Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 83.Lebih macho


__ADS_3

Hai semua yang belum beri rate,silakan tekan rate 5 ya..😘😘


Dina dan Dina masih berbincang-bincang membahas kehamilan Dina yang ketiga.


"Senangnya kamu,bisa hamil lagi." kata mba Yanti.


"Malu mba,sudah tua mau punya baby lagi." kata Dina.


"Kenapa rupanya,mba sendiri ingin hamil.Tapi tidak bisa."Yanti mengutarakan keinginannya untuk bisa hamil lagi.


"Mungkin keajaiban akan terjadi mba."


Obrolan Dina dan Yanti terhenti,ketika Johandy yang baru keluar dari tempat gym.Tubuh Johandy basah oleh peluh keringat,dan ototnya terlihat.Walaupun Johandy sudah berkepala lima,tapi tubuhnya masih bugar dan kekar.Tidak kelihatan bahwa dia sudah berkepala lima.


"Halo honey...." Johandy mendekati istrinya,dan memberikan sapaan pada babynya yang masih dalam rahim sang istri.


"Bagaimana dengan babynya Daddy ini." Johandy mengusap perutnya Dina yang sudah mulai kelihatan.


"Baik Daddy.."Dina menjawab dengan menirukan suara baby.


Ada sepasang mata memperhatikan terus Johandy dan Dina dengan instennya.


Johandy juga merasa ada tatapan mata yang tajam memandang dirinya,tapi dia tidak menghiraukannya.


"Mas,ada lowongan tidak perkebunan mangga kita?" tanya Dina.


"Banyak sih,untuk siapa?" tanya Johandy.


"Itu Rose.." kata Dina.


"Banyak itu untuk pekerjaan kasar,tidak mungkin Rose bekerja kasarkan." kata Johandy.


Rose terus memandang Johandy saat Johandy bicara,matanya terus memandang Johandy dengan pandangan yang aneh.


"Jadi tidak ada yang sesuai untuk Rose?" tanya Dina.


"Tidak honey.." jawab Johandy.


"Ada apa dengan laki-laki dirumah ini,sangat sulit untuk didekati." batin jahat Rose beraksi.


"Mas carikan,apa teman mas butuh pekerja." kata Dina.


"Ya nanti mas bantu carikan." Johandy beranjak meninggalkan Dina.


"Mau kemana?" tanya Dina pada Johandy.


"Mau cari Jason." kata Johandy.


Johandy pergi meninggalkan Dina,Yanti dan Rose.Dan pandangan mata Rose tidak lepas dari tubuh Johandy yang memasuki ruangan kerjanya.


Β 


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Β 


Hari ini Jason semangat menunggu Jesy didepan sekolahnya,karena setelah menerima raport naik kelasnya.Jesy libur 2 minggu.


Setelah keluar dari gedung asramanya,Jesy melihat Jason sudah menunggunya.Jesy mengembangkan senyumnya melihatnya.


"Kak Jason.." sapa Jesy.


"Kenapa kurus?" Jason mengamati Jesy dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Jesy kurus ya..?" tanya balik Jesy.


"Coba kakak peluk.." Jason menarik Jesy sehingga jatuh kedalam pelukannya.


"Masih enak dipeluk,tapi gemukan sedikit lebih pas didekap" kata Jason yang masih memeluk Jesy.


"Kak Jason..!" Jesy meronta agar terlepas dari pelukan Jason.


"Biarkan kakak memelukmu sebentar,rindu." bisik Jason.


"Kak,kita diparkir.Ada orang kak." ingatkan Jesy.


Jason melepaskan pelukannya,setelah diingatkan Jesy bahwa mereka berada diparkir.


"Ayo kita pulang." Jason membuka pintu depan dan masuk ke dalam mobil.


"Bagaimana hasil raportnya,ada yang terbakar?" tanya Jason.


"Emang hutan terbakar,nilai Jesy bagus semua ya.Walaupun tidak rangking satu." kata Jesy.


"Sayang sekali,tadi kakak ingin kasih kado kalau rangking satu." kata Jason.


"Jesy rangking 4 kak,kasih kado ya." Jesy mengadahkah tanganya.


"Ini saja kadonya ya." Jason menarik tangan Jesy mendekati bibir dan diciumnya tangan Jesy.


"Kado apa itu.."


"Ini kado termahal,tidak ada yang akan mendapatkannya" kata Jason,dan mengerlingkan mata.


"Hih...kak Jason genit ya sekarang?"


