengar suara sayup sayup suara helikopter,Dina melihat kearah asal suara tersebut dan dilihatnya helikopter yang akan mendarat.


" helikopter siapa...?" tanya Dina.


" Tuan non,kalau tuan ke kota naik helikopter. Jalan darat tidak bisa kalau dari laut lama non ,bisa 3 hari di perjalanan..." terang Nana.


Dina menghampiri sekelompok anak anak yang sedang bermain.


" sekolah non,dipulau ini juga ada sekolah..." terang Nana lagi.


" Sekolah juga ada..." tanya Dina heran.


" ya non sekolah,klinik,market...semua ada..." cerita Nana.


" honey......" panggil Johandy.


Melihat Johandy datang, para pekerja mengangguk memberi hormat pada majikannya.


" mas cari cari dirumah..." kata Johandy.


" bosen di rumah terus..." ucap Dina.


" mas ada kabar dari kantor polisi..." tanya Dina dengan penuh harap.


" belum..." kata johandy


" Apa mereka mencari atau tidak sig...," gerutu Dina yang sudah mulai sedikit emosi.


" sabar honey..." pujuk Johandy.

__ADS_1


" sabar-sabar,sampai kapan mas.Dah mau 2 minggu..." teriak Dina dan berlari meninggalkan Johandy.


Melihat Dina berlari meninggalkannya, Johandy mengejar dan memanggil Dina untuk berhenti.


" honey jangan lari,hati hati awas jatuh..." ingatkan Johandy.


Dina tidak mengindahkan peringatan Johandy,Dina terus berlari meninggalkan Johandy menuju pantai .


Johandy berlari dengan cepat dan menarik Dina agar berhenti,mengakibatkan Johandy dan Dina jatuh ke pasir.


dubrakkk...


" lepas..." teriak Dina yang berusaha melepaskan pengangan Johandy.


Johandy merubah pegangannya,dia menindih tubuh Dina agar tidak bisa bergerak.


" diam dulu ,mas capek berlari..." ucap Johandy dengan nafas yang masih tersengal sengal karena berlari mengejar Dina.


" rasain geser sana ,dah tua sok ngejar..." Dina berusaha menggeser Johandy dari atas tubuhnya dan Johandy membaringkan tubuhnya diatas pasir disamping Dina.


" istirahat dulu honey..." ujar Johandy sembari memegang tangan Dina dengan erat.


"Mas,ayo balik !" seru Dina pada Johandy.


"Nyantai dulu kita honey,memandang lautan,"


"untuk apa mandang lautan,ngak ada seru-serunya," Ujar Dina.


"Lagi kita mandang lautan,mana tahu muncul putri duyung.Bisa mas jadikan istri ," ucap Johandy sambil ngekeh.


"Dasar mesum duyung juga mau dijadikan bini," Ujar Dina sewot.


Dah mas jangan peluk-peluk,malu tahu.pandangin aja lautan nanti terlepas pandangan dari putri duyungnya," kata Dina lagi.


" suka suka mas,ini pulau mas pantai mas.Semua yang ada di pulau ini punya mas ,apa lagi yang mas peluk ini hak milik mas..." kata Johandy.


" ini pantai privat ngak akan ada yang berani kesini ,lihat itu..." Johandy menunjukkan tulisan private di pantai tersebut.


"Ayo berbaringlah,kita tunggu putri duyung muncul," ucap Johandy kembali membaringkan dirinya,dan matanya terpejam.


"He...main tidur aja,ntar ada tsunami gw mau nolong," batin Dina ketika dilihatnya Johandy dah tertidur ditepi pantai.


Β 


***bersambung dolo


Β 

__ADS_1


happy reading ya friends...😘😘😘***


__ADS_2