
Cerita ini sekuel dari cerita : Kubawa pergi cintaku.
Apakah ada gadis seperti yang diinginkannya,apakah ada gadis seperti yang diidamkannya.
Happy reading**.
Setelah seminggu berada di Aussie, untuk menyelesaikan masalah perusahaannya.Hari ini Jason kembali ke Indonesia.
Jason menunggu Simon untuk menjemputnya,ketika sedang asyik membalas pesan di dihandphonenya.Tiba-tiba ada orang yang menabraknya,seketika handphonenya jatuh kelantai.
Jason mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang telah menabraknya,dan ingin mengeluarkan kemarahan kepada sipenabrak.Tapi sebelum niat itu dilakukan,orang yang telah menabraknya terlebih dahulu mengeluarkan kemarahannya terlebih dahulu.
"He...kalau jalan itu jangan main handphone,mata itu fokus kedepan.Jangan terfokus ke benda di tanganmu." ujar orang yang menabraknya.
Sedangkan Jason hanya terdiam menerima kemarahan orang yang telah menabraknya tersebut.
"He...kenapa diam saja,apa dia bisu." orang yang menabraknya mengira Jason bisu,karena tidak menanggapi perkataannya.
Kedatangan Simon diantara mereka baru menyadarkan Jason dari kediamannya.
"Ada apa ?" Simon bertanya pada Jason.
Jason menunjukkan handphonenya yang masih berada dilantai.
"Kenapa handphonemu terjatuh?" Simon mengambil handphone Jason yang berada di lantai bandara, heran dia melihat handphone Jason dilantai.
"Ditabrak dia." beritahukan Jason,sambil menerima handphonenya dari tangan Simon.
"Dia main handphone sambil berjalan." beritahukan gadis tersebut dengan marah.
"Terus kenapa kamu marah,seharusnya Jason yang marah karena kamu telah membuat handphonenya jatuh." kata Simon kepada gadis tersebut.
__ADS_1
"Kalau dia tidak main handphone sambil jalan,kami tidak akan bertabrakan.Saya sedang terburu-buru." ucap gadis itu lagi.
"Kalau dia tidak melihat karena main handphone,seharusnya kamu yang menghindarinya." Simon balik memarahi gadis itu,sedang Jason masih fokus memeriksa kondisi handphonenya.
"He kenapa kamu memarahi saya,kawan kamu tu yang salah." gadis itu balik memarahi Simon dengan galaknya.
"Kamu juga salah,jangan menyalahkan teman gw terus.Jason bagaimana handphone lu,rusak?" Simon menanyakan kondisi handphone Jason.
"Ngak rusak." jawab Jason.
"Untung handphone elu,handphone mahal.Jadi kwalitasnya terjamin." kata Simon.
"Sudah kita balik." Jason mengajak Simon meninggalkan tempat itu.
"Elu harus minta ganti rugi ama cewek ini." Simon menyuruh Jason minta ganti kerugian pada gadis yang menabraknya.
"Enak aja minta ganti rugi,dia yang salah.Jalan seenaknya main handphone." ujar gadis itu tak mau kalah.
"Untung teman gw lagi baik,kalau tidak dah habis elu." sebelum meninggalkan tempat itu Simon masih sempat berdebat dengan gadis itu.
"Ngak takut." balas gadis itu,dan kemudian meninggalkan tempat itu untuk mencari orang yang mau dijemputnya.
"Bunda..!" panggilnya,ketika dia melihat sosok yang dirindukannya.
"He..anak nakal, ngak melakukan kenakalan dirumah selama bunda pergi?" tanya bundanya.
"Ngak dong bunda,Rose anak baik." jawab Rose.
"Bagaimana keadaan nenek bun..?" tanya Rose.
"Sudah mendingan,tapi masih lemah.Nenek kamu itu ngak mau dirawat,mirip kamu Rose takut suntik." beritahukan bundanya Rose.
__ADS_1
\
"Jason,kenapa elu tadi diam aja melihat cewek itu marahin lu.Ngak biasanya elu begitu." Simon heran dengan kelakuan Jason di bandara tadi,biasanya Jason langsung marah jika mengalami hal seperti tadi.
"Malas gw melayaninya." jawab Jason singkat.
"Atau elu kaget,mendapatkan kemarahan dari seseorang.Biasanya elu yang marahin orang sekarang elu yang dimarahin." kekeh Simon,mengingat Jason baru pertama kali menerima kemarahan dari seseorang.
"Shut up..!" seru Jason kepada Simon yang tertawa senang melihat Jason dimarahi seorang gadis.
"Tapi cantik juga gadis itu,imut mirip kelinci.Ingin rasanya untuk dibawa pulang." kata Simon.
Dengan gemas Jason memukul lengan Simon.
"Fokus bawa kendaraan,jangan menghayal.."ingatkan Jason kepada Simon.
"Ok boss." sahut Simon.
"Lanjut kekantor." perintah Jason.
**Bersambung
Lanjut disini aja ya cerita anaknya mommy Dina n Daddy Jo**.
__ADS_1