
Semangat pagi,siang,petang dan malam,author lagi semangat,seperti semangat Jason menunggu Jesy menerimanya.
"Ayo Jesy,tunggu apa lagi.Apa mau tunggu Jason pindah ke lain hati.?" kata Simon.
"Tidak,jika Jesy menolakku hari ini,masih ada hari esok.Esok lagi,kakak tidak akan bosan menunggumu." ucapan Jason membuat Jesy terhanyut.
"Kak Jason betul-betul menyukaiku."pikir Jesy dalam benaknya.
"Ayo Jesy,jangan kelamaan mikirnya." ujar Melisa.
"Jesy,kak Jason akan berikan waktu untuk berpikir.Besok pagi jika Jesy masih memakai liontin ini,tandanya Jesy menerima kakak." kata Jason kepada Jesy.
"Baik kak." jawab Jesy.
"Sekarang tidur dulu,Melisa bawa Jesy tidur." perintah Jason kepada Melisa.
"Yeah...! penonton kecewa." ucap Simon.
"Kau kira kami tontonan." omel Jason.
Jason masuk kedalam rumah,mengikuti Jesy dan Melisa yang sudah lebih dahulu masuk.
Β
πππ
Β
"Kak Mel,sudah tidur." Jesy memanggil Melisa yang terbaring disebelahnya.
"Hehmm...kenapa belum tidur?" Melisa melihat mata Jesy masih cerah.
"Jesy tidak bisa tidur." ucap Jesy.
"Kenapa,masih terpikir dengan pernyataan kak Jason?" tanya Melisa
"Ya.." jawab Jesy.
"Bagaimana perasaan Jesy jika dekat dengan kak Jason?" tanya Melisa.
"Nyaman,Jesy merasa terlindungi.Apalagi Jesy jauh dari keluarga,dan lagi kak kenapa jika dekat kak Jason jantung Jesy dug..dug..dug begitu.Apa Jesy sakit jantung kak?" pertanyaan Jesy yang polosnya,membuat Melisa tersenyum.
"Aduh kasihan adik kak Mel,gara-gara kak Jason jadi sakit jantung." goda Melisa.
"Jadi betul kak,Jesy sakit jantung..!" ekspresi terkejut Jesy.
Melisa tertawa dengan kerasnya,sehingga dia menutup mulutnya.Takut suara tawanya sampai ke kamar Jason dan Simon disebelah.
"Maaf,kakak menertawakan Jesy.Itu bukan sakit jantung,tapi tandanya Jesy ada perasaan suka dengan kak Jason.Sehingga Jantung Jesy berdebar-debar akibat cinta." kata Melisa.
"Kak Melisa,dulu juga begitu dengan kak Simon?" tanya Jesy.
"Ya,malah jantung kak Melisa serasa ingin ngesot dilantai,Seperti suster ngesot.." ucapan Melisa,membuat Jesy semakin bingung.
"Bagaimana rasanya,jantung ngesot dilantai kak..?" tanya Jesy serius.
"Sial..mau ngerjain Jesy,malah pusing mau jawab apa." pikir Melisa.
"Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata,nanti kamu rasakan sendiri"
"O...o.." kataJesy.
"Ayo tidur." Melisa memejamkan matanya,Melisa takut tak dapat menjawab pertanyaan Jesy.
Β
πππ
Β
Pagi telah tiba,suara burung dengan merdu saling bersautan di atas pohon.
"Pagi Jesy" sapa Melisa,ketika dilihatnya Jesy sudah rapi.
"Pagi kak.." jawab Jesy.
"Cepat bangunnya Jesy,apa kau tidak tidur..?" tanya Melisa.
"Tidur kak,tapi Jesy cepat bangunnya.Sudah terbiasa di asrama bangun cepat.." kata Jesy.
"Betah di asrama?"tanya Melisa,dia tahu kehidupan di asrama serba teratur.Karena dia juga pernah mengalaminya.
