Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 87.Salah kira.


__ADS_3

**Salam jumpa dengan author yang suka dunia halu๐Ÿ˜˜๐Ÿค—


Happy reading ya readers** .


๐ŸŒบ


Dalam perjalanan,Jesy terus menatap keluar jendela.Tidak seperti biasanya mulutnya terus berbicara,saat ini sepertinya suaranya sangat pelit untuk dikeluarkannya.


"Gembul,apapun yang kau lakukan.Kita tetap akan menikah." ucap Jason setelah dari tadi diliriknya Jesy yang masih cemberut,sejak sekembalinya dari pantai sampai mereka pulang meninggalkan vila.


"Jesy tahu,Jesy sudah terima itu semua.Suruh nikah ya nikah saja,Jesy kan tinggal di asrama.Nanti Jesy malas aja belajar,biar tidak naik kelas.Makin lama tinggal di asrama..." kata Jesy.


"Untuk menghindari kakak,kamu merencanakan untuk tinggal kelas ,agar bisa selamanya tinggal di asrama?" tanya Jason,dan mendelikkan matanya pada Jesy.


"Iya,biar kakak Jason jamuran nunggu Jesy.Mungkin sampai umur Jesy 18 tahun..." Jesy tertawa mengutarakan idenya.


"Kakak jemput kamu,pemilik sekolah itu rekanan Daddy.Jadi tidak sulit untuk membawamu pulang.." kata Jason.


"A..a..padahal ide Jesy itu sudah paling bagus dan sangat brilian..." gerutu Jesy.


"Terus..! kenapa muka itu cemberut seperti jeruk,kalau bukan masalah pernikahan yang membuat gembul cemberut.Ada masalah apa lagi.?"tanya Jason.


"Jesy sebel dengan kakak!" ujar Jesy,dan Jesy menatap Jason dengan melototkan matanya.


"Apa salah kakak?" tanya Jason heran.


"Kakak sudah menghentikan Jesy menonton adegan gratis dipantai tadi." Jesy marah karena Jason menutup matanya tadi.


"Gembul,hanya gara-gara itu kau cemberut?" Jason tertawa ngekeh,mendengar alasan Jesy cemberut.


"Kenapa tertawa..!" Jesy marah Jason menertawakannya.


"Itu tontonan 17+,kamu itu masih 16 tahun lewat.Nanti usia Jesy sudah 17+.Kita aja lakukan saat bulan madu." Jason menggoda Jesy.


"Kak Jason..!" wajah Jesy bersemu merah mendengar perkataan Jason.


"Baru dengarkan ucapan itu saja,mukanya sudah seperti udang goreng.Tadi soknya mau ngintip orang mesum." ledek Jason.


"Jesy bukan mau intip,mau buat agar orang itu malu untuk berbuat mesum didepan umum." kata Jesy.


"Itu pantai private,kita yang masuk kearea mereka." ucap Jason.


Jesy diam sejenak,kemudian dia kembali bersuara.


"Kenapa kak Rose cepat pulang ya?" tanya Jesy pada Jason.


"Mana kakak tahu,mungkin ada kepentingan yang tiba-tiba." jawab Jason.


"Jika kau tahu perbuatannya,kau pasti tidak akan mau menyebut namanya." suara batin Jason.


"Dia juga tidak pamit,apa kak David pacarnya kak Rose ya kak?" Rose melihat Jason yang tidak menjawab pertanyaannya.


"Kak..!" Jesy memukul lengannya Jason.


"Ya gembul.." jawab Jason.


"Kakak ngelamunin apa sih?" tanya Jesy kepada Jason.


"Kakak bukan melamun,tapi lagi mikir cari tempat untuk bulan madu kita." gurau Jason.


"Dasar orang tua mesum!" seru Jesy,yang kemudian memejamkan matanya pura-pura tidur.


Jason melirik Jesy yang kembali mendiamkannya.


ย 

__ADS_1


๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚


ย 


"Mas,apa tidak terlalu terburu-buru menikahkan Jason dan Jesy?" tanya Dina yang sedang tiduran didalam kamar.


"Mereka menikah,tapi tinggal bersama.Nanti jika Jesy tamat SMA dan pernikahan negara sudah dilaksanakan,baru mereka tinggal bersama." kata Johandy.


"Apa Jesy cocok dengan Jason,Jesy itu masih labil.Pikirannya belum matang,saya rasa Jason lebih cocok dengan Rose.Umur mereka tidak terlalu jauh." kata Dina.


"Kenapa,honey tidak suka dengan Jesy.Kita sudah kenal Jesy dari kecil,orangtuanya juga kita kenal.Maya sahabat kamu honey." kata Johandy.


"Bukan tidak suka,tapi umur Jesy masih belasan.Dia belum dewasa,dia belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk.Apa sanggup Jason membimbingnya." kata Dina.


"Umur tidak menentukan orang itu dewasa atau tidak." kata Johandy.


"Bisa saja dewasa umur tapi kelakuan anak kecil."sambung Johandy lagi.


"Benar juga mas,semoga kita tidak salah langkah." kata Dina.


