
**Cinta tidak mengenal usia,jarak,waktu.
Happy reading readers**.
Sudah dua bulan Jesy berada diasrama,dan selama dua bulan itu belum sekalipun dia meninggalkan asrama.Jika mamanya menghubunginya,alasannya banyak tugas sekolah.
"Jesy,tidak pulang..?"Ririn teman sekamar juga tidak pulang,karena Ririn anak luar pulau paling timur.
"Tidak,males..," Jesy terus membaca bukunya.
"Kamu sendiri kenapa tidak pulang?"balik tanya Jesy.
"Rumahku Jauh,naik pesawat terus naik mobil lagi." cerita Ririn mengenai lokasi rumahnya.
"Sebenarnya kita sama,orangtuaku juga tidak tinggal di Indonesia.Mereka tingggal di negara upin." kata Jesy.
"Kamu tidak ada family di sini?" tanya Ririn.
"Ada pamanku,tapi mereka tinggal dikota lain ."
"Sebenarnya ada sih,sahabat mamaku.Tapi aku tidak mau merepotkan mereka menjemput dan mengantarkanku kembali ke asrama." sambung Jesy.
ย
๐๐๐
ย
"bro keluar kumpul-kumpul,sudah lama kita tidak nonton.." kata Simon.
"Kerjaanmu sudah finish semua?" tanya Jason.
"Beres bro..!"
"Ok,bilang pada Melisa jumpa ditempat biasa saja." kata Jason.
Simon mengirimkan pesan pada Melisa,tak lama kemudian Melisa membalasnya.
"Beres bro,Melisa akan menemui kita disana." kata Simon.
"Jangan lama,pekerjaanku masih menumpuk."kata Jason.
"Oke boss." Simon beranjak meninggalkan ruangan Jason,dan Jason kembali fokus dengan pekerjaannya.
ย
๐น๐ฅ๐น
ย
"Mel,sudah lama?" tanya Simon,setelah dilihatnya keberadaan Melisa didepan theater.
"Baru saja,mana kak Jason?" tanya Melisa.
"Tadi mau ke toilet,ayo kita beli tiket Mau lihat film apa?" tanya Simon.
"Sudah beli,lihat film ini.Kata orang-orang film ini bagus." Melisa menunjukkan tiket yang dibeliinya.
"Kenapa beli 4,kita cuma 3 orang..?" tanya Simon heran.
"Aku menghubungi Rose,dia lagi ke toilet."
Simon dan Melisa melihat Jason dan disampingnya ada Rose.
"Kalian sudah ketemu?"
"Tadi ketemu kak Jason didepan toilet." kata Rose.
"Ayo Rose,kita beli minuman." Melisa mengajak Rose untuk membeli popcorn dan minuman.
Sepeninggal Melisa dan Rose,Simon memandang sahabatnya itu yang terlihat tidak bersemangat.
"Maaf bro,aku tidak tahu Melisa membawa Rose." Simon tahu bahwa hati Jason tidak senang.
"Ini yang terakhir,dan pulang nanti jangan suruh aku menghantarkan.Aku tidak ingin dia sakit hati." ucap Jason dengan dingin.
__ADS_1
"Ayo kita masuk." kata Melisa.
"Kak Jason,Rose belikan kakak minuman ini.Rose suka minuman blubery,kakak pasti sukakan..?" Rose menyerahkan minuman blubery kepada Jason.
"Rose,tadi Melisa sudah bilang belikan kak Jason orange juice,kenapa kamu belikan blubery?"Melisa heran melihat apa yang dibelinya.
"Kenapa rupanya,blubery enak.Kak Jason pasti bosan kan orange juice." kata Rose.
"Kak Jason itu alergi blubery,makanya Mel suruh beli orange juice." suara Melisa sudah mulai meninggi.
"Sudah-sudah,punya ku saja untuk Jason." Simon melerai perdebatan Melisa dan Rose.
"Lain kali jangan ambil keputusan sendiri." Melisa masuk kedalam,sedang Rose terdiam menunduk.
Melihatnya ada rasa kasihan dalam diri Jason,ngelihat Rose dimarahin Melisa.
"Ayo kita masuk." ajak Jason pada Rose.
Rose mengikuti Jason dan duduk disampingnya.Dan diliriknya Jason yang melihat membaca di handphonenya.
Setelah selesai filmnya,mereka langsung pulang.Tidak seperti yang dikatakan Jason kepada Simon tadi.Jason akhirnya mengantarkan Rose pulang kerumahnya.
"Maaf tadi Melisa memarahimu." kata Jason saat dalam perjalanan pulang.
"Tidak apa-apa kak,Rose juga salah.Tidak menurut apa yang katakan Melisa." kata Rose.
Dalam perjalanan menuju rumah Rose,mereka hanya diam saja,Jason sibuk dengan dunianya sendiri.
"Jason sangat ganteng." batin Rose.
Jason menghentikan mobilnya,dan Rose turun.
"Singgah dulu kak." kata Rose.
"Maaf,ini sudah malam." kemudian Jason menjalankan mobilnya,meninggalkan Rose yang masih menatap mobil Jason menghilang dari pandangannya.
