Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 69.Jesy ingin menang


__ADS_3

Hai jumpa lagi,apa yang terjadi pada bab ini ya.


tongkrongin terus ya karya halu tingkat tinggi,sehingga menghasilkan cerita halu.๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa bantu author dengan memberikan rate.like n vote .


terimakasih readers๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜.


"Mama,Jesy sekolah di Malaysia saja ya." tiba-tiba Jesy mengutarakan keinginannya untuk kembali pulang bersama mamanya besok ke Malaysia.


Mendengar perkataan Jesy,bukan saja mengagetkan mama dan papanya.Semua orang yang sedang berada diruang keluarga juga menjadi terkejut dengan keputusan Jesy.


"Kenapa sayang,kenapa tiba-tiba?" tanya mamanya.


"Jesy kenapa..?" Dina juga terkejut dengan keputusan Jesy,yang batal untuk masuk sekolah asrama.


Jason menatap Jesy dengan insten,dia merasa ada yang menganjal di hati remaja 15 tahun tersebut.Semalam dia begitu semangatnya ingin tinggal diasrama,kenapa tiba-tiba membatalkan niatnya tersebut.


"Betulkan kakak bilang,baru satu hari pasti sudah nangis minta dijemput.Ini belum masuk sudah mengundurkan diri." ejekan diberikan Jason kepada Jesy.


Jesy jadi teringat dengan taruhan dengan Jason.


"Kalau aku kalah..." batin Jesy.


Jason tahu bahwa Jesy mengingat taruhan mereka,tanpa diketahui keluarga yang lain Jason memberikan tanda bahwa dia yang akan memenangkan taruhan tersebut.


"Tidak,aku tidak mau first kiss ku diambil kak Jason." batin Jesy bersuara.


Sedangkan Jason gembira karena dia merasa bahwa telah berhasil membuat Jesy galau dengan keputusannya.


"Tak akan kubiarkan buruanku kembali." guman Jason.


Dengan tiba-tiba dan bersuara lantang Jesy memutuskan keputusannya.


"Jesy tetap akan masuk sekolah asrama..!" beritahu Jesy,dan Matanya menantang Jason babwa dia belum kalah,bahwa dia yang akan memenangkan taruhan tersebut.


"Begitu baru anak mama dan papa." maya bangga dengan keputusan yang di ambil putrinya.


Tanpa diketahui keluarga yang lain,Jesy sempat memeletkan lidahnya kearah Jason.๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›(sepertinya Jesy sama dengan Dina yang sempat memeletkan lidahnya kepada Johandy dahulu).


"Awas kau bocah gembul." pelan suara Jason,membalas ledekan Jesy.Dan mata Jason berbinar memandang Jesy.


"Jason,ayo kita bahas proyek kita yang berada di Malaysia." Johandy mengajak Jason dan Badi menuju ruang kerjanya,karena besok semua file mengenai proyek akan dibawa Badi.


Sebelum mengikuti Daddynya,masih sempat Jason menarik hidung Jesy ketika dia melewati tempatnya duduk Jesy.


Perbuatan Jason tersebut membuat Jesy semakin mangkel hatinya.


"Awas kak Jason,tidak akan kubiarkan kakak menang." batin Jesy.


ย 


ย 


Hari ini Maya,Badi dan juga Rendy kembali ke Malaysia.Ada rasa sedih dalam diri Jesy akan ditinggalkan oleh keluarganya.Karena selama ini dia belum pernah berjauhan dengan keluarganya.


"Ma,Jesy ikut ke bandara ya." kata Jesy kepada mamanya.


"Tidak usah,nanti Jesy nangis dibandara." cegah mamanya atas keinginan Jesy ikut ke bandara.

__ADS_1


"Ya tan...,nanti banjir bandara.karena air mata si gembul." kembali Jason menjahilin Jesy.


"Mama..!" adu Jesy kepada mamanya.


"Jason,kamu ini suka sekali ganggu Jesy." Dina menegur putranya,karena selalu memjahilin Jesy.


Maya hanya tertawa geli melihat Dina memarahin Jason,sedang Jesy merasa senang melihat Jason ditegur Dina.


"Tante,Jason tidak bisa ngantar ke bandara ya." kata Jason kepada Maya.


"Tidak apa-apa,Jason tolong lihat-lihat Jesy di asrama ya.Sebenarnya tante ragu meninggalkannya." kata Maya pada Jason,dan Maya memandang putrinya yang sedari tadi terus lengket dengannya.


"Jangan khawatir tante,Jason akan jaga Jesy.Tiap weekend Jason akan jemput Jesy untuk pulang ke rumah." janji Jason pada Maya,agar Maya tenang meninggalkan Jesy di Indonesia.


