Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 70. Masalah


__ADS_3

**Hai Jumpa lagi dengan author,sehat semua readers kesayangan author.terimakasih atas partisipasi dalam karya author ya.


Happy reading ya.


Sebelum berangkat menuju villa,Dina menerima telepon dari mba Yanti.Dia meminta untuk bertemu Dina.


Disalah satu cafe** didekat bandara,Dina bertemu dengan mba Yanti.Sedangkan Jason dan Jesy menunggu Di bandara.


Dina melihat mba Yanti duduk menghadap kepintu masuk,mba Yanti menundukkan kepalanya sehingga dia tidak melihat kedatangan Dina.


Setelah dekat ketempat mba Yanti duduk,Dina menyapanya.


"Mba.." panggil Dina,dan mba Yanti mengangkat wajahnya mendengar ketika suara Dina.


"Mba kenapa..?" Dina duduk didepan mba Yanti.


"Maaf Dina,membuat keberangkatan kamu tertunda." kata mba Yanti.


"Tidak mba,ada waktu dua jam lagi." kata Dina.


"Mba ada masalah..?" tanya Dina karena melihat raut muka mba Yanti yang kusut,dan matanya ada sisa-sisa air mata.


"Mba tidak tahu,harus minta tolong dengan siapa lagi Dina." mba Yanti menghela napas,dia galau untuk menceritakan permasalahannya.


"Mba,ceritakan saja.Mungkin Dina bisa bantu?" kata Dina kepada mba Yanti yang merasa berat untuk menceritakan permasalahan yang menimpanya.


"Mas Dika,Dina.." mba Yanti masih ragu untuk menceritakannya.


"Kenapa dengan mas Dika..?" tanya Dina.


"Tanpa sepengetahuan dia selingkuh,uang restoran habis.Alasannya selama ini mengurus restoran diluar kota,ternyata dia ada wanita lain disana." cerita Yanti.


Dina cukup kaget mendengar cerita mba Yanti,karena dia mengenal mas Dika walaupun hanya 2 tahunan.Waktu bertetanggaan.


"sebenarnya sudah lama kami tidak harmonis,setelah kami membuka cabang diluar kota.Awalnya restoran cabang ini sangat maju,tapi sudah 5 bulan restoran itu tidak menghasilkan."


"Apa ini tidak hanya salah paham mba?" tanya Dina.


"Tidak Dina,mba semalam mempergokinya.Dengan tiba-tiba mba pergi ke restoran cabang" kata mba Yanti.


"Terus apa yang mas Dika lakukan?"


"Dia minta maaf,dia tidak ingin berpisah."


"Mba Yanti sendiri bagaimana..?"


"Mba bingung,mba sangat mencintai mas Dika.kami mengelola usaha restoran dari nol.."


"Mba tidak mau bercerai,bagaimana perasaan Rose jika kami bercerai." kata Yanti mengenai keputusan yang sulit untuk diambilnya.


"Mba pikirkan dulu dengan hati-hati,jangan ambil keputusan yang gegabah." ucap Dina kepada Yanti.


"Ya Dina,mba akan memikir ini dulu.terimakasih Dina karena telah mendengarkan keluh kesah mba."


"Mba ingat ya,jangan ikutin jejak Dina dahulu.milih kabur bukan menyelesaikannya baik-baik." Dina mengingat ketika dia meninggalkan Johandy,karena terlalu percaya apa yang dikatakan orang.


"Kasus kita beda,Johandy tidak selingkuh." kata mba Yanti.


"Mungkin saja mas Dika hanya terjebak sesaat.." kata Dina.

__ADS_1


"Sekarang mas Dika dimana?"


"Di rumah,restoran cabang sudah ditutupnya." kata Yanti.


"Sekarang mba Yanti pulang,bicarakan dengan baik-baik.Dan ambil keputusan dengan kepala dingin."


"Terimakasih Dina.." Yanti bangkit dari duduknya,begitu juga dengan Dina.


"Sama-sama mba,jasa mba Yanti dan mas Dika sangat besar pada Dina dahulu."


 


\*


 


"Kak,tante kemana.?" tanya Jesy pada Jason yang asyik mengutak-atik laptopnya.


"Katanya bertemu tante Yanti.." kata Jason,dan matanya masih fokus pada layar laptopnya.


"Oh mau ketemu besan ya.." ledek Jesy kepada Jason.


Mendengar perkataan Jesy,Jason menyentil kening Jesy sehingga Jesy meringis kesakitan.


"Aduh kak Jason,sakit kan kening Jesy." Jesy mengusap-usap keningnya yang kena sentil Jason.


Jason cuek mendengar protes Jesy,dia terus mengerjakan kesibukannya dengan laptopnya.


"Maaf ya lama." Dina tiba diruang tunggu bandara.


