Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 76.Surprise


__ADS_3

Jumpai lagi readers,terimakasih atas like,comment.vote n ratenya.


Happy reading.


"Kak Mel,bagaimana kehidupan kakak di asrama?" tanya Jesy penasaran kepada Melisa.


"Senang,karena berkumpul bersama teman sebaya.Tidak enaknya semua dikerjakan sendiri."


"Apa yang harus dikerjakan sendiri?" tanya Jesy penasaran.


"Cuci pakaian sendiri." kata Melisa.


"Kalau cuci pakaian sendiri,itu sudah biasa Jesy lakukan kak Mel.."


"Betul,sudah biasa cuci baju sendiri.Jangan-jangan nanti bajumu jadi berubah warna." kata Simon.


Melisa dan Jason tertawa mendengar perkataan Simon.


"Hih...jangan anggap Jesy anak manja ya,Jesy sudah biasa apa-apa dikerjakan sendiri sewaktu tinggal dengan mama di Malaysia.," kata Jesy.


"Masak bisa..?"tanya Jason.


"Bisa.." jawab Jesy.


"Kalau begitu kakak ingin merasakan masakan Jesy hari ini." kata Jason.


"Kakak ingin makan apa?" tanya Jesy dengan semangatnya,karena dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa memasak.


Β 


πŸ›πŸœπŸ›


Β 


Setelah hampir setengah jam berkutat dengan alat-alat dapur,akhirnya Jesy menyelesaikan masakan yaitu mie goreng.


Jesy menghidangkan hasil masakannya.


"Ayo cicipi.." kata Jesy.


"Kami tidak akan keracunan nanti..?" kata Jason.


"Tenang Jason,ambulance sudah stand by didepan." ucap Simon sembari tertawa.


Hanya Melisa yang diam,dia mulai menikmati masakan Jesy.Karena dia sudah pernah menikmati hasil masakannya,sehingga dia tak meragukannya.


Simon menyuapkan mie kemulutnya,kemudian dia merasakannya.Kemudian dia terus menyantap mienya.


"Enak.." sambil terus menikmati mienya.


Jason juga mulai menyantap mie hasil masakan Jesy.


"Lumayan,kalau dikasih nilai 1 sampai 10.Nilainya 7,5." kata Jason.


"Kak Jason jahat,nilainya cuma 7." kata Jesy.


"Kak Simon kasih nilai 9,ini benar enak" puji Simon.


"9." nilai yang diberikan Melisa.


"Hanya kak Jason yang pelit."


"Jesy sudah bisa jadi ibu rumah tangga." goda Simon.


"Jadi ibu rumah tangga,tidak hanya harus bisa masak." kata Jason.


"Tapi satu syarat Jesy sudah lulus." kata Melisa.


"Jesy sudah ada cowok yang di taksir?" tanya Melisa.

__ADS_1


"Belum.." jawab Jesy .


"Nanti kakak kenalkan dengan teman kakak ya." kata Melisa.


"Mel,Jesy masih sekolah.Jangan kau kotorin otaknya dengan cinta-cintaan." kata Jason kepada Melisa yang ingin mengenalkan teman pria kepada Jesy.


"Hih kak Jason,kenapa tidak boleh kenalan teman pria sih..!"


"Belajar dulu,itu nanti ada masanya." ingatkan Jason.


"Kak Jason ini seperti mengawasi anaknya saja." ledek Melisa.


Simon mengawasi temannya itu dengan cermat,sepertinya Simon tahu apa yang ada dibenaknya Jason.


Β 


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Β 


Ketika sedang asik menonton tv diruang keluarga,terdengar suara teriak mommynya dari dalam kamarnya.


Tidak..!"masJo...!" panggil Dina dengan keras,membuat Jason,Melisa dan Jesy berhamburan menuju kamar mommynya.


"Mom,Dad...ada apa..?" tanya Jason heran melihat mommynya menangis dan Daddynya memeluknya dengan bahagianya.


"Daddy mau kasih kabar gembira.."terlihat binar kegembiraan diraut wajah Daddynya.


"Kabar apa Dad..?" tanya Melisa penasaran.


"Kita akan datang anggota baru dalam keluarga ini,mommy kalian sedang hamil lagi.." kata Daddynya dengan gembiranya,dan Dina menampilkan raut wajah yang cemberut.


Sontak wajah Jason,Melisa dan Jesy terkejut,tapi tidak berapa lama kemudian raut kegembiraan keluar dari wajah mereka masing-masing.


"Mommy.." Melisa memeluk mommynya dengan penuh kegembiraan.


"Melisa akan punya adik baby." sudah sejak lama Melisa menginginkan adik, tapi belum terlaksana.Dan ketika Jesy putri Maya lahir,Melisa sangat gembira.


