
Ketika dia menghilang baru terasa ada yang hilang,apakah dia akan kembali..??
Terbukanya pintu,membuat sepasang anak manusia melepaskan pelukannya.
"Mel...!" Simon kaget melihat kemunculan tiba-tiba Melisa didepan pintu ruangan.
Ekspresi Melisa yang terkejut,melihat Simon sedang berpelukan dengan seorang wanita.Membuatnya seakan membeku didepan pintu.
Teguran Simon menyadarkannya dari rasa keterkejutannya.
"Ma...maaf.... kak Simon...!" Melisa tergagap ketika mengeluarkan suaranya.
"Ada apa Melisa..?" Simon juga berusaha menutupi rasa keterkejutannya.
"Tidak ada apa-apa,maaf Melisa ganggu.." Melisa memutar badannya,kemudian berlalu meninggal ruangan Simon.
"Mel...! tunggu." panggil Simon,tapi Melisa terus melangkahkan kakinya dengan cepat.
Simon ingin mengejarnya,tetapi wanita yang bersamanya diruangan mencegahnya.
"Sudahlah Simon,untuk apa dikejar." kata wanita tersebut.
"Dia adik Jason..!" bentak Simon.
"Terus kalau adik Jason kenapa..? kamu takut dipecat,dipecat juga kamu tidak jatuh miskin." kata wanita tersebut dengan santainya.
"Jason itu sahabat aku,aku tidak ingin dia salah paham." kata Simon.
"Lagian untuk apa kamu memeluk aku,kita sudah tidak ada apa-apa lagi...!" kata Simon dengan keras.
"Simon aku rindu denganmu." suara yang manja dikeluarkan oleh wanita itu.
"Kenapa..?"mangsamu sudah menghilang,atau mereka sudah sadar.Bahwa kamu ini gadis penghisap." sindir Simon.
"Simon,tega kau mengatakan aku sebagai gadis penghisap."
"Cindy, pergilah..!" usir Simon kepada gadis yang bernama Cindy.
"Simon,kamu jahat." Cindy mengeluarkan air matanya,tetapi sepertinya Simon tidak termakan lagi dengan trick masalalunya Cindy.
'Pergi.....!!" perintah Simon dengan suara yang keras dan kasar,membuat Cindy kaget.
"Kau...kau...,mengusirku..!" seru Cindy sembari menangis.
"Ya...!"tinggalkan tempat ini,dan satu lagi jangan muncul dihadapanku."
Cindy keluar dari ruangan Simon dengan cepat sembari menangis.
"Sialan kau Simon,tak terpengaruh lagi dia dengan tangisan dan air mataku." batin Cindy bermonolog.
ย
๐๐
ย
"Mana Melisa?!"tanya Simon kepada Jason.
"Mana ada dia kesini.." Jason kaget dengan kedatangan Simon yang tiba-tiba keruangannya dengan menanyakan keberadaan Melisa.
"Sial...!" seru Simon,sembari mengacak-acak rambutnya.
__ADS_1
"Kenapa..?" tanya Jason dengan khawatir,karena Simon mencari keberadaan Melisa keruangannya.
"Melisa tadi datang keruangan ku,dia melihat Cindy sedang memelukku." cerita Simon.
"Kembali lagi kau dengan perempuan itu..?" Jason heran mendengar Simon menyebutkan nama Cindy.
"Tidak bro..!" kau kira aku gila,mau menerima barang sisa."
"Terus kenapa dia menemuimu..?"
"Aku juga tidak tahu,Melisa melihat Cindy sedang memelukku.Sepertinya dia salah paham." cerita Simon.
"Sebenarnya,bagaimana perasaanmu pada Melisa.Aku tidak mau gara-gara Melisa persahabatan kita renggang."
"Kau tidak muncul dirumah selama seminggu,mommy dan Daddy heran." sambung Jason lagi.
"Maaf bro,aku bukan menghindari kalian.Tapi aku sedang menguji perasaanku pada Melisa,bagaimana perasaanku ini tidak ketemu dengan Melisa."
"Sudah ada hasil ujiannya?"
"Sepertinya hati ini tidak kuat bro,tidak mendengar dan melihat kemanjaan Melisa.Hampa..." cerita Simon kepada Jason menggambarkan suasana hatinya saat ini.
"Sekarang hati kamu sudah bisa menerima Melisa..?"
"Ya bro,aku sudah berusaha tidak mendengarkan suaranya selama seminggu ini sungguh berat." lanjut Simon mengeluarkan keluh kesahnya kepada Jason.
"Sudah jadi bucin sekarang..!" ledek Jason pada Simon.
"Elu belum kena panah cupid.."
"Panah cupid.." kekeh Simon,mendengar tentang panah cupid seperti yang dikatakan Simon.
"Bagaimana hubunganmu dengan Rose,sudah ada perkembangan?" tanya Simon.
"Keburu tua elu nanti."
"Daddy gw aja married umur 30 an,gw sekarang baru 24." kata Jason lagi.
drrt...drrrrt....