"Percayalah,tindakan kita sudah benar" kata Johandy untuk menenangkan Dina.


"Bagaimana anak Daddy hari ini,tidak nakal kan dalam sini" Johandy memberikan kecupan diperut Dina yang sudah besar.


"Baik Daddy." jawab Dina,dengan meniru suara khas anak bayi.


"Ayo minum susunya." Johandy mengambil susu diatas nakas dan memberikan kepada Dina.


ย 


๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚


ย 


Hari pernikahan Jason dan Jesy dilakukan secara private,karena Jesy yang masih sekolah.Dan dilakukan secara agama,setelah Jesy cukup umur baru dilakukan secara negara.


"Ini semua untuk kebaikan Jesy juga,mama tidak khawatir lagi meninggalkan Jesy di Indonesia." ucap mamanya.


"Mama.." rengeknya.


"Jason anak baik,kita sudah kenal sejak kecil."


"Tapi Jesy,masih ingin sekolah ma,tamat SMA Jesy mau kuliah." Jesy mengutarakan keinginannya.


"Jason akan mengizinkan Jesy untuk kuliah." hibur Maya.


Jesy hanya bisa menundukkan kepalanya karena,beberapa jam lagi dia akan menjadi seorang istri Jason Dirgantara.


drrt...drrrtt..


Jesy melihat handphone yang berada digenggamnya bergetar,dan dia melihat nama Jason.


Jason: bagaimana calon istriku,gugup??


Jesy : Jesy sudah kabur.


Jason: Mari kita kabur bersama,tetapi setelah kita sah ya.


Jesy: Sebel..


Jason: I๐Ÿ’˜ u gembul.


Jesy:Gombal...!


Jason:Kakak tunggu di altar my gembul

__ADS_1


Jesy. :bye.


Jason sengaja menggoda Jesy,karena dia tahu Jesy pasti gugup.Walaupun pernikahan ini hanya keluarga inti saja yang hadir


"Bagaimana bro,gugup?" tanya Simon yang menjadi pendamping Jason.


"Tidak,kenapa gugup? walaupun ini mendadak." ucap Jason sambil mengutak-atik handphonenya.


"Bro,nanti malam tidak sendiri lagi.Jika dingin tinggal peluk Jesy saja." goda Simon.


Jason menendang kaki Simon yang berada didekatnya.


"Aduh bro,sadis benar. Sakit ini.." Simon meringis.


"Mulutmu,perlu disekolahin."kata Jason.


"Apa yang salah dengan mulutku,kau sudah sah dengan Jesy.Ehem...ehem..tidak dilarang."kata Simon.


"Jesy masih sekolah..!"


"Main aman bro.." kata Simon.


"Sepertinya pengalaman kau soal ehhem..ehem..luas ya,jadi curiga.Jangan-jangan adikku dapat barang second." tuduh Jason kepada Simon,dan mata Jason menatap Simon dengan tajam.


"Wow...bro,aku ini masih original ya.Belum tersentuh." jawab Simon


"Kenapa ngerti kau soal begituan?" selidik Jason.


"Bro cari di google,ini jaman canggih.browser aja di google yang ingin kau ketahui,langsung muncul." kata Simon.


"Bro,bagaimana kabar Rose.Hari ini keluarganya di undang?" tanya Simon,karena semenjak peristiwa di vila.Keluarga Rose tidak pernah kerumah Dina lagi.


"Aku juga tidak tahu,mommy juga tidak pernah ketemu tante Yanti." kata Jason.


"Aku tidak habis pikir,kenapa Rose jadi berubah begitu.Kemana gadis manis yang pernah ku antar untuk membantunya membeli sepeda motor dulu.." kata Simon.Dia teringat bertemu Rose dibengkelnya.


"Untung saja David menggagalkan rencananya,kalau tidak tadi.Tidak dapat dibayang apa yang akan terjadi pada Melisa dan Jesy."kata Jason.


"Seharusnya kita ceritakan kepada orangtuanya,biar nanti tidak ada korban yang lain lagi." kata Simon.


"Daddy tidak tega melihat kehancuran kedua orang tuanya." kata Jason.


"Apakah mungkin dia cemburu dengan Jesy,apa dia tahu kalian punya hubungan?" tanya Simon kepada Jason.


"Kalau dia cemburu dengan Jesy,bisa dia melakukan hal itu.Ini Melisa betapa baiknya Melisa dengannya,apa salah Melisa?" tanya Jason.


"Apa dia suka denganmu,atau kau pernah memberikan harapan padanya?" tanya Jason.


"Oh tidak..!"aku tidak pernah memberikan harapan padanya." jawab Simon.


"Pergi berdua dengannya cuma sekali,itu juga mengantarkannya membeli sepeda motor."kata Simon.


Tok...tok..


"Masuk." jawab Jason.


"Den dipanggil untuk turun." kata seorang maid.


"Semangat bro,hari ini berakhir masa jomblomu ." Simon menepuk pundak Jason.


"Ayo..!" Jason menarik napasnya,kemudian keluar menuju ketempat pernikahannya.


ย 


๐Ÿ’**Bersambung๐Ÿ’**

__ADS_1


ย 


__ADS_2