
stay at home my friends
bersama keluarga tercinta
jauhin keramaian untuk memutuskan mata rantai covid-19.
Happy together
Malam sudah menunjukkan pukul 12 malam,tetapi Dina masih belum bisa memecamkan matanya.
Dina masih membolak balik tubuhnya,untuk mencari posisi tidur yang pas.Dan dilihatnya Johandy sudah tidur dengan pulasnya.
Jason juga sudah tidur di boxnya,hanya Dina yang masih cerah matanya.
" kenapa ni mata ngak mau pejam,apa harus hitung anak domba ," batin Dina.
Dina terus membolak-balik badannya,sehinga Johandy yang tidur di sisinya menjadi terbangun.
" honey kenapa belum tidur,besok kita berangkat pagi ," kata Johandy ketika dilihatnya Dina belum tidur.
" ngak bisa tidur..," gerutu Dina
" kenapa,ada yang sakit ?" Johandy bangun dari tidurnya.
Dina masih diam saja,dia tak menjawab pertanyaan Johandy.
" perutnya sakit,apa honey lagi priode.he...sepertinya honey sudah lama tidak priode,apa honey sudah menopouse..," goda Johandy.
Mendengar Johandy meledeknya bahwa dia sudah menopouse,Dina memukuli Johandy.
" Dasar suami mesum,emang Dina udah nenek...nenek..!" ujar Dina dengan memukuli Johandy dengan gemasnya.
" maaf honey,mas hanya bergurau.Mas rugi kalau honey sudah menopouse,tiap malam di genjot supaya Jason ada adik.." sambung Johandy.
" Sudah sana .." tolak Dina ketika Johandy merengkuhnya kedalam pelukannya.
" ayo tidur dalam pelukan mas,biar bisa tidur..," Johandy membaringkan tubuhnya kembali dengan Dina dalam pelukannya.
" masih ngak bisa tidur..," guman Dina
" honey seperti anak kecil,ngak bisa tidur karena mau pergi jalan-jalan ," ledek Johandy
Dina mencubit Johandy dengan keras menyebabkan terdengar pekikan Johandy.
__ADS_1
" aduh.." pekiknya
" diam nanti Jason terbangun.." Dina memperingatkan Johandy.
" hanya ada satu cara biar cepat tidur ," kata Johandy kepada Dina.
" apa..?" tanya Dina
" ini....,"
Johandy langsung memberikan kecupan yang memabukkan,membuat Dina tak dapat menolak.
Dina merespon perbuatan tangan dan bibir Johandy dengan lihai,karena ajaran yang diberikan Johandy membuatnya semakin lihai membalas perlakuan Johandy dalam bercinta.
ย
\\\\
ย
Hari masih pagi,seperti yang dikatakan Johandy hari ini mereka berangkat kekota J.Kota yang sudah lama tidak dikunjungi oleh Dina.
" sudah siap semuanya..?" tanya Johandy.
Johandy mengandeng Dina,di ikuti Mba Nana yang mengendong Jason.
"Maya mana mas ?" Ketika dia tak melihat keberadaan sahabatnya tersebut.
" dah duluan.." jawab Johandy
Johandy membukakan pintu mobil dan menyuruh Dina masuk dari sisi kiri dan disisi kanan Mba Nana dan Jason dalam gendongannya.Sedangkan Johandy didepan.
"Mas,kita naik mobil ke kota..?" tanya Dina penasaran,karena Johandy pernah bilang ini di tengah pulau dikelilingi oleh lautan.
" ngak honey,kita ke bandara dulu..," jawab Johandy.
" emang ada bandara di sini..?" tanya Anaya lagi.
" ya ada,emang honey ngak tahu..,"
" Mana Dina tahu,Dina dikurung terus disini.Dina jadi seperti cerita perawan di sarang penyamun..," celetukan Dina.
" salah honey,bukan PERAWAN tapi istri di sarang penyamun..," goda Johandy sambil terkekeh.
__ADS_1
Supir yang mengemudi terheran-heran, melihat majikannya tertawa terkekeh-kekeh.Karena mereka tidak pernah melihatnya tersenyum apalagi sampai tertawa.
" mimpi apa gw,bisa melihat dan mendengar boss tertawa.," batin si pengemudi mobil.
Mba Nana yang duduk dibangku belakang jadi terheran juga,karena sejak awal bekerja di villa ngak pernah lihat majikannya tertawa senang.
Sekembalinya Dina di sisinya,Temperamen Johandy sudah agak berubah.Johandy terkenal dengan simuka datar dan arogan mulai hilang.
Sekitar 5 menit dalam perjalanan,Mereka tiba di bandara.Dina turun dan dilihatnya Maya duduk bersama seorang pria yang berpakaian pilot.
" cepat banget lu berangkat ke bandara..?" tanya Dina kepada Maya.
" gw tadi dengan asisten suami lu,tu si muka ngeselin..," tunjuk maya dengan memonyongkan bibirnya ke Badi .
" cie...cie...gw doain lu jadian dengan tu orang.." goda Dina.
" ogah...!" seru Maya
" ogah..ogah,ntar seperti gw..," celetuk Dina.
Mendengar perkataan Dina,Maya tertawa. Dia ingat dulu bagaimana ia mengejek Dina tentang Johandy.
" bener Din..,lu dulu bilang ogah ngak tahunya lu nikah dengannya ," ledek Maya sambil tertawa.
" makanya jangan ikuti jejak gw,tapi Badi nganteng lo..May.." ujar Dina
" gantengan pilot yang duduk dekat gw tadi..," kata Maya.
" lu naksir tu pilot ,biar gw tanya mas Jo apa pilot tu masih single apa double..," ucap Dina dengan mimik yang serius.
" he..Non,gw bilang cuma ganteng..," cegah Maya yang takut jika tiba-tiba Dina samperin Johandy.
Dina tertawa melihat raut wajah Maya,ketika Dina mengatakan ingin bertanya pada Johandy tentang si pilot.
" senang gw lihat muka lu..," kekeh Dina
" lu..ngerjain gw,awas akan gw balas..," ancam Maya pada Dina.
ย
๐***bersambung*** ๐
ย
__ADS_1