
**Masih betah dirumah guys,sama dengan gw masih betah menulis karena menulis juga berguna bagi kita untuk melatih otak guys.
Happy reading ya**.
Setelah dua hari dirawat dirumah sakit,hari ini Dina diperbolehkan pulang kerumah.
"Senangnya hari ini sudah bisa pulang,bosen tidur terus dirumah sakit." Dina mengutarakan kesenangannya,ketika sudah diizinkan untuk keluar dari rumah sakit.
"Honey,dirumah nanti tidak boleh keluar rumah." ingatkan Johandy kepada Dina.
"Mas,itu sama saja dengan tidur di rumah sakit." rengek Dina karena tidak diizinkan keluar rumah.
"Kita musti hati-hati,karena orang yang ingin mencelakain honey belum tertangkap." beritahukan Johandy,karena dia khawatir dengan keselamatan Dina dan anaknya.
"Mas,boleh ya keluar sesekali saja ." rayu Dina agar diizinkan keluar rumah.
"Honey,didalam ini ada anak kita.Demi keselamatan anak kita ini turutin kata-kata mas ya." kata Johandy dengan suara yang tidak dapat dibantah lagi.
Dina hanya dapat memanyunkan bibirnya setelah mendengarkan ultimatum Johandy yang tidak dapat dibantah lagi.
"Bibir itu,minta mas lahap ya." canda Johandy kepada Dina yang diam.
"Ayo kita balik rumah katanya sudah kangen Jason." Johandy menarik tangan Dina yang masih duduk disofa yang terdapat diruangan tersebut.
Dengan masih diam membisu Dina mengikuti Johandy menuju keluar rumah sakit,dipelataran rumah sakit ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka.
"Hari ini selamat,mungkin besok hari keberuntunganku." desis orang tersebut,dengan menunjukkan raut muka yang marah.
Johandy menuntun Dina masuk kedalam mobil,dan kemudian mobil melaju dengan pelan meninggalkan pelataran rumah sakit.
"Anak mommy!" Dina mengangkat Jason kedalam gendongannya,setibanya dirumahnya.
"Dina,jangan main angkat Jason aja.Kamu itu lagi hamil." ingatkan Johandy kepada Dina.
"Mas,angkat Jason begitu ngak apa-apa." kata Dina sembari menciumin pipi putranya.
"Dina,kamu harus hati-hati.Kamu itu hamil muda,masih rawan." peringatkan Maya juga.
"Ya...!" cerewet kali kalian." ucap Dina dengan mangkel.
"Kami cerewet,karena sayang padamu nyonya." ujar Maya lagi.
"Nana,tolong bawa Jason bermain." perintah Johandy kepada Nana pengasuhnya.
"Baik tuan." jawab Nana dan mengambil Johandy dari gendongan Dina,dengan berat hati Dina menyerahkan Jason pada Nana.
"Ayo honey,istirahat dulu." Johandy mengajak Dina masuk kekamarnya.
Dengan terpaksa Dina mengikuti Johandy menuju kamar mereka,didalam kamar Dina mengeluarkan uneg-unegnya.
"Mas,Dina hanya hamil.Bukan penyakitan,masakan disuruh baring terus." protes Dina.
"Ini semua perintah dokter honey..." kata Johandy,tidak memperdulikan protes Dina.
"Selama seminggu ini,honey harus banyak makan yang bergizi dan ber baring." perintah Johandy.
"Ha...jadi mirip paus Dina nanti,gendut!" celetuk Dina.
"Mirip paus juga mas makin cinta." goda Johandy.
"Awas ya mas,kalau lirik wanita diluar.Dina kabur lagi nanti." ancam Dina kepada Johandy.
"Mas kurung honey nanti ya,kalau mau minggat lagi." balik ancam Johandy.
"Dah sana,Dina mau tidur." ujar Dina sembari membaringkan dirinya diranjang.
Johandy mendekati Dina dan memberikan kecupan dikeningnya.
Kemudian Johandy meninggalkan kamarnya menuju ruang kerjanya.
\
"Bagaimana,ada pergerakan?" tanya Johandy pada Badi asistennya.