"Jangan khawatir,kami akan menjaga Jesy." Dina juga berjanji pada Maya untuk memperhatikan Jesy di asrama.


"Kalau Jesy nakal,marahin saja ." kata Maya.


"Mama,Jesy bukan anak nakal ya." ucap Jesy dengan manja pada mamanya.


"Ya tante,nanti kalau Jesy nakal.Biar Jason jewer saja telinganya." ujar Jason, matanya melirik Jesy dan senyum lebar terukir dibibirnya.Entah apa yang ada dibenak Jason.


"Selamat sampai tujuan tante,Rendy mana?" Jason tidak melihat keberadaan Rendy.


"Ikut papanya kekantor,dari kantor mereka langsung ke bandara." kata Maya mengenai Rendy yang suka sekali mengikuti papanya bekerja.


"Bye...bye gembul jangan nangis ya."sempat-sempatnya jason meledek Bea, sebelum dia beranjak menuju motornya untuk berangkat kekantor.


Jesy hanya merengutkan bibirnya yang manyun,dan delikan yang tajam diberikan pada Jason.Untuk membalas ledekan yang diberikan Jason.


ย 


ย 


"Bro,sepertinya gw besok batal ke Jepang." kata Simon tentang rencananya mengunjungi Melisa disana,setiap akhir bulan.


"Baguslah,gw butuh loe berangkat ke Papua.Melihat apakah proyek yang kita menangkan itu sudah dapat kita laksanakan." perintah Jason kepada simon.


"Kenapa loe batal ke Jepang,apa loe sudah capek...?" tanya Jason.


"No..!" tidak ada kata capek dalam kamus gw." kata Simon dengan bersemangat.


"kalau bukan capek apa penyebabnya?" tanya Jason.


"Melisa telepon,dia pergi tugas ke Korea,untuk apa gw kesana kalau tidak bertemu dengan calon mama anak gw..." kata Simon.


"Jangan macam-macam loe dengan adik gw!" ancam Jason.


"Tenang bro,halal baru gw satu macam dengan Melisa" ucap Jason.


"Oh ya hampir gw lupa,semalam gw jumpa Rose dibengkel.Dia nanyain loe,sepertinya Rose suka denganmu ." cerita Simon.


"Loe tahu gw kan,paling tidak suka cewek yang suka dengan gw.Lebih suka gw yang ngejar itu cewek." kata Jason.


"Sudah ada yang ingin loe kejar..?" selidik Simon.


"Rahasia...!" seru Jason.


"Pakai rahasiaan.." kata Simon.

__ADS_1


"Ayolah,inisialnya saja.Kalangan model." tebak Simon.


"Tak ada dalam kamus gw model,selebritis." ucap Jason.


"Aku akan selidiki,jangan panggil aku Simon jika tidak mengetahui siapa yang menjadi targetmu." kata Simon kepada Jason.


"Silakan selidikin.." kata Jason.


ย 


ย 


"Besok weekend,mommy berencana pergi ke villa." beritahu Dina kepada Jason yang baru keluar dari kamarnya.


"Daddy juga..?" tanya Jason.


"Daddy sudah pergi tadi,ada masalah dengan pengiriman."


"Jesy bagaimana?" tanya Jason.


"Ikutlah,tidak mungkin kita tinggalkan.Sedangkan sekolahnya minggu depan baru mulai." kata Dina.


"Mana si gembul mom?" Jason menanyakan keberadaan Jesy yang tidak kelihatan sejak dia pulang kantor.


"Dalam kamarnya,Jesy sedih berpisah dengan orangtuanya." kata Dina kepada Jason.


"Jason,jangan gangguin Jesy terus ya." ingatkan mommynya.


"Ok mom."


"Kamu ok aja,sebentar lagi kamu godain dia terus." omel Dina.


"Simon tidak kau ajak ke villa?" tanya Dina pada Jason.


"Dia berangkat ke Papua mom,lihat proyek disana."


"Bukannya jadwalnya Simon tiap akhir bulan berangkat ke Jepang?" tanya mommynya lagi.


"Melisa lagi tugas ke Korea." beritahu Jason.


"Anak itu,kalau menelpon satu bulan sekali.Kalau ditanya katanya sibuk katanya.." kata mommynya.


"Mungkin sibuk mom."


"Sibuk juga,pasti ada waktu untuk istirahatnya." kata Dina.


"Selama mommy di villa,tugas kamu mengawasi Jesy di asrama."


"Mommy lama nanti di villa?"


"kalau Daddy sibuk disana,mommy tidak mungkin balik." kata Dina.


"Jangan ganggu Jesy." mommynya ingatkan lagi anaknya Jason.


ย 


**Bersambung**.


ย 

__ADS_1


__ADS_2