"Tante dari mana..?" tanya Jesy .


"Urusan dengan calon besan ya tan..?"


Jason mendelikkan matanya kepada Jesy,sedangkan Jesy cuek saja menerima delikan dari Jason.


Dina tahu bahwa Jesy sedang menggoda Jason,Dina hanya tertawa melihat Jason dan Jesy saling menjahilin.


"Sudah,ayo kita berangkat." kata Dina setelah dia melihat pilot datang mendekat.


"Tante,kenapa kita tidak naik kapal saja.?" tanya Jesy pada Dina.


"Gembul,mau 2 hari 2 malam kita sampai." kata Jason kepada Jesy.


Jesy melototkan matanya,karena dia tidak suka Jason memanggilnya dengan panggilan gembul.


"Ayo.." Dina menarik tangan Jesy untuk mengikutinya,agar tidak terjadi perdebatan lagi antara Jason dan Jesy.


Jason mengikuti mommynya dan Jesy dibelakangnya dengan langkah yang pelan.


 



 


Suara dentuman music terdengar dari satu apartemen ditengah kota, music dan lampu yang kelap-kelip mengiringi para muda-mudi yang sedang menari meliuk-liukan badan mengikuti irama music tersebut.


"Selamat ulang tahun.." teriakan terdengar didalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"He..nona,muncul lagi.Sudah bosan loe jadi anak baik." kata seorang pria kepada seorang gadis yang sedang meliukan tubuhnya mengikuti irama music.


"Sana,jangan ganggu.." gadis tersebut mendorong pria tersebut,dan gadis tersebut terus menari tanpa perduli dengan orang disekitarnya.


"Cukup..!" kamu sudah mabuk." pria tersebut menarik gelas yang ingin diminum gadis tersebut.


"Minta..!" gadis tersebut berusaha mengambil gelas tersebut.


"Kau gila..!" bisa-bisa gw dipotong bundamu nanti melihat anak semata wayangnya mabuk.." pria tersebut berusaha menarik gadis tersebut keluar dari dalam apartemen.


"Kau mau bawa kemana aku..!" suara gadis tersebut sangat keras,sehingga pria tersebut berusaha untuk menutup mulutnya.


"Awas tanganmu..!" gadis tersebut mendorong tangan yang menutupi mulutnya.


Tiba-tiba gadis tersebut menarik muka pria yang membawanya untuk pergi dari apartemen,dengan cepatnya gadis tersebut memcium bibir pria tersebut.


Pria yang menerima ciuman mendadak dari gadis tersebut kaget dan dia menjadi terpaku.


Setelah selesai mencium pria tersebut.


"Mau lagi..?" tanya gadis tersebut dengan kerlingan mata yang nakal terhadap pria tersebut.


"Apa yang kau lakukan,kau telah mencuri first kiss ku." pria tersebut menyentuh bibirnya.


Sedangkan gadis tersebut tertawa terbahak-bahak,dia tak sadar dia telah mencium seorang laki-laki tanpa disadarinya.


"Dasar perempuan gila...!"


"Apa kau akan ingat besok,bahwa kau telah menciumku."


"Ayo kita ciuman lagi,sudah lama aku tidak berciuman.aku bosan jadi anak baik.."


"Rose...!"


"Rose....!" sadar ." pria tersebut menepuk-nepuk pipi Rose yang terus ngeracau.


"Kemana harus kubawa dia,kalau pulang pasti bundanya akan tahu bahwa Rose mabuk-mabukan lagi." pria tersebut adalah David sahabatnya.


"Kalau kubawa pulang,bisa-bisa mama akan memotong uang jajanku.Karena telah membuat Rose jadi mabuk." David pusing memikirkan akan membawa Rose kemana.


"Ahhhh...pusing,karena kamu Rose." David memasukan Rose kedalam mobilnya.


"Aku mau nari lagi..!" teriak Rose dan tangannya memukul David dengan kerasanya.


"Tidak..!" kita pulang,kau sudah mabuk."


"Tidak mau pulang,aku benci mereka!" teriak Rose.


"Apa Rose ada masalah dengan ayah-bundanya..?" pikir David.


"Sepertinyanya dia sudah lama tidak mabuk lagi,kenapa dia mengulangi kebiasaannya dulu."


"Kau tahu aku benci melihat keluarga orang yang bahagia, apalagi mereka sudah kaya.Keluarga mereka bahagia,sedangkan aku.." Rose mengeluarkan keluh kesahnya dalam keadaan mabuk.


"Rose,tenang ya." David menenangkan Rose yang terus ngeracau,tak lama kemudian tidak terdengar suara Rose lagi.Ternyata Rose sudah tertidur setelah letih berbicara.


**lanjut


Kulit luar tidak menjamin dalamnya bagus..

__ADS_1


Happy reading ya readers**.


__ADS_2