"Kami kehilangan jejak tuan,sepertinya dia tahu sedang kita pantau." beritahukan Badi.
"Tambah penjaga disekitar rumah." perintah Johandy.
"Baik tuan." jawab Badi,kemudian dia meninggalkan ruangan kerja Johandy.
"Kemanapun kau sembunyi,akan aku kejar.Tidak perduli dengan hubungan pertemanan kita dahulu." guman Johandy dengan penuh emosional.
__ADS_1
*******
"Jo,bagaimana Dina?" tanya om Sam.
"Sudah tidak ingat tentang kecelakaan itu om dan tidur malamnya sudah tidak terganggu lagi..." setelah kecelakaan itu,Dina sering terbangun dimalam hari karena mengalami mimpi buruk.
"Baguslah,tadinya saya khawatir.Dina teringat terus dengan kecelakaan itu."
"Bagaimana kandungannya?" om Sam bertanya tentang kandungannya Dina.
"Besok akan kontrol ke dokter kandungan om." beritahukan Johandy.
"Minggu depan om akan kembali ke canada." beritahukan om Sam tentang kepulangannya.
"Sudah selesai dengan urusannya om?" tanya Johandy.
"Belum sepenuhnya,tetapi ada hal yang mendesak yang mengharuskan om kembali dulu." cerita om Sam.
\\*
Setelah menemani Dina kontrol ke dokter kandungan,perasaan Johandy merasa gembira karena dokter mengatakan bahwa kandungan Dina dalam keadaan sehat.dan menurut dokter dari hasil usg,bayi yang dikandungan Dina berjenis kelamin perempuan.
"Ih...mas,geli tahu." Dina merasa geli karena Johandy terus memberikan kecupan dipipinya.
"Kenapa,mas lagi senang karena akan datang princes dikeluarga kita." ucap Johandy dengan gembira.
"Apalagi dikehamilan ini,mas ikut merasakan menjadi suami siaga." Johandy teringat dengan kehamilan Dina yang pertama,dia tak mengetahuinya.
"Maafkan Dina mas,Dina termakan omongan orang tanpa mengkonfirmasi dulu dengan mas." sesal Dina akan tindakannya dahulu.
"Sudah ngak usah dibahas lagi,yang penting kita sudah bersama sekarang." Johandy melarang Dina untuk mengingat masa lalu.
"Pak,sepertinya ada mobil terus mengikuti kita sedari tadi." beritahukan supirnya.
Mendengar pemberitahuan supirnya mengenai keberadaan mobil hitam yang terus mengikuti,Johandy melihat kebelakang dan melihat keberadaan mobil tersebut.
Kemudian Johandy menghubungi Badi dan berbicara dengannya,tiba-tiba mobil yang mengikutinya menabrak mobil Johandy dari belakang sehingga terdengar suara benturan.
"Mas.....!" teriak Dina dengan ketakutan.
Johandy memeluk Dina,dan memerintahkan supirnya mempercepat laju kendaraan.
"Tenang sayang,mas tidak akan membiarkan orang itu hidup." Johandy terus memeluk Dina dengan eratnya.
Tiba dipersimpangan,tiba-tiba datang mobil dari arah kiri yang memotong mobil yang ingin menabrak mobil Johandy.Sehingga terjadi tabrakan yang menyebabkan mobil yang ingin menabrak mobil Johandy terguling dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan yang cukup keras.
"Mas,suara apa itu." tanya Dina sambil menangis karena ketakutan.
"Ngak apa-apa honey." hibur Johandy kepada Dina yang gemetar didalam pelukan.
Johandy meminta supirnya menghentikan mobilnya,dan Badi tiba dilokasi kejadian bersama bodyguard yang menghalangi mobil yang ingin menabrak mobil Johandy.
Pemadam kebakaran datang untuk memadamkan mobil yang terbakar tersebut.
"Boss,pengemudi mobil tersebut tewas terpanggang.dan pengemudinya seorang wanita." beritahukan bodyguard kepada Johandy.
"Wanita,siapa dia mas?" Dina penasaran siapa yang ingin mencelakakannya.
"Tunggu polisi yang mengatakannya." beritahukan Johandy.