__ADS_1
"Betah kak,seru dapat teman baru,dengan berbagai macam sifat." jawab Jesy.
"Kakak mandi dulu,oh ya Jesy pakai ini ya.." Melisa mengambil baju kaos bergambar kucing naik motor dan memberikannya pada Jesy.
"Ini untuk Jesy,nice kakak." ucap Jesy gembira.
Melisa masuk kekamar mandi,dan Jesy memakai baju pemberian Melisa.
"Cantik Jesy." ketika dilihatnya Jesy sudah memakai baju pemberiannya itu.
"Kak ini baju yang kita beli itu,ini sudah dicuci?" tanya Jesy dengan polosnya.
"Sudah non,sudah bebas dari kuman." jawab Melisa.
"Pasangannya kakak kasih pada siapa?" karena Jesy tahu baju ini baju couple.
"Kakak kasih pada satpam rumah ." kata Melisa.
"Kak Mel,Jesy pasangan dengan satpam rumah jadinya." ujar Jesy.
"Ya,kamu berharap berpasangan dengan siapa.Dengan kak Jason?" pernyataan cinta kak Jason saja masih Jesy ngantung.." kata Melisa.
"Hih kak ini tidak asik..!" seru Jesy.
"Sudah ah kita keluar,sudah demo perut.pacar-pacar kita sepertinya sudah bangun." kata Melisa.
Melisa keluar dan diikuti Jesy dari belakang dengan menundukkan kepalanya.
Melisa tiba-tiba berhenti,dan Jesy yang berjalan sambil menunduk menabrak punggung Melisa.
"aw...kakak kenapa berhenti." Jesy mengelus keningnya yang terjedot punggung Melisa.
"Kenapa nunduk terus,lihat satpamnya sudah pakai baju couple." ucap Melisa.
Jesy melihat satpam yang dikatakan Melisa adalah kak Jason yang berdiri tegak didepannya dengan memakai baju yang sama dengan Jesy.
Jesy tersenyum melihat Jason yang mengenakan baju yang sama dengannya,bukan seperti yang dikatakan Melisa tadi.
"Senang tuh..." goda Melisa dan dilihatnya Simon juga mau mengenakan baju yang sama dengannya.
"Mel,tidak ada baju yang gambar lain.Seperti gambar kuda tadi." protes Simon.
"Ada,sebenarnya tadi ingin Jesy belikan baju gambar ular untuk kak Simon." kata Simon.
Jason memandang Jesy dengan pandangan yang berbeda,terlihat wajah Jason sedikit muram.
"Ayo makan kita.." Jason menarik kursi untuk Jesy duduk.
"Asik lapar.." kata Melisa.
"Ayo Jesy.." Jason melihat kearah Jesy,dan tatapan Jason terarah pada liontin yang tergantung dileher Jesy.
"Terimakasih....!!" teriakJason sambil bangkit dan membawa Jesy kedalam pelukannya.
Simon dan Melisa sampai kaget mendengar teriakan Jason yang tiba-tiba,sampai Simon yang sedang memakan rotinya tersedak.
"Huk..huk...bro,kau mau membunuhku." Simon terbatuk karena kaget mendengar teriakan Jason yang tiba-tiba.
"Jesy menerimaku..." Jason mengangkat Jesy dan membawanya berputar-putar.(seperti nonton film india readers)
"Kakak,turunkan Jesy.pusing..!" kata Jesy.
"Maaf,kakak terlalu gembira." terlihat wajah Jason yang gembira.
"Cium...cium..." Melisa dan Simon menyemangati Jason untuk mencium Jesy.
Jason mencium kening Jesy dan mengatakan.
"Terimakasih.." bisik Jason.
"Jason,jangan kening.bibir yang dicium." kata Simon lagi,membuat Melisa mendaratkan cubitan dilengannya.
"Aku tidak ingin memcium ditempat yang belum sepantasnya,aku akan menunggu sampai usianya 17 tahun." ucap Jason sambil memandang wajah Jesy dengan perasaan cinta yang berkobar.