Handphone Jason bergetar,dan dilihatnya mommynya menghubunginya.
"Ya mom.." Jason menjawab panggilan mommya.
"Apa...!" kenapa tiba-tiba.?" tanya Jason pada mommynya.
"Ok mom,Jason akan ke bandara."
"Ada apa ?" tanya Simon.
Melisa berangkat ke Jepang.." beritahu Jason.
"Apa...!" kaget Simon,mendengar Melisa berangkat ke Jepang dengan tiba-tiba.
"Dia sudah berangkat ke bandara,pesawatnya terbang jam 3." kata Jason sembari bangkit dari duduknya.
"aku ikut..!" seru Simon dan mengikuti Jason dengan cepat.
ย
๐ซ๐ซ๐ซ๐ซ
__ADS_1
ย
Setibanya di bandara,Jason dan Simon mencari keberadaan Melisa di terminal keberangkatan luar negeri.
"Anak nakal,mau pergi tidak bilang-bilang dengan kakak ya."
Melisa kaget ketika mendengar suara kakaknya dibelakangnya,dan dibalikkannya badannya.Bukan hanya wujud kakaknya saja yang ada dibelakang tetapi wujud orang yang ingin dihindarinya juga ada disana dengan menatapnya sangat dalam.
"Kak Jason,kak Simon..!" serunya kaget.
"Kenapa pergi diam-diam?" tanya Jason,setelah dia berhadapan dengan Melisa.
"Sebenarnya,sudah dari lama Melisa akan berangkat ke Jepang.Melisa diterima kerja di perusahaan otomotif di Jepang kak,tapi Melisa masih mempertimbangkan apa akan menerima pekerjaan tersebut."
"Terus adek terima pekerjaan itu?" tanya Jason.
"Ya." jawab Melisa.
"Adek terima karena mau menghindari Simon." to the point langsung Jason.
"Tidak kak..!" tolak Melisa,dikatakan bahwa dia menerima pekerjaan itu ingin menghindari Simon.
"Kenapa pergi mendadak,kalau memang tidak menghindari kakak?" tanya Simon,yang sedari tadi diam membisu.
"Sebelum balik ke Indonesia,sebenarnya Melisa ke Jepang waktu dulu untuk melakukan interview.Dan dua hari yang lalu datang pemberitahuan bahwa Melisa disuruh datang untuk tandatangan kontrak." cerita Melisa.
"Tidak bisa,Mel ayo kita pulang." Simon mengambil koper Melisa.
"Tidak kak,biarkan Melisa pergi.please..!" Melisa menatap kedua pria didepannya yang sangat disayanginya.
"Mel,perempuan yang diruangan kakak itu bukan siapa-siapa kakak.Dia bukan orang penting dihati kakak,hanya ada Melisa dihati kakak.Maaf terlalu lama kakak mengetahui tentang perasaan kakak ini..!" kata Simon,dan Simon memegang kedua tangan gadis yang sudah mengisi relung hatinya ini.
"Betul,apa yang dikatakan Simon.Kakak juga mengenal perempuan itu." Jason berusaha untuk menggagalkan keinginan Melisa pergi.
"Bukan karena itu Melisa pergi,Melisa ingin menggunakan ilmu yang Melisa dapat waktu kuliah." kata Melisa.
"Kak Simon,jika kita berjodoh.semana jauh jarak memisahkan kita,kita pasti bertemu lagi." kata Melisa.
Mendengar perkataan Melisa,Jason merasa bahwa baru seminggu mereka tidak bertemu.Melisa sudah begitu dewasa pemikiran.
Ketika suara panggilan untuk pesawat tujuan Jepang akan berangkat,perasaan Simon semakin kalut.Karena dia dan Jason tak berhasil menggagalkan rencana Melisa.
"Melisa,benar mau pergi?" tanya Simon.
"Benar Dek..?"
"Yup..!" tidak lama kak,hanya 3 tahun.Dan jika hati kak Simon masih ada untuk Mel,tunggu kepulangan Melisa ya.Itu kalau belum ada cowok Jepang mengambilnya." Melisa berusaha untuk bergurau,untuk menutupi rasa perih di hatinya.
"Ok kak..Melisa berangkat dulu,kakak bisa kok mengunjungi Melisa." kata Melisa,dan dia mengambil koper yang sempat diambil Simon tadi.Kemudian Melisa masuk kedalam,kedua pria yang ditinggalkannya hanya dapat melihat punggung Melisa.Sampai sosok tubuh itu hilang dari pandangan mereka.
"Aku akan menunggu kepulanganmu,hati ini akan kututup untuk gadis manapun." batin Simon bermonolog.
Itulah kehidupan ada bahagia ada duka,tak semua kisah cinta berujung bahagia.Dan masih ada yang akan menunggu cintanya untuk kembali bersama.
ย
**Tamat episode ini๐
ย
Sad ending,akhir cinta yang belum bersatu.bukan karena orang tua,pihak ketika tetapi karena ke inginan diri untuk masa depan**.
__ADS_1
Apakah Simon akan tetap menunggu kekasih hatinya???
ย