Tak lama kemudian polisi mendatangi mobil Johandy.
"Pak kami menemukan dompet,berisi kartu identitas atas nama Silvia Wulandari." beritahukan polisi tersebut.
"Silvia,jadi dia pelakunya?"
"Ya." jawab Johandy.
"Agar memastikan bahwa memang nona Silvia yang berada didalam mobil tersebut,akan dilakukan test DNA." beritahukan polisi lagi.
"Baik pak ." jawab Johandy.
"Badi urus semua." perintah Johandy sebelum meninggalkan tempat kejadian.
"Kenapa dia melakukan itu mas?" Dina tanya.
"Mungkin dia kecewa tidak berhasil memisahkan kita."
"Kasihan dia,meninggal terbakar begitu." ucap Dina.
"itu kalau ingin memiliki yang bukan haknya."
"Honey,besok kita kembali ke villa." beritahukan Johandy.
"Mas.." rengek Dina.
__ADS_1
"Tidak ada rayuan,besok kita ke villa." ucap Johandy tampa ada kesempatan dibantah.
\*
"Mommy,adek ini manjat pohon mangga!" teriak Jason,memberitahukan keberadaan adiknya kepada mommynya.
Mendengar teriak Jason,Johandy dan Dina datang mendekat.
"Ada apa ?" tanya mommynya.
"Tu lihat...." Jason menunjukkan kearah pohon mangga,dan diatas duduk dengan santainya gadis kecil berusia 6 tahun lagi asyik memakan buah mangga.
Melisa nama gadis kecil tersebut,anak kedua dari Johandy dan Dina.
"Melisa,turun sayang." pujuk Dina pada putrinya.
"mommy,Melisa lagi nyantai ini." jawab Melisa.
"Nyantai dibawa saja sayang." bujuk mommynya lagi.
"Princess,ayo turun." Johandy ikut membujuknya.
"Mel,mau jadi monyet..!" ledek Jason.
"Daddy,kakak jahat." rengek Melisa.
"Tu kan,siapa dulu lagi hamil melisa nongkrong dipohon mangga." kata Maya yang baru saja datang ke villa.
"Bumil,angin apa bawa lu datang." Kata Dina melihat kedatangan sahabatnya yang lagi mengandung buah cintanya dengan Badi.
"Kangen gw." kata Maya.
"Melisa turun sayang." Maya ikut membujuknya.
Melihat kedatangan Maya,dengan lincah Melisa turun.
"Tante,Melisa rindu tante." Melisa memang sangat dekat dengan Maya.
"Ayo kita pulang." Maya mengandeng tangan kecil Melisa.
\
Suasana malam ini terang,karena bulan muncul dari balik awan.Bintang-bintang juga bertebaran dilangit membuat suasana semakin romantis.
Johandy dan Dina duduk disofa yang berada dibalkon.
"Mas,Dina ingin memberitahukan."
"Apa honey." jawab Johandy sembari memeluk Dina.
Dina mendekatkan bibirnya ketelinga Johandy,dan membisikkan kalimat.
"WHAT...!"
Dina tertawa melihat keterkejutan suaminya.
"Bener...honey ngak bohong?"
"Bener mas,sudah 5 minggu." beritahukan Dina.
"Hore...mas akan jadi daddy lagi!" teriak Johandy dengan gembiranya.
"Mas..." Dina mencegah Johandy yang ingin berteriak lagi.
Johandy menangkup wajah Dina,dan berkata.
"Mas senang, honey membawa cinta honey kembali." bisik Johandy dengan mesra.
Berita yang disampaikan Dina,hanya kesenangan sesaat,ternyata kehamilan tersebut terjadi diluar rahim.Walaupun sedih tapi Dina dan Johandy dapat menerima itu semua.
❤️ ❤️ TAmat❤️❤️
Hai dah tamat ya,gw ngak suka buat cerita berjilid-jilid.Dan konflik berkepanjangan.
Pinjam jempol untuk ngelike ya teman-teman.
Happy reading ya.
__ADS_1
Maaf jika banyak typo bertebaran ya**.
Lanjut Season 2.menceritakan tentang anak-anak Dirgantara.