"Kak Jason itu genitnya cuma sama Jesy seorang,kalau tak percaya belahlah dada kakak.Hanya ada nama Jesy seorang...!" kata Jason dengan kocaknya


"Biar tahun 90an tapi masih romantis kan?" tanya Jason.


"It's ok " Jesy tersenyum dan melirik Jason yang juga tersenyum.


Β 


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Β 


Hari ini diadakan kumpul-kumpul untuk merayakan baby shower Dina,acara diadakan di villa pinggir pantai.Karena sudah lama mereka tidak kesana.


Jason dan Jesy tiba belakangan,karena Jason singgah dulu kekantornya.karena ada meeting mendadak.


"Tidak apa-apa kita kekantor dulu ya..?" tanya Jason.


"Tidak apa-apa kak." Jesy duduk disofa yang ada diruangannya Jason.


"Bro,kenapa itu client datang tiba-tiba,tidak bisa mereka istirahat." ujar Simon yang terpaksa menunda keberangkatannya juga seperti Jason.


"Besok dia akan keluar negeri,menghantarkan istrinya berobat." kata Jason,sambil mempersiapkan file yang akan dibawanya meeting.


"Jesy tunggu kakak sebentar ya." kata Jason pada Jesy


"Jesy,ayo ikut saja meeting.Biar bisa kau lihat calon suamimu ini,super galak diruangan meeting" gurau Simon.


"Jaga mulutmu." ucap Jason pada Simon.


Selama setengah jam,Jesy menunggu Jason selesai dengan meetingnya.

__ADS_1


"Maaf lama." kata Jason.


"Sudah selesai kak?"


"Sudah,ayo kita berangkat." Jason mengandeng tangan Jesy,dia tak perduli banyak mata yang memandangnya.


"Kak lepaskan tangan Jesy,banyak karyawan melihatin kita." kata Jesy dan tangannya berusaha melepaskan tautan jemarinya dan Jason.


"Santai saja,kita tidak berbuat salah." tangan Jason terus menggenggam jemari Jesy,sampai ketempat parkir mobilnya.


Jesy masuk kedalam mobil begitu juga dengan Jason.


"Kak,libur ini sepertinya Jesy ingin menjenguk mama.Jesy rindu dengan papa dan Rendy." Jesy mengutarakan niatnya untuk menjenguk orangtuanya.


"Kakak tidak bisa cuti." kata Jason.


"Jesy bisa sendiri." kata Jesy.


"kakak tidak akan izinkan,jika sendiri." larang Jason untuk Jesy pergi sendiri.


"Nanti kita pikirkan ya"Jason mengusap rambut Jesy.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Setibanya divilla,Jesy kaget begitu melihat keberadaan orang-orang yang dirindukannya.


"Mama..!" Jesy berlari dan memeluk mamanya,kemudian papanya dan yang terakhir Rendy adiknya.


"Kenapa mama tidak mengatakan mau ke Indonesia?" tanya Jesy dan masih memeluk mamanya.


"Surprise." jawab mamanya.


"Kak Jason juga ngerjain Jesy ya." tuduhnya.


"Sorry.." kata Jason.


"Lihat itu mas Dika dan mba Yanti." kata Dina ketika dilihatnya mobil berhenti,dan Yanti turun diikuti Rose dan Dika.dan kemudian seorang pria dikursi pengemudi.


"Dina,kenalkan ini teman Rose.Dan orangtuanya teman lama kami." Yanti mengenalkan David pada Dina.


"David tante.." kata David dengan sopan.


"David ini,suami tante,itu anak tante dan yang satu belum tiba." kata Dina.


David mengulurkan tangannya pada Johandy dan Jason.


"Dan ini tante Maya sahabat tante,itu suami dan anak -anak tante Maya." kata Dina kepada David.


"Ayo bawa barang-barang masuk, istirahat dulu.Pasti capek dalam perjalanan." kata Johandy,dan dia memeluk pinggang Dina.


David mengikuti Rose dari belakang.


"Rose,jaga matamu.Suami orang itu" ingatkan David pada Rose yang terus melihat kearah Johandy.


"Diam kau David,hot Daddy itu." cengirnya.


"Jangan gila kau." kata David lagi.


"Tidak dapat anaknya,Daddynya juga tidak apa-apa.Masih macho dan hot." kata Rose dengan menampilkan senyumnya yang nakal.


**Bersambung


Happy reading guys**

__ADS_1


__ADS_2