Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
extra epi Melisa Dirgantara.


__ADS_3

Hai **masih jumpa dengan Melisa ya,rencananya ingin membuat cerita Melisa dengan judul tersendiri.Moga penulis bisa melanjutkan ceritanya anaknya mommy Dina dan Daddy Jo.


Kehidupan Melisa di asrama dipenuhinya dengan kegembiraan,karena selama ini Melisa hidup di villa.Hidup** di asrama walaupun tidak bebas,tapi Melisa merasakan kesenangan.Karena dia dapat bersenda gurau dengan gadis-gadis seusianya.


"Mel,elu ngak cuci baju?" tanya Yoana.


"Cuci baju,bagaimana caranya?" tanya Melisa dengan polosnya.


Mendengar Melisa menanyakan cara mencuci baju,ketiga temannya tidak dapat menahan tawanya .Sehingga mereka tertawa terbahak-bahak.


"Ih..!" kenapa kalian tawa?" Melisa merasa heran mendengar temannya menertawakan dirinya.


"Hallo non,selama ini elu ngak pernah cuci baju?" Maria menanyakan Melisa,apakah tidak pernah mencuci baju.


"Ngak" Melisa menjawab pertanyaan Maria.


"Terus yang cuci baju elu di rumah siapa?" Mira bertanya.


"Dirumah maid banyak,mereka semua yang mengerjakan..." beritahukan Melisa.


"Berapa banyak maid dirumahmu Melisa?" tanya Yoana penasaran.


"Gw ngak pernah hitung,yang gw tahu lebih dari 10 orang." beritahukan Melisa dengan polosnya.


"WHAT....!" teman-temannya kaget,mendengar jawaban Melisa tentang maid dirumahnya.


"Kalau dirumah elu ngapain aja?" tanya Maria penasaran mengenai kehidupan Melisa.


"Makan,tidur.Seminggu sekali ikut Daddy kekota untuk shopping." kata Melisa.

__ADS_1


"Selama ini tinggal dimana sih?" kenapa seminggu sekali baru kekota?" tanya Mira.


"Tinggal di villa,villanya ditengah pulau.Nanti kalian gw ajak kalau liburan." kata Melisa.


"Kalau kekota lewati hutan begitu?" tanya Yoana.


"Ngak, lewatin lautan." beritahukan Melisa lagi.


"Mau kekota naik kapal?" Mira bertanya.


"Naik helikopter." kata Melisa.


"Wow..!" elu anak orang tajir,apa sanggup hidup di asrama Mel..?" tenannya meragukannya,apakah Melisa sanggup hidup diasrama.Semua serba sendiri.


"Itu yang ingin gw lakukan,gw ingin hidup mandiri.Sebenarnya gw ingin melanjutkan sekolah di luar negara,tapi Daddy belum memberikan izin kalau keluar negara.Nanti universitas baru boleh luar negara." Cerita Melisa.


"Apa elu tahan jauh dari ortu?" tanya Maria.


"Elu harus semangat,tunjukkan kepada ortu.Bahwa kamu sudah bisa jauh dari mereka." Yoana menyemangati Melisa,agar betah tinggal diasrama.


"Ya Mel..kuat." Maria juga ikut menyemangatinya.


"Mel,kami akan membantumu." Mira juga menyemangatinya.


"Terimakasih teman-teman,gw harus betah." ujar Melisa.


"Mel,elu anak tunggal?" tanya Yoana.


"Ngak,kak Jason.sudah kuliah di Inggris." Cerita Melisa.

__ADS_1


"Kakak elu keren,kenalin kekita."


"Kakak gw keren,tapi nyebelin.jutek ngak pernah tersenyum,mungkin kakak gw dulu lahir waktu musim dingin." Melisa menceritakan tentang kakaknya Jason,yang sudah lama tidak bertemu.


"Mundur gw,mau jadi kakak ipar elu." kekeh Yoana.


"Idih...!" baru dengar cerita Melisa, elu dah mundur." ledek Mira.


"Dari pada mati muda gw,lihat mukanya kakak Melisa yang kecut." ujar Yoana.


"He..!" masih kecil,jangan pikirkan cowok dulu.Ingat ya belajar yang rajin..." ingatkan Maria dengan mengikuti gaya miss Grace waktu pengarahan tadi.


"Baiklah miss Maria." jawab Melisa dan dua temannya serentak,dan mereka juga menjadi tertawa sehingga terdengar sampai keluar kamar.


Tok..tok..


"Wow...kalau tertawa jangan keras-keras,asrama ini bukan milik kalian saja." peringatan dari luar kamar,sehingga Melisa dan temannya menutup mulutnya menahan tawanya.


"Siapa tu tadi?"apa di asrama ini ada mak lampir." ujar Maria,mereka saling pandang.


" Sepertinya tetangga kamar kita,gw pernah jumpa didepan kamar.Gw udah tersenyum lebar 3 inch,dianya jutek ngak bales tu senyum gw." Cerita Mira.


"Moga gw jumpa dia." harap Melisa.


"Ngak mungkin ngak jumpa,kita tetanggaan kamar." kata Maria.


 


**Lanjut extra episode**

__ADS_1


 


__ADS_2