
***hai semua jumpa lagi mommy Dina and daddy Jo...
happy reading guys***
Dina terbangun dari tidurnya,dan dilihatnya Johandy masih tidur dengan posisi tengkurap.
" ah...kenapa aku jatuh terus dalam rayuan mautnya..." guman Dina dalam hati.
Karena merasa jengkel ketika melihat Johandy,dengan tiba tiba Dina mencubit pipi Johandy dengan keras membuat Johandy terbangun dari tidur dalam keadaan posisi terkejut.
" aduh......!" teriak Johandy ketika mendapatkan cubitan dari Dina di pipinya.
" honey....sakit..." seru Johandy sembari berusaha melepaskan jemarinya Dina di pipinya.
" rasain..." ujar Dina dengan wajah yang masih dalam keadaan emosi.
" ada apa honey...?" tanya Johandy sambil mengelus pipinya yang sakit akibat cubitan Dina tadi yang mendarat di pipinya.
" enak aja mas lakuin ini semua terus..." celetuk Dina.
" kan dah mas bilang itu hukuman karena honey meninggalkan mas dulu..." kata Johandy
" tapi honey suka kan dengan hukumannya..." goda Johandy dengan memainkan tatapan matanya dan mentowel pipi Dina.
" ih....jangan sentuh-sentuh Dina..." Dina berusaha menepis tangan Johandy yang berusaha terus untuk menyentuhnya.
__ADS_1
" he....jangan sentuh Dina lagi ,ini yang terakhir..." ancam Dina.
" tidak bisa,hukuman itu harus tetap dilaksanakan.Mas harus dapat kembali,apa yang mas tidak terima hampir tiga tahun dulu..." ucap Johandy.
" kalau mas tidak berbohong ngak mungkin Dina pergi..." ucap Dina dengan suara yang menahan tangis.
" honey...kapan mas berbohong...?" selidik Johandy sembari menatap wajah Dina dengan seksama.
" mas ingat sendiri,apa kesalahan mas..." kata Dina sambil mengambil bajunya berserakan di lantai.
Dina masuk ke kamar mandi dengan perasaan yang jengkel terhadap kelakuan Johandy yang semaunya sendiri.
cklek...
" syukur pintu tak di kunci..." Johandy nenyusul Dina kekamar mandi,karena dia merasa gerah menyerang tubuhnya.
Dengan pelan pelan Johandy melangkahkan kakinya kearah Dina yang mandi dibawah cucuran shower.
" mas cukup ,badan Dina dah mau remuk..." seru Dina yang terkejut mendadak mendapatkan pelukan .
" masih mau remukkan,belum remuk..." kata Johandy dengan santainya.
"Mas jangan main-main,sana mandi," Dina mendorong Johandy kearah bathube.
"Oke mas akan berendam aja," ucap Johandy sembari masuk kedalam bathube.
Setelah selesai dengan ritual mandinya,Dina memakai jubah mandi yang terletak dikamar mandi.Dina melihat Johandy dibathube yang sudah tertidur.
'Heran ni orang,bisa-bisanya tidur sambil berendam," guman Dina,yang kemudian dia berusaha untuk membangunkan Johandy yang tertidur dibathube.
__ADS_1
" terimakasih honey kesayangan mas..." ucap Johandy karena Dina membangunkannya karena tertidur dibathube.
"Sebenarnya Dina males untuk membangunkan mas tadi,tapi Dina pikir nanti kalau mas mati tenggelam dibathube.Dina jadi tertuduh nanti dikira mau bunuh suami," dengan santainya Dina berucap.
"Emang Dina tega,lihat mas tenggelam dibathube?" tanya Dina.
"Tega...!"dengan jutek Dina menjawab pertanyaan Johandy.
Johandy tertawa geli melihat raut wajah Dina juteknya menjawab pertanyaannya.
Kemudian Johandy membawa Dina keluar menuju balkon,suasana diluar sudah gelap yang terlibat hanya bulan yang cukup terang dan langit yang bertabur bintang,membuat malam semakin romantis
Dan kelihatannya Johandy sudah menyuruh para pelayan menyiapkan makan malam di bawah cahaya bulan dan bertaburan bintang.
" mas kita masih pakai jubah mandi...." kata Dina.
" Ngak ada larangan,makan dengan jubah..." goda Johandy yang mendudukkan Dina di bangku menghadap lautan lepas,dan sayup sayup terdengar suara hempasan ombak menerpa karang.
" ayo...honey ,kita isi perut ngisi tenaga untuk pertempuran nanti..." Johandy menggoda Dina yang masih memandang kelautan lepas.
"Mas,disini ngak pernah kena Tsunami,ini sangat dekat dengan laut?" tanya Dina pada Johandy.
"Belum,moga tidak akan pernah terjadi.Dan jikapun terjadi,mas akan menyelamatkan orang tersayang mas," janji Johandy pada Dina.
" Moga janji mas,ngak janji palsu," ucap Dina dalam batinnya.
***bersambung***
__ADS_1