Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 88.Kau milikku.


__ADS_3

Salam jumpai lagi readers,dengan cerita Jason dan little wife.


Happy reading yaπŸ“–πŸ“–


"Ingat Jason, kau belum boleh menyentuhnya. Setelah tamat sekolahnya baru kau boleh menyentuh istrimu." peringatan diberikan Daddynya,setelah Jason dan Jesy di nyatakan sah.


"Bagaimana kalau silap om?" tanya Simon dengan isengnya.


Dengan keras Johandy menjitak kening calon mantunya tersebut.


"Aduh om.." Simon kaget mendapatkan Jitakan dikeningnya, oleh calon mertuanya. Daddynya Melisa.


"Awas kamu Simon, jangan ajarin Jason untuk melakukan hal yang silap seperti yang kau katakan tadi." ancam Johandy pada Simon.


"Batal kamu saya nikahkan dengan Melisa." sambung Johandy lagi.


"Aduh sadis benar ancaman om Jo,anaknya tidak perlu di ajarin mah sudah tahu hal begituan." gumannya pelan, takut terdengar Johandy yang masih memberi wejangan pada Jason.


Sedangkan Jesy sedang berbicara dengan Melisa.


"Akhirnya, Jesy menjadi kakak iparku." kekeh Melisa.


"Jesy tidak mau dipanggil kakak ipar, Jesy masih muda ya." kata Jesy.


"Awas Jesy,nanti malam kak Jason pasti tangannya grasak-grusuk kemana-mana ." Melisa menakuti Jesy.


"Kami belum boleh tidur sekamar." kata Jesy.


"Tidur sekamar boleh Jesy, yang tidak boleh itu mendesah-desah ditengah malam." kata Melisa sambil tersenyum.


"Kakak ini ya, mesum terus di otaknya. Kak Mel aja dengan kak Simon, kakak sudah cukup umur ." balas Jesy.


"Kak Mel belum sah,masih private.Jadi belum boleh di obok-obok ." ujar Melisa sambil tertawa begitu melihat muka Jesy bersemburat merah.


Dina dan Maya mendekati Melisa dan Jesy.


"Asik sekali kalian berdua?" tanya Dina.


Dina duduk disamping Jesy, dan mengambil tangan Jesy untuk digenggamnya.


"Jesy sekarang sudah menjadi istri Jason, walaupun itu hanya masih diatas kertas.Tapi kewajibanmu sebagai istri harus Jesy lakukan ya..." kata Dina untuk menasehati mantu barunya tersebut.


"Jesy harus memperhatikan semua keperluan Jason, karena mommy setelah pernikahan Melisa dan Simon akan pulang ke vila. Dan mamamu akan kembali ke Malaysia."


"Ya tante." jawab Jesy.


"Panggil mommy Jesy ." Dina menyuruh Jesy untuk memanggilnya dengan mommy, seperti Jason dan Melisa memanggilnya.


"Ya mom." Jesy masih malu-malu memanggilnya mommy.


"Mommy lama di vila?" tanya Melisa.


"Sampai masa nifas, mommy mau lahirkan adikmu disana." kata Dina.


"Dina,lihat kamu hamil. Kepingin hamil aku." ucap Maya dan tangannya mengelus perutnya.

__ADS_1


"Kamu suruh saja Jesy hamil." celetukan Dina membuat Jesy kaget.


"Mommy...!" serunya.


"Mommy bercanda.." kekeh Dina.


"Kamu Dina, mau pingsan anakku ya!" seru Maya.


"Sebenarnya biarin saja mereka mau nabung buat anak, di kampung 15 tahun aja sudah pada gendong anak." kata Dina.


"Biar mommy bilang Jason, suruh nyetor. Biar nanti keponakan dan om sebaya." ide Dina membuat Maya dan Melisa ngikik, sedangkan Jesy menampilkan wajah yang cemberut.


"Sudah Dina, jangan kau ganggu menantu kecilmu." ingatkan Maya.


Dina tertawa dengan kuatnya sehingga Johandy suaminya menoleh memandang kearahnya.


Johandy berjalan menghampirinya Dina.


"Ada apa honey, senang sekali kelihatannya?" tanya Johandy kepada Dina.


"Ini mas menantu kecil kita, Dina suruh punya bayi.Biar nanti besar bareng dengan anak kita." kata Dina.


"Jesy tunggu tamat SMA dulu honey. " ucap Johandy.


"Dina ini ada-ada saja, tu lihat mantumu sudah takut mas..." kata Maya kepada Johandy.


