Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 47 Dina vs Silvia


__ADS_3

**Hai semua masih betah dirumah,sama gw masih stay ata home.Dari pada bosen,ayo singgah dikaryaku ya.


Happy reading ya**..


Dalam pertemuan itu tanpa diduga,Silvia ikut hadir dalam.Karena dia sedang menjalin hubungan dengan Direkrut Pt Buana.


"Gila ini sikunti,sudah punya kekasih masih mau embat suami gw," batin Dina,ketika melihat Silvia datang dengan Romi Direktur Pt Buana.


"Maaf pak Johandy kami telat,maklum menunggu wanita cantik ini ," beritahukan Romi,dengan bangganya memeluk pinggang Silvia.


"Tidak apa-apa pak,kami juga baru sampai," kata Johandy.


"Siapa wanita cantik disisi bapak,sangat menggairahkan?" tanya Romi kepada Johandy ,Dan Romi memandangi Dina yang malam ini memakai baju terusan hitam yang sangat seksi melekat ditubuh mungilnya.


Romi mengulurkan tangannya ingin mengajak Dina berkenalan,dan matanya terus menelusuri badan Dina.


Mendengar perkataan Romi dan tatapan mata Romi kepada Dina,Johandy memeluk Dina dengan posesifnya.


"Ini isteri saya," beritahukan Johandy dengan suara yang datar,Johandy tidak menyukai cara Romi memandangi Dina.


"Kenapa tadi menyuruh Dina mengenakan gaun ini," batin Johandy.


"Maafkan saya pak,saya tidak tahu wanita cantik ini sudah ada yang punya," kata Romi kepada Johandy.


"Bukan hanya sudah ada yang punya,tapi sudah menjadi seorang ibu," pamer Johandy kepada Romi.


"Wow,anda sungguh beruntung pak," kata Romi kembali kepada Johandy.


Silvia yang merasa tersisihkan,melakukan gerakan yang seksi untuk menarik perhatian laki-laki yang datang bersamanya tadi.

__ADS_1


"Sayang,ayo kita bersulang," kata Silvia dengan mengambil segelas anggur merah didepannya dan memberikannya pada Romi,kemudian mengambil untuk dirinya sendiri.


"Ayo Jo," Silvia mengajak Johandy bersulang,tetapi Johandy menolaknya.


"Maaf,malam ini saya tidak pakai supir," Johandy menolak anggur yang ditawarkan secara halus.


"Aku bisa mengantarkanmu Jo," kata Silvia dengan suara yang menggoda sambil menyesap anggur merah tersebut.


"Tidak ,terimakasih!" tolak Johandy lagi.


"Dasar kunti,kau rayu terus suamiku.Jangan salahkan aku jika kusiram kau nanti dengan anggur ini," batin Dina yang sudah mulai emosional, dan tangannya yang berada diatas pahanya sudah mengepal.


Johandy yang melihat tangan Dina yang sudah mengepal,menepuk-nepuk paha Dina agar tidak terpancing dengan kelakuan Silvia.


"Honey jangan emosi," bisik Johandy ketelinga Dina.


Mengetahui taktik licik Silvia,Dina membalasnya dengan berpura-pura manja dengan Johandy.


"Aku tidak akan menuruti permainanmu kunti,aku akan memainkan sendiri permainanku," batin Dina sembari tersenyum.


"Mas,Dina mau makan itu tapi suapin ya," rengek Dina kepada Johandy.


Johandy tahu bahwa Dina ingin memanas-manasin Silvia,merasa senang saja.


"Ok honey.." jawab Johandy,yang kemudian memotong bistik yang dimauin Dina tadi dan menyuapkan kemulut Dina.


Dina dengan manjanya menerimanya,dan dia juga balik menyuapkan bistik tersebut kepada Johandy.


"Mas,sini Dina suapin!"serunya.

__ADS_1


Melihat kemesraan yang di tampilkan Dina dan Johandy,membuat Silvia yanf melihatnya semakit emosi.


"Awas kau Dina aku akan membalasmu," Batin Silvia meradang melihat kemesraan Dina dan Johandy.


"Mas,Dina dah ngantuk bisa kita pulang," tanya Dina dengan manjanya kepada Johandy.


"Ok honey..," Johandy mengiyakan keinginan Dina untuk pulang.


"Maaf pak Romi,kami terpaksa pulang cepat.Putra kami jam segini juga sudah harus tidur,dan jika tidak ada mommynya dia pasti rewel," beritahukan Johandy.


"Ya pak tidak apa-apa,saya maklum," jawab Romi,tentang keinginan Johandy meninggalkan tempat.


"Permisi pak," pamit Johandy dan menyalami Romi,dan Johandy juga menyalami Silvia sekilas saja tanpa memandangnya.


Kemudian Johandy bangkit dari duduknya,dan memeluk pinggang Dina dan menuntunnya meninggalkan ruangan.


"Honey betul-betul nakal ya," bisik Johandy ketika mereka sudah duduk didalam mobil.


"Mas juga nakal,sok ngak boleh minum karena ngak bawa supir," sindir Dina.


Johandy ngekeh mendengar sindiran Dina.


"Mas sudah berhenti minum," kata Johandy.


"Baguslas,ngak baik bagi kesehatan," kata Dina.


"Baik mam"jawab Johandy.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2