"Akhirnya,aku dapat duduk berdua dengan pangeran Dirgantara." senyum merekah dibibirnya,sampai masuk kerumah Rose terus tersenyum.
"kelihatannya lagi senang Rose?" sapa ayahnya,yang masih melihat televisi.
"Kenapa dia makin tidak bisa diatur,kemana bayi mungil dulu.Tatapan matanya yang membuat kami senang waktu menerima kehadirannya,apa kami salah memilihnya dahulu.." Dika termenung sendiri didepan televisi.
ย
๐๐๐
ย
"Jason,jemput Jesy.Besok ulang tahunnya." perintah Dina.
"Apa dia mau pulang?" tanya Jason,karena sudah hampir 4 bulan Jesy tidak pulang.
"Mau,besok mamanya datang." Maya mengabarin Dina,saat ulang tahun Jesy dia akan ke Indonesia.
"Sekarang Jason jemput?" tanya Jason pada mommynya.
Jason segera berangkat untuk menjemput Jesy.
Sampai diasramanya,Jason sudah melihat Jesy berdiri menunggu didepan sekolahnya.
"Jesy alesandra,akhirnya keluar juga kau dari persembunyian."kata Jason saat bertemu Jesy.
"Kak Jason.." ucap Jesy.
"Kenapa tidak pulang,apa mau sembunyi terus diasrama sampai tua." kata Jason,sambil mengangkat tas Jesy kedalam mobilnya.
Jesy mengikuti Jason dan masuk kedalam mobil,Jason menjalankan mobilnya meninggalkan sekolahnya.
"Berapa lama libur?" tanya Jason.
"Dua minggu." jawab Jesy singkat.
"Bagaimana nilai ujiannya?" tanya Jason.
"Lumayan.." jawab Jesy.
__ADS_1
"Kenapa hanya lumayan,harusnya wow. Pasti tidak belajar." kata Jason.
"Ada yang sulit kak." kata Jesy.
"Nanti kita belajar dirumah." kata Jason.
"Kak,Jesy pulang mau liburan.Jangan disuruh belajar terus,lihat badan Jesy kurus." kata Jesy.
"Ok,maafkan kakak ya." Jason mengusap pujuk kepala Jesy.
"Nanti kakak bawa Jesy jalan-jalan,makan-makan.Biar badanya gembul lagi." Jason memanggil Jesy dengan gembul lagi,membuat Jesy cemberut.
"Cemberut ini yang kakak rindukan,kenapa hampir 4 bulan tidak pulang?"tanya Jason.
"Jesy sibuk belajar kak,banyak pekerjaan sekolah yang harus dikerjakannya."kata Jesy.
"Kakak kira Jesy menghindar."
"Menghindar kenapa?"
"Karena ciuman itu." Jason melirik Jesy.
Muka Jesy bersemu merah merona,dia malu mendengar perkataan Jason.
"Kenapa diam,baru kening.Belum yang lain." kata Jason.
Jesy gemas melihat Jason,sehingga dia mendaratkan cubitan dilengannya.
"Aduh sayang..!" sakit." kata Jason sambil meringis.
"Ih..siapa sayang-sayang." jutek suara Jesy.
Jason semakin semangat menjahilin Jesy,setelah hampir 4 bulan dia tak bertemu Jesy.
"Kakak senang Jesy pulang." kata Jason,dan tangannya mengenggam jemari Jesy dengan erat.
"Lepaskan kak,nanti kita kecelakaan." kata Jesy,membuat Jason melepaskan tautan tangannya.Dan kembali fokus pada kemudinya.
Jason menghentikan mobilnya disebuah mall,dan mengajak Jesy turun.Dan Jason membawa Jesy ke toko perhiasan.
"Untuk apa kita kesini kak?" tanya Jesy.
"Ada teman kakak ulang tahun,kakak bingung mau kasih kado apa.Jesy bantu kakak ya."
"Tapi Jesy tidak tahu,selera orang yang ingin kak Jason beri hadiah." Jesy menolak untuk memilihkan hadiah.
"Sesuaikan saja dengan seleramu ." Jsson tetap memaksa Jesy memilihkannya.
Jesy mengamati satu persatu perhiasan yang telah berjajar didepannya,mata Jesy terhenti pada kalung liontin berbentuk dua hati.
Jesy mengambil nya,dan matanya berbinar melihatnya.
"Jesy tidak tahu.." Jesy meninggalkan toko itu.
"Tunggu..!" Jason memanggilnya,tapi Jesy terus pergi.
Jason melihat Jesy menunggu didekat mobil.
"Ayo.." Jason menyuruh Jesy untuk masuk.
Jesy masuk kedalam mobil dan dia mendiamkan Jason,pandangan matanya terus menatap keluar jendela kaca mobil.
"Enak saja dia,ingin beri kado untuk kekasihnya.Aku disuruh milih." batin Jesy.
"He..kenapa diam saja,ngambek ya." goda Jason,tangannya menarik hidung bangir Jesy.
"Lepas,jangan tarik hidungku.Tarik aja hidung gadis yang mau kakak kasih kado itu.." ujar Jesy dan bibirnya merengut.
"Akhirnya,aku berhasil membuat dia cemburu." senyum Jason.
ย
๐**Bersambung๐**
ย
__ADS_1