Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 48 Kabar gembira


__ADS_3

**Selalu utamakan kesehatan,jaga jarak dan stay at home.


Maaf banyak typo dan Kalimat yang asal...


Happy reading teman-teman**.


******


Hari ini Dina dan Maya memanjakan diri, hari ini mereka mengatakan hari wanita. Dimana hari ini Dina dan Maya memanjakan diri di salon, untuk perawatan kecantikan.


"Maya, setelah dari sini kita kemana ?" tanya Dina yang sedang menunggu Maya membayar biaya mereka memanjakan diri.


"Cari restro, gw laper ." kata Maya sembari mengelus perutnya.


"Kenapa cacing lu sudah demo ?"


"Ya nih, sekeluarga dah demo ." sahut Maya.


"Ayo, restro mana ?" tanya Dina sembari meninggalkan salon.


Setibanya diluar salon, Maya menyarankan agar mencari informasi restro di sekitar salon melalui hp.


Dina mengutak-atik hpnya, sehingga tanpa disadarinya ada mobil melaju kencang kearahnya. Maya yang melihat mobil tersebut ingin menabrak Dina, dengan cepat dia memperingatkan Dina.


"Dina..!" teriak Maya untuk memperingatkan Dina.


Dina mendengar teriakan Maya dan menoleh, tapi dia tak sempat menghindari mobil tersebut. Dan mobil tersebut melaju ingin menabrak Dina, tetapi tiba-tiba datang mobil melawan arah mengagalkan mobil tersebut yang ingin menabrak Dina.


Akibatnya terjadi tabrakan didepan mata Dina, membuat Dina menjadi shock.


"Dina !" teriak Maya dengan berlari mendekatinya, Maya melihat tubuh Dina yang mematung dan rona wajahnya yang sudah pucat pasi.


"Din...Dina..." Maya berusaha untuk menyadarkan Dina. dan orang sudah berkerumun di lokasi kejadian.


"Kasih minum temannya ." seorang bapak menyarankan Maya memberikan minum pada Dina. Maya menerima botol air mineral yang diberikan kepadanya, ketika akan membuka tutup air mineral. Dina tiba-tiba jatuh ke lantai dengan kerasnya tanpa sempat Maya memegangnya.


"Dina..!" seru Maya dengan memeluk tubuh Dina yang terbaring aspal jalan.

__ADS_1


"Tolong...!" teriak Maya dan kemudian datang beberapa orang pria berbadan besar .


"Ayo, kita bawa nyonya ke rumah sakit." perintah orang tersebut, dan langsung mengangkat Dina dan Maya mengikutinya dengan menangis.


"Kalian siapa..?" setelah sampai didalam mobil menuju rumah sakit, Maya bertanya masih dengan menangis.


"Kami bodyguard, yang khusus mengawal nyonya." beritahu bodyguard tersebut.


"Aku harus memberitahukan Johandy ." Maya baru sadar belum mengabari suami Dina.


"Sudah nona, kami sudah mengirim pesan. Dan tuan menunggu di rumah sakit ." beritahu bodyguard.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, akhirnya mobil tersebut tiba dilobby rumah sakit.Dan dilobby sudah menunggu Johandy, om Sam dan Juga Badi.


Dengan cepat suster membawa brankar dan Johandy mengangkat tubuh Dina dari dalam mobil.


Maya masih tetap menangis, kemudian Badi memeluk Maya berusaha untuk menenangkan gadis tersebut.


Setelah diletakkan dibrankar, Dina dibawa memasuki UGD. Johandy belum juga mengeluarkan kalimat sepatah kata pun juga sejak Dina tiba di rumah sakit, hanya wajahnya yang menunjukkan dia dalam keadaan marah.


Om Sam mendatangi Johandy yang duduk , dan wajahnya sedari tadi hanya menunduk menatap lantai rumah sakit.


Johandy mengangkat kepalanya, dan menatap wajah Om Sam yang berdiri dihadapannya.


"Mas Jo, maaf." Maya mendatangi Johandy, dan meminta maaf tidak bisa menjaga Dina.


"Maya, ini bukan kesalahanmu ." om Sam menenangkan Maya yang belum berhenti menangis juga.


"Tuan, para bodyguard mengatakan ada yang berusaha mencelakakan nyonya ." beritahu Badi kepada Johandy setelah dia menanyakan kronologis kejadian.


Wajah Johandy yang penuh emosional, memerintahkan Badi menyelidiki kecelakaan tersebut.


"Selidikin Badi, aku akan menghukum orang yang telah membuat istriku celaka ." suara datar Johandy memerintahkan Badi untuk menyelidiki, siapa yang berniat membunuh istrinya.


"Baik boss." jawab Badi dan kemudian meninggalkan Johandy yang masih menunggu kabar keadaan Dina didalam UGD.


Pintu UGD terbuka, dan keluar dua orang dokter.

__ADS_1


"Mana keluarga pasien korban kecelakaan..?" tanya seorang suster yang keluar bersama kedua dokter tersebut.


"Saya suaminya !" dengan cepat Johandy menjawabnya.


"Dokter akan menjelaskan keadaan pasien pak ." beritahu suster tersebut.


"Keadaan pasien tidak apa-apa, dia hanya pingsan karena shock. Karena pasien dalam keadaan hamil, maka saya menghubungi dokter kandungan ." beritahu dokter tersebut.


" Apa !" hamil ?" tanya Johandy dengan kagetnya.


"Ya, anda belum tahu?" tanya dokter kepada johandy.


"Pantes... Dina nafsu banget makan." dalam benaknya Maya.


"Bagaimana kondisi kandungannya dok..?" Johandy cemas akibat kecelakaan tadi, menyebabkan kandungan Dina dalam bahaya.


"Kondisi kandungan istri bapak baik-baik saja, istri bapak tidak mengalami benturan akibat kecelakaan tersebut ." beritahu dokter kandungan tersebut.


"Puji Tuhan!" seru Om Sam dengan gembira, karena mendengar kondisi kandungannya Dina baik-baik saja.


"Kapan bisa menjenguk istri saya ?" tanya Johandy yang tidak sabar menemui Dina, dan menyampaikan kabar gembira.


"Istri bapak akan diantar keruangan, silakan pesan ruangan mana yang akan bapak pesan ." beritahu suster tersebut.


Setelah mendengarkan penjelasan dari kedua dokter, perasaan Johandy menjadi lega.Apalagi dokter itu juga menyampaikan kabar gembira.


Johandy menyuruh bodyguard yang masih berada didekatnya untuk memboking kamar super vip untuk ditempatin Dina, Johandy tidak ingin Dina tak nyaman selama perawatan.


"Selamat mas Jo, akhirnya Dina fositif hamil lagi ." kata Maya yang sudah bisa tersenyum, mendengar Dina tidak dalam keadaan bahaya.


"Terimakasih." sahut Johandy, dan di bibirnya sudah dipenuhi dengan senyuman lebar.


**Bersambung.


pembaca tersayang,please likenya ya.


minta like saja kepada pembaca tersayang😘😘😘

__ADS_1


Happy reading teman-teman**.


Maaf banyak kata yang tak sesuai, tamat ini. Cerita akan direvisi.


__ADS_2