"Tidak salahkan, mereka sudah sah." ucap Dina dan matanya menatap Jesy yang menundukkan malu.


"Seperti yang mas katakan,tunggu Jesy tamat. Baru Jason bisa nyentuh istrinya untuk nabung..." kata Johandy


"Omongan kedua mertua Jesy, membuat anakku stres." suara hati Maya.


"Melisa saja suruh cepat-cepat buat bayi,untuk peneman anak kalian.." kata Maya.


"Ya..!" kenapa Melisa dibawa-bawa, Melisa masih belum nikah tante Maya." ucap Melisa kepada Maya.


"Dua hari lagi,Melisa sudah sah untuk membuat bayi." kata Maya,dan perkataannya berhasil membuat Maya malu. Karena diucapkan didepan mommy dan Daddy.


"Hih...kenapa ini ketiga orang tua mulutnya vulgar, untung om Badi tidak ikutan ." ucapan Melisa membuat Daddy, mommynya dan Maya tertawa.


"Ayo Jesy, jangan berbaur dengan orangtua. Percakapan mereka ini khusus untuk yang sudah menikah." kata Melisa kepada Jesy.


"Kak Melisa,Jesy baru saja menikah." ucap Jesy dan wajahnya menampilkan ekpresi yang bingung.


"Oh iya....!" seru Melisa.


πŸ‚πŸƒπŸ‚πŸƒ


Diwaktu yang sama tapi tempat yang berbeda, Rose duduk dan tangannya terus menggoyang-goyang gelasnya minuman,vsehingga isi gelas minumnya hampir tumpah.


"Rose cukup..!" seru David, dan tangan menghentikan Rose yang menggoyangkan gelasnya.


"Lihat tu,isi gelas minumanmu hampir habis. Bukannya di minum, tapi di obok-obok." kata David.


"Ada apa denganmu, dari tadi melamun terus?" David memandang wajah Rose dengan cermat.

__ADS_1


"Heran, kenapa rencana ku waktu divila gagal? ekspresi Rose bingung memikirkan rencana nya untuk mempermalukan Melisa dan Jesy gagal.


"Apa kau yang menggagalkan?" Rose memandang David dengan serius, dan mengamati wajah David. Sehingga membuat David jengah atas tatapan Rose terhadap dirinya.


"Gila kau Rose...!"ucap David dengan cepat.


"Terus...! kenapa gagal, opa-opa itu lagi ikut campur lagi." Rose teringat dengan opa Sam yang telah memberinya peringatan.


"Opa Sam tahu, bahwa kau yang punya rencana itu !" David pura-pura kaget, dia berusaha untuk membuat Rose tidak menaruh curiga padanya.


"Iya, orang yang sudah bau neraka itu ikut campur. Apa dia melihat aku memasukan laki-laki kekamar cucu-cucu manjanya itu..?" tanyanya pada David.


"Mungkin, jadi opa tahu aku juga terlibat?" tanya David.


"Mungkin tahu." jawab Rose.


"A.....a...!" kenapa aku harus terlibat?" pura-pura stres David.


"Tenang aja kamu, buat puyeng aku dengar rengekkanmu." ujar Rose.


"Kamu bilang tenang Rose..!" kalau mama dan papaku tahu kejadian ini, aku bakalan di coret dari kartu keluarga." David pura-pura ngedumel.


"Ah...terpaksa aku melakukan ini, biar bisa memantau Rose." suara hati David.


David sudah berjanji pada opa Sam untuk selalu mengawasi pergerakan Rose.


Flash back on


"David,kau harus membantu opa untuk mengawasi pergerakan Rose.Opa tidak ingin dia makin jauh salah melangkah." permintaan opa Sam pada David.


"Baik opa,David akan melaksanakan perintah opa." jawab David.


"Tapi kamu harus hati-hati,opa tidak ingin kamu celaka. Kita tidak tahu apa yang ada dipikirkannya ." ingatkan opa Sam lagi pada David.


"Baik opa."


Flash back off


"He...kenapa melamun?" tanya Rose, setelah David berdiam diri cukup lama.


"Tidak apa-apa, mikirkan pekerjaan saja." jawab David yang tersadar dari lamunannya.


"Hari ini mereka menikah." ucap Rose.


"Siapa?" David pura-pura tidak tahu.


"Jason dan Jesy ." kata Rose.


"Oh..kalian tak di undang?" tanya David.


"Tidak, katanya hanya keluarga inti saja." kata Rose.


"Bagaimana jika pihak sekolah tahu, bahwa Jesy sudah menikah? pasti seru ya...?" mulut seringai dibibirnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2