
***hai jumpa lagi dengan mommy dina and daddy jo
Β
happy reading guys....πππ***
Β
Dina masih tetap memangku Jason sembari menyusuinya,sesekali Dina mencium dan mengelus pipi Jason yang gembul.
Dengan masih menyusu,jemari Jason menyentuh wajah Dina dan matanya memandang Dina.
" sayank rindu mommy...?" ucap Dina dengan menggenggam jemari Jason yang tadi menyentuh wajahnya.
Johandy melangkahkan kakinya,dan duduk disamping Dina.
Dina yang masih menyusui Jason tak menyadari bahwa Johandy sudah duduk disampingnya.
" honey..." Johandy membuka suara .
Mendengar suara Johandy Dina kaget,apalagi dilihatnya keberadaan Johandy disampingnya.
" pergi...!" seru Dina yang berusaha untuk bangkit dari duduknya.
Melihat Dina yang berusaha untuk bangkit dari duduknya,Johandy langsung memeluknya dan membuat Dina tak dapat bangkit.
" honey...dengarkan mas..." kata Johandy.
" mas mau cerita apa,mas mau ambil anak Dina..."
" Jason anak mas juga..." ucap Johandy yang masih dapat menahan emosinya.
" ini hanya anak Dina..." ucap Dina lagi.
" jangan main main Dina,mas bisa melakukan lebih dari ini.Jangan sampai mas memisahkan kalian berdua selamanya...." ancam Johandy.
Mendengar ancaman Johandy, Dina menghentakkan pelukan Johandy dan berlari meninggalkankan ruangan tersebut.
" Dina berhenti...!"seru Johandy.
Dina tidak menghiraukan panggilan Johandy,Dina meneruskan langkah kakinya menuju kamar.
__ADS_1
Di tengah langkah kakinya menuju kamarnya,Dina melihat keberadaan kepala pelayan tepat didepannya.
" Jangan macam macam..." ancam Dina kepada kepala pelayan tersebut,agar kepala pelayan tersebut menyingkir dari depannya.
" Tuan..." ucap kepala pelayan kepada Johandy yang datang dari belakang Dina.
Johandy memberi tanda kepada kepala pelayan untuk menyingkir dari hadapan Dina.
Dina dengan cepat masuk kedalam kamar dan mengunci kamar tersebut.
" honey buka pintu,honey..." Johandy mengetuk ngetuk pintu kamar tapi tidak ada respon dari Dina.
" Tuan apa perlu kunci cadangan..." tanya kepala pelayan.
" kunci cadangan tak berguna juga Budi..." ujar Johandy kepada kepala pelayan.
" kenapa tuan...?" penasaran Budi mendengar perkataan tuannya.
" kunci masih tergantung..."
" oh...ya ,kok bodoh..." guman kepala pelayan sembari memukul jidatnya.
" baik tuan..." jawab kepala pelayan
Tiba-tiba Johandy menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kembali.
" kenapa pintu kamar Jason tidak terkunci,dan babysitter kemana dia...?" tanya Johandy.
" panggil dia...!" perintah Johandy.
Β
\\*
Β
Johandy duduk diruang kerjanya dengan mengetuk-ngetukan tangannya ke meja kerjanya.
Terdengar suara ketukan di pintu dan pintu terbuka.
cklek
__ADS_1
" Tuan ini babysitter tuan muda..." kata kepala pelayan.
Dibelakang kepala pelayan ikut wanita muda yang berjalan dengan menundukkan wajahnya dan badannya gemetar.
" maafkan saya tuan..." ucap babysitter tersebut dengan suara yang gemetar.
" kenapa pintu kamar Jason tak terkunci...?" tanya Johandy dengan suara penuh emosi.
" maaf tuan tadi saya ke dapur..." ucap babysitter tersebut
" alasan,saya tahu kamu sering meninggalkan Jason sendirian dikamarnya..." tuduh Johandy.
Babysitter kaget, karena Johandy tahu kelakuannya sering meninggalkan jason dikamar sendirian ketika tidur.
" maaf tuan..." Babysitter memohon ampun.
" kamu saya pecat,saya tidak butuh orang yang lalai..." kata Johandy.
" jangan pecat saya tuan..." ucap babysitter dengan menangis.
" Budi singkirkan dia dari hadapan saya dan dari pulau ini..." perintah Johandy dengan tegas.
" ayo......" Budi sikepala pelayan menarik babysitter yang memohon mohon agar tidak dipecat.
" tuan...tuan..." teriak babysitter
" ayo...jangan buat tuan lebih marah lagi..." kata kepala pelayan.
kepala pelayan menyeret babysitter tersebut,dan memanggil para bodyguard.
" Kirim dia keluar luar pulau,tuan tak ingin melihat dia berkeliaran di pulau ini" perintah kepala pelayan.
Melihat para bodyguard yang tinggi besar dan berwajah sangar,babysitter hanya pasrah dengan nasibnya.
Β
***bersambung dolo...
Β
happy reading...πππ***
__ADS_1