"Congratulations ya tan..." ucap Jesy turut senang mendengar kehamilan sahabat mamanya tersebut.


"Kalian kenapa mengucap selamat pada mommy." muka Dina masam.


"Honey mukanya jangan seperti jeruk purut,nanti baby kita mukanya cemberut." ingatkan Johandy.


"Mommy sudah tua,kalian sudah besar.mommy malu punya baby lagi." ucap Dina sembari cemberut.


"Mom,kami tidak malu." hibur Melisa.


"Kak Jason,apa malu mommy hamil lagi..?" tanya Melisa pada Jason.


"Tidak.." jawab Jason.


"Tan..Jesy malah pernah minta adek lagi pada mama dan papa,tapi mama bilang bahwa mama tidak di izinkan Dokter melahirkan lagi." cerita Jesy kepada Dina dengan ekspresi yang sedih.


"Honey,harus bersyukur diberikan kepercayaan lagi oleh Tuhan untuk mengandung." kata Johandy.


"Kenapa sekarang,dulu kita harapkan dia tidak jadi." kata Dina,dia ingat saat dulu dia pernah hamil.Tapi kehamilan tersebut bermasalah.


"Dulu belum rezeki,sekarang rezekinya diberi tuhan." kata Johandy sembari memeluk Dina dengan penuh rasa kasih


sayangnya.


"Seharusnya saat ini kita,kita ngendong cucu mas.Bukan ngendong anak."


"Mom,belum bisa ngendong cucu.Ngendong dedek untuk Melisa saja ya." goda Melisa,membuat Dina semakin jengkel kepada Johandy.


"Mas ini main hantam kromo saja." Dina mencubit perut Johandy dengan gemasnya.


"Aduh honey,sakit...!" teriak Johandy akibat cubitan yang berikan Dina.

__ADS_1


Jason memberikan tanda pada Melisa dan Jesy untuk meninggalkan kamar mommy dan Daddynya.


"Senangnya,punya adik lagi." ucap Melisa.


"Kak Jason,nanti anak kakak dan adik kakak bisa jadi best friend." usil Jesy keluar.


"Kapan kakak punya anak?" tanya Jason.


"Kalau kakak jadi dengan kak Rose." setelah mengatakan itu Jesy melesat berlari ke kamarnya,karena dia tahu Jason pasti akan menjitak keningnya.


"Awas kau Jesy,kalau ketemu kakak jitak !" seru Jason dengan gemasnya.


"Kakak ada hati dengan Rose?" tanya Melisa.


"Bye.bye.." Jason tak menjawab pertanyaan Melisa dengan pergi menuju ruang kerjanya.


"Kak,Melisa akan bantu kakak untuk dekat dengan Rose." janji Melisa.


Β 


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Β 


Rose membuka-buka album fotonya saat masih kecil dan bersama teman-temannya.


Matanya terpaku pada selembar foto,dan disitu ada dirinya,Lucia dan Lisa.


"Lucia,maafkan aku." tangisnya dan air mata mengalir dari sudut bola matanya.


Rose ingat saat awal dia berjumpa dengan Lucia yang murid baru di sekolahnya.


Β 


**flash** **back** **on**


Β 


"Rose kenapa mukamu kusut sekali..,?" tanya David pada Rose yang dilihatnya tidak begitu bersemangat.


"Biasa,perang dunia kedua." jawab Rose.


David dan Lisa tahu,bahwa bunda dan ayahnya Rose belakangan ini sering cekcok.


"Bosen lihat mereka begitu." sambung rose.


"Sudah,tugas kamu belajar saja." ucap Lisa.


"Siapa itu..?" tanya Rose,ketika dia melihat seorang gadis masuk kedalam kantin.


"Anak baru,anaknya pandai.katanya masuk ke sekolah ini dapat beasiswa." cerita David.


"Sekali lagi anak bahagia." mata Rose melihat Lucia dengan tajam.


Ketika dilihatnya Lucia tertawa dengan gembiranya bersama dengan teman-teman,sedikit rasa tidak suka ada dalam hatinya melihat mereka tertawa dengan gembiranya.


"Dasar anak orang kaya,sepertinya dunia ini miliknya." Rose tidak suka melihatnya.


"Sepertinya dia bukan anak orang kaya Rose." kata Lisa.


"Kau mengenalnya?" tanya Rose.


"Tidak,tapi menurut cerita yang kudengar.Dia itu anak yatim piatu." kata Lisa.


"Anak yatim piatu saja sok ceria begitu,tertawa gembiranya lagi." kata Rose.


"Kau mesti berobat Rose,orang bahagia kamu tidak suka." kata Lisa.


Β 

__ADS_1


***Bersambung dolo friends***


Β 


__ADS_2