"Kakak akan setia menunggu Jesy diluar asrama,rajin belajar ya.Dan jangan pikirkan apa-apa fokus belajar saja."
"Ya kak,Jesy juga mengucapkan terimakasih.Karena sudah mau melindungi dan menjaga Jesy." ucap Jesy masih dengan malu-malu.
"Love u gembul." bisik Jason,kali ini Jesy tidak mempermasalahkan panggilan gembul yang diucapkan Jason.
"Mana balasannya?" Jason menunggu balasan ucapan cinta dari Jesy.
__ADS_1
"Balasan apa kak..?apa kakak ngirim pesan keponsel Jesy,ponsel Jesy tinggal dikamar.." kata Jesy.
Jesy ingin beranjak kedalam untuk mengambil ponselnya.
"Mau kemana..?" tanya Jason.
"Mau ambil ponsel,mau lihat kakak kirim pesan apa biar bisa Jesy balas." jawab Jesy.
"Tidak usah,nanti saja.Sekarang sarapan dulu.." Jason meletakkan sepotong roti dan menuangkan coklat panas ke gelas Jesy.
"So sweet pasangan baru,biar langgeng sampai keanak cucu." ucap Simon.
"Amin.." jawab Jason.
Β
πππ
Β
Hari-hari dilalui Jesy di asrama dengan bahagianya,walaupun dia tak bisa bertemu dengan Jason setiap hari tapi dia cukup bahagia.Karena setiap keluar asrama Jason selalu menjemputnya.Dan mereka akan pergi bersama Melisa dan Simon.
"Bro,Jesy tidak pulang?" tanya Simon.
"Tidak,ada ujian semester.Jesy akan belajar bersama teman-temannya."kata Jason.
"Bakalan ada yang rindu nanti...!" ledek Simon.
Jason mengambil penanya dan melemparkan kepada Simon.
Simon langsung keluar dari ruangan Jason.
Β
πππ
Β
Hari ini Jason pulang cepat dari kantor,setibanya dirumahnya.Dilihatnya mommynya asik bercerita dengan Yanti dan Rose.
"ItuJason sudah pulang." kata Dina,ketika dilihatnya kedatangan Jason.
"Apa kabar tante.." sapa Jason dan mengambil posisi duduk dekat mommynya.
"Jason,ini Rose sudah tamat kuliah.Ada posisi yang yang bisa ditempati Rose?" tanya Dina.
"posisi apa ya.?" Jason memikirkan posisi yang pas untuk Rose.
"Apa saja Jason,untuk pengalaman kerja." ucap bundanya Rose.
"Jadi sekretaris kakak Rose juga mau." kata Rose dengan penuh harap.
Jason tertawa mendengar perkataan Rose yang ingin menjadi sekretarisnya.
"Kenapa tertawa..?" tanya mommynya,melihat Jason tertawa.
"Rose,kamu kuliah jurusan apa?"
"Pertanian kak." jawab Rose.
"Terus kalau kamu jadi sekretaris saya,apa saya harus mengajarin dulu pekerjaan sekretaris kepadamu.Lagi pula saya lebih suka sekretaris laki-laki,dan saya sudah punya."
"Jason,ditempatkan di posisi lain?" kata mommynya.
"Mom,kantor Jason itu bergerak dibidang pembangunan.bukan perkebunan,kenapa tidak di villa saja mom.Perkebunan mangga dan strawbery kita butuh pekerja."
"Oh ya mommy lupa,nanti mommy tanya dengan Daddy." kata Dina.
"Maaf Jason masuk kamar,mau istirahat."
"Jason,Jesy tidak pulang ?" tanya mommynya sebelum Jason masuk kamarnya.
"Tidak mom."
"Maaf ya Rose,dikantor Jason jurusan pertanian tidak dibutuhkan." kata Dina.
"Sial...!!" mau dekat Jason jadi batal." gerutu Rose.
Β
**Bersambung
__ADS_1
Β
Happy reading ya**..