Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 38 mulai cinta


__ADS_3

***cinta bisa membuat menangis


bisa juga membuat tertawa


kalau cinta readers bisa membuat apa...?"


Happy reading***


Hari ini perasaan Dina penuh bahagianya,serasa ada kupu-kupu beterbangan diatas kepalanya.


Karena Johandy mengatakan akan membawanya ke kota.


" Dina,bahagia banget kelihatannya.." ujar Maya,ketika dilihatnya sahabatnya itu saat menggunting dedaunan bunga yang sudah layu sambil bernyanyi-nyanyi kecil.


" Non senang banget kelihatannya," kata Maya


" Senanglah,kita mau ke kota." ujar Dina dengan perasaan gembira.


" Ya..di ajak ke kota aja senang banget,mirip bocah....." ledek Maya.


" Jelas senang,gw dah mau dua bulan dikurung di pulau ini.." kata Dina


" nyaman tinggal disini Dina,udaranya bersih.." kata Maya


" sehari dua hari nyaman,tapi kalau udah berbulan yang dilihat lautan terus bosen juga..." gerutu Dina.


" Tapi disisi ada mas tercinta,ngak bosenlah.." Maya terus menggoda Dina.


" mas tercinta,tu orang hilang terus.." ngedumel Dina.


" Siapa hilang terus ?" tanya Johandy yang tiba tiba sudah berada dibelakangnya.


Dina kaget mendengar suara Johandy dari arah belakangnya.


" Mas Jo mirip setan,tiba-tiba muncul ," gerutu Dina.


" Dosa tahu,suami dibilang mirip setan.." ujar Johandy sembari menyentil kening Dina.


" aduh !"sakit mas.." Dina mengusap keningnya yang kena sentil Johandy.


Maya tersenyum melihatnya kemesraan Dina dan Johansyah.


" moga Dina ngak marah lagi ," batin Maya.

__ADS_1


" mas,jadikan kita ke kota..?" tanya Dina dengan memegang lengan Johandy dengan mengoyang-goyangkannya.


Johandy senang dengan perubahan Dina yang sudah mulai bermanja-manja dengan dirinya lagi.


" Akhirnya sifat manjaannya seperti dulu muncul ," batin Johandy yang senang.


" Ya,tapi ada syaratnya..," ucap Johandy.


" apa syaratnya..?" tanya Dina dengan serius.


" cium mas dulu.." goda Johandy.


" a....dasar mesum,ngak lihat tempat..!" semprot Dina dan raut wajahnya sudah merona merah.


Maya dan mba Nana mendengar syarat yang di utarakan Johandy menjadi terkekeh-kekeh.


" ayo...ayo..ayo..!" sorak Maya dengan bersemangat.


Mba Nana jadi ikutan memberikan semangat kepada Dina agar mau memberikan ciuman sebagai syarat untuk ke kota.


" ayo non Dina,jangan malu-malu.."ujar mba Nana memberikan semangat


" ogah...!" tolak Dina


" pipi sebelah aja ya.." tawar Dina.


" iya sebelah saja.." janji Johandy.


Kemudian Dina mendekatkan bibirnya ke pipi johandy,ketika Dina akan mendaratkan bibirnya ke pipi Johandy.Tiba tiba Johandy membalikkan wajahnya sehingga bibir Dina menyentuh bibirnya Johandy.


tanpa menghilangkan kesempatan,Johandy menangkup wajah Dina dan mengecup bibir Dina dengan keras dan melekat sehingga Dina tidak dapat melepaskannya.


Maya dan mba Nana melihatnya terkejut,ketika tersadar mba Nana buru.buru menutup mata Jason dengan kedua tangannya.


" he....jangan ternoda mata mas jason yang masih suci ya....," ujar Mba Nana yang menutup mata Jason.


Mendengar perkataan mba Nana,Maya menjadi tertawa terkekeh- kekeh.


" wow...cukup,hargai yang jones ini..!" seru Maya,mengakibatkan ciuman panas Dina dan Johandy terputus.


Dina yang tersadar bahwa ciumannya tadi dengan Johandy disaksikan Maya dan mba Nana menjadi malu.


Dina menarik napas,dan menatap Johandy yang lagi tersenyum bahagianya.

__ADS_1


" mas ini ya,tadi katanya pipi.." protes Dina,sembari memberikan cubitan di lengannya.


" kalau pipi,kita hanya satu hari dikota.." kata Johandy.


" kalau bibir mas..?" Maya bertanya pada Johandy.


" mungkin bisa seminggu,tapi kalau lebih dari bibir...." ucapan Johandy terputus,karena Dina keburu mencubitnya dengan keras.


" aduh....honey...!" Johandy kesakitan akibat dari cubitan Dina yang mendarat di perutnya.


" rasain ,mulut mesum " ujar Dina yang terus memberikan cubitan.


Johandy memeluknya,agar cubitan Dina terhenti.


" Din...,kasih jatah ntar malem.." ledek Maya.


" he...diam..!" hardik Dina yang pipinya semburat merah.


" betul..." ucap Johandy yang memberikan tanda dua jempolnya👍👍 atas perkataan Maya.


" Tadi katanya dah bosen tinggal di tengah lautan,tinggal lu ngasih jatah bakalan tinggal dikota.." goda Maya dengan penuh semangat.


" he..ngomongin mesum terus,yok sayang kita masuk kamar.." ucapnya pada Jason dengan mengambil Jason dari gendongan mba Nana.


" mas ngak di ajak nih..." goda Johandy


" ogah...!" seru Dina sambil melangkah menuju kamarnya,diikuti mba Nana dari belakang.


Sepeninggal Dina,maya berkata kepada Johandy.


" sepertinya Dina sedikit demi sedikit hatinya mulai terbuka kembali mas.." kata Maya.


" itu yang saya harapkan.." kata Johandy dengan menghela nafas


" Mas harus sabar ya.." hibur Maya.


 


💕***bersambung dolo guys***💕


***happy reading ya


 

__ADS_1


stay at home dulu friends***.


__ADS_2