Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 46 Dina vs Silvia


__ADS_3

selalu dirumah ya teman-teman,kalau tidak penting banget jangan keluar.


Johandy membawa Dina untuk duduk disofa,Johandy tahu bahwa Dina masih emosi.Terlihat dari wajahnya yang memerah dan napasnya yang tidak teratur.


"Untung Dina kekantor,kalau tidak tadi mas Jo sudah kangen-kangenan dengan sikunti..!" seru Dina kepada Johandy dan tatapan matanya seolah-olah mau menerkam Johandy.


"Honey,mas ngak ada hubungan dengan silvia dulu dan sekarang.,"ucapan Johandy untuk menenangkan emosi Dina yang masih tinggi.


"Kenapa mas biarkan saja dia meluk mas tadi?" Dina bertanya,ketika dilihatnya tadi Silvia memeluk johandy.Dan suaminya tidak melepaskannya.


"Dengan tiba-tiba dia meluk mas,katanya kanget sudah lama tak jumpa..," cerita Johandy.


"Besok-besok,kalau Dina ketemu teman lama Dina.Dan dia memeluk Dina,mas jangan marah ya,karena teman Dina itu juga mungkin rindu dengan Dina..."kata Dina dengan ketus.


"Tidak bisa..!Dina istri mas.Dina tidak boleh ada yang meluk selain mas sebagai suami!" kata Johandy pada Dina,dan dia terus memeluk Dina.


"Mas egois,mas boleh dipeluk orang,sedangkan Dina ngak boleh," ujar Dina.


"Dina mau pergi.!"seru Dina,kemudian Dina bangkit dari duduknya dan beranjak untuk keluar ruangan Johandy.


"Honey tunggu,kita pulang sama," Johandy berusaha mencegah Dina untuk pergi.


"Ngak mau,Dina mau ketemu Maya," ucap Dina lagi.


"Maya lagi keluar," kata Johandy.


"Kemana?" Dina menanyakan keberadaan Maya.


"Maya bersama Badi pergi ke Bank," ujar Johandy.


Mendengar Maya dan Badi pergi bersama,Dina kembali berjalan mendekatin Johandy.


"Mas,Badi sudah punya istri?" selidik Dina.


"Belum," jawab Johandy.


"Pacar ?" tanya Dina lagi.


"he...kenapa nanya Badi terus?" Johandy heran, Dina terus menanyakan tentang Badi.


"emang ngak boleh?" ujar Dina.

__ADS_1


"Nggaklah,masakan istri mas tertarik dengak pria lain." ucap Johandy.


"hi....siapa yang suka,Dina cuma mau jodohkan Maya dengan Badi,"ucap Dina tentang niatnya untuk menjodohkan mereka.


" Yang tidak-tidak sajalah kerjaanmu honey," ucap Johandy.


"emang salah Dina mau jodohkan mereka?" tanya Dina.


"Tidak salah,tapi apa mereka mau?' tanya Johandy.


"Namanya usaha mas,kalau cocok lanjut.Kalau tidak cocok tidak usah dilanjutkan," kata Dina.


"Honey,balik nanti bareng mas ya.." kata Johandy.


"Ngapain Dina di sini,lebih bagus dirumah nemanin Jason main." ucap Dina.


"Nemanin mas kerja," kata Johandy.


"hih males..," tolak Dina untuk menunggu Johandy kerja.


"Ayolah honey,sebentar saja ," rayu Johandy pada Dina.


"Mas,Dina lapar," beritahukan Dina.


"Belum!" Seru Dina Sambil menggelengkan kepalanya.


"Terus tadi ke mall beli apa?" heran Johandy.


"Beli tu,tapi sayang dah dituang kerambut sikunti," Dina menunjukkan sisa-sisa es cream tercecer dilantai.


Johandy ngekeh mengingat kejadian tadi.dia tak menyangka Dina melakukan itu semua.


"Kenapa tawa mas ?" Dina bertanya pada Johandy, ketika dilihatnya Johandy tertawa.


"Mas ngak menyangka,istri mas galak juga ," kekeh johandy dari meja kerjanya.


"Kenapa mas ngak pacaran aja dengan sikunti itu,dia kan seksi.Jalannya aja mirip siput,pinggul digoyang kiri-kanan," Dina berdiri dan memperagakan,cara berjalan Silvia yang dikatakan tadi mirip siput.


Melihatnya memperagakan cara berjalan Sivia,Johandy tertawa terpingkal-pingkal.Dan sekretarisnya mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan tidak disadarinya,begitu juga Dina yang masih berjalan melenggang-lenggok tubuhnya.


Sekretaris Johandy heran melihat bossnya tertawa lepas,karena selama ini dia tak pernah ngelihat tertawa.

__ADS_1


"Pak..,"Lisa sekretaris Johandy membuka suaranya.Mendengar ada suara lain diruangannya,Johandy menghentikan tawanya begitu juga dengan Dina kembali keposisi duduknya.


"Ada apa ?" kata Johandy kepada sekretarisnya dengan muka yang datar.


"Utusan dari Pt Buana,mengajak bapak bertemu nanti malam..," beritahukan sekretarisnya tentang jadwalnya hari ini.


"Bukankah besok pertemuannya,"


"Besok mereka akan kembali,katanya mereka pak..," ucap sekretarisnya lagi.


"Baiklah,jam berapa?" tanya Johandy lagi.


"Jam 7 malam pak,lokasinya di Hotel Horison ," kata Lisa.


"Lisa tolong panggil ob,untuk membersihkan kotoran dilantai itu ," Johandy menunjukkan kearah sisa es cream dilantai,hasil perbuatan Dina tadi.


'Baik pak," jawab Lisa,kemudian meninggalkan ruangan bossnya.


"Apa yang dilakukan,nyonya boss sampa boss tertawa," guman Lisa setelah dia sampai dimejanya.


"Mas ngak pulang?" tanya Dina,setelah tadi didengarnya,Johandy ada pertemuan malam ini?" Dina mendatangi meja Johandy.


"Honey ikut ya?" ajak Johandy.


"Males ah,Dina kayak gembel gini," kata Dina dengan menunjukkan pakaiannya.


"Soal baju nanti kita singgah butiq," beritahukan Johandy.


"terserahlah kalau begitu..," sahut Dina.


Kemudian Johandy dan Dina keluar dari ruangan kerjanya,disepanjang perjalanan menuju lobby,pandangan mata mengamati Dina.Karena telah mendengar ada keributan diruangan boss mereka.


"ini istri boss,dan wanita yang diseret keluar tadi ngaku-ngaku istri boss," bisik-bisik orang yang berdiri area lobby.


"Wanita yang tadi ngak malu ya,ngaku-ngaku," bisik yang lain.


" Kalian tahu,sekretaris boss ngasih kabar.Bahwa perempuan yang tadi diseret keluar ruangan boss,disiram isteri boss dengan es cream." beritahukan yang lain lagi,sehingga berita tentang Dina menyiram Silvia dengan es cream langsung menyebar.


"Habis tu pelakor!" seru yang lain dengan senangnya.


 

__ADS_1


**bersambung**


 


__ADS_2