Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 36 Ada apa dengan dina


__ADS_3

Salam jumpa dari mommy dina dan daddy jo.


Happy reading friends


Dina masih asyik nengkreng diatas pohon mangga,dia memetik buah mangga yang dapat dijangkau oleh tangannya.


Maya terus memperingatkan Dina untuk turun,tetapi peringatannya tak dihiraukan oleh Dina.


" Dina,ayo turun.." perintah Maya.


" Berisik banget lu May..." ujar Dina.


Melihat Maya yang teriak terus memperingatkan Dina untuk turun,membuat pekerja yang ada disekitar datang melihat apa yang terjadi.


" Siapa yang diatas ?" tanya pekerja tersebut pada Maya.


" Tuh..! ada yang mau jadi monyet.." tunjuk Maya kearah Dina yang berada diatas pohon.


Para pekerja melihatnya,dan mereka cukup kaget. Ketika melihat istri dari majikannya yang berada di atas pohon mangga.


" Nyonya turun,biar kami yang metik mangganya ." ucap para pekerja.


" Saya ingin ambil sendiri. " teriak Dina dari atas.


" Nyonya nanti jatuh. " kata pekerja tersebut dengan penuh rasa khawatir.


" Saya dah biasa manjat ." ujar Dina lagi yang tetap ngeyel ingin tetap diatas.


" Dina turun...!" tiba tiba terdengar suara yang memerintahkan Dina untuk turun.


Para pekerja kaget, ketika melihat boss mereka johandy yang datang untuk turun tangan langsung.


" Maaf tuan,saya sudah suruh nyonya turun..." kata pekerja yang takut dimarahin johandy.


" Sudah,kembali kerja . " perintah Johandy dan para pekerja melangkah pergi ke pekerjaannya masing-masing.


" Dina,mas bilang turun...!" ucap Johandy dengan suara yang keras dan tegas.


" Dina mau mangga.." balas Dina tidak mau kalah.


" Biar pekerja yang mengambilkan ." kata Johandy.


" Dina,lu mau jadi monyet,nongkrong di pohon mangga.." ledek Maya.


" Biarin,bodo.." balas Dina dengan cueknya,dia masih asyik mengupas mangga dengan menggigitin kulit mangga tersebut dengan giginya.


" Mas,kesambet apa tu Dina,aneh banget. " kata Maya saat melihat Dina bertingkah aneh beberapa hari ini.

__ADS_1


" Emang dulu dia ngak pernah manjat pohon ?" tanya Johandy kepada Maya.


" Setahu Maya tidak,mungkin kesambet roh monyet.." kekeh Maya mengejek Dina.


Dina mendengar apa yang dikatakan Maya tentang dirinya kesambet roh monyet, menjadi jengkel dengan melemparkan sisa mangga yang dimakannya tadi.


de..buk....


" Aduh.....Dina,betul betul kesambet roh nenek monyet lu..!" seru Maya dari bawah ,karena kaget dilempar biji mangga.


Melihat Dina semakin menjadi-jadi,membuat johandy mengeluarkan jurus ancamannya.


" Dina kalau nga turun juga,jangan harap Jason bisa tidur bersama kita ." ancam Johandy kepada Dina.


Mendengar ancaman Johandy,Dina merasa jengkel dan melempar johandy dengan mangga juga.


Mendapatkan lemparan mangga dari Dina,Johandy menghindari lemparan Dina.


" Dina turun..!" saya hitung sampai tiga ya,satu...dua.....ti...." hitung Johandy.


" Ya...ya..,Dina turun. " sebelum hitungan ketiga habis Dina meloncat turun.


" Aduh....!" seru Dina,ketika meloncat turun kakinya tidak menapak dengan benar, sehingga kakinya menjadi nyeri.


Mendengar teriakan Dina ,Johandy dan Maya berlari mendekatin Dina yang jongkok.


" Sakit,Dina mengelus pergelangan kakinya yang sakit ." Dina meringis menahan sakit.


" Nakal sih ." ujar Maya.


Johandy memandangi Dina dengan sorot mata yang tajam ,menyebabkan Dina menundukkan wajahnya menghindari tatapan johandy.


" Apa kamu mau mematahkan kakimu sendiri,baru mau mendengarkan perkataan orang ..!" tegur Johandy dengan suara yang keras.


" Maaf ." Dina masih menundukkan wajahnya untuk menghindari tatapan Johandy.


Johandy memegang pergelangan kaki Dina,mengelus-elusnya.


tiba...tiba...


Johandy menarik pergelangan kaki Dina,menyebabkan Dina kaget dan berteriak kencang.


" Aw.....sakit,kau ingin memutuskan kakiku...!" teriak Dina dengan marah.


" Ya ,biar nga bisa kemana-mana.." kata Johandy.


Maya menenangkan Dina yang kesal pada perbuatan johandy terhadap pergelangan kakinya tadi.

__ADS_1


" Din..., yang dilakukan suamimu itu untuk membetulkan kakimu yang terseleo tadi.." ujar Maya.


" Emang dia dokter ." kata Dina yang masih jengkel.


" Coba berdiri ." perintah Johandy kepada Dina.


" Sakit..." tolak Dina untuk berdiri.


" kalau begitu mas gendong aja,tapi ada imbalannya.." goda Johandy dengan senyum yang misterius.


Melihat senyuman Johandy penuh godaan yang misterius,membuat perasaan Dina was-was.


"Otak mesum ." batin Dina.


Dina berusaha untuk berdiri dengan hati hati karena dia takut mata kakinya sakit.


Setelah berdiri dengan kedua kakinya,Dina tidak merasakan sakit di pergelangan kakinya lagi.Dan Dina melakukan loncat-loncat kecil untuk menguji pergelangan kakinya.


" Bagaimana,nga sakit lagi ?" tanya Maya.


" Ngak.. " jawab Dina dengan senang.


" Jangan manjat-manjat lagi,ini baru keseleo.Bagaimana jika patah ." nasehat Johandy pada Dina.


" Ya ." jawab Dina dengan suara yang pelan.


Maya hanya tersenyum melihat Dina pasrah di tegur Johandy,selama ini dilihatnya Dina selalu melawan jika di nasehati Johandy.


" Pasrah non..." ledek Maya dengan berbisik kepada Dina.


Dina melotot membalas ledekan Maya.


" Ayo balik,bisa jalan atau mas gendong..?" tanya Johandy.


Dina menolak untuk digendong Johandy, karena dia merasa pergelangan kakinya tidak sakit lagi.


ย 


๐Ÿ˜***bersambung*** ๐Ÿ˜


ย 


happy reading


ย 


ย 

__ADS_1


__ADS_2